SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    KETERKAITAN POLA KONTUR HEART RATE VARIABILITY (HRV) DENGAN INTONASI PENUTUR BAHASA JAWA DIALEK TENGGER (BJDT)

    No full text
    dth: 0px; "> Hakikat bahasa pada umumnya adalah sebuah sistem lambang bunyi,bersifat arbitrer, produktif, dinamis beragam dan manusiawi. Bahasa Jawa (BJ)merupakan salah satu bahasa daerah terbesar di Indonesia yang digunakan olehsebagian besar masyarakat Jawa yang tinggal di Jawa Timur, DIY, dan JawaTengah. Sebagai bahasa yang kaya akan morfologi, BJ Kuna memiliki cukupbanyak proses fonologis. Salah satu suku yang masih menggunakan Bahasa JawaKuna adalah suku Tengger. Masyarakat suku Tengger mendiami wilayah di kakiGunung Bromo, tepatnya di Masyarakat Tengger yang dikenal dengan nama“suku Tengger” bermukim di sekitar Pegunungan Tengger, di empat daerahKabupaten yang berbeda dengan Gunung Bromo sebagai titik pusat, mereka ituberdiam di (1) sebelah tenggara, yaitu di Kabupaten Lumajang, (2) sebelah baratdaya, yaitu di Kabupaten Malang, (3) sebelah barat laut, yaitu di KabupatenPasuruan, dan (4) sebelah timur laut, yaitu di Kabupaten Probolinggo.Kondisi alpha merepresentasikan sebuah hasil terjemahan sebuah syarafdalam menerima kode sinyal pendengaran. Sebuah suara yang ditransmisikanmelalui bahasa memberikan respons syaraf terhadap otak pada waktu tertentu.Kondisi ini dapat dikarakterisasi melalui parameter Heart Rate Variability=HRV.Oleh karena itu untuk mengetahui kharakteristik verbal dan transmisi iramaberpikir BJDT di masyarakat suku Tengger, penelitian ini dirancang dengan judul“Keterkaitan Pola Kontur Heart Rate Variability (HRV) dengan Intonasi PenuturBahasa Jawa Dialek Tengger” penelitian ini akan membahas proses fonologisBJDT pada masyarakat suku tengger, baik yang terjadi karena pengaruh bunyiyang berdekatan, yaitu pada level kata, maupun karena pengaruh sintaksis. tujuanpenelitian ini adalah mendeskripsikan konstruksi fonetik dan unsur-unsurnya sertamodel deterministik kondisi alpha terhadap intonasi masyarakat penutur BJDTGunung Bromo, Propinsi Jawa Timur.Penelitian yang berjudul “Keterkaitan Emosi HRV dengan Pola IntonasiAkustik pada Penutur Bahasa Jawa Dialek Tengger (BJDT)” menggunakanpendekatan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif denganmenggunakan metode deskripif. Adapun metode dan teknik yang digunakandalam penelitian ini adalah (1) metode dan teknik penyediaan data, digunakanmetode cakap dan metode simak serta teknik dasar dan teknik lanjutan; (2)metode dan teknik analisis data, digunakan metode deskriptif dan teknik analisis;(3) metode dan teknik penyajian hasil analisis data, digunakan metode formal daninformal serta teknik yang digunakan adalah teknik deduktif dan induktif. Datadan sumber data penelitian ini mencakup data rekam tuturan dan catatan lapangan,data Heart Rate Variability alpha suku Tengger serta catatan dokumenter video.viiData tuturan diperoleh dari hasil pengamatan dengan merekam percakapan sukuTengger dalam kehidupan sehari-hari.Data catatan lapangan diperoleh melalui catatan deskriptif dan reflektif.Data HRV alpha didapatkan dengan karakterisasi secara langsung padamasyarakat suku Tengger dengan perangkat ECG. Peneliti sebagai instrumendidasari pertimbangan, yaitu lebih responsif, bersifat adaptif, dan lebih dapatmemahami konteks secara keseluruhan. Software yang digunakan dalampenelitian antara lain: (1) ECG Coherence Training Software version 2.2.6.5250;(2) Speech Analyzer 3.1; (3) Sony Sound Forge Pro versi 10.0; dan (4) AdobeAudition CS 6.Hasil penelitian ini yaitu: (1) Pola intonasi masyarakat penutur BJDTmemiliki bentuk yang bervariasi yang terdiri dalam bentuk pola statik dandinamik sesuai karakter penuturnya dikarenakan faktor pekerjaan, usia, dan jeniskelamin juga berpengaruh di dalam pola tuturan BJDT terdapat dua pola intonasiyang dituturkan oleh masyarakat suku Tengger yaitu pola prestise atas dan polaprestise bawah; (2) Kondisi Heart Rate Variability pada salah satu penutur BJDTcenderung seimbang diketahui subjek penutur tersebut berprofesi sebagaipengepul pupuk, berjenis kelamin laki-laki serta berusia 43 tahun, bedasarkan datatersebut diketahui bahwa penutur tersebut tergolong kedalam penutur yangmemiliki kondisi HRV yang seimbang sedangkan pada semua informan, denganprofesi yang berbeda meliputi profesi petani, tokoh adat, pejabat pemerintahanjuga memiliki pola HRV yang serupa namun terdapat beberapa pola intonasi yangberbeda pada beberapa topik; (3) Hubungan emosi terhadap pola intonasi penuturBJDT memiliki pola yang tidak sepenuhnya mengalami keterkaitan dan tidaksaling terkait pada aspek tuturan informan namun secara minoritas informanmemiliki keterkaitan konsisten pada topik sistem distribusi pupuk yangdituturkan oleh Edi hal tersebut dikarenakan pola intonasi penutur saatberkomunikasi cenderung dipengaruhi oleh kondisi HRV emosi penutur itusendiri; (4) Faktor yang paling berpengaruh atau bisa disebut dominan dalammenggali unsur intonasi dan emosi pada tuturan BJDT yaitu faktor jenis kelamin,pekerjaan dan usia, dikarenakan faktor pekerjaan informan menentukan gaya tuturinforman sedangkan faktor usia yang dimiliki informan memiliki efek yangsaling terkait dengan kewibawan berkomunikasi serta perbendaharaan kata yangdimiliki oleh informan. Namun beberapa topik tersebut mampu mempengaruhikondisi intonasi dan HRV informan

    Pertahanan Diri Tokoh Katya dalam Novel Sentimental Reasons Karya Cecillia Wangsadinata Pada Aplikasi Wattpad

    No full text
    PERTAHANAN DIRI TOKOH KATYA DALAM NOVEL SENTIMENTAL REASONS KARYA CECILLIA WANGSADINATA PADA APLIKASI WATTPAD Therecya Claudia Elisabeth Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang [email protected]   ABSTRAK Penelitian ini mengangkat novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata sebagai objek penelitian. Dengan menggunakan kajian psikoanalisis Sigmund Freud, penelitian ini menganalisis pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Katya saat menghadapi konflik dan kecemasan. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan melibatkan analisis teks yang dikaji menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Secara spesifik hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu (1) kemunculan konflik internal yang melibatkan antara id, ego, dan superego sedangkan konflik eksternal melibatkan pertengkaran yang di alami tokoh Katya dengan Ashadi, Alle, Karina, dan lingkungan sekitarnya, dan (2) kemunculan kecemasan yang meliputi kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral. Kata kunci: konflik, kecemasan, pertahanan diri   ABSTRACT This study raised the novel Sentimental Reasons Wangsadinata Cecilia works as objects of research. Using the study of psychoanalysis Sigmund Freud, this research analyzes the self-defense done by Katya in the face of conflict and anxiety.   This research was qualitative research with classified involves analysis of the text is examined using the approaches of psychoanalysis Sigmund Freud. Specifically, the results of this research indicate two things, namely (1) the emergence of internal conflicts involving between id, ego, and superego while external conflict involves the contention that in the natural character of Katya with Ashadi, Alle, Karina, and the surrounding environment, and (2) the emergence of neurotic anxiety include anxiety, anxiety, anxiety and moral reality. Keywords: conflict, anxiety, self defense   PENDAHULUAN Manusia menggunakan seni sebagai pengungkapan segi-segi kehidupan. Dan suatu kreatifitas manusia yang mampu yang menyajikan pemikiran dan pengalamanhidup dengan bentuk seni sastra. Sebagai sebuah karya imajiner, fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Di sinilah para sastrawan menghayati dengan seksama kehidupan alam nyata ini dengan berdialog, berkontemplasi serta berintraksi dengan lingkungan kehidupan, berikutnya disuguhkan kembali melalui paparan fiksi sesuai dengan pandangan mereka tentang kehidupan ini. Novel dapat mengemukakan sesuatu secara bebas, menyajikan sesuatu secara lebih banyak, lebih rinci, lebih detail, dan lebih banyak melibatkan berbagai permasalahan yang lebih kompleks. Kelebihan cerpen yang khas adalah kemampuannya mengemukakan secara lebih banyak jadi, secara implisit dari sekedar apa yang diceritakan.selain itu kelebihan novel yang khas adalah kemampuannya menyampaikan masalah yang kompleks secara penuh (Nurgiyantoro, 2007: 9). Wattpad adalah layanan situs web dan aplikasi telepon pintar asal Toronto, Kanada, yang memungkinkan penggunanya untuk membaca ataupun mengirimkan karya dalam bentuk artikel, cerita pendek, novel, puisi, atau sejenisnya. Wattpad diluncurkan pada tahun 2006 oleh Allen Lau dan Ivan Yuen. Wattpad juga menarik untuk dibahas karena Wattpad adalah novel elektronik masa kini yang saat ini marak digunakan oleh kalangan muda, bukan hanya dari segi tampilan saja yang membuatnya tampak menarik, di zaman ini kalangan muda lebih menyukai hal-hal yang instan dan tidak merepotkan. Begitu pula dengan Wattpad, aplikasi novel elektronik yang memudahkan kaum muda untuk tetap bisa membaca bahkan menulis karangan cerita yang mereka inginkan. Sebelum penelitian mengenai topik ini, penelitian terkait juga sudah pernah dilakukan, yaitu dengan judul “Pertahanan Diri Tokoh Amelia Dalam Novel Amelia Karya Tere Liye” oleh Uyunun Safira pada tahun 2016. Penelitian tersebut meneliti tentang pertahanan seorang tokoh yang bernama Amelia, sedangkan penelitian ini meneliti pertahanan diri tokoh wanita bernama Katya dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata penting untuk dikaji sebab penelitian ini menganalisis sisi lain yang terdapat dalam novel remaja, yaitu aspek psikologi anak itu sendiri ketika dihadapi konflik dalam keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat. Umumnya, penelitian sastra anak dikaji dengan telaah seputar nilai moral, nilai edukasi, dan pendidikan karakter yang terdapat dalam karya sastra anak.   METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian khusus ojek yang tidak dapat diteliti secara statistik atau secara kualifikasi (Almanshur dan Ghony, 2012:13). Penelitian kualitatif yang yang digunakan melibatkan kegiatan analisis teks yang dikaji dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis. Dengan demikian penelitian kualitatif dalam penelitian ini akan menghasilkan paparan data deskriptif secara tertulis tentang pertahanan diri tokoh utama anak, Katya dalam menghadapi konflik dan kecemasan yang muncul. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud untuk menganalisis pertahanan diri tokoh Katya dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Dalam teori psikoanalisis, konflik yang dihadapi oleh tokoh mampu mendorong munculnya kecemasan. Freud membagi kecemasan dalam tiga jenis, yaitu kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral. Sebagai akibat dari munculnya kecemasan dalam diri tokoh, secara otomatis manusia akan melakukan pertahanan diri untuk melindungi dirinya dari bahaya atau situasi yang tidak menyenangkan. Data penelitian ini adalah data verbal berupa narasi, monolog, dan dialog dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Data kemunculan konflik, dan kemunculan kecemasan yang dilakukan oleh tokoh utama Katya dalam novel Sentimental Reasons berasal dari kutipan-kutipan narasi, monolog, dan dialog yang memiliki kesesuaian dengan indikator dalam proses klasifikasi data yang telah disesuaikan berdasarkan kode pada tahap kodifikasi data. Sedangkan sumber data penelitian ini yakni novel Sentimental Reasons dalam aplikasi Wattpad – Cecillia Wangsadinata. Peneliti sebagai instrument. Peneliti yang mengumpulkan data, menelaah, dan membuat kesimpulan. Sedangkan untuk tabel pengumpul data. Penelitian ini menggunakan teknik baca-rekam-catat. Teknik baca dilakukan dengan membaca novel Sentimental Reasons dalam aplikasi Wattpad karya Cecillia Wangsadinata berkali-kali kemudian mencatat bagian-bagian yang menjadi fokus penelitian. Proses pengumpulan data dilakukan dengan a) membaca berkali-kali dan memahami data utama berupa novel Sentimental Reasons dalam aplikasi wattpad karya Cecillia Wangsadinata, b) mencatat hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitan, c) mengumpulkan referensi untuk memperoleh data teori yang akan digunakan untuk menganalisis, d) mengidentifikasi satuan-satuan teks novel Sentimental Reasons berupa monolog, dialog, dan narasi yang mencerminkan kemunculan konflik, dan kemunculan kecemasan pada tokoh Katya, e) melakukan  kodifikasi, dan f) melakukan klasifikasi lalu membuat kesimpulan akhir.   PEMBAHASAN Konflik adalah permasalahan yang timbul lam kehidupan manusia yang terjadi baik secara internal maupun secara eksternal. Konflik internal merupakan permasalah yang muncul dari diri individu sedangkan konflik eskternal adalah permasalahan yang timbul dengan melibatkan orang lain. Berikut pembahasan tetang kemunculan konflik internal dan eksternal dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Kemunculan konflik dan jiwa manusia saling memperngaruhi. Konflik mampu memberikan tekanan secara psikis dalam diri setiap individu. Sigmund Freud dalam teori psikoanalisis menjelaskan bahwa struktur kerpibadian manusia terdiri dari id, ego, dan superego. Ketiga energi psikis tersebut akan mengalami pertentangan jika impuls id dan dorongan ego terhalang superego. Dalam novel Sentimental Reasons, konflik antara id, ego, dan superego tampak ketika Katya membuktikan pada Alle, pria yang telah membuatnya merasa begitu tertekan. Hal ini tampak pada kutipan berikut. “Yaya tidak meminum obatnya sama sekali,” jelas Dokter Walter kepada Alle dan Karina. Kutipan di atas menujukkan munculnya dorongan ego. Dorongan ego tersebut bersumber dari diri Katya sendiri karena ingin menyimpan masalahnya untuk dirinya sendiri. Ego merupakan sistem kepribadian yang rasional dan berorientasi pada prinsip realitas (reality principles). Dengan menggunakan prinsip realitas, ego berusaha memuaskan dorongan id dengan memberikan pertimbangan yang rasional agar upaya Katya membuat Alle tidak perduli dapat dengan mudah dilakukan. Upaya ego memuaskan dorongan id dilakukan melalui proses sekunder. Melalui proses sekunder, ego merencanakan cara untuk memuaskan dorongan dan menguji rencana tersebut (Hidayat, 2011:28). Proses sekunder dalam hal ini dilakukan pula oleh Katya sebagai representasi peran ego untuk memuaskan impuls id. Hal ini tampak pada kutipan berikut. Yaya hanya tidak ingin Alle mengasihaninya lebih banyak lagi, cukup pria itu harus mengetahui penyakitnya, tapi pria itu tidak perlu mengetahui segalanya. Setidaknya, tidak bagian ini. Berdasarkan kutipan di atas tergambar peran ego dalam diri Katya. Ego berperan sebagai mediator antara id (keinginan untuk mencapai kepuasan) dan kondisi lingkungan atau dunia nyata (Hidayat, 2011:28). Ketika impuls id berupa keinginan Katya untuk membuat Alle agar tidak memperdulikan dirinya lagi, ego berusaha memuaskan impuls id tersebut dengan memberikan pertimbangan logis. Ego menjadikan kondisi kesehatannya yang semakin menurun untuk membuat Alle semakin tidak memperdulikan dirinya. Proses kerja ego inilah yang disebut dengan proses sekunder. Ketika impuls id didukung sepenuhnya oleh ego tanpa mempertimbangkan aspek moral yang menunjukkan tindakan baik dan buruk maka peran superego muncul untuk menentang dorongan id yang bersifat instingtif dan primitif. Superego erat kaitannya dengan hati nurani. Hati nurani yang bersih mencerminkan posisi superego yang kuat dalam struktur kepribadian manusia. Dalam novel Sentimental Reasons, peran superego tampak saat tokoh Katya mengalami perasaan bersalah dan cemas akibat perbuatannya pada Karina. Hal ini tampak pada kutipan berikut. “iya Rin, gue salah, benar-benar salah. Gue nggak tahu lo akan semarah ini. Padahal gue hanya bercanda, mau buat Surya bingung aja,” kata Yaya dari depan mobil. Tidak ada satupun orang yang dapat melihat wajahnya tapi semuanya mendengarkan. (KK-Ke/D/SR/172). Kutipan di atas menggambarkan kecemasan dan ketakutan yang Katya rasakan ketika Karina sudah mengetahui peristiwa yang terjadi antara dirinya dan Alle saat mereka berada di London. Gertakan dari Karina membuat Katya merasa cemas dan takut diwaktu yang bersamaan sehingga membuat hatinya tidak kunjung tenang dan semakin merasa gelisah. Berdasarkan paparan di atas, impuls id begitu mendominasi perilaku Katya dalam menghadapi konfliknya dengan tokoh lain dalam novel. Kekuatan impuls id yang paling tinggi terjadi saat Katya terlibat pertikaian dengan Ashadi ibunya. Hal ini didasari oleh faktor ketimpangan kekuasaan antara seorang ibu dengan anak bungsunya. Faktor tersebut menjadi pemicu utama kuatnya impuls id pada tokoh Katya. Sedangkan peran ego dalam diri Katya cenderung berpihak pada pemuasan impuls id. Dalam novel Sentimental Reasons terjadi konflik eksternal yang melibatkan perselisihan yang terjadi antara Katya dengan ibu kandungnya, Alle, dan lingkungan sekitarnya. Kecemasan adalah reaksi psikis yang dirasakan manusia akibat konflik yang terjadi dalam kehidupannya. Dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kecemasan neurotik, kcemeasan realistis, dan kecemasan moral. Berikut pembahasan mengenai kemunculan ketiga jenis kecemasan yang terdapat dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Kecemasan neurotik adalah respon terhadap letusan yang mengancam dari dorongan id ke dalam kesadaran. Kecemasan ini berkembang berdasarkan pengalaman masa anak yang terkait dengan hukuman atau ancaman dari orang tua (Yusuf dan Nurihsan, 2008:52). Kecemasan neurotik merupakan repreentasi dari konflik antara id dan ego. Pada dasarnya impuls id akan selalu bertentangan dengan ego. Hal ini sejalan dengan pendapat (Friedman dan Sthustack, 2008:77) yang menyatakan bahwa selama hidup, id yang mencari kesenangan terus-menerus berjuang melawan ego yang melihat kenyataan. Konflik yang terjadi antara id dan ego dapat memunculkan kecemasan neurotik dalam diri manusia. Kecemasan realitas disebut juga kecemasan objektif. Kecemasan realitas adalah respon terhadap ancaman dari luar atau perasaan takut terhadap bahaya-bahaya yang nyata (real) yang berada di lingkungan (Yusuf dan Nurihsan, 2008:52). Kecemasan moral adalah kecemasan yang merupakan konflik antara id dan superego (Hidayat, 2011:31). Kecemasan moral terjadi saat individu memuaskan insting dengan caranya sendiri kemudian mendapat pertentangan dari superego. Kecemasan moral hadir saat individu merasa khawatir akibat kesalahan yang dibuatnya. Kecemasan moral yang dirasakan individu menjadi pertanda peran superego masih kuat dalam seseorang. Dalam novel Sentimental Reasons, kecemasan moral sering dirasakan Katya ketika dirinya menghadapi konflik eksternal dengan ibu kandungnya, Alle, dan lingkungan sekitarnya. Pertahanan diri merupakan upaya yang dilakukan oleh ego untuk mereduksi kecemasan yang muncul dalam diri manusia. Ego menggunakan mekanisme ini untuk mengendalikan kekuatan (antikateksis) sehingga terjadi represi atau menekan ingatan, pikiran, atau gagasan yang melahirkan kecemasan (Yusuf dan Nurihsan, 2008:53). Dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud, pertahanan diri dibagi menjadi Sembilan jenis, yaitu represi, projeksi, pembentukan reaksi, pemindahan objek, fiksasi, regresi, rasionalisasi, sublimasi, dan identifikasi. Pada dasarnya pertahanan diri erat kaitanya dengan derajat konflik dan kemunculan kecemasan yang berdampak pada kondisi psikis Katya. Dejarat konflik dan kecemasan yang semakin tinggi akan memicu ragam pertahanan diri yang dilakukan.   SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dalam penelitian ini, simpulan dipaparkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu, mendeskripsikan kemunculan konflik, kemunculan kecemasan, dan kemunculan pertahanan diri. Kemunculan konflik pada tokoh Katya terjadi secara internal dan eksternal. Kemunculan konflik internal pada tokoh Katya dipicu oleh pertentangan id, ego, dan superego. Konflik internal yang terjadi dalam diri tokoh Katya memicu proses pendewasaan diri tokoh Katya. Konflik eksternal dalam novel Sentimental Reasons melibatkan perselisihan yang terjadi antara tokoh Katya dengan Ashadi, Alle, dan juga Karina. Konflik eksternal memiliki derajat yang berbeda sesuai dengan dampak psikis yang dirasakan oleh tokoh Katya. Hal ini dipengaruhi oleh intensitas komunikasi yang terjalin antara tokoh Katya dengan tokoh lainnya dalam novel. Intensitas komunikasi yang erat akan mempegaruhi besarnya dampak kemunculan konflik tersebut terhadap kondisi psikis tokoh Katya. Kemuculan konflik memicu kecemasan dalam diri Katya. Kecemasan yang muncul dalam novel Sentimental Reasons, meliputi kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral. Kemunculan kecemasan memiliki derajat yang berbeda bergantung kepada intensitas hadirnya kecemasan dan dampak kecemasan tersebut terhadap perubahan sikap tokoh Katya. Kemunculan konflik dan kecemasan memicu munculnya pertahanan diri tokoh Katya. Dalam novel Sentimental Reasons, tokoh Katya melakukan 8 jenis bentuk pertahanan diri yang meliputi represi, projeksi, pembentukan reaksi, pemindahan objek, regresi, rasionalisasi, sublimasi, dan identifikasi. Dalam hal ini, tokoh Katya tidak menunjukkan bentuk pertahanan diri fiksasi. Pertahanan diri terjadi didasarkan pada derajat konflik dan kecemasan. Pengaruh derajat konflik dan kecemasan yang tinggi akan memicu ragam pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Katya. Berdasarkan teori psikoanalisis, kemunculan konflik, kecemasan, dan pertahanan diri pada tokoh Katya memiliki derajat dan wujud yang berbeda dengan anak-anak.   Saran 1. Bagi pembaca, setelah membaca penelitian ini diharapkan dapat mengetahui bahwa kemunculan konflik dan kemunculan kecemasan pada hakekatnya sama hanya saja munculnya konflik dan kecemasan tersebut dalam segi yang berbeda-beda. 2. Bagi peneliti selanjutnya, saya sarankan untuk mengemukakan 9 kemunculan pertahanan diri dengan objek novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata agar dengan adanya penelitian tersebut, peneliti dapat mengetahui bagaimana bentuk dari tiap-tiap kemunculan pertahanan diri itu sendiri dan dapat menambhakan temuan lain yang didapatkan sebagai proses perbaikan hasil dalam penelitian ini.   DAFTAR PUSTAKA ATAU DAFTAR RUJUKAN Al- Ma'ruf, Ali Imron. 2010. Dimensi Sosial Keagamaan dalam Fiksi Indonesia Modern. Surakarta: Smart Media. Burhan, Nurgiyantoro. 2009. Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE. Burhan, Nurgiyantoro. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada. University Press. Fanani, Muhammad Abib. STRUKTUR DAN MEKANISME PEMERTAHANAN JIWA TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN NYANYIAN IMIGRAN (KUMPULAN CERPEN BURUH MIGRAN INDONESIA) TELAAH PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD. 6(2) (Online), (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jib/article/download/1233/1322), diakses 1 April 2019. Hidayat, Dede Rahmat. 2011. Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Minderlop, Albertine. 2010. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Saraswati, Ekarini. 2016. PRIBADI DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA DAN LASKAR PELANGI: TELAAH PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD. 12(2). (Online), (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jib/article/download/1293/1386), diakses 1 April 2019. Saryono. 2009. Pengantar Apresiasi Sastra. Malang: Universitas Negeri. Malang. Siswanto, Wahyudi. 2013. Pengantar Teori Sastra. Malang: Aditya Media Publishing. Wangsadinata, Cecillia. 2018. Sentimental Reasons. Jakarta: PT. Bukune Kreatif Cipta. Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Garudhawacana. Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, Juntika. 2008. Teori Kepribadian. Bandung: PT. Remaja Karya

    Keefektifan Kalimat pada Teks Berita Karya Mahasiswa Sastra Indonesia Paket Jurnalistik

    No full text
    ABSTRAK Fatkhan, Widya. 2019. Keefektifan Kalimat pada Teks Berita Karya Mahasiswa Sastra Indonesia Paket Jurnalistik. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nurchasanah, M.Pd. Kata Kunci: kalimat efektif, teks berita, mahasiswa paket jurnalistik Cara untuk menyajikan gagasan, ide atau amanat dengan baik ialah dengan menggunakan kalimat yang efektif. Sebuah kalimat dikatakan efektif  jika apa yang disampaikan oleh penulis tidak menimbulkan multitafsir oleh pembaca, sehingga pembaca mampu memahami gagasan yang disampaikan oleh penulis dengan tepat. Oleh karena itu, kedudukan kalimat efektif dalam sebuah teks sangatlah penting, terutama pada teks berita. Penggunaan kalimat efektif pada teks berita sangat penting diterapkan oleh mahasiswa paket jurnalistik yang telah dianggap lebih dalam pengetahuan menulis teks berita. Mahasiswa paket jurnalistik dianggap mempunyai kemampuan lebih karena telah mempelajari bagaimana mencari, menulis, serta menyajikan berita dengan baik. Selain itu, pada semester sebelumnya, mahasiswa paket jurnalistik juga telah mempelajari tentang keefektifan kalimat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperoleh keefektifan kalimat berdasarkan aspek (1) kelengkapan, (2) keserasian, dan (3) kehematan dalam teks berita karya mahasiswa paket jurnalistik tahun 2016-2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif  karena penelitian ini bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata  dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang terdapat pada karya teks berita yang ditulis oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia paket jurnalistik pada tahun ajaran 2016/2017. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen berupa kodifikasi dan tabel pengumpul data. Kodifikasi digunakan untuk memberikan kode pada setiap data  yang diperoleh dari teks berita yang ditulis oleh mahasiswa berupa kalimat. Hasil penelitian ini ialah sebagai berikut. Pertama, terdapat kalimat lengkap dan tidak lengkap pada hasil analisis kalimat pada teks berita karya mahasiswa paket jurnalistik. Syarat kalimat lengkap pada teks berita ialah harus memiliki unsur subjek dan predikat. Adapun kalimat yang tidak lengkap disebabkan karena tidak memiliki subjek dan terdapat juga kalimat yang tidak memiliki subjek maupun predikat.  Kedua, berdasarkan analisis kalimat pada teks berita, terdapat kalimat yang serasi dan tidak serasi. Kalimat tidak serasi tersebut hanya terdapat satu kalimat saja yang disebabkan  karena gagasannya yang tidak serasi. Adapun Kalimat serasi ditandai dengan keserasian gagasan, keserasian antara subjek dan predikat, serta keserasian antara predikat dan preposisi yang mengikutinya. Ketiga, berdasarkan hasil analisis kalimat dari segi kehematan, ditemukan kalimat hemat dan tidak hemat. Kalimat hemat tersebut lebih banyak ditandai oleh pemakaaian salah satu bentuk jamak diantara bentuk jamak ulang dan bentuk jamak leksikal. Adapun kalimat yang tidak efektif dari segi kehematan, lebih banyak ditandai oleh pengulangan subjek. Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan tiga saran. Pertama, berdasarkan hasil analisis keefektifan kalimat pada teks berita karya mahasiswa paket jurnalistik, kalimat tidak efektif lebih banyak disebabkan karena kalimat yang tidak hemat. Oleh karena itu, diharapkan kepada dosen yang mengampu mata kuliah menulis berita pada paket jurnalisik untuk menekankan kembali aspek-aspek yang berkaitan dengan keefektifan kalimat. Kedua, mahasiswa disarankan agar lebih memerhatikan aspek-aspek keefektifan kalimat. Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari kembali penyebab kalimat yang tidak efektif dan menerapkannya dengan menganalisis keefektifan kalimat pada teks berita. Berbekal dua pengalaman tersebut, diharapkan mahasiswa dapat menulis berita dengan baik dan benar serta mudah dipahamai oleh pembaca dengan  benar pula. Ketiga, penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan bahan penelitian bagi peneliti selanjutnya tentang keefektifan kalimat, terutama penggunaan kalimat efektif dalam teks berita. ABSTRACT Fatkhan, Widya. 2019. The Effectiveness Of The Sentence In The Text Of The News Paper The Student Literary Indonesia Journalistic Package. Thesis, Indonesian Literature Departmen, Faculty Of  Letters, State University Of Malang. Advisor: Dr. Nurchasanah, M. Pd. Kata Kunci: effective sentences, text news, journalism student package Ideas or work properly is to use an effective sentence. A sentence is said to be effective if what is conveyed by the author do not cause multitafsir towards the reader, so that the reader is able to understand the idea of being disampikan by the author right. Therefore, the position of the effective sentence in a text is important, especially on text news. The use of sentence effective on very important news text applied by students of the journalistic Pack has been considered more in the knowledge about writing the text of the news. In addition to Indonesian literature majors who have already attended courses about sentences such as morphology and syntax, the journalistic Pack student is studying the happenings of a news story with deeper. This research was conducted with the aim of gaining effectiveness based on aspects of the sentence (1) completeness, matchingness , (2) thirftyness in the news paper the student journalism years package 2015-2016. This study used a qualitative approach because this research aims to understand the phenomenon of what is experienced by the subject by way of description in the form of words and language, in a special natural context and utilize a variety of natural methods. The data in this study is that there are sentences in the paper text news written by students majoring in Literature and journalism in the packet of Indonesia school year 2016/2017. In this study, researchers used the instrument in the form of codification and data-collecting table. Codification used to give the code on any data obtained from the text of the news written by students in the form of sentences. The results of this study is as follows. First, there is a complete and incomplete sentences in sentences of text analysis results news paper the student Pack journalism. Complete sentences in the text of the news item has at least a subject and predicate. As for the incomplete sentence is entirely due to not having the subject. Second, based on the analysis of the sentence in the text of the news, there is a matching sentences and mismatched. The mismatched sentences there are only a one sentence only because his mismatched. As for matching Sentences are characterized by the harmony of the idea, the harmony between the subject and the predicate, as well as the harmony between the predicate and the prepositions that follow. Third, based on the results of the analysis of sentences in terms of kehematan, found the phrase sparingly and not cost-efficient. The more efficient the sentence is marked by pemakaaian one plural form between the plural and the plural form of lexical. As for the sentence that is not effective in terms of kehematan, much more characterized by the repetition of subject. Based on the results of the study, expressed three suggestions. First, based on the results of the analysis of the effectiveness of the sentence in the text of the news paper the student Pack journalism, ineffective sentence more because the sentence does not save money. Therefore, it is expected that educates lecturer courses write the news on the package jurnalisik to re-emphasize aspects with regard to the effectiveness of the sentence. Second, students are advised to look at the aspects of effectiveness of the sentence. This can be done by studying the back cause ineffective sentences and apply it by analyzing the effectiveness of the sentence in the text of the news. Armed with two npengalaman, the expected student can write the news with good and true and easy dipahamai by readers correctly anyway. Third, the research is expected to add insight research material for researchers more about the effectiveness of the sentence, particularly the use of effective sentence in the text of the news

    REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYAU DAN NOVEL RE: KARYA MAMAN SUHERMAN: SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk relasi laki-laki dengan perempuan, peran perempuan, dan konstruksi gagasan feminisme Djenar Maesa Ayu dan Maman Suherman. Sumber data penelitian ini adalah novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu dan novel Re: karya Maman Suherman. Jenis penelitian ini adalah kajian sastra bandingan dengan sudut pandang teori feminisme dan pendekatan deskriptif kualitatif.Pada hasil penelitian iniditemukan persamaan dan perbedaan. Persamaan yang dimaksud adalah aspek-aspek perempuan yang dihadirkan pada kedua novel. Perbedaan yang ditemukan adalah bentuk dari ketiga aspek perempun pada kedua novel yang dibandingkan yaitu, perbedaan bentuk relasi laki-laki dan perempuan, perbedaan bentuk peran perempuan, dan perbedaan bentuk konstruksi gagasan feminisme yang dihadirkan kedua penulis. Kata kunci: representasi, relasi gender, peran, feminisme ABSTRACT This study aims to describe the form of male and female relations, the role of women, and the construction of the feminist ideas of Djenar Maesa Ayu and Maman Suherman. The data sources were Nayla, a Djenar Maesa Ayu's novel and Re:, a Maman Suherman's novel. This type of research is comparative literary studies with the feminism theory perspective and qualitative descriptive approach. The results of this study found similarities and differences between both of the novels. The similiarities of this study is the aspects of women presented in both novels. The differences found are the forms of the three aspects of women in the two novels that are compared, namely, the differences in the shape of male and female relations, the different forms of women's roles, and the different forms of construction of feminist ideas presented by the two authors. Keywords: representation, gender relation, gender role, feminis

    Argumentasi dalam Opini di Sindonews.com

    No full text
    RINGKASAN Prabawati, Ressita Linda. 2019. Argumentasi dalam Opini di Sindonews.com.        Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah,    Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr.       Dawud, M.Pd. Kata Kunci: argumentasi, opini, Sindonews.com Argumentasi merupakan karangan yang bertujuan untuk memberikan alasan atau bukti-bukti. Bukti-bukti tersebut untuk memperkuat pandangan, pendirian, dan gagasan atau argumen yang diungkapkan penulis kepada pembaca. Tujuan diungkapkannya argumentasi ini adalah untuk meyakinkan orang lain agar sesuai dengan pemikirannya. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan argumentasi dalam opini di Sindonews.com. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemaparan data dalam opini Sindonews.com, pengungkapan argumen dalam opini Sindonews.com, dan pengungkapan simpulan dalam opini Sindonews.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa kalimat dan paragraf yang berisi paparan data, pengungkapan argumen, dan pengungkapan simpulan dalam opini. Sumber data penelitian ini adalah opini dalam media online Sindonews.com. Dalam penelitian ini, penulis bertindak sebagai instrumen kunci (key instrument). Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumenter. Data yang terkumpul berupa kalimat maupun paragraf yang berisi paparan data, pengungkapan argumen, dan pengungkapan simpulan dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu pendeskripsian data, penafsiran data, dan penjelasan data. Analisis data dimulai dengan kegiatan pendeskripsian data, yaitu menggali secara akurat fakta yang terjadi. Tahap selanjutnya, menemukan bagian dengan menyesuaikan dengan fokus yang sudah dipaparkan dan mengaitkan dengan teori. Tahap terakhir dilakukan dengan cara menarik simpulan terhadap hasil analisis. Hasil simpulan simpulan sementara ditelaah kembali dengan berdiskusi dengan dosen pembimbing dan teman sejawat. Kemudian, hasil simpulan terakhir inilah yang digunakan sebagai simpulan akhir yang benar dalam penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan dari hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, opini di Sindonews.com menggunakan pemaparan data yang terdiri atas pemaparan data primer dan pemaparan data sekunder. Pemaparan data primer dibedakan menjadi data observasi eksperimental dan data hasil pengamatan. Pemaparan data sekunder dibedakan menjadi data statistik, data ilustrasi, data referensi kepustakaan, data dari pernyataan pakar, dan data hasil penelitian. Kedua, opini di Sindonews.com menggunakan pemaparan argumen yang terdiri atas argumen hasil pemikiran penulis, argumen yang bersifat kronologis, dan argumen yang memiliki tujuan. Argumen hasil pemikiran penulis data dibedakan menjadi argumen logis, argumen aktual, dan argumen kritis. Argumen yang bersifat kronologis dapat dibedakan menjadi argumen dari masa lalu ke saat ini. Argumen yang memiliki tujuan dapat dibedakan menjadi argumen informatif, argumen rekreatif, dan argumen persuasif. Ketiga, opini di Sindonews.com menggunakan pengungkapan simpulan yang terdiri atas simpulan berdasarkan logika penulis, simpulan dengan mempertahankan pernyataan penulis, dan simpulan yang berisi harapan. Simpulan berdasarkan logika penulis dapat dibedakan menjadi simpulan pro, simpulan kontra, simpulan sebab-akibat, simpulan analogi, dan simpulan perbandingan. Simpulan dengan mempertahankan pernyataan penulis dapat dibedakan menjadi simpulan berupa ajakan dan simpulan berupa imbauan. Simpulan yang berisi harapan dapat dibedakan menjadi harapan jangka menengah dan harapan jangka panjang. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada penulis opini di media online, guru bahasa Indonesia, dan peneliti lain. Peneliti menyarankan kepada penulis opini di media online diharapkan dapat memaparkan data secara lengkap dan akurat. Kemudian, ide atau gagasan yang disampaikan hendaknya disampaikan secara runtut. Selanjutnya, dalam mengungkapkan simpulan hendaknya disampaikan dengan logis dan membangun. Ketika menjelaskan dan melatihkan materi atau konsep tentang argumentasi hendaknya guru bahasa Indonesia memperhatikan bagian-bagian penting dalam argumentasi, khususnya pada pengungkapan argumen hasil pemikiran penulis, argumen yang bersifat kronologis, dan argumen yang memiliki tujuan. Serta bagi peneliti agar lebih mengembangkan penelitian argumentasi dalam opini

    Resepsi Pembaca terhadap Ketidakadilan Gender dalam Cerpen Mata Telanjang Karya Djenar Maesa Ayu

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai beragam penerimaan pembaca (resepsi) terhadap ketidakadilan gender terhadap perempuan (pekerja seks) yang ditawarkan dalam cerpen Mata Telanjang karya Djenar Maesa Ayu. Fenomena ketidakadilan gender yang tercermin dalam karya sastra (cerpen) dinilai mampu memberikan wawasan gender dan moral berdasarkan masing-masing tanggapan pembaca yang memiliki latar belakang nilai moral, budaya, agama, pengetahuan dan pengalaman yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beragam penerimaan pembaca terkait bentuk, penyebab, dan upaya perempuan (pekerja seks) menghadapi ketidakadilan gender dalam cerpen Mata Telanjang sehingga menemui kesatuan makna dominan berdasarkan resepsi pembaca tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis resepsi sastra untuk menemukan kesatuan makna hasil analisis dari berbagai macam resepsi pembaca dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa hasil resepsi pembaca terkait bentuk, penyebab, dan upaya perempuan (pekerja seks) menghadapi ketidakadilan gender. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data penelitian dilakukan dengan pembacaan secara cermat dan intensif hasil resepsi untuk menemukan tafsiran mengenai resepsi pembaca terhadap ketidakadilan gender dalam cerpen Mata Telanjang. Hasil analisis resepsi pembaca dalam cerpen menunjukkan adanya kontradiksi dan penerimaan yang beragam terkait topik penelitian. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sudut pandang moral, budaya, agama, pengetahuan, dan pengalaman pembaca. Kelompok pembaca yang dominan adalah pembaca yang setuju bahwa perempuan (pekerja seks) mengalami ketidakadilan gender sesuai dengan pemaknaan yang ditawarkan oleh cerpen Mata Telanjang dan sekaligus menuntut kesetaraan gender bagi perempuan pekerja seks atas eksistensinya sebagai perempuan. Adapun, saran bagi penelitian selanjutnya agar mengembangkan kajian resepsi sastra berwawasan gender dengan jangkauan pembaca yang lebih beragam agar dapat menumbuhkan jiwa feminisme terhadap penikmat karya sastra secara luas

    Kriminalitas Tokoh Winarsih dalam Novel 5 Kelopak Mawar Berbisa Karya Ria Jumriati

    No full text
    Kata Kunci: apresiasi novel, tokoh, kriminalitasNovel adalah sebuah kaya sastra yang menggambakan sebuah realitas sosial yang terdapat dalam kehidupan di masyarakat. Kisah dalam novel populer maupun kontemporer umunya menggunakan tokoh manusia. Tokoh perempuan banyak digunakan karena banyak memberikan sebuah gambaran yang menyentuh dalam kehidupan di masyarakat. Seorang tokoh prempuan dalam sebuah novel yang melakukan sebuah tindak kriminalitas mendapatkan banyak sorotan. Tindak kriminalitas yang digambarkan dalam novel ini memperlihatkan bahwa seorang perempuan juga mampu melindungi dirinya sendiri. Fokus penelitian ini ada tiga, yakni: (1) bentuk tindak kriminalitas tokoh, (2) penyebab tindak kriminalitas tokoh, dan (3) dampak tindak kriminalitas terhadap kondisi psikologis tokoh dan terhadap lingkungan sosial yang dialami Tokoh Winarsih.Penelitian ini merupakan penelitian sendiri dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berupa narasi, dialog dan monolog yang mencerminkan tindak kriminalitas yang dilakukan oleh tokoh Winarsih. Sumber data merupakan novel 5 Kelopak Mawar Berbisa Karya Ria Jumiati. Instrumen menggunakan penelitian sendiri dibantu dengan tabel pengumpulan data dan analisis data yang diperoleh dari teknik analisis data enam tahap, yakni: reduksi data, pengkodean, penggolongan, penafsian, penarikan kesimpulan,dan pemeriksaan ulang.Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal.PertamaTindak kriminalitas yang dilakukan tokoh mengakibatnya banyak nyawa yang tidak bersalah melayang. Kedua penyebab tindak kriminalitas yang dilakukan oleh tokoh merupakan akibat dari dendam terhadap kaum yang menyakiti ibunya dan trauma akibat tekanan di lingkungan sosial tempat tinggalnya. Ketiga dampak psikologis dan dampak terhadap lingkungan sosial yang dialamitokoh Winarsih yaknipemikiran untuk terus melakukan tindak kriminalitas, serta upaya mempengaruhi seluruh keturunannya untuk melakukan tindak pembunuhan terhadap pria keturunan Jepang. Saran dari penelitian ini adalah pada peristiwa-peristiwa yang dialami oleh tokoh Winarsih merupakan tindak kriminalitas dampak dari masa lalu kelam kedua orang tuanya. Hal ini membuat para pembaca terinspirasi untuk menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu,penelitian ini akan membuat pembaca memahami dan mengambil pelajaran baik serta nilai-nilai ketaatan diri terhadap budaya bangsa Indonesia

    Konjungsi Subordinatif dalam Teks Berita pada Koran Jawa Pos

    No full text
    RINGKASAN Daniarso, Mega Setya. 2019. Konjungsi Subordinatif dalam Teks Berita pada Koran Jawa Pos. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: konjungsi, konjungsi subordinatif, teks berita Konjungsi merupakan kata yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, atau bisa juga paragraf dengan paragraf. Berdasarkan study awal yang dilakukan pada teks berita koran Jawa Pos penggunaan konjungsi subordinatif lebih banyak dibandingkan dengan konjungsi koordiantif. Dengan demikian, konjungsi subordinatif dapat dinyatakan sebagai jenis konjungsi yang dominan digunakan dalam teks berita. Konjungsi subordinatif dalam teks berita penting untuk diteliti. Hal tersebut dikarenakan penggunaan konjungsi subordinatif yang tepat dalam teks berita dapat menciptakan hubungan antarklausa atau kalimat menjadi lebih padu sehingga proposisi atau ide yang disampaikan penulis dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos yang memfokuskan pada fungsi konjungsi subordinatif dalam teks berita dan keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam teks berita secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa konjungsi subordinatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa teks berita pada koran Jawa Pos edisi penerbitan 21-23 Januari 2019. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan tiga kegiatan yaitu identifikasi, kodifikasi, dan klasifikasi data sesuai dengan fungsi dan keluasan jangkauannya. Kemudian, data yang sudah di reduksi disajikan dalam bentuk kutipan klausa atau kalimat. Data tersebut kemudian dianalisis sehingga diperoleh deskripsi tentang fungsi dan keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos. Tahap selanjutnya yaitu penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan didasarkan pada fokus penelitian. Penarikan kesimpulan dilakukan sesuai dengan temuan penelitian tentang fungsi konjungsi subordinatif dan keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos edisi penerbitan 21-23 Januari 2019. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, fungsi konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos dikelompokkan menjadi tujuh, yaitu konjungsi yang berfungsi menyatakan (1) penyebaban, (2) persyaratan, (3) tujuan, (4) penyungguhan, (5) kesewaktuan, (6) pengakibatan, dan (7) perbandingan. Kedua, keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos dibedakan menjadi dua, yaitu konjungsi subordinatif intrakalimat dan konjungsi subordinatif antarkalimat. Konjungsi subordinatif intrakalimat terdiri atas tujuh kategori, yaitu (1) penyebaban, (2) persyaratan, (3) tujuan, (4) penyungguhan, (5) kesewaktuan, (6) pengakibatan, dan (7) perbandingan, sedangkan konjungsi subordinatif antarkalimat terdiri atas empat kategori, yaitu (1) penyebaban, (2) penyungguhan, (3) kesewaktuan, dan (4) pengakibatan. Berdasarkan data yang telah disajikan, diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, fungsi konjungsi subordinatif dalam teks berita koran Jawa Pos dikelompokkan menjadi tujuh, yaitu konjungsi yang berfungsi menyatakan penyebaban, persyaratan, tujuan, penyungguhan, kesewaktuan, pengakibatan, dan perbandigan. Penggunaan konjungsi subordinatif semua sudah tepat sesuai dengan fungsinya. Terdapat beberapa konjungsi yang penempatannya dapat dipidah di awal atau ditengah klausa. Konjungsi tersebut adalah konjungsi karena, gara-gara, kalau, jika, bila, apabila, guna, meski, walaupun, kendati, kalaupun, ketika, saat, sebelum, dan sejak. Konjungsi tersebut dapat dipindahkan ketika konstituen yang mengikutinya juga berpindah. Berpindahnya konstituen disebabkan oleh transformasi fokus. Kedua, keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam koran Jawa Pos dikelompokkan menjadi dua, yaitu konjungsi subordinatif intrakalimat dan konjungsi subordinatif antarkalimat. Konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos lebih banyak digunakan sebagai penghubung intrakalimat daripada antarkalimat. Semua penggunaan konjungsi subordinatif intrakalimat dalam teks berita pada koran Jawa Pos sudah tepat dilihat dari konteks klausa yang dihubungkan dan penempatan konjungsinya, sedangkan penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat dalam teks berita pada koran Jawa Pos sebagian dinyatakan tepat dan sebagian dinyatakan tidak tepat. Ketidaktepatan penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat disebabkan oleh penempatan konjungsi yang tidak sesuai. Terdapat beberapa konjungsi yang seharusnya digunakan sebagai penghubung antarklausa, tetapi dalam teks berita pada koran Jawa Pos, konjungsi tersebut digunakan sebagai penghubung antarkalimat. Konjungsi tersebut adalah (1) konjungsi penyebaban yang meliputi sebab, dan karena, (2) konjungsi penyungguhan yang meliputi meskipun, meski, dan walaupun, dan (3) konjungsi pengakibatan yang meliputi sampai-sampai, hingga, dan sehingga. Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan tiga saran. Pertama, saran ditujukan kepada guru Bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia diharapkan mengerti dan memahami penggunaan konjungsi yang tepat dalam teks berita sebelum mengajarkan materi menulis teks berita kepada peserta didik. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir kesalahan penggunaan konjungsi khususnya konjungsi subordinatif dalam teks berita. Kedua, saran ditujukan kepada pegiat berita. Pegiat berita diharapkan memahami bagaimana penggunaan konjungsi subordinatif yang tepat dan dapat mengaplikasikannya pada saat menulis teks berita agar hubungan antarklausa atau kalimat dalam teks berita yang ditulis menjadi lebih padu dan logis sehingga proposisi atau ide yang disampaikan dalam teks berita mudah untuk difahami oleh pembaca. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya. Peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian sejenis yang membahas tentang ketepatan penggunaan konjungsi

    Argumentasi pada Teks Editorial Media Indonesia Bertema Sosial dan Politik

    No full text
    Kata kunci: teks editorial, argumentasi, proposisi, evidensi, konklusi.Teks editorial adalah salah satu jenis teks media massa yang digunakan untuk menyampaikan pendapat dan sudut pandang media terhadap fenomena atau peristiwa. Penyampaian pendapat dan sudut pandang media melalui teks editorial dilakukan dengan memberi argumen. Argumentasi adalah salah satu bentuk keterampilan beretorika yang digunakan untuk memengaruhi orang lain disertai bukti sebagai penguat. Argumentasi memiliki tiga unsur, yaitu proposisi argumentatif, evidensi argumentatif, dan konklusi argumentatif.  Secara umum, penelitian ini difokuskan pada argumentasi teks editorial Media Indonesia bertema sosial dan politik. Secara khusus, penelitian ini difokuskan pada proposisi argumentatif, evidensi argumentatif, dan konklusi argumentatif pada teks editorial Media Indonesia bertema sosial dan politik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdenganjenis penelitian analisis teks.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dokumen tertulis berupa teks editorialMedia Indonesiabertema sosial dan politik. Sumber data penelitian ini adalah teks editorial yang termuat dalam situs resmi Media Indonesia.  Data penelitian berupa kalimat dan paragraf yang berisi proposisi argumentatif, evidensi argumentatif, dan konklusi argumentatif.  Penelitian ini dilakukan dengan studi dokumentasi yang diawali dengan pengumpulan data untuk memeroleh dan menyortir data sesuai dengan kebutuhan penelitian. Tahap selanjutnya adalah analisis datayang dilakukan melalui tiga tahap, yaitu mendeskripsikan data, menafsirkan data, dan menjelaskan data.Tahap analisis data diawali dengan mendeskripsikan data untuk menggambarkan secara rinci dan  sistematis data yang ada. Selanjutnya, menafsirkan data dengan cara menganalisis data sesuai dengan teori atau temuan lainnya. Tahap yang terakhir adalah menjelaskan data dengan cara menguraikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh tiga kesimpulan dan hasil penelitian sebagai berikut.Pertama, proposisi argumentatif terbagi menjadi tiga jenis, yaitu (1) proposisi pendirian faktual, (2) proposisi pendirian penilaian, dan (3) proposisi pendirian kebijakan. Proposisi pendirian faktual terbagi menjadi tiga jenis, yaitu proposisi hubungan, proposisi prakiraan, dan proposisi fakta sejarah. Proposisi pendirian penilaian terbagi menjadi dua jenis, yaitu proposisi penilaian positif dan proposisi penilaian negatif.  Proposisi kebijakan terbagi menjadi dua, yaitu proposisi kebijakan sikap dan proposisi kebijakan saran. Adanya proposisi argumentatif bertujuan untuk mengetahui topik yang menjadi fokus pembahasan secara keseluruhan melalui pernyataan yang telah dibuat.Kedua, evidensi argumentatif terbagi menjadi dua kategori, yaitu (1) evidensi kategori fakta dan (2) evidensi kategori opini. Evidensi fakta terbagi menjadi empat jenis, yaitu evidensi  peristiwa, evidensi data statistik, evidensi otoritas, dan evidensi acuan normatif. Evidensi opini terbagi menjadi dua, yaitu evidensi hasil analisis dan evidensi hasil penilaian. Adanya evidensi argumentatif bertujuan untuk memerkuat argumentasi yang dibuat berdasarkan bukti-bukti pendukung.Ketiga, konklusi argumentatif terbagi menjadi dua kategori, yaitu(1) konklusi saran dan (2) konklusi harapan. Konklusi saran terbagi menjadi empat, yakni konklusi ajakan, konklusi imbauan, konklusi usulan, dan konklusi tuntutan. Konklusi harapan terbagi menjadi dua, yaitu konklusi harapan jangka pendek dan konklusi harapan jangka panjang. Konklusi argumentatif  bertujuan untuk merangkum dan mengingatkan kembali pada topik yang menjadi pembahasan, serta memuat tujuan argumentasi yang disampaikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada mahasiswa untuk menggunakan penelitian ini guna menjadi sarana pengembangan kemampuan menulis teks editorial. Bagi guru bahasa Indonesia dapat menggunakan penelitian ini untuk bahan referensi dalam proses pembelajaran. Bagi peneliti lain, disarankan untuk dapat mengembangkan penelitian terkait argumentasi pada teks editorial

    Analisis Model Teks Pawarta pada Portofolio Matakuliah Menulis Mahasiswa Minor Jawa 2015 UM

    No full text
    Kohesi dan koherensi berperan penting dalam membentuk keutuhan dan kepaduan suatu teks, salah satunya teks pawarta atau berita. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) kohesi, (2) koherensi, dan (3) relasi judul dengan isi dalam teks pawarta.Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan sumber data teks pawarta dan data berupa penggalan paragraf yang memiliki kohesi dan koherensi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan teks atau dokumen, pembacaan teks, identifikasi kohesi dan koherensi, identifikasi relasi judul dengan isi, dan klasifikasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti itu sendiri. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah berupa tahap reduksi data, pengkodean, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama,  bentuk kohesi dalam teks pawarta  berupa empat kohesi gramatikal dan lima kohesi leksikal. Bentuk kohesi gramatikal meliputi: referensi (iki ‘ini’, iku ‘itu’, kuwi ‘itu’) substitusi (dheweke ‘dia’, kata ganti tempat, klitika-e), elipsis (pelesapan kata), dan konjungsi (nanging ‘tapi’, amerga ‘karena’, lan ‘dan’, banjur ’lalu’) sedangkan bentuk kohesi leksikal meliputi perulangan (pengulangan kata pada setiap kalimat), sinonimi (angel=ruwet, ngider=keliling, ibadah=sholat, bungah=seneng, laris=payu, ngekeki=ngewenehi), antonimi ‘(motor>, bagus>), paronimi (watu, wewatuan, kaendahan, endah), dan kolokasi (wayang {dalang}, {tuwa} sempoyongan, keriput, ringkih). Kedua, bentuk koherensi teks pawarta ada delapan jenis meliputi adisi (apa maneh ‘apalagi’), kontras (ananging ‘tetapi’), kausalitas (mula saka kuwi ‘maka dari itu’, mulane ‘makanya’), intrumen (kanthi ‘dengan’), konklusi (dadi, dados ‘jadi’), tempo (sakmarine kuwi ‘setelah itu’), intensitas (malah ‘bahkan’) dan similaritas (yen diibaratno ‘bila diibaratkan’, kaya dene ‘serupa dengan’). Ketiga, relasi judul dengan isi dalam teks pawarta meliputi tiga bagian, yaitu relasi sesuai berarti keseluruhan isi setiap paragrafnya memuat hal yang diungkapkan pada judul, relasi kurang sesuai berarti sebagian isi setiap paragrafnya memuat hal yang diungkapkan pada judul, dan relasi tidak sesuai berarti sebagian atau keseluruhan isi setiap paragrafnya banyak yang tidak memuat hal yang diungkapkan pada judul

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇