JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
Not a member yet
    140 research outputs found

    PKM PRIA KAUM BAPA DAN WANITA KAUM IBU UNTUK PENYULUHAN OSTEOARTHRITIS di JEMAAT GMIM EL-MANIBANG KELURAHAN MALALAYANG II Kec. MALALAYANG KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA

    Full text link
    Prevalensi osteoarthritis total di Indonesia 34,3 juta orang pada tahun 2002 dan mencapai 36,5 juta orang pada tahun 2007. Diperkirakan 40% dari populasi usia diatas 70 tahun menderita osteoarthritis, dan 80% pasien osteoarthritis mempunyai keterbatasan gerak dalam berbagai derajat dari ringan sampai berat yang berakibat mengurangi kualitas hidupnya . Oleh karena sifatnya yang kronik-progresif, osteoarthritis mempunyai dampak sosio-ekonomi yang besar, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Diperkirakan 1 sampai 2 juta orang lanjut usia di Indonesia menderita cacat karena osteoarthritis . Prevalensi osteoarthritis lutut pada pasien wanita berumur 75 tahun ke atas dapat mencapai 35% dari jumlah kasus yang ada.(Soeroso,2006) Kelurahan Malalayang II merupakan salah satu kelurahan dari 9 Kelurahan yang ada di Kecamatan Malalayang yang terletak di Wilayah Kotamadya Manado bagian Selatan Propinsi Sulawesi Utara. Kelurahan ini memiliki beberapa denominasi jemaat, salah satunya GMIM El- Manibang yang terdiri dari 20 kolom dengan jumlah anggota yang berusia produktif sekitar 50 % . Hasil diskusi informal dengan para Pria Kaum Bapa (PKB) dan Wanita Kaum Ibu (WKI) pada umumnya mengalami masalah pada persendian teristimewa pada bagian lutut , hal ini disebabkan Lokasi dari anggota jemaat Gereja El Manibang berada di Jalan Manibang yang jalannya seperti perbukitan dengan tanjakan yang naik dan turun. Program penyuluhan kesehatan mengenai osteoartritis yang meliputi penyebab, gejala, penanganan dan pencegahannya. Penyuluhan ini telah diikuti oleh 36 orang terdiri dari PKB 15 orang dan WKI 21 orang.. Adanya peningkatan pengetahuan dengan menjalankan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan.__________________________________________________________________________Keywords : ostheoarthritis

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDESAAN PADA AYAM KAMPUNG PASAWUNGEN DI DESA PAHALETEN KECAMATAN KAKAS KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA

    Full text link
    Usaha ternak ayam kampung merupakan salah satu alternatif usaha yang tidak membutuhkan modal banyak serta lahan besar. Berdasarkan survey di lapangan dan hasil diskusi dengan anggota kelompok dan pemerintah setempat, maka dapat dirumuskan masaalah prioritas yang perlu ditangani oleh anggota kelompok dengan pendampingan dari perguruan tinggi adalah sebagai berikut: Mengadakan penyuluhan dan pelatihan cara pembuatan Nugget dan Bakso daging ayam kampung kepada anggota kelompok agar dapat mengadopsi teknolgi tepat guna untuk meningkatkan populasi ternak yang ada dikelompok tersebut sehingga produktivitas ternak dapat meningkat. Ayam Kampung tidak lagi asing bagi masyarakat desa Pahaleten karena dari tahun ke tahun mereka sudah memeliharanya dan ternak ini merupakan sumber pengahsilan bagi masyarakat desa selain sumber protein hewani bagi keluarga. Ternak ayam kampung merupkan plasma nutfah yang potensial dan secara genetik mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Hal ini mengindikasikan bahwa ayam kampung memiliki peranan yang cukup besar dalam pembangunan peternakan di Indonesia, sekaligus sebagai basis ekonomi petani pedesaan untuk kebutuhan daging (ayam kampung) bagi masyarakat. Berdasarkan permasalahan yang ada maka akan dilakukan pemberdayaan dengan penerapan ipteks bagi masyarakat peternak ayam kampung. Masyarakat sasaran yang dibentuk dalam kelompok, tani/ternak “ Pasawungen â€. Target luaran yang ingin dicapai pembuatan Nugget dan Bakso Daging Ayam Kampung, target luaran lainnya publikasi jurnal penelitian sains dan teknologi LPPM Unsrat Manado. Pemberdayaan bagi kelompok sasaran adalah untuk menangani beberapa masalah prioritas yang dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode penyuluhan dan pelatihan.Kata Kunci : Ayam Kampung, Nugget, Baks

    PKM PENGOLAH TERIPANG ASAP DI DESA MARIRI BARU KECAMATAN POIGAR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA

    Full text link
    Mitra sasaran program ini berlokasi di Desa mariri Baru Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow yang secara geografis terletak di pesisir pantai dengan potensi perikanan laut yang potensial untuk dikembangkan. Desa ini dikategorikan sebagai desa dengan mayoritas masyarakat sebagai nelayan, yang sekitar 60% tergolong keluarga miskin. Nelayan-nelayan di desa ini terdiri dari nelayan penangkap dan pengolah hasil tangkapan. Dari kelompok pengolah hasil tangkapan, ada beberapa nelayan yang membentuk kelompok usaha kecil pengolah ikan asap dan juga teripang asap dengan jenis ikan dan teripang olahan tergantung hasil tangkapan yang berlebih salah satu di antaranya ikan jenis cakalang yang merupakan salah satu produk olahan yang digemari oleh masyarakat sekitar dan pemasaran sebagian tersebar pada pasaran lokal. Untuk teripang asap diasap dan dijual ke Manado sedangkan ikan asap di jual di pasar Poigar. Tujuan program ini yaitu meningkatkan produksi, pemasaran dan keuangan pada pengusaha kecil pengolah teripang asap di desa Mariri Baru, target agar trampil dan mandiri secara ekonomi. Target khusus kegiatan ini menghasilkan produk teripang asap yang unggul dari segi rasa, sanitasi dan higiene, daya awet dan penggunaan bahan baku kayu asap yang ramah lingkungan serta memberikan kelangsungan usaha dan manajemen yang tangguh. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu 1) Permasalahan kelompok yang disepakati yaitu produksi, pemasaran dan keuangan; 2) Metode pendekatan yang akan ditawarkan untuk mengatasi persoalan kelompok yakni penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi; 3) Prosedur kerja untuk mendukung ke-3 aspek permasalahan, berturut-turut yaitu survey, penyuluhan, pelatihan, evaluasi, luaran, pelaporan.______________________________________________________________________Kata kunci : Pengasapan, Mariri Baru, Teripang Asap, Bolaang Mongow

    POPULASI DAN PEJEBARAN CENDAWAN Beauveria bassiana PADA HAMA PADI Leptocorisa acuta DI KABUPATEN BOLAAN MONGONDOW

    Full text link
    Leptocorisa acuta.merupakan hama utama pada tanaman padi sawah di Sulawesi Utara. Kerusakan L. acuta menghisap isi malai/gabah menyebabkan gabah menjadi kosong atau hampa. Untuk menekan populasi L. acuta petani masih tergantung pada insektisida, karena belum ada cara lain yang mampu menurunkan populasi hama L. acuta secara nyata.. Tujuan penelitian adalah mempelajari padat populasi hama dan penyebaran cendawan Beauveri bassiana pada hama padi L. acuta di Kabupaten Bolaang Mongondow. Lokasi pengambilan contoh pada tanaman padi hama L. acuta dilakukan di Kecamatan Poigar, Lolayan, dan Dumoga. Manfaat dari Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai padat populasi serta penyebaran cendawan Beauveria bassiana. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa padat populasi hama walang sangit L. acuta telah menyebar pada pertanaman padi di tiga Kecamatan Poigar, Lolayan, dan Dumoga. Populasi tertinggi ditemukan pada Kecamatan Poigar yaitu 33 ekor/ 10 kali ayunan kemudian diikuti oleh Kecamatan Dumoga 30.67 ekor/ 10 kali ayunan dan Kecamatan Lolayan 13.67 ekor/ 10 kali ayunan. Untuk penyebaran Cendawan Beauveria bassiana ditemukan pada tiga Kecamatan yaitu Poigar, Lolayan dan Dumoga. _____________________________________________________________________________Kata kunci: Tanaman Padi, Leptocorisa acuta, Beauveria bassian

    INOVASI TEKNIK PENGENDALIAN HAMA YANG RAMAH LINGKUNGAN PADA TANAMAN KRISAN

    Full text link
    Kelurahan Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Timur. merupakan sentra budidaya krisan di Tohohon khususnya dan Sulawesi pada umumnya. Tujuan kegiatan ini akan dihasilkan petanipetani yang berpotensi untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan potensi sumber daya alami (SDA) untuk pengendalian yang ramah lingkunga terhadap hama pada tanaman krisan. Transfet Iptek seperti pemanfaatan musuh alami yang ada seperti parasitoid, predator dan patogen untuk pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman krisan). Beberapa jenis hama utama tanaman krisan antara lain: kutu daun Aphid sp, tungau Tetranichus sp. Trips sp dan penyakit karat dan busuk akar Phytophtora sp., dan embun jelaga Oidium sp. Upaya perlindungan tanaman terhadap hama tanaman krisan yang ramah lingkungan seperti pemanfaaan sumber daya alam berupa tanaman yang dapat dijadikan bahan insektisida nabati seperti Buah Bitung dan Buah Lanta, sereh, kemangi serta tanaman yang ada di sekitar petani ternyata merupakan inovasi bagi petani dalam pengaturan populasi hama krisan. Teknologi pengendalian hama yang ramah lingkungan sangat diperlukan bagi masyarakat tani, untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida yang berlebihan. Manfaat lainnnya dari penerapan teknologi yang ramah lingkungan yaitu : keragaman hayati tetap lestari, musuh alami bekerja maksimal, biaya produksi dapat ditekan, keamanan dan keselamatan petani terjamin, dan produktifitas krisan meningkat._________________________________________________________________Kata kunci : tanaman krisan, insektisida nabati, parasitoid, predato

    UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK BABI TERHADAP PENYAKIT HOG CHOLERA DI KELURAHAN KALASEY SATU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA

    Full text link
    Target utama dalam pelaksanaan kemitraan kepada masyarakat yang berhubungan dengan kejadian penyakit Hog Cholera pada ternak babi yaitu meningkatkan pengetahuan peternak babi sebagai acuan untuk pencegahan dan pengendalian penyakit Hog Cholera. Selanjutnya tujuan pelaksanaan kemitraan kepada masyarakat ini, diharapkan peternak dapat memahami tentang penyakit Hog Cholera, pencegahan dan tindakan berhubungan dengan kejadian penyakit tersebut di Kelurahan Kalasey Satu Kecamatan Mandolang, di mana peternakan babi yang ada di wilayah ini sangat berdekatan dengan pemukiman. Peternak babi bisa memperoleh 3 hal antara lain: (1) memahami tentang gejala klinis penyakit Hog Cholera; (2) Peternak mengetahui tentang pencegahan penyakit tersebut; dan (3) Peternak dapat mengetahui tindakan yang dapat dilakukan jika kasus penyakit tersebut menyerang ternaknya. Dengan demikian, faktor kesehatan ternak dan kontrol penyakit dalam manajemen pemeliharaan ternak babi dapat dilakukan yang menentukan keberhasilan usaha pengembangan ternak babi.___________________________________________________________________________Kata kunci: Babi, Hog Cholera, pengetahua

    PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN MANURE HASIL DEGRADASI (MHD) LARVA Hermetia illucens L SEBAGAI PAKAN AYAM BURAS PETELUR PADA KELOMPOK TANI PETERNAK DI DESA RUMOONG ATAS DUA KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN

    Full text link
    Penerapan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dari kelompok tani peternak tentang pengolahan manure hasil degradasi (MHD) larva lalat hitam sebagai pakan ayam buras petelur pada kelompok tani peternak Cemara dan Wulan di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Kajian penerapan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan manure hasil degradasi larva lalat hitam dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penyuluhan dan penerapan yang didapatkan pada masyarakat sebelum dan sesudah melalui kosioner yang dijawab oleh masyarakat sebagai responden. Hasil yang diperoleh kemudian di analisa dengan uji T berpasangan biasa disebut paired sampel t test, hasil tanya jawab pada masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan telah dilakukan analisa dengan menggunakan smetode analisa dengan uji perbandingan rata-rata dua variabel dalam satu kelompok yang menggunakan paired t-test/uji-t berpasangan. Analisa menggunakan Statistical Products and Solution Servics version SPSS versi 24. Berdasarkan permasalahan yang ada di kelompok tani petternak Cemara dan Wulan di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan maka diperlukan pendampingan kepada anggota kelompok tani peternak untuk menerapkan teknologi pengolahan industri produk peternakan. Pengolahan manure hasil degradasi larva lalat hitam merupakan bahan pakan alternatif sebagai pakan ayam buras petelur dapat meningkatkan sumber daya manusia dan berdampak posistif bagi pendapatan keluarga dan usaha peternakan sebagai usaha mikro maupun makro untuk dijadikan salah satu wirausaha. Pengetahuan tentang wirausaha untuk memasarkan produk hasil ternak, hal ini harus dilakukan dengan pelatihan untuk menuju salah satu wirausaha. Kesimpulan dari kajian penerapan teknologi ini bahwa tingkat pengetahuan dari kelompok tani di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan meningkat sebesar 60.40%. wirausaha, ayam buras petelur, MHD____________________________________________________________________________________Kata Kunci: wirausaha, ayam buras petelur, MH

    PROFIL KARKAS KAMBING YANG DIBERI SUPLEMEN GULA AREN BLOCK (UGB)

    Full text link
    Rendahnya kandungan mineral pada jerami jagung berakibat terhadap ketidakcukupankebutuhan mineral dalam tubuh ternak, sehingga menyebabkan terjadinya defisiensimineral.Oleh karena itu perlu adanya pakan tambahan / suplemen sebagai pelengkap.Secara umum pakan suplemen bermanfaat bagi ternak untuk melengkapi zat-zatmakananyang diperlukan tubuh, sehingga terdapat komposisi yang seimbang untuk berproduksisecara optimal.Urea Gula Aren Block (UGB) adalah suplemen yang merupakan suatu modifikasi pakancampuran yang terdiri dari beberapa bahan pakan seperti gula merah, urea, dedak padi,bungkil/kelapa, zeolit/CaO dan garam, yang diolah dan dibentuk menjadi blok.Gula merah (gula aren) digunakan dalam pakan ternak sebagai Readily AvailableCarbohydrate (RAC) yang berfungsi sebagai kerangka karbon, sedangkan urea berfungsisebagai sumber nitrogen non protein (NPN) bagi sintesa protein mikroba rumen.Dengan mencampurkan urea sebagai sumber nitrogen dan gula merah sebagai sumberenergi yang siap pakai dan bahan–bahan lain sebagai pelengkap zat-zat makanan, maka akanterbentuk suatu pakan suplemen (UGB) yang diharapkan dapat mempengaruhi kualitas karkassehingga diharapkan bagian daging semakin besar. UGB sangat sederhana pembuatannya,selain bahan bakunya yaitu gula merah, yang mudah diperoleh dibandingkan dengan molases.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gula aren blok padakambing. Manfaat dari penelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai profil karkasdari kambing yang diberi UGB.Penelitian ini dilaksanakan di desa Pandu, Kecamatan Wori selama 2 bulan, dengan masaadaptasi 14 hari. Ternak yang digunakan terdiri dari 12 ekor kambing betina lokal, berumursekitar 1 tahun dengan berat badan berkisar 15 – 16 kg. Kandang yang digunakan adalahkandang individu dengan ukuran 2 x 2 x 1m, yang dilengkapi dengan tempat makan khususuntuk penempatan UGB. Hijauan yang digunakan adalah jerami jagung. Pakan tambahan UGBdiberikan secara konstan sebanyak 300 gr/ekor/hari dan air minum diberikan secara ad libitum.Ransum perlakuan yang diberikan diatur sebagai berikut : R0 = jerami jagung ad libitum + 0 grUGB dan R1 = jerami jagung + 300 gr UGB.Variabel yang diamati adalah bobot hidup, bobot karkas, prosentase karkas dan analisakimia karkas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan t-tes.Kesimpulan yang didapat dari penenlitian ini adalah bahwa pemberian mineral blok(UGB) dalam ransum dapat meningkatkan profil karkas dari kambing.____________________________________________________________________Kata Kunci: Kambing, Jagung, UGB, Profil karka

    SISTEM PEMASARAN OPTIMAL MEUBEL KAYU KELAPA BERDASARKAN SEGMENTASI PASAR, SEGMENTASI SPASIAL, DAN PEMBERDAYAAN PENGRAJIN LOKAL DALAM USAHA MANUFAKTUR BERSKALA MENENGAH

    Full text link
    Meubel kayu kelapa merupakan produk olahan penting pertanian Sulawesi Utara, sebab kapasitas produksi kelapa tinggi dan potensi pasar mencapai mancanegara. Namun sistem pemasarannya belum banyak dipelajari sehingga pengembangan usaha manufaktur yang ada terbatas. Selain itu, pemberdayaan pengrajin lokal dalam upaya pemasaran hampir tidak pernah diinvestigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sistem pemasaran kayu kelapa berdasarkan segmentasi pasar, segmentasi spasial, dan pemberdayaan pengrajin lokal dalam suatu usaha manufaktur meubel kayu kelapa berskala menengah. Pelaksanaannya bertempat di Balai Latihan Pendidikan Teknik GMIM Kaaten, Tomohon. Variabel yang diteliti mencakup angka penjualan selang Januari 2016 – Juni 2018 sebagai outcome; kategori pembeli (perorangan vs institusi/kantor), jenis meubel (meja, kursi, lemari, atau lainnya), dan cara pengiriman (dikirim vs ambil sendiri) sebagai variabel-variabel segmentasi pasar; wilayah geografi (Tomohon, Manado, Minahasa, atau lainnya) dan jarak alamat pengiriman selaku variabel-variabel segmentasi spasial; dan, jumlah pekerja lokal serta rasionya terhadap lama hari pengerjaan merepresentasikan pemberdayaan pengrajin lokal. Dari perspekstif sistem, variabel-variabel ini dianggap mewakili unsur input, proses, dan output. Analisis multivariat dari determinan angka penjualan dilakukan dengan regresi Poisson generalized linear model. Optimasi model menggunakan pendekatan iteratif berbasis maximum likelihood estimation. Hasil analisis terhadap 285 transaksi penjualan selang periode acuan menunjukkan bahwa jenis meubel meja (vs lainnya), pemasaran via pengiriman (vs ambil sendiri) dan peningkatan jumlah pengrajin lokal cenderung meningkatkan angka penjualan. Sebaliknya, kenaikan rasio pekerja terhadap lama hari dan pemasaran produk pada wilayah geografi tertentu (Tomohon vs daerah lain) kelihatannya justru menurunkan angka penjualan meubel kayu kelapa. Rekomendasi langkah selanjutnya didiskusikan dalam laporan ini. Kata Kunci: meubel kayu kelapa, sistem pemasaran, Sulawesi Utara, regresi Poisson GL

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN KARAME LINKUNGAN. 1 DAN 2 KEC. SINGKIL KOTA MANADO

    Full text link
    Kegiatan Program Kemitraan Mayarakat (PKM) bertujuan untuk menghasilkan masyarakat yang mampu mengelola sampah rumah tangga dengan baik, masyarakat yang mau menjaga daerah aliran sungai tempat mereka hidup, bersihnya daerah perairan teluk Manado dari sampah rumah tangga (termasuk sampah plastik), pelestarian biota laut khusunya plankton. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Kelurahan Karame lingkungan 1 dan 2, Kec. Singkil, Kota Manado yang memang sangat memiliki masalah terkait dengan sampah. Kelurahan Karame berbatasan langsung dengan daerah aliran sungai Tondano dan lokasinya juga merupakan tempat berkumpulnya air dari Tondano maupun Sawangan. Walaupun hampir selalu mendapat bencana banjir, sampai saat ini masyarakat Kelurahan Karame belum memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan. Sampah rumah tangga seperti sisa-sisa bahan makanan, sisa-sisa plastik pembungkus makanan ataupun limbah perikanan (insang, jeroan ikan) masih saja terlihat di selokan besar yang ada di Kelurahan Karame ling.1 maupun ling. 2. Dalam mengatasi masalah tersebut, tim telah mengadakan kegiatan berupa penyuluhan tentang “Sampah dan Dampaknya bagi Lingkungan dan Kesehatanâ€. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat sadar bahwa sampah akan menjadi masalah bila tidak ditangani dengan benar (dibuang ke DAS Tondano), dan masyarakat khususnya ibu-ibu juga diminta untuk memilah sampah/mendaur ulang sampah sehingga bisa menguntungkan (contohnya mengumpulkan botol aqua untuk dijual). Kegiatan PKM ini akan berlangsung selama 4 bulan (Agustus – November 2018). Berdasarkan kegiatan penyuluhan tersebut, nampak bahwa warga lebih termotivasi untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik yang bernilai ekonomis sebagai potensi usaha yang ramah lingkungan.___________________________________________________________________________Kata Kunci: Sampah, Karame, Pemberdayaan Masyarakat, Pengelolaan Sampa

    139

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇