SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    NILAI-NILAI KARAKTER DALAM TEKS CERPEN KARYA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Septiningtyas, Dwi. 2017. Nilai-nilai Karakter dalam Teks Cerpen Karya Siswa Kelas XI-MIPA 1 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan M.Pd.   Kata Kunci: nilai karakter, teks cerpen, karya siswa   Karya sastra dibagi menjadi tiga genre, yaitu puisi, drama dan prosa. Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra prosa fiksi. Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo, 1988:30). Sebuah cerpen biasanya memiliki plot yang diarahkan pada insiden atau peristiwa tunggal. Hal tersebut senada dengan pendapat Pratiwi  (1990:47) yang  menjelaskan bahwa pada genre cerita pendek, misalnya, tidak semua unsur dikembangkan secara seimbang. Aspek penting yang tidak boleh dilupakan adalah nilai-nilai karakter yang terkandung dalam cerpen. Dalam sebuah kajian sastra, nilai karakter dapat dipandang sebagai amanat. Amanat merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Sebenarnya, pendidikan karakter sudah ditanamkan sejak anak-anak atau masih dalam lingkungan keluarga (informal). Pada saat ini, nilai karakter yang ada dalam diri anak sudah mulai tergerus. Pada kurikulum 2013 yang diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pembelajaran berbasis teks. Cerpen merupakan salah satu teks sastra yang dianggap memuat nilai karakter. Penelitian tentang nilai karakter dalam cerpen karya siswa peneliti lakukan dengan pertimbangan bahwa pembelajaran cerpen yang diajarkan di lembaga formal selalu didorong untuk memasukkan nilai-nilai karakter. Dalam pembelajaran cerpen juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan kecakapan hidup untuk memahami diri, sosial, dan persoalan kehidupan yang lain. Adanya indikasi bahwa belum semua siswa menerapkan nilai karakter dengan baik dan untuk mengetahui penyebabnya menjadi alasan peneliti menganggap perlu dilakukan penelitian mengenai nilai karakter dalam teks cerpen karya siswa dengan judul Nilai-nilai Karakter dalam Teks Cerpen Karya Siswa Kelas XI-MIPA 1 SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  karena pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk mendeskripsikan data yang diteliti secara jelas berdasarkan teori-teori sastra. Janis penelitian yang digunaka dalam penelitian ini adalah kajian teks. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan teks dan transkrip hasil wawancara. Pada data berupa kutipan-kutipan teks berisi nilai-nilai karakter. Data yang diperoleh tersebut untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang muncul dan tidak muncul dalam teks cerpen karya siswa. Selanjutnya, data yang didapat dari transkrip hasil wawancara digunakan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kemunculan dan ketidak munculan nilai karakter dalam teks cerpen karya siswa. Berdasarkan hasil data yang dianalisis tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian. Pertama, nilai-nilai karakter yang muncul dalam cerpen karya siswa sebanyak limabelas nilai, yakni nilai rigius, nilai jujur, nilai toleransi, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai demokratis, nilai rasa ingin tahu, nilai cinta tanah air, nilai manghargai prestasi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai cinta damai, nilai gemar membaca, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. Kedua, nilai-nilai karakter yang tidak muncul sebanyak tiga nilai, yakni nilai disiplin, nilai semangat kebangsaaan, nilai peduli lingkungan. Ketiga, (1) adanya tokoh yang diidolakan atau adanya hal yang menginspirasi, (2) adanya kepekaan terhadap kejadian di lingkungan sekitar, (3) sesuai yang terpikirkan saat proses menulis, (4) sesuai dengan pengalaman pribadi.Keempat, faktor yang memengaruhi ketidakmunculan nilai karakter, yakni (1) penulis ingin segera menyelesaikan ceritanya, (2) tidak terpikirkan nilai karakter lainnya oleh penulis, (3) tidak cocok dengan isi cerita.Hal-hal yang mendukung faktor yang memengaruhi kemunculan atau ketidakmunculan nilai karakter adalah faktor pemahaman, faktor lingkungan, faktor pengalaman, dan faktor perkembangan psikologis dalam diri remaja. Saran pertama, bagi peneliti lain atau peneliti baru, nilai dalam cerpen yang sudah ditemukan hendaknya diteliti lagi untuk mengetahui penerapan nilai karakter yang lebih mendalam dan untuk nilai yang tidak ditemukan dalam cerpen perlu dilakukan penelitian serupa dengan diawali pembelajaran atau nilai karakter yang belum muncul. Saran kedua, bagi pengajar atau guru, yakni lebih mendalam lagi dalam mengenalkan dan menerapkan nilai karakter, sehingga dalam tulisan siswa muncul nilai karakter yang banyak dan beragam. Saran ketiga, bagi masyarakat umum, khususnya orangtua, yakni menanamkan nilai karakter sejak dini, dan mengawasi agar nilai karakter yang tumbuh dalam diri anak semakin baik

    Keefektifan Kalimat dalam Tajuk Rencana Surat Kabar Jawa Pos

    No full text
    ABSTRAK   Kalimat tulis harus memperhatikan kaidah bahasa. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah keefektifan kalimat. Kalimat yang efektif mempunyai satu ide, hemat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat efektif diperlukan dalam tajuk rencana karena informasi yang dibuat harus mudah dipahami oleh pembaca. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) kehematan, (2) kesejajaran, dan (5) kesatuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada surat kabar Jawa Pos edisi Maret 2015. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang terdapat pada tajuk rencana surat kabar Jawa Pos pada tahun 2015. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Secara rinci prosedur pengumpulan data yang dilakukan adalah (1) mengumpulkan surat kabar Jawa Pos edisi Maret 2015, (2) memisahkan dan membaca seluruh kalimat pada tajuk rencana, (3) mengidentifikasi keefektifan kalimat tajuk rencana berdasarkan indikator kehematan, kesejajaran, dan kesatuan, (4) memberikan kode pada kalimat tajuk rencana yang telah diidentifikasi. Selanjutnya dilakukan penyajian data, penarikan simpulan sementara, dan pengecekan keabsahan temuan. Dari 362 kalimat yang diteliti, diperoleh 290 (80,1%) kalimat efektif dan 72 (19,8%) kalimat tidak efektif. Secara rinci temuan penelitian adalah kalimat tidak efektif berdasarkan aspek kehematan terdapat 30 (41,6%) kalimat, berdasarkan aspek kesejajaran terdapat 26 (36%) kalimat, dan berdasarkan aspek kesatuan terdapat 16 (22,2%)  kalimat. Berdasarkan hasil penelitian keefektifan kalimat dalam tajuk rencana surat kabar Jawa Pos edisi Maret 2015 terdapat tiga simpulan. Pertama, keefektifan kalimat berdasarkan kehematan, yakni menghindari penggunaan subjek ganda dalam satu kalimat atau klausa, menghindari pemakaian sinonim dalam satu kalimat, tidak menjamakkan kata-kata yang bermakna jamak, dan menghindari penggunaan preposisi yang tidak perlu. Kedua, keefektifan kalimat berdasarkan kesejajaran, yakni penggunaan gagasan-gagasan yang paralel dalam satu kalimat atau klausa, penggunaan imbuhan yang sejajar dalam satu kalimat atau klausa, dan kesejajaran bentuk dan makna dalam induk kalimat dan anak kalimat. Ketiga, keefektifan kalimat berdasarkan kesatuan, yakni setiap kalimat mayor harus mempunyai S dan P yang tidak diantarkan oleh partikel lain, penggabungan kalimat dengan partikel dan dan yang, penggabungan yang menyatakan hubungan sebab dan hubungan waktu, penggabungan kalimat yang menyatakan hubungan akibat dan hubungan tujuan, dan perincian hubungan logis antara subjek dan predikat. Berdasarkan kesimpulan tersebut, dikemukan dua saran. Pertama, penulis tajuk rencana surat kabar diharapkan menambahkan wawasan tentang keefektifan kalimat dalam mengolah kata-kata. Kedua, masyarakat sebagai konsumen agar lebih objektif dalam memahami makna yang terkandung dalam tajuk rencana surat kabar.

    KOHESI DAN KOHERENSI PADA KARANGAN NARASI MAHASISWA THAILAND DALAM PROGRAM IN COUNTRY UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Amalia, Anisa. 2018. Kohesi dan Koherensi pada Karangan Narasi Mahasiswa Thailand dalam Program In Country 2017 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd, Kata kunci: kohesi, koherensi, dan karangan narasi mahasiswa Thailand Hal yang melatarbelakangi ditelitinya hasil tulisan narasi siswa  mahasiswa Thailand dalam program In Country Universtitas Negeri Malang yaitu minat orang asing akan bahasa Indonesia semakin meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya orang asing yang mulai mempelajari bahasa Indonesia melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tujuan utama yang paling umum adalah mampu berkomunikasi dengan masyarakat selama berada di Indonesia. Dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia bagi mahasiswa asing secara lisan, pembelajaran yang diterapkan menggunakan sistem pencelupan yang secara langsung mempelajari bahasa Indonesia dengan masyarakat sekitar. Selain bahasa secara lisan yang sering dilakukan dalam program BIPA di Universitas Negeri Malang, bahasa tulis juga disematkan pada materi program pembelajaran. Di dalam program BIPA berinteraksi secara tulisan pebelajar diajarkan memproduksi kalimat bahasa Indonesia dengan pola atau struktur kalimat yang senada sehingga hubungan setiap kalimatnya dapat dipahami sesuai dengan tingkatan pebelajar dalam memahami bahasa Indonesia. Sehingga, berawal dari memproduksi kalimat yang sederhana pebelajar dapat meningkatkan pemahaman tentang pola atau struktur kalimat yang berkesinambungan. Dalam memproduksi kalimat menjadi sebuah paragraf atau teks, penggunaan bahasa yang efektif, efisien, dan padu diperlukan agar mampu meyampaikan pesan atau informasi pada pembaca dengan tepat, maka dapat dikatakan bahwa kohesi dan koherensi memegang peranan paling penting untuk mendapatkan penulisan paragraf yang utuh. Subjek penelitan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Thailand kelas pemula (beginning) yang notebennya belum sepenuhnya paham dengan bahasa Indonesia, namun mereka sudah memahami beberapa kosakata dan mampu memproduksi kalimat yang sederhana.             Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Data penelitian yaitu karangan narasi mahasiswa Thailand. Data diperoleh dari kuis menulis karangan narasi mahasiswa Thailand dalam program In Country. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik dokumentasi dalam bentuk karangan narasi mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri atas (1) identifikasi data, (2) reduksi data, (3) interpretasi data, (4) eksplanasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tringulasi peneliti. Tringulasi peneliti dilakukan dengan jalan memanfaatkan peneliti lain yang dilihat dari kriteria yang sama yaitu kohesi dan koherensi karangan narasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan penggunaan kohesi pada karangan narasi mahasiswa Thailand program In Country 2017 Universitas Negeri Malang. Penggunaan kohesi berdasarkan klasifikasinya yaitu sebagai berikut. Pertama, penggunaan kohesi berupa kohesi gramatikal yang digunakan (1) referensi, (2) subtitusi, (3) elipsis dan (4) konjungsi. Kedua, kohesi berupa kohesi leksikal yang digunakan meliputi (1) repetisi, (2) sinonimi, (3) antonimi, dan (4) hiponimi. Ditemukan pula penggunaan koherensi pada karangan narasi mahasiswa Thailand . Penggunaan koherensi tersebut diklasifikasiakn sebagai berikut, Pertama, koherensi berupa hubungan sebab-akibat. Kedua, koherensi berupa hubungan latar kesimpulan. Ketiga, koherensi berupa hubungan perbandingan. Keempat, koherensi berupa hubungan parafratis. Kelima, koherensi berupa hubungan amplikatif. Keenam, koherensi berpa hubungan aditif waktu. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pertama, pada karangan narasi mahasiswa Thailand dalam program In Country 2017 Universitas Negeri Malang, siswa dapat merangkai karangan narasi dengan baik. Meskipun mereka dari golongan pemula, mereka dapat menggunakan pilihan kata yang tepat untuk menyusun sebuah kalimat yang padu. Dalam sebuah paragraf, penulisan antarkalimat harus berkaitan agar pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan utuh. Sebuah karangan yang baik terdapat kohesi yang berfungsi untuk memadukan antarkata dalam sebuah kalimat, antarkalimat dalam sebuah paragraf dan antarparagraf dalam sebuah karangan. Pada karangan narasi mahasiswa Thailand dapat dikatakan sebagai karangan yang baik dan padu dibuktikan dengan ditemukannya penggunaan piranti kohesi pada setiap karagan mahasiswa. Penggunaan piranti kohesi dapat mempermudah siswa untuk merangkai sebuah karangan yang runtut dan jelas. Kedua, penggunaan koherensi dalam karangan bertujuan untuk menyelaraskan karangan agar karangan tersebut koheren. Dalam sebuah karangan, unsur koherensi digunakan agar pembaca dapat menginterpretasikan dan memahami maksud dari sebuah karangan. Dalam karangan narasi mahasiswa Thailand pada program In Country 2017, mahasiswa dapat meyampaikan pesan berupa pengalaman mereka selama berada di Indonesia dalam bentuk sebuah karangan narasi, sehingga pembaca diharapkan mampu mengetahui apa saja yang dilakukan selama berada di Indonesia. Karangan tersebut dapat dikatakan koheren dibuktikan dengan adanya penggunaan piranti koherens pada setiap karangan.             Berdasarkan temuan penelitian dapat diberikan saran kepada pihak-pihak berikut. Pertama, kepada penulis dan pembaca, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menulis artikel yang berkaitan dengan karakteristik bahasa yang digunakan dan untuk mengetahui karakteristik karangan mahasiswa Thailand ditinjau dari keserasian dan kepaduan paragraf (kohesi dan koherensi). Kedua, bagi guru BIPA dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai tolak ukur dalam mengajar. Ketiga, untuk peneliti lain daisarankan untuk melakukan penelitian yang lain dengan mengaitkan hubungan kohesi dan koherensi dalam kesatuan gagasan menulis karangan mahasiswa Thailand, serta melakukan penelitian lebih lanjut misalnya meneliti kesatuan gagasan pada setiap pararaf, pemilihan kata, variasi kalimat, kesesuaian topik, dan pembahasan topik dalam kerangan narasi mahasiswa Thailand

    BAHAN AJAR TEKS EKSPLANASI DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahan ajar teks eksplanasi dan implementasinya dalam pembelajaran di kelas IX SMK. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas XI RPL 2 SMK Negeri 2 Singosari. Dari tahapan analisis data, ditemukan dua hasil yang menjawab fokus penelitian. Hasil pertama penelitian ini adalah deskripsi bahan ajar meliputi wujud, cakupan materi, dan urutan sajian bahan ajar teks eksplanasi. Hasil kedua penelitian ini adalah deskripsi implementasi bahan ajar yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran

    Kepercayaan Mistik dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (TRDP) Karya Ahmad Tohari

    No full text
    ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk mengetahui kepercayaan mistik yang ada pada novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Hasil penelitian (1) bentuk kepercayaan mistik membuktikan bahwa masyarakat Dukuh Paruk menganut kepercayaan animisme, dinamisme, dan sistem petungan Jawa, 2) pewujudan kepercayaan mistik membuktikan bahwa masyarakat Dukuh Paruk dalam menjalankan aktivitasnya tidak terlepas dari perilaku kejawen doa/mantra, upacara/ritual, dan kesenian. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca untuk mengetahui dan mengenal kepercayaan mistik yang ada di dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari

    AMANAT BABAD BESOEKI KARYA KANJENG RADEN AYU DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGI

    No full text
                    ABSTRAK Babad merupakan problematik dalam historiografi modern. Para sejarawan kerap memahami babad sebagai tulisan atau sumber sejarah dalam tendensi subjektif. Penelitian ini untuk menggambarkan amanat di dalam cerita Babad Besoeki dengan menggunakan pendekatan sosiologi. Setiap amanat yang digambarkan oleh seorang tokoh di dalam cerita Babab Besoeki dianalisis dengan pendekatan sosiologi dan sosial masyarakat. Di mana pada Babad Besoeki menggambarkan sebuah perjuangan seorang tokoh yang ingin mewujudkan impiannya untuk membangun sebuah desa yang makmur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan sosiologi.                 Kata Kunci: babad, amanat, dan sosiologi. ABSTRCT: Babad is problematic in modern historiography. Historians often understand Babad as a written text or historical source in subjective tendency. The goals of this to describe the advice in Babad Besoeki's story by using sociology approach. Every advice described by a character in Babab Besoeki's story will be analyzed by sociology aapproach and social culture. Whereas in Babad Besoeki it describes a struggle of a character who wants to realize his dream to build a prosperous village. This study uses descriptive qualitative method through sociology approach. Keywords: babad, advice, and sociology

    PENANDA KOHESI DALAM TEKS EKSPLANASI KARYA SISWA KELAS VIII SMP

    No full text
    ABSTRAK  Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Mendeskripsikan penanda kohesi gramatikal dalam teks eksplanasi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang dan (2) Mendeskripsikan penanda kohesi leksikal dalam teks eksplanasi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang. Penelitian ini mengunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan  berupa instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) terdapat penggunaan penanda kohesi gramatikal dalam teks eksplanasi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang dan (2) terdapat penggunaan penanda kohesi leksikal dalam teks eksplanasi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang

    Deiksis dalam Tindak Tutur Direktif Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lumajang

    No full text
    ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk deiksis dan penggunaan bentuk deiksis dalam tindak tutur direktif guru bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini antara lain (1) bentuk deiksis yang terdiri atas deiksis persona dan bentuk deiksis nonpersona. Bentuk deiksis persona terbagi atas tiga jenis, yaitu deiksis persona I, persona II, dan persona III. Bentuk deiksis nonpersona terbagi atas dua bentuk deiksis, yaitu deiksis ruang dan deiksis waktu. (2) Penggunaan deiksis yang dipengaruhi oleh lima komponen atau aspek pragmatik, yaitu a) pribadi si penutur atau orang pertama, (b) anggapan penutur terhadap kedudukan sosial dan relasinya dengan orang yang diajak bicara, (c) kehadiran orang ketiga, (d) bentuk wacana, serta (e) adegan tutur dan lingkugan tutur.    

    Analisis Modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANPratiwi, Devila  2018. Analisis Kelayakan Modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dr. Roekhan, M.PdKata kunci:kelayakan, modul, menulis cerpenDalam sebuah pembelajaran diperlukan sumber-sumber belajar agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Keberadaan sumber belajar di masyarakat sangat melimpah. Sumber belajar perlu diolah terlebih dahulu agar dapat digunakan dalam pembelajaran yang selanjutnya disebut bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang dikembangkan adalah modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX yang dikembangkan oleh Ramadhani Widha. Alasan memilih sumber data tersebut karena pertama sumber data tersebut masih baru. Kedua, berdasarkan hasil uji validasi dari ahli materi cerpen dan uji ahli pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia modul tersebut tergolong layak untuk diimplementasikan namun tidak semua modul yang dikembangkan memenuhi kelayakan dan kesesuaian kualitas bahan ajar. Ketiga, materi teks cerita pendek diajarkan di kelas IX.            Fokus penelitian ini adalahkelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan tampilan modul menulis cerita pendek Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navisuntuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantatif. Jenis penelitian ini adalah analisis dokumen. Data dalam penelitian ini berupa uraian materi meliputi konsep, contoh wacana, dan latihan. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) menggandakan sumber data, (2) kodifikasi data, (3) menandai data, (4) melakukan penyekoran, (5) menghitung skor, dan (6) menghitung skor pada setiap aspek. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi (1) instrumen pengumpulan data dan (2) lembar pengumpul data.            Aspek kelayakan isi terdiri atas empat indikator meliputi (1) kelengkapan materi, (2) keakuratan materi, (3) kedalaman materi, dan (4) kemutakhiran rujukan. Untuk indikator kelengkapan materi, terdapat tiga bab yang hanya memenuhi dua dari tiga kriteria kelengkapan materi.Untuk indikator keakuratan materi, terdapat dua bab yang hanya memenuhi dua dari tiga kriteria keakuratan materi. Indikator kedalaman materi, terdapat dua bab yang tidak memenuhi kriteria kedalaman materi. Bab tersebut kurang mendetail dalam memberikan penjelasan materi. Untuk indikator kemutakhiran rujukan, semua uraian materi di dalam modul tidak diketahui sumber rujukannya karena tidak mencantumkan rujukan yang jelas. Aspek kelayakan isi berada pada kategori cukup layak karena mencapai 73%.            Aspek kelayakan bahasa terdiri atas dua indikator meliputi (1) kekomunikatifan dan (2) kelogisan alur pikir.Untuk indikator kekomunikatifan uraian materi yang disajikan menggunakan bahasa yang jelas, namun terdapat beberapa kata yang kurang lazim.Pada uraian materi yang disajikan terdapat banyak kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca. Untuk indikator kelogisan alur pikir, uraian materi yang disajikan sudah memenuhi tingkat kelogisan. Perintah dalam latihan yang disajikan jelas dan sesuai dengan tingkat berpikir siswa. Aspek kelayakan bahasa berada pada kategori cukup layak karenamencapai 71,8%.Aspek kelayakan tampilan mencakup tiga indikator meliputi (1) konsistensi sistematika, (2) keseimbangan antar bab, dan (3) keruntutan penyajian. Untuk indikator konsistensi sistematika, uraian materi yang disajikan hanya memenuhi dua kriteria dari empat kriteria konsistensi sistematika. Untuk indikator keseimbangan antar bab, semua bab umumnya tidak memenuhi batas jumlah halaman per bab. Terdapat bab yang tidak memenuhi batas jumlah halaman dan tolerensi lebih maupun kurang jumlah halaman. Indikator keruntutan penyajian, sebanyak tiga bab dalam modul hanya memenuhi dua dari tiga kriteria keruntutan penyajian. Aspek kelayakan tampilan berada pada kategori layak karena mencapai 81%. Hasil penghitungan yang dilakukan menunjukkan modul Cara Cerdas Menulis Cerpen Ala A. A. Navis untuk SMP/Sederajat Kelas IX oleh Ramadhani Widha berada pada kategori cukup layak karena mencapai 69,7% dengan nilai C.Modul memerlukan pengembangan lebih lanjut terutama dalam hal kebahasaan.Kepada penyusun modul tersebut diharapkan melakukan validasi kembali sebelum melakukan uji lapangan terutama dari segi penggunaan bahasa. Kepada peneliti selanjutnya agar meneliti modul hasil pengembangan terdahulu dengan jenis teks yang berbeda untuk mengetahui kelayakan bahan ajar yang lainnya

    Penentuan Jenis Sesar Gempa Bumi (Bima 31 Oktober 2017) Berdasarkan Analisis Focal Mechanism

    No full text
    Indonesia merupakan jalur yang dilalui oleh pertemuan tiga lempeng besar yaitu pada bagian Selatan terdapat lempeng Indo-Australia yang relatif bergerak ke utara, pada bagian Utara terdapat lempeng Eurasia yang relatif bergerak ke Selatan, dan pada bagian Timur terdapat lempeng Pasifik yang relatif bergerak ke Selatan. Pertemuan antar lempeng menyebabkan sering terjadi gempa bumi akibat tumbukan atau pergeseran lempeng. Metode focal mechanism salah satu metode yang sering digunakan untuk mengetahui mekanisme pusat gempa. Pada penelitian ini digunakan analisis data gerakan awal gelombang P yang dihasilkan oleh gempa tektonik Bima, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 31 Oktober 2017 dengan magnitude 5,4 SR untuk mendapatkan parameter-parameter sesar yaitu strike,dip dan rake. Sehingga dapat ditentukan orientasi bidang sesar atau patahan dan mengetahui jenis sesar patahan yang terjadi berdasarkan data arahan gerakan awal gelombang P. Penentuan jenis sesar dapat ditentukan dengan data polaritas gelombang P dengan software Jisview. Hasil dari penentuan jenis sesar gempa Bima pada tanggal 31 Oktober 2017 menunjukkan bahwa jenis sesarnya adalah sesar turun (normal fault) dengan bidang nodal 1 strike 56,3°, dip 14,9° rake -107,7°. Sedangkan pada bidang nodal 2 mempunyai strike 254,6°, dip 75,8° rake -85,4°. Dari parameter tersebut diperoleh besarnya strike ialah δ ≠ 90°, dip δ ≠ 0° dan besarnya rake adalah -180° ≤ λ ≤ 0°

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇