JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERHATIAN ORANGTUA DAN MANAJEMEN WAKTU BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI
This research was intended to know (1) the relation between parents attention and time management study with learning achievement of geography, (2) the relation between parents attention with learning achievement of geography, (3) the relation between time management study with learning achievement of geography. The research was using ex post facto design. The population in this research were 137 students of class X IPS. The sample were 102 students taken with proportionate random sampling technique. The result indicated that (1) there is a positive relation and significant relation between parents attention and time management study with learning achievement of geography, (2) there is a positive and significant relation between parents attention with learning achievement of geography, (3) there is a positive and significant relation between time management study with learning achievement of geographyPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan perhatian orangtua dan manajemen waktu belajar dengan prestasi belajar geografi, (2) hubungan perhatian orangtua dengan prestasi belajar geografi, (3) hubungan manajemen waktu belajar dengan prestasi belajar geografi. Penelitian menggunakan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah 137 siswa kelas XIPS, denganjumlah sampel 102 siswa yang diperoleh menggunakan teknik proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif dan signifikan antara perhatian orangtua dan manajemen waktu belajar dengan prestasi belajar geografi, (2) ada hubungan positif dan signifikan antara perhatian orangtua dengan prestasi belajar geografi, (3) ada hubungan positif dan signifikan antara manajemen waktu belajar dengan prestasi belajar geografi.Kata kunci: prestasi belajar, perhatian orangtua, manajemen waktu belaja
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN RTH PUBLIK KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2009-2015
This study was aimed to: (1) determine the public green-space area of land diversion in Bandarlampung during 2009-2015, (2) analyze the change of the public-green space area use in Bandarlampung during 2009-2015. The method used in this research was quantitative method by spatial approach. Data analysis technique was the technique of digital data analysis by implementing overlay technique. The result of this research indicated that the public green-space area in Bandarlampung during 2009-2015 tended to decrease covered land area of 368.58 ha or 1.87% of the total area captured from the 7 districts. Several factors mostly was caused by prefering diversion of land use to the establishment of public green space interest. Such cases could be as the direct impact of Bandarlampung regional development policy, regional development by the private sector, the establishment of settlements and the establishment of community plantations in public green-space area.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui luas perubahan lahan RTH publik di Kota Bandarlampung pada tahun 2009-2015, (2) melakukan analisis perubahan penggunaan lahan ruang terbuka hijau publik di Kota Bandarlampung pada tahun 2009-2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan spasial. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data digital dengan menggunakan teknik overlay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RTH publik di Kota Bandarlampung pada tahun 2009-2015 telah mengalami penurunan luas lahan sebesar 368,58 ha atau 1,87% dari total luas wilayah pada 7 kecamatan. Faktor-faktor penyebab perubahan penggunaan lahan RTH publik di Kota Bandarlampung dikarenakan kebijakan pembangunan oleh pemerintah daerah, pengembangan wilayah oleh pihak swasta, berdirinya pemukiman, dan terbentuknya perkebunan rakyat pada lahan RTH publik.Kata kunci: kota Bandarlampung, perubahan penggunaan lahan, ruang terbuka hijau (RTH) publik
ANALISIS KEBUTUHAN DAN SEBARAN GURU IPS SMP DI KECAMATAN BELITANG TAHUN 2014
This research aims to get information(1) the social study teachers need, (2) the suitability of social study teacher to the academic qualification, and (3) the distribution of social study teacher in Belitang Sub-district. The study employed descriptive research design with the population are 22 social study teachers in junior high school of Belitang Sub-district. The collecting data techniques used were observation, questionnaire, and documentation techniques.Data analysis technique is using calculation of teachers need formulation. The result of the research shows(1) the social study teachers need in junior high school of Belitang Sub-district as many as 16 teachers, where 1 junior high schools belong to the enough category, and 8 junior high school belongs to the less category, (2) from the total number of 22 social study teachers, 10 social study teachers are graduated from social study education and the 12 social study teachers are graduated from non-social study education, (3) the distribution of social study teacher in Belitang Sub-district is in group Gumawang village.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi (1)kebutuhan guru IPS, (2) kesesuaian guru IPS dengan kualifikasi akademik, dan (3) sebaran guru IPSpada SMP di Kecamatan Belitang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi 22 guru IPS pada SMP di Kecamatan Belitang. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik observasi, teknik kuesioner,dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakanrumus perhitungan kebutuhan guru.Hasil penelitian menunjukkan (1) kebutuhan guru IPS pada SMP di Kecamatan Belitang sebanyak 16 guru, dimana 1 SMP termasuk dalam kategori cukup, dan 8 SMP berkategori tidak cukup, (2) dari 22 guru IPS, 10 guru IPS lulusan S1 Pendidikan Jurusan IPS dan 12 guru lulusan S1 non Pendidikan Jurusan IPS, (3) sebaran guru IPS di Kecamatan Belitang mengelompok pada desa Gumawang.Kata kunci:kebutuhan, kualifikasi akademik, sebara
DAMPAK PEMANFAATAN BANTARAN SUNGAI TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN DI KELURAHAN PASAR KRUI
This research aimed to know the impact of the utilization of riverbanks for settlement against the enviromental quality in Kelurahan Pasar Krui Pesisir Tengah District of Pesisir Barat Regency. Respondents in this research were 30 families which in riverbanks area. Method in this research was descriptive method. Data collecting technique was using questionnaire, observation and documentations. Data analysis technique in this research was simple percentage distribution and map analysis. This research result indicated that : 1). The average of narrowing Tuwak riverbanks is 8 meters. 2). A total of 27 (90%) of respondents throw the garbages to the Tuwak riverbanks beacause it is nearer with the settlements in samours of landfills. 3). A total 30 (100%) of respondents said there is contamination is Tuwak river because water mixed with trash.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemanfaatan bantaran sungai untuk permukiman terhadap kualitas lingkungan di Kelurahan Pasar Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Responden dalam penelitian ini adalah 30 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di area bantaran sungai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu teknik analisis distribusi persentase sederhana dan analisis peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata penyempitan bantaran Sungai Tuwak adalah 8 meter. 2) Sebanyak 27 (90%) responden membuang sampah di Sungai Tuwak karena lebih dekat dengan permukiman penduduk daripada tempat pembuangan sampah umum. 3) Sebanyak 30 (100%) responden menyatakan terjadi pencemaranSungai Tuwak karenaterlihat air sungai bercampur dengan sampah.Kata kunci: bantaran sungai, permukiman, lingkungan
PENILAIAN POTENSI TAMAN WISATA WIRA GARDEN KELURAHAN BATU PUTUK TAHUN 2014
This study aimed to describe the potential that has been developed and determine the category of potential Wira Garden Park. This study used a descriptive method. The object of this research is the assessment of the potential of Wira Garden Park. Data collection is done by way of documentation, observation, and interviews. Analysis of the data used is scoring. The results in this study: (1) The potential that has been developed in Wira Garden Park is made in the form of a potential park. (2) Wira Garden Park was included in the category of potential being to the criteria in view of the attraction is less attractive, available facilities such as; MCK, places of worship, park, playground and rest, cafetaria, but not all can be used, accessibility to the location of attractions is quite difficult and there is a damaged roads, travel concierge services less friendly, tourist attractions less and less attractive, eye souvenirs are sold less diverse even non-existent.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi yang sudah dikembangkan dan mengetahui kategori potensi Taman Wisata Wira Garden. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah penilaian potensi Taman Wisata Wira Garden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah skoring. Hasil dalam penelitian ini: (1) Potensi yang sudah dikembangkan di Taman Wisata Wira Garden adalah potensi buatan berupa taman. (2) Taman Wisata Wira Garden termasuk dalam kategori potensi sedang dengan kriteria pemandangan di objek wisata kurang menarik, tersedia sarana seperti; MCK, tempat ibadah, tempat parkir, tempat bermain dan istirahat, kantin, namun tidak semua fasilitas dapat digunakan, aksesibilitas menuju objek wisata cukup sulit dan terdapat jalan yang rusak, pelayanan petugas wisata kurang ramah, atraksi wisata sedikit dan kurang menarik, cinderamata mata yang dijual kurang beragam.Kata kunci: pariwisata, penilaian, potensi
ANALISIS SEBARAN SMP/SEDERAJAT DI KECAMATAN SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
This research aimed to find out the dissemenation pattern, averages distance, and accesibility of SMP/equivalent in Seputih Banyak subdistrict. The method of this research used survey method with geography approach. The research subject was 11 SMP/equivalent in Seputih Banyak subdistrict. The object of this research was dissemination, distance, and accesibility of SMP/equivalent in Seputih Banyak subdistrict. The result showed that (1) the dissemination pattern of SMP/equivalent in Seputih Banyak subdistrict was random. (2) The average distance of SMP/equivalent from the residence in Seputih Banyak subdistrict was in far category (3) The accesibilitty of SMP/equivalent in Seputih Banyak subdistrict was middle category. In conclusion, the dissemination pattern of SMP/equivalent in Seputih Banyak subdistrict was random, the averages distance was far, and its accesibility was middle.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran, jarak rata-rata, dan aksesibilitas SMP/sederajat di Kecamatan Seputih Banyak. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan geografi. Subjek penelitian ini yaitu 11 SMP/sederajat di Kecamatan Seputih Banyak. Objek penelitian ini yaitu sebaran, jarak, dan aksesibilitas SMP/sederajat Kecamatan Seputih Banyak. Dari hasil penelitian diketahui (1) Pola sebaran SMP/sederajat di Kecamatan Seputih Banyak adalah acak (2) Jarak rata-rata SMP/Sederajat dari pemukiman penduduk Kecamatan Seputih Banyak dalam kategori jauh (3) Aksesibilitas SMP/sederajat Kecamatan Seputih Banyak dalam kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini bahwa pola sebaran SMP/sederajat di Kecamatan Seputih Banyak adalah acak, jarak rata-rata dari pemukiman penduduk jauh, dan aksesibilitasnya sedang.Kata kunci : sebaran, jarak, aksesibilitas, SMP/sederaja
DESKRIPSI LOKASI BANJIR DI KECAMATAN TANJUNG KARANG PUSAT BANDAR LAMPUNG 2011-2013
Abstract: This research aimed to (1)find out the location of flood in Central Tanjung Karang in 2011-2013, (2)describe the condition of declivity at the location, (3)describe the land usage at the location, (4)describe the type of soil at the location, (5)describe the cause of flood. The method used was descriptive method, with documentation and observation as the data collecting technique. In term of data analyzing technique, it used analytic descriptive technique. The conclusions drawn in the research were (1)the locations of flood were Durian Payung, Pasir Gintung, Kaliawi, Kelapa Tiga, and Gotong Royong subdistrict, (2)the declivity at the flood locations was the area located in category 0-8% (flat area), (3)the land usage were residence, trade, and service, (4)the type of soil at the locations was latosol, (5)the main cause of flood was the change of land usage system.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui dimana lokasi banjir di Kecamatan Tanjung Karang Pusat Tahun 2011-2013, (2)mendeskripsikan kemiringan lereng di lokasi banjir, (3)mendeskripsikan penggunaan lahan di lokasi banjir, (4)mendeskripsikan jenis tanah di lokasi banjir, (5)mendeskripsikan penyebab banjir. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, dengan teknik dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik desktiptif analitik. Kesimpulan penelitian adalah (1)lokasi banjir yaitu di Kelurahan Durian Payung, Pasir Gintung, Kaliawi, Kelapa Tiga, dan Gotong Royong, (2)kemiringan lereng lokasi banjir yaitu daerah yang terletak pada kategori kemiringan lereng 0-8% (wilayah datar), (3)penggunaan lahan di lokasi banjir adalah kawasan pemukiman serta perdagangan dan jasa, (4)jenis tanah di lokasi banjir adalah tanah jenis latosol, (5)penyebab utama banjir yaitu perubahan tata guna lahan.Kata kunci: banjir, tanjung karang pusat, lokas
INTERAKSI DESA KOTA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERGAULAN BEBAS DESA PURWOSARI LAMPUNG TIMUR
The aim of this study was to assess the interaction between the village of the city and its effect to the free sex behaviour in the village of Purwosari. The research method used was descriptive. The population research was adolescent girls who experienced pregnancy before marriage, as many as 19 of respondents. Data collection techniques used were observation, questionnaire, and interview. Data analysis was using analysis the tabulation of the frequency and the percentage as the basis of interpretation and description in making research report. The results of research showed that: the reason to have sex in the age of teenager was because they like each other, the information easily enter the village through the free mass media against promiscuity, there was the influence of the intercommunication between village teenagers in town with free promiscuity, and the control of social community in influencing intercommunication of free adolescent girls in the village of Purwosari was still weak.Penelitian bertujuan untuk mengkaji interaksi desa kota dan pengaruhnya terhadap pergaulan bebas di Desa Purwosari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian remaja putri yang hamil sebelum pernikahan, sebanyak 19 responden. Pengumpulan data dengan teknik observasi, kuesioner, dan wawancara. Analisis data menggunakan tabulasi frekuensi dan persentase sebagai dasar interpretasi dan deskripsi dalam membuat laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: alasan hubungan seks di usia remaja adalah suka sama suka, ada pengaruh mudahnya informasi yang masuk ke desa melalui media massa terhadap pergaulan bebas, terdapat pengaruh antara lingkungan pergaulan remaja desa di kota dengan pergaulan bebas, dan melemahnya kontrol sosial masyarakat berpengaruh terhadap pergaulan bebas remaja putri di Desa Purwosari.Kata kunci: desa, interaksi, kota, pergaulan bebas
PEMETAAN PRASARANA KESEHATAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015
The purposes of this research were to determine (1) The distribution location of each healthy infrastructure in the Bandar Lampung city (2) The average of healthy infrastructure distance of one with the another in the Bandar Lampung city (3) The distribution pattern of healthy infrastructure in the Bandar Lampung city. This study used the survey research method. The populations in this study were 38 healthy centers and 12 hospitals in the Bandar Lampung city. The data collecting techniques used documentation and observation techniques. The results of this survey were 1). The location of healthy infrastructure in the Bandar Lampung city were spread out almost in all over the Bandar Lampung city 2). The average distance between the healthy infrastructure in the Bandar Lampung city can be said to be in the near category 3). The distribution pattern of healthy infrastructure in the Bandar Lampung city was random for the healthy center and cluster for the hospital.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui (1) Lokasi sebaran dari masing-masing prasarana kesehatan di Kota Bandar Lampung (2) Jarak rata-rata prasarana kesehatan yang satu dengan yang lainnya yang ada di Kota Bandar Lampung (3) Pola sebaran prasarana kesehatan di Kota Bandar Lampung.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 38 Puskesmas dan 12 rumah sakit yang ada di Kota Bandar Lampung.Teknik Pengumpulan data dengan menggunakan teknik dokumentasi dan observasi.Dari hasil penelitian diketahui 1).Lokasi prasarana kesehatan di Kota Bandar Lampung tersebar hampir di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung 2). Jarak rata-rata antar prasarana kesehatan di Kota Bandar Lampung dapat dikatakan dalam kategori dekat 3). Pola sebaran prasarana kesehatan di Kota Bandar Lampung acak untuk Puskesmas dan mengelompok untuk rumah sakit.Kata kunci: pemetaan, jarak, sebaran, prasarana kesehatan
PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SMA NEGERI 7 BANDAR LAMPUN
This research aimed to know about : (1) comprehension of Geography teachers about scientific approach, (2) Geography learning plans, (3)Geography implementation process using scientific approach, (4) assessment in scientific approach, (5) and constraint of Geography learning with scientific approach. This research used descriptive qualitative method. Data collected technique used interview, observation, and documentation. Subject of the research is SMA N 7 Bandar Lampung and the object is Geography learning with scientific approach. Data analysis using interactive models. Result of the research were : (1) Geography teachers comprehension about scientific approach was good, (2) Geography learning plans made by Geography teachers were good, (3) Geography learning implementation with scientific approach good, (4) scientific approach including attitude, cognitive, and psychomotor assessment, (5) constraint of Geography learning with scientific approach are infrastructure.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pemahaman guru Geografi, (2) perencanaan pembelajaran Geografi, (3) pelaksanaan pembelajaran Geografi, (4) penilaian dalam pendekatan saintifik, dan (5) kendala pembelajaran Geografi dengan pendekatan saintifik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah SMA N 7 Bandar Lampung dan objek penelitian adalah pembelajaran Geografi dengan pendekatan saintifik. Analisis data dengan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) pemahaman guru Geografi terhadap pendekatan saintifik baik, (2) perencanaan pembelajaran Geografi yang dibuat oleh guru Geografi baik, (3) pelaksanaan pembelajaran Geografi dengan pendekatan saintifik baik, (4) penilaian dalam pendekatan saintifik meliputi penilaian sikap, kognitif, dan psikomotor, (5) kendala dalam pembelajaran Geografi dengan pendekatan saintifik adalah sarana prasarana.Kata kunci: pembelajaran geografi, pendekatan saintifik, SMA Negeri 7 bandar lampung