JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
Not a member yet
    140 research outputs found

    Penggunaan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Pekarangan Rumah bagi Ibu-ibu PKK Desa Winebetan Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara

    Full text link
    Telah dilakukan pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) tentang pengabdian kepada masyarakat pada Ibu-ibu PKK Desa Winebetan Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa dalam Penggunaan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Pekarangan Rumah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan baik dengan memberikan pengetahuan, penyuluhan serta pelatihan mengenai memanfaatkan pekarangan rumah untuk dijadikan Apotik hidup dan poses pembuatan tanaman obat yang dikembangkan dalam menghasilkan suatu produk serbuk tanaman obat. Hal ini dapat menambah nilai tambah ibu-ibu PKK di desa Winebetan dimana Tanaman obat di pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan simplisia/serbuk tanaman obat/makanan yang dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakat pada masa pandemi covid-19

    Aktivitas Penangkal Radikal Bebas Daun Chisocheton sp. (C.Dc) Harms (Meliaceae)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penangkal radikal bebas dari eksrak daun Chisocheton sp. (C.DC) Harms (Meliaceae) yang diekstraksi sekuensial menggunakan sokletasi dengan pelarut petroleum eter, etil asetat, etanol, metanol dan air. Parameter yang diuji adalah kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan. Hasil sokletasi dari masing-masing pelarut kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak pekat PE, EA, EtOH, MeOH dan air. Hasil penelitian menunjukkan kandungan fenolik tertinggi terdapat pada ekstrak etil asetat (71,72 µg/mL), diikuti ekstrak etanol  (24,67 µg/mL), ekstrak metanol (21,80 µg/mL), ekstrak air (10 µg/mL), dan paling rendah terdapat pada ekstrak petroleum eter (6,39 µg/mL). Sedangkan aktivitas antioksidan dari ekstrak petroleum eter, etil asetat, metanol, etanol dan air berturut-turut sebesar 31,02%, 91,60%, 91,54%, 90,32% dan 84,86%. Hal ini menunjukkan bahwa pelarut etil asetat menghasilkan ekstrak yang memiliki kandungan total fenolik serta aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan pelarut lainnya

    Sintesis dan Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Ag-Zeolit A

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang sintesis nanopartikel Ag-Zeolit A (Ag-ZA) dan aktivitas antibakterinya. Sintesis material dikerjakan menggunakan bahan-bahan dasar aluminium hidroksida, silikon dioksida, dan AgNO3. Material hasil sintesis dikarakterisasi dengan teknik difraksi sinar-X (XRD) dan kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil analisis XRD menunjukkan terbentuknya Ag-ZA yang ditandai dengan munculnya puncak-puncak 2θ yang bersesuaian dengan pola difraksi standar yang digunakan. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa material hasil sintesis dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Material Ag-ZA yang dihasilkan dari ZA yang disintesis dengan waktu ageing 60 menit membentuk zona hambat terbesar untuk bakteri E. coli dan S. aureus.Research on the synthesis of Ag-Zeolite A (Ag-ZA) and its antibacterial activity was performed. Material synthesis was carried out using raw materials of aluminum hydroxide, silicon dioxide, and AgNO3. The synthesized material was characterized by the X-ray diffraction (XRD) technique and then tested for its antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The results of XRD analysis showed the formation of Ag-ZA which was indicated by peaks at 2θ corresponding to the standard diffraction pattern used. The antibacterial activity test showed that the synthesized material could inhibit the growth of the bacteria. Ag-ZA material produced from ZA synthesized at an aging time of 60 minutes formed the largest inhibition zone for E. coli and S. aureus bacteria

    PKM KELOMPOK PKK DAN DASAWISMA DI KELURAHAN GIRIAN WERU DUA KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG MELALUI PELATIHAN DAN PEMBUATAN JAHE WANGI DAN KUNYIT ASAM INSTAN DARI TANAMAN OBAT

    Full text link
    Tanaman obat sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk herbal baik berupa obatobatan, kosmetik bahkan makanan dan minuman. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan tentang tanaman obat dan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman jahe dan kunyit sebagai produk minuman instan untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Pengabdian masyarakat ini ditargetkan untuk kelompok PKK dan kelompok Dasawisma. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap yaitu penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman obat dan pelatihan pembuatan jahe wangi dan kunyit asam instan. Hasil menunjukkan bahwa minuman instan dari sari hasil perasan lebih diminati dan tahan lama dibandingkan minuman instan dari simplisia jahe dan kunyit. Hal ini disebabkan karena proses pengeringan rajangan jahe dan kunyit yang tidak sempurna (tidak dijemur di bawah matahari langsung) sehingga menyebabkan rajangan tersebut rentan terhadap mikroorganisme dan cepat berjamur. Kesimpulannya antara lain ada peningkatan pengetahuan kelompok Mitra terhadap pemanfaatan tanaman obat lewat penyuluhan yang diberikan, dilihat dari antusiasme tanya jawab serta diskusi aktif dari para peserta, serta ada produk jahe wangi dan kunyit asam instan yang dibuat oleh kelompok Mitra beserta dokumentasinya._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Tanaman Obat, Jahe Wangi, Kunyit Asam, Minuman Insta

    CARA BERTANAM DENGAN MEMANFAATKAN PRODUK TEKNOLOGI SEDIMEN DANAU TONDANO DAN KOMPOS ECENG GONDOK (Eichornia crassipes)

    Full text link
    Cara bertanam pada Percobaan Pot merupakan bagian dari sistem pertanian yang perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan kepada mitra di Desa Talikuran Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, dengan tujuan: 1)meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota kelompok mengenai cara bertanam pada Percobaan Pot, 2)meningkatkan ketrampilan anggota kelompok mengenai pemanfaatan produk teknologi sedimen danau dan kompos eceng gondok; dan 3)memberdayakan masyarakat/mitra dalam pengelolaan produk tersebut terhadap pertumbuhan tanaman pangan. Khalayak  sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan, dengan kedua kelompok tani sebagai mitra. Metode yang digunakan adalah purposive sampling untuk sampling material (sedimen dan eceng gondok) dan Rancangan Acak Lengkap untuk penanaman tanaman jagung, empat perlakuan dan tiga ulangan. Metode penerapan kegiatan ini dengan dua cara, yaitu 1)sosialisasi/penyuluhan, 2)pelatihan di lokasi mitra. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa, cara bertanam dengan memanfaatkan produk teknologi sedimen Danau Tondano dan kompos eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan petani, serta menggerakkan warga untuk sadar lingkungan dan sebagai upaya untuk memberdayakan sumberdaya lokal yang ada dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Talikuran Kecamatan Remboken. Pertumbuhan tanaman jagung berpengaruh nyata dengan pemberian kompos eceng gondok dalam memanfaatkan produk teknologi sedimen danau.______________________________________________________________________________Kata Kunci: cara bertanam, sedimen danau, kompos eceng gondok, jagung

    PKM PARTISIPASI KELOMPOK TERNAK LEBAH MADU Apis cerana DESA KUMELEMBUAI UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN

    Full text link
    Survey di lapangan dan hasil diskusi dengan anggota kelompok dan pemerintah setempat, maka dapat dirumuskan masalah prioritas yang perlu ditangani oleh anggota kelompok dengan pendamping dari perguruan tinggi adalah sbb: Meningkatkan kemampuan anggota kelompok agar dapat mengadopsi teknologi tepat guna untuk pengembangan lebah madu sesuai standar kebutuhan sehingga produktivitasnya meningkat. Mengadopsi teknologi untuk menurunkan tingkat mortalitas dengan menggunakan pakan buatan. Metode queen rearing untuk menghasilkan lebah madu yang produktivitasnya tinggi serta dapat melakukan teknologi pasca panen apabila produk yang dihasilkan cukup banyak. Solusi yang ditawarkan adalah mengadakan penyuluhan. Penyuluhan dilakukan terhadap anggota kelompok yaitu kelompok tani ternak ―Paesaan‖ dan ―Imanuel‖ dengan tujuan untuk mengubah perilaku sumberdaya anggota kelompok kearah yang lebih baik. Penyuluhan pada dasarnya adalah proses pendidikan untuk orang dewasa yang bersifat non formal. Materi penyuluhan menyangkut: bagaimana mengembangkan teknik tatalaksana yang tepat, murah dan mudah serta mengembangkan lebah madu Apis cerana, masalah inilah yang akan diinformasikan kepada peternak lebah madu di desa kumelembuai. Upaya peningkatan reproduksi dan produktivitas lebah, aplikasi teknologi alternatif mencakup seleksi bibit unggul serta penggunaan /pengoperasian mesin ekstraktor dalam upaya peningkatan produktivitas lebah dengan tiang penyangganya sehingga terhindar dari hama, bagaimana memformulasi pakan ternak lebah madu yang murah, mudah didapat dan tersedia di desa tersebut sesuai kebutuhan ternak. Setelah dilakukan penyuluhan selanjutnya dilakukan pelatihan terhadap kedua kelompok tersebut dengan memanfaatkan beberapa orang mahasiswa S1 seperti Pembuatan kotak koloni dengan tiang penyangganya sehingga terhindar dari hama dan penyakit lebah madu Apis cerana.___________________________________________________________________________Kata kunci: Lebah Apis cerana, Kesejahteraan Masyarakat Desa Kumelembua

    EVALUASI PARASITOID Eriborus argenteopilosus Cameron (HYMENOPTERA: ICHNEUMONIDAE) PADA POPULASI HAMA Crocidolomia pavonana Zeller (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE)

    Full text link
    Hama Crocidolomia pavonana, dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kubis pada beberapa daerah pertanaman kubis di Indonesia, termasuk di Tomohon dan Modoinding, Sulawesi Utara. Pengendalian Hama ini lebih banyak menggunakan insektisida sehingga mencemari lingkungan hidup. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengendalikan hama ini di lapangan adalah pemanfaatan parasitoid Eriborus argenteopilosus. Parasitoid ini dikenal sebagai salah satu agens hayati yang dapat dikembangkan dalam pengendalian hama C. pavonana di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan parasitasi E. argenteopilosus dan kerusakan tanaman kubis akibat serangan hama C. pavonana. Pengambilan contoh hama dilakukan pada pertanaman kubis yang diaplikasi dengan insektisida dan lokasi tana aplikasi dengan insektisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi musuh alami parasitoid E. argenteopilosus sangat rendah sehingga kurang berperan dalam pengendalian hama C. pavonana pada tanaman kubis di lapangan. Serangan berat hama C. pavonana pada tanaman kubis terjadi pada lokasi yang tidak diaplikasi dengan insektisida sehingga gagal panen._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Kubis, Crocidolomia, Parasitoid, tanpa insektisid

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDESAAN PADA AYAM KAMPUNG EDENTA DI DESA TALIKURAN KECAMATAN KAKAS KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA

    Full text link
    Pemberdayaan masyarakat dipedesaan adalah sangat penting untuk mengembangkan suatu usaha seperti yang dilaksanakan oleh kelompok tani ternak Edenta di Desa Talikuran. Sebagian besar kelompok tani ternak memperoleh pendapatan yang bersumber pada sektor pertanian, diantarannya tanaman pangan (jagung, padi), dan peternakan. Berdasarkan survey di lapangan dan hasil diskusi dengan anggota kelompok dan pemerintah setempat, maka dapat dirumuskan masaalah prioritas yang perlu ditangani oleh anggota kelompok dengan pendampingan dari perguruan tinggi adalah sebagai berikut: Mengadakan penyuluhan dan pelatihan cara pembuatan Kandang, Formulasi Ransum dan Vaksinasi pada ayam kampung kepada anggota kelompok agar dapat mengadopsi teknolgi tepat guna untuk meningkatkan populasi ternak yang ada dikelompok tersebut sehingga produktivitas ternak dapat meningkat. Jenis ayam kampung yang dipelihara sebagian besar adalah jenis ayam kampung lokal yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Ternak ayam kampung merupkan plasma nutfah yang potensial dan secara genetik mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Berdasarkan permasalahan yang ada maka akan dilakukan pemberdayaan dengan penerapan ipteks bagi masyarakat peternak ayam kampung. Masyarakat sasaran yang dibentuk dalam kelompok, tani/ternak “ Edenta â€. Target luaran yang ingin dicapai cara pembuatan kandang, formulasi ransum dan vaksinasi pada Ayam Kampung, target luaran lainnya publikasi jurnal penelitian sains dan teknologi LPPM Unsrat Manado. Pemberdayaan bagi kelompok sasaran adalah untuk menangani beberapa masalah prioritas yang dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode penyuluhan dan pelatihan.Kata Kunci : Ayam Kampung, Perkandangan, Ransum, Vaksinas

    PKM KOMISI BAPA DAN KOMISI IBU JEMAAT GMIM KYRIOS UNTUK PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA KAWILEY KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Full text link
    Kesehatan Reproduksi penting bagi setiap individu terutama yang sudah berkeluarga. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bisa memunculkan perilaku reproduksi yang tidak sehat yang akan memunculkan permasalahan seperti yang sudah diuraikan di atas dan menyebabkan masyarakat belum maksimal dalam menggunakan upaya pemerintah, contohnya pemeriksaan dini untuk deteksi kanker serviks karena takut dan tidak tahu. Mengenai angka penyakit hubungan seksual, Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) mencatat, setiap tahun hingga September 2005 terdapat 4186 kasus AIDS dan 4065 kasus HIV positif di Indonesia, 46,19 % terjadi pada remaja usia 15-29 tahun (43% terinfeksi melalui hubungan seks yang tidak aman dan 50% terinfeksi melalui penggunaan narkoba dengan jarum suntik), 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20% di antaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja (Depkes RI, 2003). Desa Kawiley merupakan salah satu dari 10 desa-desa di Kecamatan Kauditan, yang terletak di Wilayah Minawerot Kabupaten Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara. Desa ini memiliki beberapa denominasi jemaat, salah satunya GMIM Kyrios Kawiley yang terdiri dari 14 Kolom dengan jumlah anggota yang dari total anggota jemaat yang berjumlah kurang lebih 825 jiwa, termasuk didalamnya Komisi Bapa dan Komisi Ibu (Mitra PKM). Terletak di antara dua kota besar, Kota pelabuhan Bitung dan Ibu Kota Sulawesi Utara Manado, Desa Kawiley yang sudah berkembang maju sesuai dengan survey awal mempunyai permasalahan terkait kesehatan reproduksi yang hampir mirip dengan kota sekitarnya, seperti angka kejadian gangguan di sistem reproduksi yang sudah cukup banyak contohnya kanker serviks dan infertilitas, perilaku remaja yang semakin bebas melakukan hubungan seksual pranikah, peningkatan jumlah kasus penyakit menular seksual dan kasus HIV/AIDS sesuai dengan data Dinas Kesehatan Minahasa Utara. Masalah-masalah terkait kesehatan reproduksi di atas disertai dengan kurangnya pengetahuan masyarakat mitra tentang kesehatan reproduksi. Memadainya pengetahuan kesehatan reproduksi menurut Tjiptaningrum (2009) yang didapat baik melalui penyuluhan, aktifnya partisipasi orangtua dalam mengarahkan perkembangan remaja, ada pengaruh agama dapat mencegah praktek-praktek penyimpangan kasus-kasus terkait kesehatan reproduksi. Karena itu solusi terhadap permasalahan yang terjadi di Mitra adalah melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan pembekalan kelompok mitra untuk menjadi motivator yang nantinya diharapkan akan menyebarkan informasi tentang kesehatan reproduksi kepada masyarakat sekitar.____________________________________________________________________________________Keywords: kesehatan reproduksi

    HILIRISASI TEKNIK HANDLING IKAN MAS HIDUP SISTEM KERING KEPADA MASYARAKAT PERIKANAN DI PEDESAAN Aplication Handling Technology of Life Carp with dry system to fisheries community in villages

    Full text link
    Penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi teknik handling ikan mas hidup system kering kepada masyarakat perikanan di pedesaan telah dilakukan. Teknik pemingsanan yang diaplikasikan ialah dengan suhu 8°C dan 8°C + 0,02 % minyak cengkeh. Dilanjutkan dengan penyimpanan dilakukan pada media sekam padi dingin dengan suhu 10-15°C. Pekerjaan selanjutnya ialah penyadaran ikan. Ikan disadarkan pada air habitat  dilengkapi dengan aerator kapasitas 3 volt dan kemudian dilanjutkan dengan menghitung tingkat mortalitas ikan._____________________________________________________________________________Kata Kunci : Hilirisasi, teknik handling, system kering, aerator, sekam padi, mortalitas

    139

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇