JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
Not a member yet
    140 research outputs found

    KARAKTER MORFOLOGI DAN KANDUNGAN NUTRIEN RUMPUT GAJAH DWARF (Pennisetum purpureum cv. mott) PADA NAUNGAN DAN PEMUPUKAN NITROGEN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh naungan dan pemupukan nitrogen terhadap Karakter Morfologi dan Kandungan Nutrien Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum purpureumcv. mott). Metode yang digunakan adalah model eksperimental menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) dimana naungan sebagai perlakuan petak utama dan pemupukan nitrogen sebagai perlakuan anak petak. Perlakuan level naungan (naungan 0% dan naungan 70%) dan level pemupukan nitrogen (tanpa pemupukan, pemupukan 92 N/ha, pemupukan 184 N/ha dan pemupukan 368 N/ha) dengan kelompok kemiringan lahan (kemiringan 00,kemiringan lahan 100 dan kemiringan lahan 250). Jumlah keseluruhan satuan percobaan adalah 24 petak. Hasil analisi menunjukkan interkasi naungan dan pemupukan N memberikan hasil yang nyata (P<0.05) terhadap jumlah anakan. Naungan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap jumlah anakan dan kandungan protein, serta berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap tinggi tanaman dan kandungan nitrogen. Pemupukan N berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, kandungan nitrogen dan protein, dan kandungan serat kasar. Interkasi naungan 0% dan pemupukan 368 N/ha menghasilkan jumlah anakan tertinggi yaitu 49,33. Pengaruh naungan 0% tertinggi pada jumlah anakan, sedangkan naungan 70% tertinggi pada tinggi tanaman, kandungan nitrogen dan kandungan protein. Pemupukan N pada pemupukan 368 N/ha menghasilkan jumlah anakan, tinggi tanaman, rasio daun batang, kandungan nitrogen dan protein lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain, namun pada kandungan serat kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan tanpa pemupukan nitrogen

    IMPLEMENTASI MANADO KOTA HIJAU

    Full text link
    Beragamnya masalah dalam Kota Manado, membutuhkan kerjasama berbagai pihak. Dengan manfaatkan sumber daya alam dan potensi Kota Manado dalam pengembangan Kota hijau diharapkan terintregrasinya berbagai elemen kota dari system transportasi sampai berperannya komunitas masyarakat pada kegiatan yang ramah lingkungan. Implementasi menuju Kota hijau dan berkelanjutan, dibahas dengan mengemukakan ide-ide hijau yang cocok untuk diterapkan di kota Manado. Saran pemecahan masalah diambil dari pendekatan teori dan dan usulan ide yang di sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selanjutnya dirumuskan menjadi satu rancangan Manado Kota Hijau. Implementasi menerapkan Kebaharuan dan Inovasi. Kebaharuan yang ada berupa penerapan inovasi teknologi terapan dan tepat guna dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing Kota Manado, menjawab tantangan geografis manado yang berada di bibir pasifik sesuai tujuan dari Renstra Perguruan Tinggi Univesitas Sam Ratulangi Manado. Inovasi berupa: rancangan new airport, desain pedestarian, sumber energi berupa kincir angin di pantai, fasilitas transportasi BRT, MRT, LRT, hutan kota sebagai paru-paru kota, green building, sumur resapan dan kanalisasi, wisata heritage manado. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi positif dan produk rancangan implementasi sebagai solusi dari berbagai masalah yang dihadapi Kota Manado sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah dan stake holder untuk mewujudkan Manado Kota berkonsep Hijau

    USAHATANI TANAMAN HIAS DALAM MENDUKUNG UPAYA KONSERVASI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KAKASKASEN TOMOHON

    Full text link
    Usahatani tanaman hias yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah perlu digalakkan sebagai destinasi wisata khusus agar keanekaragaman hayati pada lahan pemukiman di dataran tinggi tetap berkelanjutan dan produksi tanaman hias meningkat sehingga memberikan keuntungan secara ekonomi. Dalam pertemuan Tim Iptek Unsrat dengan Kelompok Tani Tanaman Hias Makasiow (Kakaskasen) dan Kiberta (Kakaskasen Satu) telah diuraikan tentang permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam mengusahakan tanaman hias endemik tersebut yakni kurangnya pengetahuan dan minat petani dalam melakukan teknik konservasi secara exsitu khususnya tanaman hias endemik guna mempertahankan keanekaragam hayati yang ada di Sulawesi Utara. Harapan kami sebagai Tim Iptek Unsrat agar penerapan teknik konservasi ini dapat menunjukkan dampak positif secara ekonomi pada petani dan memberikan peluang pasar yang lebih besar jika dilakukan secara konsisten dan intensif.Hasil kegiatan yang dilakukan pada kelompok tani tanaman hias berupa penyuluhan dan pelatihan teknologi konservasi (secara simulasi) tanaman hias yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga petani. Penerapan teknologi dalam hal ini adalah untuk menghasilkan model konservasi yang tepat sasaran guna keberlanjutan keanekaragaman hayati di kawasan pasifik. Berdasarkan permasalahan dan solusinya maka luaran yang dihasilkan secara nyata dan terukur adalah peningkatan pemahaman kelompok tani dalam melakukan teknik konservasi tanaman hias yang ada di pekarangan, perlindungan terhadap jenis tanaman hias endemik yang ada di wilayah Tomohon sebagai salah satu asset yang perlu dilestarikan guna keberlanjutan keanekaragaman hayati dan publikasi jurnal ilmiah

    PENGARUH VARIETAS DAN JENIS PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mayz, L.)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuna untuk menentukan ada tidaknya interaksi dari faktor pengolahan tanah dan faktor varietas jagung yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil maksimal, untuk mengetahui varietas jagung yang berpotensi hasil tinggi dengan sistem pengolahan tanah yang efektif dan efisien pada lahan kering. Menentukan sistem pengolahan tanah yang efektif dan berpotensi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Penelitian dilaksanakan di lahan perkebunan Desa Molompar Kecamatan Tombatu Timur Kabupaten Minahasa Tenggara dari bulan November 2016 sampai Februari 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah sistem pengolahan tanah yang terdiri dari tiga macam perlakuan dan faktor kedua yaitu varietas jagung yang terdiri atas 4 macam varietas. Sistem pengolahan tanah yang diterapkan adalah : P1: Petak dikelola dengan system Tanpa Olah Tanah, P2: Petak dikelola dengan system Olah Tanah Minimum, P3: Petak dikelola dengan system Olah Tanah Sempurna.Varietas jagung yang digunakan V1: benih jagung varietas TS 333,V2 : benih jagung varietas Pioneer,V3 : benih jagung varietas Bisi 18, dan V4 : benih jagung varietas DK 88. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis varians jika berbeda nyata akan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman (cm), yaitu dilakukan mulai dari pangkal batang sampai ujung daun tertinggi yang diluruskan secara vertikal ke atas pada saat tanaman berumur 14 HST kemudian dilanjutkan pada 40 HST. Komponen hasil jagung hibrida yaitu jumlah baris biji/tongkol, dilakukan dengan cara menghitung jumlah baris pada tongkol dan jumlah biji/baris dihitung jumlah biji jagung setiap baris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara system pengolahan tanahn dan jenis varietas pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Pada perlakuan pengolahan tanah, Sistem Tanpa Olah Tanah mengahsilkan tanaman yang lebih tinggi dari pada system olah tanah lainnya. Pada perlakuan varietas, varietas Bisi menghasilkan jumlah biji perbaris terbanyak dari pada varietas lainnya

    IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KANDUNGAN FITOKIMIA TUMBUHAN ALAM BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN LINDUNG SAHEDARUMAN (Identification and Analysis of Natural Product Fitokimia Content the Drugs Use of the Community Around the Forest Protected Area Sahendaruman)

    Full text link
    Tumbuhan alam berkhasiat obat telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Sahendaruman. Penggunaan tumbuhan obat masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Sahendaruman merupakan kearifan tradisonal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi sebanyak 12 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Ditemukan sebanyak 2 jenis berhabitus pohon, 3 berhabitus perdu, 6 berhabitus liana, 1 jenis tergolong tumbuhan merambat. Kedua belas tumbuhan tersebut adalah tapak ;liman (Arterocephalus chochiinnensis),ganda rusa (Justicia gandarusa), paku simpai (Cibotium barometz) benalu (Loranthus globulus), nanamuha (Bridellia monoica) boroco (Celocia argentea) nantu (Palaquium dasiphilum) sukun (Artocarphus altilis),otan tikus (Flagellaria indica ),sirih hutan (Piper aduncum), ubi hutan (Homalomena propinqua) dan takokak(Solanum toruvumS.) Tumbuhan obat dimafaatkan masyarakan sekitar Kawsana Hutan lindung untuk berbagai macam penyakit seperti penyakit hipertensi, ginjal, diabetes , jantung, kanker, kista dan gatal-gatal. Hasil uji kandungan fitokimia 12 sampel tumbuhan obat mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan tannin. Sedang untuk senyawa flavonoid tidak terdapat pada tumbuhan ganda rusa (Justicia gandarusa), senyawa saponin tidak terdapat pada tumbuhan nanamuha(Bridellia monoica) dan takokak(Solanum torvumS.)serta senyawa fenolik tidak terdapat pada tumbuhan nantu (Palaquium dasiphylum)dan ubi hutan (Homalomena propnqua S.

    KANDUNGAN KIMIA DARI SISIK BEBERAPA JENIS IKAN LAUT

    Full text link
    Konsumsi ikan laut sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Berlimpahnya restoran seafood yang menyediakan ikan laut sebagai menu utamanya dan penjualan ikan laut di pasar turut meningkatkan produk samping dari ikan seperti sisik yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Untuk meningkatkan nilai guna dari sisik ikan laut sebagai suatu produk sampingan perikanan, maka perlu adanya riset untuk mengetahui komposisi kimia yang terkandung dalam sisik ikan laut sebagai upaya menyelidiki potensi sisik untuk dapat dijadikan sumber biomaterial yang dapat berguna bagi manusia. Penelitian ini menggunakan sisik ikan yang berasal dari perairan laut yaitu ikan kakatua, kakap merah, napoleon, salem, dan sahamia. Sejumlah 50 gram sisik dari setiap jenis ikan laut yang dikumpul dianalisis proksimat untuk mengetahui kadar-kadar kimia di dalamnya seperti air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat. Kandungan sisik ikan laut yang sudah dikeringkan secara umum adalah air 11%, abu 39%, lemak 5%, protein 30%, dan karbohidrat 15%

    PENGARUH PEMUPUKAN UNSUR HARA MAKRO N, P, K TERHADAP POTENSI PRODUKSI NDF, ADF, KAPASITAS TAMPUNG RUMPUT Brachiaria humidicola cv. Tully dan Pennisetum purpureum cv. Mott

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap Potensi Produksi Fraksi Serat NDF, ADF, Kapasitas Tampung Rumput Brachiaria .humidicola cv. Tully dan Penisetum purpureum cv. Mott. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah model experimental dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan pola Faktorial. Faktor A jenis rumput : a1 = Rumput B. humidicola cv. Trully ; a2 = Rumput P. purpureum cv. Mott. Faktor jenis pupuk b1 = Pupuk tunggal N (Urea) ; b2 = Pupuk kombinasi NP (Urea + TSP) ; b3 = pupuk kombinasi NPK (Urea + TSP + KCl). Dosis pupuk yang digunakan Urea=150 kg/ha, TSP = 75 kg/ha, KCl = 75 kg/ha, sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Jumlah keseluruhan satuan percobaan adalah 24 satuan percobaan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Pandu, yang terletak di desa Talawaan Bantik, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara.Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis rumput, jenis pupuk dan interaksi jenis rumput dan jenis pupuk memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap produksi NDF, ADF dan Kapasitas Tampung. Produksi NDF, ADF, Kapasitas Tampung rumput P. purpureum, cv. Mott sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari rumput B. humidicola cv. Tully. Produksi NDF, ADF, Kapasitas Tampung rumput yang diberikan pupuk NPK sangat nyata lebih tinggi (P<0.01) dari rumput yang diberikan pupuk NP dan N secara tunggal. Pemberian pupuk NPK menghasilkan poten produksi NDF, potensi produksi ADF dan kapsitas tampung masing-masing 57,79%, 349,43%, dan 40,42% lebih tinggi dibandingkan pembeerian pupuk N secara tunggal. Rumput P. purpureum cv. Mott yang diberikan pupuk NPK menghasilkan produksi NDF, produksi ADF dan kapasitas tampung yang paling tinggi

    PENGENDALIAN HAMA TERPADU TANAMAN HIAS DI DESA KAKASKASEN KOTA TOMOHON (JENIS-JENIS HAMA PADA TANAMAN KRISAN DI DESA KAKASKASEN KOTA TOMOHON)

    Full text link
    Tanaman krisan merupakan salah satu tanaman hias yang sudah dikembangkan oleh petani di daerah Kakaskasen Kota Tomohon. Serangga hama menjadi salah satu penghambat dalam upaya meningkatkan produksi tanaman potong bunga krisan. Banyak petani belum memahami jenis-jenis hama yang ada di pertanaman krisan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi jenis-jenis hama yang menyerang tanaman krisan di desa Kakaskasen II Kota Tomohon dan untuk mengamati gejala serangan hama pada tanaman krisan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies utama hama yang menyerang krisan yaitu : Liriomyza spp., Thrips spp. dan Aphis spp. Gejala serangan Liriomyza adanya gejala gorokan larva yaitu : terowongan dalam daun, melingkar-lingkar di dalam epidermis daun. Hama Thrips spp. memperlihatkan gejala pada bunga yang terserang menunjukkan gejala seperti garis-garis yang memanjang yang berwarna coklat keperakanyang merupakan akibat dari alat mulut menusuk mengisap dari hama tersebut yang mengisap pada bunga. Gejala serangan Aphis sp. yaitu tanaman menjadi tumbuh agak kerdil, warna daun berubah menjadi kekuningan, dan tidak normal.Pengendalian hama tersebut di atas dapat dilakukan dengan menggunakan pengendalian hama terpadu antara lain : monitoring keberadaan hama, penggunaan varietas resisten, mengeluarkan tanaman atau bagian tanaman yang terserang, penggunaan perangkap kuning berperekat, memanfaatkan musuh alami dan pengendalian kimia dengan dosis yang sesuai

    ISOLASI BAKTERI SIMBION DENGAN SPONS DARI PERAIRAN TONGKEINA, SULAWESI UTARA

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengisolasi bakteri yang bersimbiosis denganspons dan menentukan karakteristik morfologi serta sifat Gram dari isolat bakteri tersebut. Sampel spons diambil dari perairan Tongkeina, Sulawesi Utara. Spons digerus dan dilarutkan dalam air laut steril dan dilakukan pengenceran. Bakteri simbions spons dalam setiap pengenceran ditumbuhkan pada media Nutrient Broth. Bakteri yang tumbuh ditumbuhkan kembali pada media Nutrient Agar dengan metode cawan gores. Isolat bakteri yang tumbuh kemudian diuji sifat Gramnya. Penelitian ini memperoleh sepuluh isolat bakteri yang bersimbiosis dengan dua jenis spons dengan karaktersitik morfologi yang bervariasi. Dua dari kesepuluh isolat bakteri tergolong dalam Gram positif dengan bentuk coccus dan delapan tergolong dalam Gram negatif dengan bentuk basil (batang pendek)

    ANALISIS FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG DI KECAMATAN KAWANGKOAN KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN MINAHASA

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efisiensi penggunaan modal, produktifitas laba dan titik impas usaha. Penelitian ini berlangsung selama 6 (enam) bulan dari Januari sampai dengan Juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik survey. Jenis data yang diambil terdiri atas data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis R/C atau Revenue Cost Ratio. Untuk mengukur efisiensi penggunaan modal dan produktifitas laba, sedangkan titik impas usaha menggunakan analisis BEP atau Break Even Point. Dari hasil pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan, Pertama, secara finansial usaha ternak Ayam Kampung sudah efisien dalam menggunakan modal, R/C antara 1.49 sampai 2.39. Kedua, Produktifitas laba usaha mencapai rentabilitas lebih tinggi dari SBI (Suku Bunga Bank Indonesia) dimana R = 93% sedangkan SBI 25%. Positif. Ketiga BEP = 8,648 dan BEP per unit 10,45 artinya BEP berada pada titik-titik dari 8,6 sampai 10,45.Dengan demikian disimpulkan bahwa usaha ternak ayam kampung sudah beroperasi diatas titik impas dimana BEP (Unit) = 10,45, BEP (Rupiah) berada pada 25.944,

    139

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇