KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Not a member yet
27 research outputs found
Sort by
Kebangkitan Politik Identitas Islam Pada Arena Pemilihan Gubernur Jakarta
AbstrakTulisan ini, membahas kebangkitan politik identitas Islam pada arena pemilihan gubernur Jakarta. Perspektif konstruktivisme yang digunakan oleh peneliti adalah pandangan Pierre Van Den Bergh (1991) yang berpendapat bahwa politik identitas baik etnik maupun agama sengaja dikonstruksi oleh elit politik untuk mendapatkan kuasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Fenomenologi dengan memakai pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkitan politik identitas Islam terjadi melalui upaya pembangunan citra diri dan menegakkan harga diri sebagai Muslim yang terhina sehingga sesama Muslim harus memilih mereka yang seagama dan seiman. Kondisi ini dihadirkan untuk membangun psikologis sebagai mayoritas yang terluka sekaligus ruang untuk membangun batas kuasa mayoritas kepada mereka yang dipandang minoritas demi mempertahankan demarkasi kekuasaan dan kepentingan elit politik dengan mengatasnamakan agama
Strategi Komunikasi Politik Dan Pemenangan Pasangan Muhammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2013
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh pasangan Ramdhan Pomanto–Syamsu Rizal pada pemilihan kepala daerah (PILKADA) kota Makassar tahun 2013, mengetahui strategi pemenangan, dan untuk mengetahui kaitan antara strategi komunikasi politik dengan pemenangan pasangan Ramadhan Pomanto–Syamsu Rizal. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu bulan juli sampai dengan September 2014 di kota Makassar tepatnya pada posko tim pemenangan / tim pendukung sobat DIA dan unsur – unsur yang dianggap relevan dengan penelitian ini. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang telah diarahkan untuk menggambarkan dan menganalisa fakta dengan argument yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan ini mampu memenangkan pemilihan kepala daerah dalam hal ini pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar selain didukung oleh kemampuan dan tim yang solid juga pasangan ini menerapkan analisis SWOT dalam kampanye politik. Dengan adanya tim yang solid, strategi komunikasi politik yang baik dan dukungan tim pemenangan menunjukkan bahwa pasangan Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal (Dia) mampu mengungguli sembilan pasangan kandidat lainnya dengan perolehan suara terbanyak yaitu 182.242 suara.Kata kunci : Strategi, Komunikasi, PilkadaAbstract : This study aims to determine the strategy of political communication done by couples Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal in local elections of Makassar in 2013; and to know the winning strategy; and to determine the links between the strategy of political communication with the winning pair of Ramadan Pomanto - Syamsu Rizal. The research was conducted during the two months started from July until September 2014 in the city of Makassar. It took place at post of winning team as the basic place; it was called by DIA, and also other elements that were considered relevant to this study. The type of research is descriptive analysis which aimed to define and analyze the facts with proper arguments. The results showed that the pair is able to win local elections in this election of mayor and deputy mayor of Makassar because of their good ability and performance. They were also supported by a solid team which applied SWOT analysis within political campaign politics. Having solid team, good political communication strategy and wide support team do help Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal be able to outperform the nine other pairs of candidates with the most votes, namely 182.242 votes.Key words : Strategy, Communication, Local Electio
Kesedaran Patriotik Dalam Kalangan Belia Bandar Di Semenanjung Malaysia
Abstrak : Dewasa ini wujud pelbagai bentuk tindakan dan provokasi yang bertentangan dengan budaya dan nilai patriotisme dalam kalangan masyarakat Malaysia terutama golongan belia. Makalah ini memberi tumpuan mengenai kesedaran belia bandar terhadap nilai patriotisme. Masalah kurangnya kesedaran terhadap nilai patriotisme sudah tentu akan menggugat dan menghalang pemupukan nilai tersebut sebagai unsur pembentukan sebuah bangsa Malaysia yang bersatu padu. Seramai 500 orang belia yang menetap di kawasan bandar di Semenanjung Malaysia terlibat dalam kajian ini. Hasil kajian ini diperoleh melalui soal selidik yang dianalisis secara deskiptif. Keseluruhan pengukuran patriotisme ini berasaskan lima nilai patriotisme, iaitu nilai kesetiaan, kebanggaan, kekitaan, berdisiplin, serta berusaha dan produktif yang mendokong perasaan cintakan negara. Hasil kajian ini menunjukkan bahawa kesedaran belia terhadap nilai patriotisme adalah tinggi. Ketahanan nasional melalui kesedaran belia terhadap nilai patriotik mampu menjadi faktor perantara terhadap ikatan perpaduan masyarakat multi-etnik di Malaysia.Kata kunci : Nilai Patriotisme, Belia, Ketahanan NasionalAbstract : Lately there exist some various forms of action and provocation that contradicts with the culture and patriotism values among Malaysian especially youths. This article focuses on the awareness on patriotism values among the urban youth. The problem occurred such as lack of awareness onpatriotism values of course would threaten and prevent the value inculcation as the main formation element of Malaysian ethnic that is united. A total of 500 youths that reside in the urban areas in Peninsular Malaysia were involved in this study. This survey results achieved through questionnaire with descriptive analyses. Overall this patriotism measurement were based on the five patriotism values, namely loyalty value, pride, belonging, disciplined and strive and productive which support and feeling of love for the country. This survey results show that the awareness on patriotism value is high among the youths. The national resilience through awareness among youth on patriotic values could become an intermediary factor in bonding of unity in multi-ethnic community in Malaysia.Key words : Patriotism Value, Youth, National Resilienc
“Menuju Persahabatan” Melalui Komunikasi Antarpribadi Mahasiswa Beda Etnis (Studi Kasus Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako)
Abstrak : Menuju persahabatan antar mahasiswa beda etnis atau suku FISIP Universitas Tadulako melalui komunikasi antarpribadi berlangsung melalui ragam etnis asli maupun etnis dari luar kota Palu Sulawesi Tengah, seperti, Etnis Kaili dan etnis Bugis/Makassar, etnik Kaili dan Jawa dan etnik Bugis dan Jawa. Permasalahannya adalah bagaimana tahapan menuju persahabatan mahasiswa beda etnis melalui komunikasi antarpribadi di FISIP Universitas Tadulako. Tujuannya adalah untuk menguraikan tahapan menuju persahabatan mahasiswa beda etnis melalui komunikasi antarpribadi dan menerangkan proses menuju persahabatan beda etnis mahasiswa. Untuk menemukan jawaban permasalahan penelitian tersebut digunakan metode penelitian dengan pendekatan studi kasus selanjutnya data data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa Menuju persahabatan melalui komunikasi antarpribadi mahasiswa Fisip Universitas Tadulako adalah melalui tahapan orientasi. Tahap paling awal dari komunikasi antarpribadi yang terjadi pada tingkat pribadi masing-masing. Kemudian berlanjut tahap komunikasi antarpribadi yang lebih “tanpa beban dan santai” di mana komunikasi sering kali berjalan spontan dan individu membuat keputusan yang cepat, sering kali dengan sedikit memberikan perhatian untuk hubungan secara keseluruhan. Tahap ini ditandai munculnya hubungan persahabatan yang dekat atau hubungan antara mahasiswa, sehingga komitmen yang lebih besar dan perasaan yang lebih nyaman terhadap pihak lainnya juga menjadi ciri tahap ini. Demikian pula, perkembangan menuju persahabatan melalui komunikasi antarpribadi mahasiswa beda etnis ditandai dengan ditandai dengan adanya perilaku saling kritik, karena penggunaan bahasa daerah masing- masing, atau kesalahan interpretasi makna bahasa komunikasi masing-masing pihak. Namun, belum berpotensi mampu mengancam kelangsungan hubungan yang sudah terbina.Kata kunci : Komunikasi Antarpribadi, Perbedaan Etnis dan PersahabatanAbstract : Towards friendship between students of different ethnic or tribal FISIP Tadulako through interpersonal communication takes place through a variety of ethnicities and ethnic groups from outside the city of Palu, Central Sulawesi, such as, Kaili Ethnic and ethnic Bugis/ Makassar, Kaili and Javanese ethnicity and ethnic Bugis and Javanese. The problem is how the different stages towards friendship ethnic students through interpersonal communication in FISIP Tadulako. The aim is to outline steps towards different ethnic student friendship through interpersonal communication and explain the process towards different ethnic friendship Students. To find answers to the problems of these studies used the method to study the data further case study approach data were collected through interviews and observations were analyzed using qualitative approach. The study found that Towards friendship through interpersonal communication Tadulako Fisip students is through the stages of orientation. The earliest stages of interpersonal communication that occurs on a personal level respectively. Then progressed stage of interpersonal communication is more “carefree and relaxed” where communication often goes spontaneously and individuals make decisions quickly, often with little attention to the overall relationship. This stage marked the emergence of a close friendship relationship or the relationship between students, so that greater commitment and feeling more comfortable on the other side also characterize this stage. Similarly, progress towards friendship through interpersonal communication between personal of students ethnic differences are marked with behavior characterized by mutual criticism, because the use of local languages each, or misinterpretation of the meaning of the language of communication of each party. However, there are potentially capable of threatening the continuity of the relationship already established.Key words : Interpersonal Communication, Ethnic Differences and Friendshi
Kebijakan Dan Prinsip Prinsip Kenegaraan Nabi Muhammad Saw Di Madinah (622-632 M) (Tinjauan Perspektif Pemikiran Politik Islam)
Abstrak : Karya ilmiah ini merupakan suatu studi pemikiran politik Islam. Pendekatan yang digunakan adalah studi naskah terhadap Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad serta fakta historis yang telah ditulis oleh para ahli sejarah baik dari kalangan muslim maupun penulis Barat non muslim. Obyek kajiannya adalah peran Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negara di Madinah pada tahun 622-632 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW bukan monarki absolut sebagaimana yang berkembang di dunia sepanjang sejarah manusia, melainkan negara republik. Hal ini terbukti bahwa selain memimpin warga negara yang heterogen agama dan etnis, beliau menjalankan pemerintahan yang bersifat demokratis dengan indikator musyawarah atau konsultasi yang terbuka, persamaan kedudukan warga negara, keadilan sosial yang merata tanpa diskriminasi, penghargaan terhadap kemerdekaan (HAM) dalam beragama, hidup, berpikir, hak milik dan jaminan sosial. Yang sangat menarik bahwa kekuasaan atau kepemimpinan harus dipertanggung jawabkan secara publik selain kepada Allah SWT. Kata kunci : Prinsip, Kenegaraan, Nabi Muhammad SAW. Abstract : This scientific work is a study of Islamic Political Thought. The approach used is the study of the Koran texts and tradition of the Prophet Muhammad as well as the historical facts that have been written by the historians of the Muslim and non-Muslim western writer. The object of study is the role of the Prophet Muhammad as head of state in Medina in AD 622-632. The results showed that the country that was built by the Prophet Muhammad is not the absolute monarchy as that developed in the world throughout human history, but the republic. It is evident that in addition to leading citizens heterogeneous religion and ethnicity, he was running a democratic government with indicator open deliberation or consultation, equality of citizens, social justice is equally without discrimination, respect for independence (HAM) in religion, life, thought, property rights and sosial security. Very interesting that power or leadership must be accountable to the public in addition to Allah.Key words : Principle, the State, the Prophet Muhammad
Membangun Kembali Perdamaian : Rekonsiliasi Konflik Komunal Berbasis Trust
Abstrak : Kelangsungan perdamaian pasca konflik komunal di tanah air belum berlangsung maksimal oleh karena rekonsiliasi masyarakat mengalami kegagalan yang menyebabkan terjadinya krisis kepercayan. Karena itu, masyarakat membutuhkan trust sebagai modal sosial utama yang mesti dibangun kembali untuk membantu rekonsiliasi pasca konflik komunal. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kegagalan resolusi dan krisis kepercayaan serta menjelaskan upaya membangun kembali perdamaian berbasis trust. Metode penulisan yang digunakan adalah analisis kepustakaan. Hasil analisis menemukan bahwa kegagalan rekonsiliasi konflik komunal berimbas pada terjadinya segregasi sosial yang berpeluang membentuk kembali sentimen in-group dan out-group, memudarnya masyarakat corak familistik yang tergantikan corak individual, serta tumbuhnya stigma dan prasangka sosial, sehingga berpotensi menumbuhkan kembali kantong- kantong potensi konflik baru. Sedangkan dalam membangun kembali perdamaian berbasis trust, di mulai dari menanamkan kembali sikap trust antar masyarakat dalam kelangsungan perdamaian. Disimpulkan bahwa masyarakat yang pernah dilanda konflik komunal seyogyanya masih membutuhkan proses perdamaian jangka panjang yang berbasis trust. Disarankan penting untuk rekonstruksi modal sosial trust pasca konflik sehingga program pembangunan sosial pasca konflik berjalan maksimal. Kata kunci : Perdamaian, Rekonsliliasi Abstract : Continuity of post-conflict peace communal land air yet lasted maximum posted because reconciliation ‘what people experience failure causes trust crisis. Therefore, ‘require public trust as social capital built back main what must for assist post-conflict reconciliation communal. Husband article aims for explain failure resolution and crisis as well as describing trust rebuilding peace efforts based confidence. The writing method used is the analysis of literature. The analysis finds that the failure reconciliation communal conflicts on the impact of social segregation the opportunity to form back sentiment in-group and out-group, waning ‘style community familystik the replaceable individual style, as well as the growth of social stigma and prejudice, so that potential foster back pockets the potential for new conflict. While hearts rebuilding peace based confidence, at start of instilling back attitude trust between ‘society hearts continuity of peace. Concluded that ‘conflict affected communities should communal peace process still needs-based long term trust. Important advised to reconstruction of social capital trust program so that post- conflict social development of post conflict maximum running. Key words : Peace, Reconciliation, Trus
Dinamika Kawasan Pasifik Barat Daya Dalam Percaturan Global
Abstrak : Kawasan Pasifik Barat Daya dalam percaturan Politik Global mengacu pada dua tujuan yakni mengetahui kepentingan Negara-negara besar di Kawasan Pasifik Barat Daya dan mengetahui kepentingan Negara-negara besar di Kawasan Pasifik Barat Daya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif-Analitif yang memberikan gambaran mengenai fenomena-fenomena yang terjadi dan relevan.dan menggambarkan kawasan Pasifik Barat Daya dan nilai strategisnya serta interaksinya,dengan fihak Internasional. Dan dari data ini kemudian menganalisa kepentingan Negara-negara besar dan perebutan pengaruh yang terjadi di antara mereka. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pasifik barat daya terdiri dari 22 unit politik yang juga dikenal dengan nama Pasifik Selatan atau Oceania,nilai strategis dan sejumlah kepentingan Internasional hadir di region ini. Beberapa Negara besar yang berkepentingan dan menanamkan pengaruhnya di kawasan tersebut, misalnya Australia dan New Zealand, Amerika Serikat, perancis, China dan Jepang kehadiran Australia dan New Zealand tidak lepas dari kedekatan dan statusnya sebagai bagian dari kawasan ini. Kata kunci : Kawasan Pasifik Barat Daya, Politik Global, Negara Negara BesarAbstract : This study aimed to determine the Southwest Pacific Region in the political arena. This research was conducted with reference to the two objectives, namely: to know the interests of the big countries in the Southwest Pacific Region and to determine the seizure of the interests of the big countries in the region.The method used in this research is descriptive analytical method is to provide a picture of the phenomenon relevant to the problems studied and analyzed to answer the problem. Through this method, the authors describe the Southwest Pacific region and its strategic value and its interaction with international parties. By having this data then analyzed the interests of the big countries and the struggle for influence that happened between them. As for the data collection techniques which used is by reviewing the literature (library research), by collecting data from the literature related to the discourse discussed. The results of this study indicate that the Southwest Pacific region comprises 22 political units which are also known as the South Pacific or Oceania. Departing from a number of strategic values, a number of international interests is present in this region. Some big countries which concerned and attempts to influence over this region there are Australia, New Zealand, United States, France, China and Japan. The presence of Australia and New Zealand can not be separated from its proximity and status as part of this region.Key words : Southwest Pacific Region, Global politica
Strategi Program Studi Untuk Meningkatkan Brandawareness (Studi Pada Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Humaniora UIN Sunan Kalijaga)
Abstrak : Brand awareness sangat berkaitan erat dengan bagaimana sebuah brand bisa bertahan di benak masyarakat. Dengan memperkuat brand diharapkan masyarakat sebagai salah satu stake holder akan memiliki brand awareness atau kesadaran merek terhadap perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini untuk menunjukkan bahwa bukan hanya perusahaan saja yang harus membentuk dan meningkatkan “brand awareness”, namun perguruan tinggi dimasa sekarang juga harus memikirkan hal ini sebagai bagian dari perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Program studi dapat membentuk brand awareness yang dapat melekat kuat di benak masyarakat. Pembentukan brand awareness setiap program studi sangat ditentukan oleh target mahasiswanya, siapa kompetitornya, bagaimana agar prodi yang bersangkutan memiliki kredibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan program studi serupa di kampus yang lain.Kata Kunci : strategi, program studi dan brandawarness Abstract : Brand awareness is related to the strength of the brand in memory. Brand awareness is reflected by consumers’ ability to identify various brand elements. This research explains that brands have become important drivers of growth for any university,department, good or service. A strong university brand makes people aware of what the university represents and about the different offerings of the university. The main reason consumers flock to some department in university and ignore others is that behind the brand stands an unspoken promise and value. It is necessary to decide who the target consumer is, who the main competitors are, how the brand is similar to these competitors and how the brand is different from these competitorsKey words : Strategy, Courses and Brandawarnes
Dinamika Negara-Negara Teritori Asing Di Kawasan Pasifik Barat Daya
Abstrak : Dinamika Negara-Negara Teritori Asing di Kawasan Pasifik Barat Daya, Tidak lagi menjadi rahasia umum bahwa hampir semua Negara teritori Asing di kawasan pasifik barat daya merupakan wilayah yang tanpa ke pemerintahan dan telah dikelola oleh Negara bekas koloni. Terdapat keuntungan dan kerugian yang diperoleh oleh Negara-negara yang sistem pemerintahannya diatur oleh Negara koloni misalnya segala bentuk dan jenis kebijakan yang diatur dan ditetapkan oleh Negara koloni tanpa harus mempertimbangkan atau mendengar aspirasi Negara-negara teritori. Kadangkala kebijakannya merugikan bahkan cenderung mengeksploitasi masyarakat di negara-negara teritori asing pasifik barat daya. Permasalahan umum yang dihadapi oleh Negara-negara teritori adalah akses terhadap dunia luar yang sulit sebab wilayahnya terpencil dan akses informasi yang minim akibatnya kegiatan ekonomi lumayan sulit untuk terlaksana dengan baik. Pokok kajian dalam tulisan ini adalah terkait profil dan sejarah Negara-negara teritori Pasifik barat daya. (Kaledonia Baru atau New Caledonia, teritori dari Perancis dan masih dalam pengawasan Perancis. Tokelau, Kepulauan Pitcairn, American Samoa) Bagaimanakah peran Perancis di Negara New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna terkait keberadaan isu nuklir ?Bagaimanakah peran Amerika Serikat di Negara American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana Utara? Selain masalah perekonomian, Jumlah penduduk yang berpendidikan rendah yang belum mampu membawa Negara-negaranya ke arah yang lebih baik. seringkali wilayah tersebut terkena badai maupun kenaikan permukaan air laut. Dan yang paling tragis adalah empat percobaan persenjataan nuklir.Kata kunci : Negara - Negara Teritori Pasifik barat daya. Caledonia, Perancis. Tokelau, Kepulauan Pitcairn, American Samoa Perancis di Negara New Caledonia, French Polynesia, Wallis dan Futuna Amerika Serikat di Negara American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana Utara.Abstract : The dynamics of the Territory of Foreign Countries in the Western Pacific Region Power, No longer a secret that almost all countries foreign territories in the Pacific southwest region is a region without governance and has been managed by the State of former colonies. There are advantages and disadvantages derived by States that system of government is regulated by the State Colony for example all forms and types of policies are governed and determined by the State colonies without having to consider or hear the aspirations of countries territories. Sometimes discretion harm even tends to exploit people in countries foreign territory pacific southwest. Common problems faced by the countries territory is access to the outside world is difficult because the area is remote and minimal access to information as a result of economic activity fairly difficult to be implemented properly. Principal study in this paper is related to the profile and history of the country southwest Pacific territory. (New Caledonia or New Caledonia, the territory of France and still in control of France. Tokelau Islands Pitcairn, American Samoa) what is the role of France in the State of New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna related to the existence of the nuclear issue? How is the role of the USA in the State American Samoa, Guam, Hawaii, and Northern Mariana? In addition to economic issues, Total population with low education who have not been able to bring States towards a better country. The region is often hit by hurricanes and rising sea levels. And the most tragic is the four experiments of nuclear weapons.Key words : Country - State Territory Pacific southwest. Caledonia, France. Tokelau, Pitcairn Islands, American Samoa France in the State of New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna United States in the State American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana
Conceptual Framework Of Decentralization Policy : A Case Of Local Government In Thailand
Abstract : This paper has three purposes. First, it aims to critically review the conceptual framework of decentralization policy of local government in Thailand. According to the scholars’ perspective, the term “local government” is viewed as a self-governance. Thus, this paper presents a brief concept of Thai local government context consisting of general form –PAO, Municipality, SAO and special form-BMA and City of Pattaya. Second, this paper discusses decentralization policy in Thailand. In doing so, five major taxonomies of authority have been portrayed on governance and thought, infrastructure, economic, commerce and finance, society and quality of life, and natural resources and environment. Moreover, Two case studies are reviewed to illustrate decentralization policy in Thai local government. Finally, this paper gives the suggestion for future direction of decentralization policy in Thailand. Keywords : Decentralization policy, Authority, Thai Local GovernmentAbstrak : Makalah ini memiliki tiga tujuan. Pertama, bertujuan untuk meninjau secara kritis kerangka kebijakan konseptual desentralisasi pemerintah daerah di Thailand. Menurut perspektif para cendekiawan, istilah “pemerintah daerah” dipandang sebagai pemerintahan mandiri. Dengan demikian, makalah ini menyajikan konsep singkat Thailand dengan konteks pemerintah daerah yang terdiri dari bentuk umum -PAO, Municipality, SAO dan khusus bentuk BMA dan Kota Pattaya. Kedua, tulisan ini membahas kebijakan desentralisasi di Thailand. Dengan demikian, lima taksonomi utama otoritas telah digambarkan di pemerintahan dan pikiran, infrastruktur, ekonomi, perdagangan dan keuangan, masyarakat dan kualitas hidup, dan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Selain itu, dua studi kasus Ulasan untuk menggambarkan kebijakan desentralisasi di pemerintah daerah Thailand. Akhirnya, tulisan ini memberikan saran untuk arah masa depan kebijakan desentralisasi di Thailand. Kata kunci : kebijakan Desentralisasi, Kewenangan, Pemerintah Daerah Thailan