JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
Penerapan Multirepresentasi Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Dalam IPS Terpadu
This research aimed to reviewed the way of applying multirepresentation approach to solve the problem of student learning activity in Integrated IPS learning and to increase student learning activity in Integrated IPS learning. This research used Classroom Action Research (CAR) method with qualitative data type. The subjects were 26 students in class VIII A SMP IT FI Bandar Lampung academic year 2016/2017. Data was collected using a Teacher Performance Assessment Instrument (TPAI) sheet with a multirepresentation approach, observation sheets, and interviews to see student learning activities, and diaries as supporting data. Data analysis technique used is analytic description. The result of the research showed: (1) the way of applying multirepresentation approach using verbal mode in cycle I, picture mode in cycle II, and verbal mode and picture in cycle III and IV; (2) multirepresentation approach can increased student learning activity.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan multirepresentasi untuk mengatasi masalah aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu dan meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan jenis data kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 26 siswa kelas VIII A SMP IT FI Bandar Lampung tahun pelajaran 2016/2017. Data dikumpulkan menggunakan lembar Instrumen Penilaian Kinerja Guru (IPKG) dengan pendekatan multirepresentasi, lembar observasi, dan wawancara untuk aktivitas belajar siswa, serta catatan harian sebagai data pendukung. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskripsi analitik. Hasil penelitian menunjukkan: (1) cara penerapan pendekatan multirepresentasi menggunakan mode verbal pada siklus I, mode gambar pada siklus II, dan mode verbal dan gambar pada siklus III dan IV, (2) pendekatan multirepresentasi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.Kata Kunci:aktivitas belajar siswa, IPS terpadu, multirepresentasi
Hubungan Sarana Belajar Di Rumah Dan Motivasi Dengan Hasil Belajar
This research was to knew about the correlation of learning facilities at home and learnimg motivation with the Geography learning outcomes of X class students in SMA Muhammadiyah 2 Metro City in 2016/2017. Research method used correlation. The sampling technique used population, which amount 41 students. Data collecting used closed questionnaires, interview and documentation technique. Analysis data used Spearman Rank Correlation and Multiple Linear Regression. The result showed: (1) There was a positive and significant correlation between learning facilities at home and geography learning result. (2) There was a positive and significant correlation between learning motivation and student geography learning result (3) There was a positive and significant correlation between learning at home and learning motivation with student geography learning result.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara sarana belajar di rumah dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 2 Kota Metro tahun pembelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Teknik sampling menggunakan teknik Populasi, yaitu siswa kelas X yang berjumlah 41 siswa Pengumpulan data menggunakan teknik angket tertutup, interview dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan Korelasi Spearman Rank dan Regresi Linier Ganda. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara sarana belajar dirumah dengan hasil belajar Geografi siswa (2) Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa (3) Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara sarana belajar di rumah dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa.Kata Kunci : hasil belajar, motivasi belajar, sarana belajar di rumah
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR BERDASARKAN LATAR BELAKANG JURUSAN DI SMA/MA
This research aimed to know the students learning motivation and learning achievement difference based on highschool majors social science and natural science. This research used quantitative method. The population in this research was students of Geography Education Study Program Social Science Majors Faculty of Teaching and Education University of Lampung academic year 2012. The sample of this research were 82 students academic year 2012 chosen by purposive sampling technique. The data was collected using questionnaire and documentation. The data analysis technique used in this research was chi square analysis. Result of the research showed that 1) there was no difference learning motivation based on higschool majors between social science and natural science 2) there was no difference learning achievement based on higschool majors between social science and natural science.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar dan perbedaan prestasi belajar mahasiswa, berdasarkan latar belakang jurusan pada saat SMA/MA IPS dan IPA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Lampung angkatan 2012. Sampel penelitian adalah 82 mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2012 yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis chi kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukan 1) tidak ada perbedaan motivasi belajar mahasiswa berdasarkan latar belakang jurusan SMA/MA IPS dan IPA 2) tidak ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa berdasarkan latar belakang jurusan SMA/MA IPS dan IPA.Kata kunci: jurusan, motivasi belajar, prestasi belajar
Deskripsi Sosial Ekonomi Keluarga Petani Gurem Di Desa Sidosari Kecamatan Natar
This study aimed to examine the socio-economic conditions of small farming families in the village of Sidosari, Natar District, South Lampung regency. This research used descriptive method. Number of population as many as 148 Farmers, the number of samples in this study as many as 37 farmers are taken by proportional random sampling technique. The results showed that: (1) Total land area of small farming families 6.42 Hectares, and average 0.17 Hectares, (2) Number of children of small farmers on average 3 children, (3) 83.77% of the head of a small-educated peasant family, (4) 72.92% of smallholders have additional work with an income of Rp 199.080.000 with an average of Rp 7.373.000, working as laborers, traders, livestock and gardener, (5) Total income of smallholders Rp 429.300.000, with an average of Rp 1.603.000, (6) As many as 35.13% fulfilled the minimal basic needs, the remaining 64.87% is not met the minimal requirement.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi keluarga petani gurem di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 148 Petani, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 Petani di ambil dengan teknik proporsional random sampling. Hasil yang didapat bahwa: (1) Luas lahan seluruh keluarga petani gurem 6,42 Ha, dan rata-rata 0,17 Ha, (2) Jumlah anak petani gurem rata-rata 3 anak, (3) 83,77% kepala keluarga petani gurem berpendidikan dasar, (4) 72,92% dari petani gurem memiliki pekerjaan tambahan dengan pendapatan Rp 199.080.000 dengan rata-rata Rp 7.373.000, bekerja sebagai buruh, pedagang, ternak, dan Tukang kebun, (5) Total pendapatan petani gurem Rp 429.300.000, dengan rata-rata Rp 11.603.000, (6) Sebanyak 35,13% terpenuhi kebutuhan pokok minimalnya, selebihnya 64,87% tidak terpenuhi kebutuhan pokok minimalnya.Kata Kunci : ekonomi, dan petani gurem, dan sosial
Pengaruh Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPS Kelas VII SMP Negeri 1 Sukoharjo 2016/2017
The purpose of this research is to know: the influence of learning method to learning achievements on integrated IPS thematic at grade VII students even semester in SMP Negeri 1 Sukoharjo year lesson 2016/2017. This research uses ex post facto method that aims to know the facts in the field and students learning method. Population in this research amounted to 315 grade VII students, with a sampe of 110 obtained using proportional random sampling technique. Data collected through interview, observation, questionnaires and documentation. Analysis technique in this research use simple linear regression analysis. The result of this research shows that: the learning method has influence as much as 31% toward the learning achievements of students grade VII at SMP Negeri 1 Sukoharjo on Integrated IPS Thematic in the year lesson 2016/2017 and the rest as much as 69% influenced by other factors that not become variable in this research. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar IPS Tematik terpadu pada siswa kelas VII semester genap di SMP negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui fakta-fakta yang ada dilapangan dan mengetahui cara belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 315 siswa kelas VII, dengan sampel sebanyak 110 yang diperoleh menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik mengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa: cara belajar memiliki pengaruh sebanyak 9,1% terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukoharjo pada mata pelajaran IPS Tematik terpadu tahun pelajaran 2016/2017 dan sisanya sebanyak 90,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak menjadi variabel dalam penelitian ini.Kata kunci: cara belajar, pembelajaran IPS Tematik Terpadu, prestasi
Efektivitas Pemanfaatan Video Visual Pembelajaran Dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar
The research purpose is to increase the students activities and geography learning result by using video visual media of learning, The method of this research is quasi experiments. The subjects of this research are the students of social grade, State Senior High School SMAN 1 Kedondong. Object of research is video visual media to increase activites and result study. Data collection techniques using tests and documentation. Research use T test to analysis data. The mean value of posttest of learning result of geography in the experimental class is higher than the control class, The method used in this study is a quasi experiment (Quasi Eksperimen), it is known that the experimental learning exhaustive = 86.84% greater than the learning control class mastery = 57.5%.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan hasil belajar geografi siswa melalui penggunakan media pembelajaran video visual, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas X IPS SMAN 1 Kedondong. Objek penelitian adalah media video visual untuk meningkatkan efektivitas dan hasil belajar siswa, teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Analisi data menggunakan Uji T. Nilai rerata pretest hasil belajar geografi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda, Nilai rerata posttest hasil belajar geografi pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimen semu (Quasi Eksperimen). diketahui bahwa ketuntasan belajar kelas eksperimen = 86,84 % lebih besar dari ketuntasan belajar kelas kontrol = 57,5 %,Kata Kunci: Efektivitas belajar, hasil belajar, media video visua
Mobilitas Non-Permanen Penduduk Desa Kedaton II Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur
This study aimed to determine the factors that affect the people of Kedaton II village perform non-permanent mobility. The method of this research was descriptive. The subjects in this study were Kedaton II villagers who performed non-permanent about 44 people. The results of this study showed that the process of non-permanent mobility in Kedaton II villagers was done by 44 migrants consist of; shuttle mobility 40 people and stay mobility 4 people. The characteristics of productive performer were the productive male villager in Kedaton II, Most of them were married already. who were being at the ages of 20-60 years with different levels of education. The push factors of non-permanent mobility were fewer employment opportunities and low incomes in the origin area. However, the pull factors of non-permanent mobility were the various job vacancies in the destination area and the higher wages.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penduduk Desa Kedaton II melakukan mobilitas non-permanen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Kedaton II yang melakukan mobilitas non-permanen, berjumlah 44 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Proses mobilitas non-permanen dilakukan oleh 44 migran dengan jenis ulak-alik sebanyak 40 orang dan mondok 4 orang. Karakteristik Pelaku mobilitas non-permanen merupakan penduduk laki-laki Desa Kedaton II usia produktif, sebagian besar migran sudah menikah. Berada pada usia 20 hingga 60 tahun dengan berbagai tingkatan pendidikan. Faktor pendorong mobilitas non-permanen adalah kesempatan kerja sedikit dan rendahnya pendapatan di daerah asal sedangkan faktor penarik mobilitas non-permanen adalah kesempatan kerja yang beragam di daerah tujuan serta upah yang tinggi.Kata Kunci: Faktor Pendorong, Faktor Penarik, Mobilitas Non-permane
Tinjauan Geografis Perumahan Gading Jaya Kotabaru Kecamatan Tanjung Karang Timur Bandar Lampung Tahun 2016
The research aimed to find out geographical review of Gading Jaya Residence Kotabaru, East Tanjung Karang Sub-district, Bandar Lampung in 2016.The data collecting technique was done through field observation technique and documentation.The research method used in the research was explorative description. Results of the research showed that: (1) the topography of Gading Jaya Residence is appropriate since its height difference is 18 mand its slope is 2% - 15%, (2) the soil type of Gading Jaya Residence is Mediterranean (lime) and Latosol which are appropriate for residence construction, (3) the average rainfall at Gading Jaya residence is average since yearly average rainfall is below 4.000 mm, (4) the land use for housing at Gading Jaya is based on the criteria issued by PU (Pekerjaan Umum) department, and (5) the depth of ground water at Gading Jaya Residence is 100% or entirely considered deep.Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tinjauan geografis Perumahan Gading Jaya Kotabaru Kecamatan Tanjung Karang Timur Bandar LampungTahun 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi lapangan dan dokumentasi.Teknik analisis deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Topografi Perumahan Gading Jaya sesuai karena memiliki beda tinggi 18 meter serta memiliki kemiringan lereng 2% - 15%. (2) Jenis tanah Perumahan Gading Jaya adalah mediteranian (kapur) dan latosol sesuai untuk dibangun perumahan. (3) Rata-rata curah hujan di Perumahan Gading Jaya sesuai karena rata-rata curah hujan per tahunnya < 4.000 mm. (4) Penggunaan lahan di Perumahan Gading Jaya sudah sesuai dengan kriteria penggunaan lahan untuk perumahan yang dikeluarkan kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta,(5) Kedalaman air tanah di Perumahan Gading Jaya 100% atau seluruhnya termasuk dalam kriteria dalam.Kata Kunci: Tinjauan Geografis,Aspek Fisik, Perumahan Gading Jaya
Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Sayuran di Desa Raman Aji Lampung Timur
The aim of this research was to find out social economic characeristic of vegetable farmers in Raman Aji village. The research used descriptive method. Population of research was 118 head of family. The collection of data in this research used observation, documentation and structured interview. The analysis of the data used frequency tables as the basis for the interpretation and description of the data of the research report. The result of the research showed : (1) 97,46% of respondents have a narrow land area, (2) respondents spent an average cost of production amounted Rp. 2,347,864,- per season, (3) 84,75% of respondents marketing through distributors, (4) 81,36% of respondents have income below average, (5) 86,4% of respondents children have low education level and (6) location of vegetable planting near water sources like irrigation, river or swamp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani sayuran di Desa Raman Aji. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 118 KK. Pengumpulan data dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara terstruktur. Teknik analisis data menggunakan tabel persentase sebagai dasar interpretasi dan deskripsi data dalam membuat laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) 97,46% responden memiliki luas lahan sempit, (2) responden mengeluarkan rata-rata biaya produksi sebesar Rp.2,347,864,- per musim, (3) 84,75% responden melakukan pemasaran melalui distributor, (4) 81,36% responden memiliki pendapatan di bawah rata-rata, (5) 86,4% anak responden memiliki tingkat pendidikan rendah dan (6) lokasi tanam sayuran berada di dekat sumber air seperti irigasi, sungai ataupun rawa.Kata Kunci : ekonomi, karakteristik sosial, petani sayuran
Analisis Kemiskinan Petani Padi di Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Tahun 2017
This studied to examine about: The status of land ownership of rice farmers, the average land area of rice farmers, the average income of paddy farmers, the average number of dependents of paddy farmers. This research used descriptive method, population amounted to 249 rice farmers, samples taken by 25 percent that is 62 rice farmers selected used simple random sampling technique. Methods of data collection used observation techniques, structured interview techniques and documentation techniques. The data analysis technique used is the percentage table. The results of this studied indicate that (1) as many as 83,87% of rice farmers worked on their own land and 16,13% of rice farmers worked on land not own. (2) The average land area employed by rice farmers is 0,26 ha. (3) The average income of paddy farmers is Rp 635.269 per moon. (4) The average number of dependents of rice farmers is 5 people.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang: Status kepemilikan lahan garapan petani padi, rata-rata luas lahan garapan petani padi, rata-rata pendapatan petani padi, rata-rata jumlah tanggungan petani padi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, populasi berjumlah 249 petani padi, sampel yang diambil sebesar 25% yaitu 62 petani padi dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebanyak 83,87% petani padi menggarap lahan milik sendiri dan 16,13% petani padi menggarap lahan bukan milik sendiri (sakap). (2) Rata-rata luas lahan yang digarap petani padi 0,26 ha. (3) Pendapatan rata-rata petani padi sebesar Rp 635.269 perbulan. (4) Rata-rata jumlah tanggungan petani padi sebanyak 5 orang.Kata kunci: kepemilikan lahan, luas lahan, pendapata