JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
Not a member yet
    140 research outputs found

    SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN BITUNG Bartingtonia assiatica SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN HAMA TANAMAN PADI DI DESA POOPO UTARA DAN POOPO BARAT

    Full text link
    Tanaman padi merupakan tanaman pangan penting yang ditanam mayoritas petani di Desa Poopo Utara dan Poopo Barat. Dalam pengendalian hama, petani masih mengandalkan penggunaan pestisida sintetis. Kegiatan yang rutin dilakukan ini dapat membawa dampak negatif karena residu yang ditimbulkan dapat mencemari lingkungan air, tanah, udara dan dapat menghilangkan musuh alami hama. Produk akhir tanaman juga mengandung bahan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Petani juga dihadapkan dengan kondisi semakin naiknya harga pestisida sintetik yang berakibat naiknya biaya produksi. Tujuan program ini memberikan edukasi akan pentingnya pengendalian hama yang ramah lingkungan dengan menggunakan pestisida berbahan alami dan bahannya mudah ditemukan di alam. Tahapan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, dan demonstrasi pembuatan pestisida. Transfer  ipteks yang diterapkan adalah sebagai berikut: 1) Pembuatan bioinsektisida ekstrak Tanaman biji bitung (Barringtonia assiatica). 2) kegiatan monitoring pengendalian hama, dimana pemberian bioinsektisida berdasarkan monitoring populasi hama._____________________________________________________________________________Kata kunci: tanaman padi, hama, pestisida alami, tanaman bitung, penyuluhan, demontras

    PKM KELURAHAN LANSOT KECAMATAN TOMOHON SELATAN KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA TENTANG PEMELIHARAAN INDUK BABI BUNTING

    Full text link
    Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat kota Tomohon. Selain peternakan rakyat, terdapat juga sejumlah perusahaan peternakan babi yang dikelola lebih baik dan mempunyai lebih banyak babi daripada peternakan rakyat. Babi merupakan salah satu ternak penghasil daging yang cukup produktif dan memiliki berbagai keuntungan dibandingkan dengan ternak lain. Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat kota Tomohon. Selain peternakan rakyat, terdapat juga sejumlah perusahaan peternakan babi yang dikelola lebih baik dan mempunyai lebih banyak babi daripada peternakan rakyat. Pertumbuhan anak babi dipengaruhi oleh faktor genetik selain itu keadaan lingkungan. Faktor lingkungan termasuk antara lain adalah makanan dan tatalaksana terhadap anak babi. Masalah yang dihadapi dari mitra kerja Mawali-wali di Kota Tomohon hasil survey perkembangannya belum optimal seperti jumlah anak yang dilahirkan, bobot lahir anak per induk dan bobot lahir anak per kelahiran. Hal ini disebabkan karena kelompok peternak ini belum terbiasa dengan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ternaknya, baik berupa teknologi pakan maupun teknologi reproduksi.Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam rangka peningkatan produksi ternak babi memberikan penyuluhan pada kelompok. Adapun kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan meliputi manajemen meliputi; pertemuan awal tim, anggota kelompok peternak mitra dan pemerintah desa untuk menyampaikan rencana kegiatan pengabdian,, Penyuluhan tentang manajemen induk babi bunting, makanan dan kesehatan ternak. Pelatihan meliputi pembuatan contoh kartu kontrol reproduksi, produksi dan kesehatan babi (KKSB), pembuatan kandang babi sehat melalui simulasi dengan gambar. menformulasi ransum untuk babi bunting dengan menggunakan bahan lokal. Pada umumnya respon masyarakat sangat baik terhadap kegiatan ini lebih khusus kelompok peternak ditunjukkan dengan mempraktekkan secara berkelompok._____________________________________________________________________Kata Kunci: Ternak Babi, Kelompok Mawali-wal

    KARAKTERISTIK BETERNAK SAPI DESA TOLOK KECAMATAN TOMPASO KABUPATEN MINAHASA

    Full text link
    Penelitian survey Karakteristik Beternak Sapi Desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa telah dilaksanakan selama 3 bulan dengan tujuan untuk mendapatkan data dan informasi profil peternak untuk dijadikan baseline dalam melakukan peningkatan kemampuan pengelolaan ternak sapi di desa tersebut. Penelitian survey telah dilaksanakan di desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa selama 3 bulan dengan objek dalam penelitian ini adalah karakteristik beternak sapi . Peralatan dan materi yang digunakan yakni Kamera Digital, Alat Tulis Menulis, LabTop untuk mengolah data serta kuisioner dalam bentuk daftar pertanyaan yang berkaitan dengan karateristik beternak sapi. Pengisian Quisioner melalui wawancara secara langsung dengan responden . Data ditabulasi dan dianalisis dengan menghitung secara presentase dan dibuat salinan wawancara. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik peternak sapi Desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa dikategorikan dalam peternak tradisional dengan pengetahuan beternak diperoleh secara turun temurun dan berdasarkan pengalaman, tingkat manajemen peternakan yang rendah yang ditunjukkan dari kandang dan sanitasi yang rendah. Tingkat pengetahuan tentang kesehatan ternak yang belum memadai. Oleh karena itu peningkatan kemampuan dan pengetahuan akan pengelolaan ternak perlu dilakukan.______________________________________________________________________________Kata Kunci: Sapi, Tolok.Minahas

    SOSIALISASI PENGGUNAAN TRICHOKOMPOS DI DESA POOPO TENGAH DAN POOPO UTARA

    Full text link
    Pengolahan tanah yang dilakukan petani dalam kegiatan pertanian sangat mengandalkan penggunaan pupuk kimia. Cara ini memang pada awalnya memberikan jumlah produksi tanaman yang banyak namun selanjutnya diketahui menjadi penyebab kerusakan kondisi tanah. Tanah menjadi miskin unsur hara karena bahan-bahan anorganik pada pupuk kimia tidak dapat terurai di tanah. Kondisi tanah yang tidak baik menyebabkan produksi pertanian tidak optimal dan tanaman rentan terserang penyakit. Kompos telah lama dikenal sebagai pupuk organik. Namun penggunaannya tidak dilakukan secara maksimal. Kompos sebagai bahan organik merupakan pupuk yang baik karena memiliki sumber unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk berkembang. Trichoderma sp yang efektif menghambat perkembangan patogen tular tanah sehingga tanaman terhindar dari penyakit. Perpaduan keduanya dikenal sebagai Trichokompos. Mitra sasaran program ini adalah petani desa Poopo Tengah dan Poopo Utara. Tujuan program ini yaitu petani memahami cara pembuatan Trichokompos dan mengaplikasikannya pada saat kegiatan awal pertanian yakni pengolahan tanah. Tahapan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, dan demonstrasi.______________________________________________________________________________Kata kunci : pupuk kimia, pupuk organik, kompos, Trichodema sp, Trichokompos

    PENERAPAN TEKNOLOGI PEMANFAATAN ZEOLIT PADA TERNAK BABI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PETERNAKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

    Full text link
    Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat dikecamatan Sonder. Pada umumnya kelompok peternak babi yang ada merupakan peternakan rakyat. Dan pemeliharaannya pada umumnya belum memenuhi standar kebutuhan pakan yang sesuai dengan kebutuhan setiap fase pemeliharaan. Area peternakan pada umumnya  berdekatan dengan pemukiman penduduk , Akibanya selain produksi belum optimal juga baunya sangat mengganggu lingkungan penduduk. Produksi ternak babi tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, akan tetapi faktor manajemen dan lingkungan seperti makanan dan  perkandangan, guna mendapatkan tampilan produk yang layak .Untuk itu melalui program kemitraan pada masyarakat dilakukan introduksi penerapan teknologi tepat guna , salah satu penggunaan zeolit. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam rangka peningkatan produksi ternak babi dan salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan zeolit dalam ransum. Zeolit dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen dalam pakan, mengendalikan kandungan air dan amonia dalam kotoran ternak. Zeolit berkemampuan untuk pertukaran ion dan penyerapan. Metode pelaksanaan yang dilakukan berdasarkan permasalahan prioritas kelompok peternak Mekarapi maka diperlukan pemberdayaan terhadap kelompok tersebut untuk menangani beberapa masalah prioritas dilakukan dengan dua metode penyuluhan dan pelatihan. Kepakaran dibidang peternakan sangat dibutuhkan dalam kegiatan PKM untuk pemberdayaan kelompok peternak untuk usaha ternak babi meningkatkan produksi ternak babi melalui efisiensi penggunaan pakan juga membuat ternak nyaman dalam kandang dan mengurangi uapan amonia yang menyebabkan bau kandang yang sering menggangu lingkungan penduduk, juga ternak babi itu sendiri sehingga dapat tercipta peternakan yang ramah lingkungan.____________________________________________________________________________Kata Kunci : Pemberdayaan, Kelompok peternak, Ternak Babi , zeolit

    PKM KOMISI PEMUDA DAN KOMISI REMAJA UNTUK PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI JEMAAT GMIM EL’ELYON MALALAYANG KOTA MANADO

    Full text link
    Kegiatan pengabdian pada masyarakat pada komisi pemuda dan komisi remaja GMIM El’Elyon Malalayang adalah merupakan Program Kemitraan Masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dewasa ini makin banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya para remaja yang memberi dampak buruk bagi kehidupan remaja itu sendiri. Permasalahan remaja tersebut berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.(IDAI) Hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut seperti pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV. Perilaku reproduksi yang tidak sehat akan memunculkan permasalahan, salah satunya yaitu penyakit menular seksual (PMS). Ruang lingkup pelayanan kesehatan repoduksi menurut International Conference Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo terdiri dari kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi, pencegahan dan penanganan infertilitas, kesehatan reproduksi usia lanjut, deteksi dini kanker saluran reproduksi serta kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, sunat perempuan dan sebagainya. Cakupan materi penyuluhan kesehatan reproduksi yaitu (1) Memahami definisi kesehatan reproduksi dengan benar, (2) Memahami organ serta fungsi organ reproduksi laki-laki dan perempuan, (3) Memahami tentang menstruasi, pubertas, masa subur, dorongan seksual, kehamilan, dan resiko reproduksi, (4) Memahami macam-macam penyakit menular seksual dan kelainan yang terkait dengan reproduksi, (5) Memahami tentang kebersihan dan kesehatan reproduksi. Ini diharapkan akan menambah pengetahuan kelompok Mitra tentang pentingnya kesehatan reproduksi.____________________________________________________________________Kata kunci: kesehatan reproduks

    ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENGOLAHAN BAKSO DI DESA PICUAN SATU KECAMATAN MOTOLING TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN 1

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat pengetahuan dari kelompok tani tentang pengolahan bakso daging ayam pada kelompok tani Reidap dan Suka Maju di Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Analisis peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan bakso pada kelompok tani di Desa Picuan Satu dilakukan dengan metode deskriptif. Dari hasil penyuluhan didapatkan data pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah melalui angket yang dijawab oleh responden. Data yang diperoleh ini kemudian di analisa dengan uji T berpasangan (paired sampel t test ), Data tingkat pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dianalisa dengan menggunakan statistik analitik dengan uji perbandingan rata-rata dua variabel dalam satu group menggunakan paired t-test (uji-t berpasangan). Analisa menggunakan Statistical Products and Solution Services version SPSS versi 24. Berdasarkan permasalahan yang ada di kelompok tani Suka Maju dan Reidap di desa Picuan satu Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan, maka diperlukan pendampingan kepada anggota kelompok tani untuk menerapkan Iptek mengenai pengolahan industri produk peternakan. Sebab pembuatan bakso daging ayam berpeluang untuk meningkatkan industri rumah tangga yang berdampak posistif terhadap pendapatan keluarga, namun belum ada yang mengerti tentang cara pembuatan bakso. Pengetahuan tentang wirausaha untuk memasarkan produk hasil ternak. Hal ini akan dilakukan dengan pelatihan wirausaha. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan dari kelompok tani di Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan meningkat sebesar 60.40%._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Bakso, kelompok tani,pengolaha

    PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN MANISAN BUAH PADA KELOMPOK IBU-IBU WKRI DI KELURAHAN TAAS KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO

    Full text link
    Manisan adalah salah satu jenis makanan ringan dari buah-buahan dan sayuran yang diolah menggunakan gula pasir. Produk manisan buah sangat disukai oleh masyarakat karena rasanya yang manis bercampur asam dengan rasa khas buah. Teknologi pengolahan manisan buah merupakan salah satu bentuk usaha yang diterapkan selain untuk pengawetan juga untuk menambah penganekaragaman bentuk penyajian dan meningkatkan nilai tambah buah dari segi ekonomi.Tujuan Program Kemitraan Masyarakat di kelurahan Taas ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai teknologi tepat guna pengolahan buah-buahan seperti tomat,nenas, dan pepaya menjadi manisan. Juga mendorong peserta dalam meningkatkan kreativitas dan meningkatkan ekonomi keluarga dengan ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Manisan Buah. Pada kegiatan ini peserta diberikan materi pengetahuan tentang proses pengolahan manisan buah. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu WKRI kelurahan Taas kecamatan Tikala kota Manado. Target luaran yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu: peserta mampu menerapkan teknologi pengolahan manisan buah dan mampu menghasilkan produk olahan yang bernilai ekonomi. Teknologi pengolahan manisan buah dapat dilakukan dalam skala kecil ataupun besar sehingga dapat dikembangkan menjadi wirausaha.______________________________________________________________________________Kata kunci: manisan buah, ibu-ibu kelurahan Taa

    PKM PEMUDA DAN REMAJA GMIM EL’ELYON MALALAYANG SATU BARAT UNTUK PENYULUHAN SINDROMA METABOLIK

    Full text link
    Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan faktor-faktor risiko yang berperan terhadap peningkatan morbiditas penyakit kardiovaskular dan DM tipe 2. Ada 2 penyebab utama sindrom metabolik yang saling berinteraksi, yaitu obesitas dan gangguan metabolism endogen. Angka kejadian sindrom metabolik meningkat seiring dengan terjadinya peningkatan kasus obesitas (Liberopoulus, 2005). Menurut definisi IDF (2007), seseorang yang didiagnosa mengalami sindrom metabolik, harus  memiliki : Obesitas sentral (nilai lingkar pinggang yang disesuaikan dengan spesifikasi menurut etnis) ditambah 2 dari 4 komponen lainnya.Saat ini obesitas sudah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Penyebab obesitas sebagai komponen sindrom metabolik, sangatlah kompleks dan multifaktorial meliputi faktor genetik dan lingkungan. Obesitas umumnya disebabkan karena masukan energi melebihi penggunaan energi oleh tubuh untuk kepentingan metabolisme basal, aktivitas fisik, pembuangan sisa makanan dan untuk pertumbuhan. Prevalensi obesitas semakin meningkat pada orang dewasa, remaja dan anak-anak baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia, pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 26,6%. Sulawesi Utara menempati urutan pertama untuk prevalensi obesitas pada usia dewasa yaitu 37,1% (Riskesdas, 2013). Hasil penelitian di Minahasa menyatakan bahwa prevalensi obesitas pada remaja sebesar 21,3% (Manampiring, 2014). Di Minahasa obesitas pada usia remaja memiliki prevalensi yang cukup tinggi untuk itu perlu dilakukan penyuluhan tentang faktor-faktor risiko sindrom metabolik pada pemuda dan remaja. Prioritas masalah yang perlu mendapat perhatian  dan penanganan yang serius menyangkut : (1) peningkatan penderita obesitas yang berpengaruh pada peningkatan sindrom metabolik; (2) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan terhadap obesitas; (3) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang sindroma metabolik dengan komplikasi kronis yang dapat menyebabkan tingginya angka kematian akibat penyakit degeneratif; (4) kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengenali secara dini tanda-tanda sindrom metabolik. Program ini merupakan Penyuluhan terhadap pemuda dan remaja tentang sindroma metabolik . Target luaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah :para pemuda dan remaja dapat memahami secara jelas tentang sindroma metabolik, para pemuda dan remaja dapat mengetahui gejala dan tanda penyakit sindrom metabolik melalui pengukuran antropometri, artikel untuk publikasi jurnal Nasional._____________________________________________________________________________Kata kunci: sindroma metaboli

    PKM PADA KELOMPOK MASYARAKAT DESA MAPANGET LINGKUNGAN I DAN II KECAMATAN TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA TENTANG SWAMEDIKASI YANG RASIONAL DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DIBIDANG KESEHATAN

    Full text link
    Derajat kesehatan yang baik dimulai dari pengetahuan yang baik tentang upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan oleh setiap orang. Hal ini terbukti dengan berbagai cara yang dilakukan oleh masyarakat dalam upaya tersebut, diantaranya dengan menggunakan obat kimia ataupun obat tradisional. Tidak jarang diantaranya yang melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Akan tetapi dengan pengetahuan yang belum memadai, sering ditemukan masalah dalam pengobatan yang dijalani. Berbagai masalah yang dijumpai tidak jarang berujung pada semakin beratnya derajat keparahan penyakit yang berdampak pada besaran biaya yang dikeluarkan oleh pasien semakin besar. Mitra pada kegiatan ini yaitu kelompok masyarakat di Desa Mapanget Lingkungan I dan II Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara.Berdasarkan survey yang dilakukan dengan wawancara pada beberapa orang di lingkungan mitra diketahui bahwa masyarakat masih memiliki tingkat pengetahuan yang minim mengenai obatobatan dan cara penggunaannya. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Mapanget Lingkungan I dan II Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara tentang pengetahuan dalam melakukan swamedikasi yaitu memilih dan menggunakan obat secara rasional sehingga tercapai derajat kesehatan yang baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah yang berisi materi terkait swamedikasi yang rasional, diskusi kelompok serta studi kasus yang sering terjadi dimasyarakat. Selain ceramah, juga dibuat brosur yang menarik tentang swamedikasi sehingga masyarakat lebih mudah memahami. Hasil dari kegiatan ini memberi dampak perubahan pemahaman dan sikap masyarakat dalam melakukan swamedikasi, sehingga kerugian yang ditanggung oleh masyarakat akibat kesalahan pengobatan dapat dihindari._____________________________________________________________________________Kata kunci : Swamedikasi, rasional, peningkatan pengetahua

    139

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇