JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
Konsekuensi Pernikahan Anak Pada Kehidupan Sosial Ekonomi
The aims of this research to describe the consequences of child marriage on the social economic life the Village of Brabasan in 2017. The method used is descriptive explorative. The subjectis is perpetrators of child marriage in Brabasan Vilage consist of 41. The data were collected withinterviews, documentation, observation. The analyzed data is percentage.The results is consequence child marriage on the social economic life is, (1) the level of education perpetrators of child marriageis low. (2) Interactions that preparators with the couple and community is good. (3) The domestic violence is high. (4) The percentage of frequency play after marriage is high. (5) The level of income is low. (6) Many preparators stay with their parents after marriage a high. (7) The percentage of economic dependency with their parents is high.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsekuensi pernikahan anak pada kehidupan sosial ekonomi di Desa Brabasan tahun 2017. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. Subjek penelitian adalah pelaku pernikahan anak di Desa Brabasan yaitu 41 pelaku. Data dikumpulkan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data adalah persentase. Hasil penelitian ini berupa Konsekuensi Pernikahan Anak Pada Kehidupan Sosial Ekonomi adalah, (1) Tingkat pendidikan pelaku pernikahan anak rendah. (2) Interaksi pelaku dengan pasangan dan masyarakat baik. (3) Kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi tergolong tinggi. (4) Frekuensi bermain setelah menikah tinggi. (5) Tingkat pendapatan yang rendah. (6) Status tempat tinggal menumpang pada orangtua tinggi. (7) Tingkat ketergantungan ekonomi pada orangtua tinggi.Kata kunci : kehidupan sosial ekonomi, konsekuensi, pernikahan ana
Pengaruh Penggunaan Model Circ Dan Time Token Terhadap Hasil Belajar Geografi
This study aims to analyzed the effect of the use of CIRC model and Time Token of learning outcomes. This research use a experimental method, with rotational experimen design. The first meeting of class X2 uses a CIRC type, while the first meeting in class X3 uses a Time Token type. The third meeting the model is exchanged for use. Student learning result data was collected using test instrument in the form of pre-test and post-test. Data analysis technique is used t test. Data analysis of the results of this study indicate that there are differences in student learning outcomes in which students who are treated using Time Token type learning models get a higher value compared with the value of students using CIRC type learning model. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh penggunaan model pembelajaran tipe CIRC dan Time Token terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan desain eksperimen rotasi. Pertemuan pertama kelas X2 menggunakan tipe CIRC, sedangkan pertemuan pertama pada kelas X3 menggunakan tipe Time Token. Pada pertemuan ketiga model ditukar dalam penggunaannya. Data hasil belajar siswa dikumpulkan menggunakan instrumen tes berupa pre-test dan post-test. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji t. Analisa data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa di mana siswa yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran tipe Time Token mendapat nilai yang lebih tinggi dibanding dengan nilai siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe CIRC.Kata kunci: circ, hasil belajar, time token
Menurunnya Jumlah Angkutan Kota Jurusan Metro-Kampus di Kota Metro Tahun 2017
This research was purposed to obtain information on the causes of the decreasing in the number of city transport Metro-Kampus route that operates in Metro City at year 2017. The research method used are descriptive explorative method. Population were 16 drivers of city transport, but just 8 drivers due to difficulties in taking the informant data. Data collection techniques used are field observation, interview, and documentation. Analysis technique used are qualitative descriptive technique. The result of research, according to city transport drivers route Metro-Kampus perception can be concluded that the increasing of private vehicle especially motorbike, the switching of society using online taxi-bike and because the majority of the campus area contains university students and students who have their own academic schedule or passenger is incidental which cause the decrease of city transport amount.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai penyebab menurunnya jumlah angkutan kota jurusan Metro-Kampus yang beroperasi di Kota Metro pada tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Populasi berjumlah 16 orang sopir angkutan kota, namun hanya 8 sopir dikarenakan kesulitan dalam pengambilan data informan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, menurut persepsi sopir angkot jurusan Metro-Kampus dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya kendaraan pribadi khususnya sepeda motor, beralihnya masyarakat menggunakan ojek online dan mayoritas daerah kampus berisi mahasiswa dan pelajar yang mempunyai jadwal akademik tersendiri atau penumpangnya bersifat insidental yang menjadi penyebab menurunnya jumlah angkot.Kata Kunci: angkutan kota, kampus, transportas
Analisis Risiko Bencana Tanah Longsor di Desa Harapan Jaya Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran
The study purposed to analyze the risk levels of a landslide disaster in Harapan Jaya Village with overlay based method. The data gathered using a technique of observation, documentation and interview. The research result have been showed: 1) The lowest hazard landslides level is 4,45 hectares, medium is 1133,10 hectares, highest is 598,49 hectares. 2) The low vulnerability physic landslide ( 0,33) is 597,32 hectares; the high vulnerability physic landslide (> 0,66) is 1134,28 hectares. 3) The high vulnerability social level is (0,77). 4) The capacity level of landslides have a low (38,63) or 0,32. 5) The level of the landslides disaster medium risk area is 1165,20 hectares and higher is 548,30 hectares.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko bencana tanah longsor di Desa Harapan Jaya dengan metode overlay. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Tingkat bahaya longsor rendah 4,45 ha, sedang 1133,10 hektar, tertinggi 598,49 ha. 2) Tingkat kerentanan fisik longsor rendah ( 0,33) seluas 597,32 hektar; tingkat kerentanan fisik tinggi (> 0,66) seluas 1134,28 hektar. 3) Tingkat kerentanan sosial longsor tinggi (0,77) seluas 1731,60 hektar. 4) Tingkat longsor rendah bernilai 38,63 atau 0,32. 5) Tingkat risiko bencana longsor sedang seluas 1165,20 hektar,dan tinggi 548,30 hektar.Kata kunci: kapasitas, kerentanan fisik, kerentanan sosial, risiko, tanah longso
Hubungan Minat Baca, Kebiasaan Belajar dengan Hasil Belajar Geografi Siswa MAN 1 Bandar Lampung
The research was aimed at investigating the correlation between the interest of reading, the habit of studying, and the result of studying at geography subject at the third grade of IPS. The method was used in this research were the descriptive quantitative method and the approaching correlation.analysed technique by Analysis Correlation Product Moment. The result of the research was a strength positive correlation and significant between variable x1 and y from the correlation coefficient score r counted > r table= 0.849 > 0.3301. Furthermore, there was a strength positive correlation and significant between variable x2 and y from the correlation coefficient score r counted > r table= 0.829 > 0.3301. Then, there was a strength positive correlation and significant between variable x1, x2 and y from the correlation coefficient score r counted > r table= 0.908 > 0.3301.Penelitian ini berujuan untuk mengetahui hubungan antara minat baca, kebiasaan belajar, dengan hasil belajar pada mata pelajaran geografi siswa kelas XII IPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. teknik analisis menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang kuat dan signifikan antara variabel X1 dengan Y dengan nilai koefisien korelasi yaitu rhitung > rtabel = 0684 > 0,3301. ada hubungan positif yang kuat dan signifikan antara variabel X2 dan Y dengan nilai koefisien korelasi yaitu rhitung > rtabel = 0,829 > 0,3301. Ada hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara variabel X1, X2 dengan Y dengan nilai koefisien korelasi yaitu rhitung > rtabel = 0,908 > 0,3301.Kata kunci: hasil belajar, kebiasaan belajar, minat bac
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Buruh Pemecah Batu Desa Tambahrejo Pringsewu
This study was aimed to examine the socio-economic conditions of families of stone breaker in Tambahrejo Village. The method of this research was descriptive with population of 68 people. The data collection techniques were questionnaire and documentation. After collecting the data, the researcher analyzed the data by spatial or spatial approach. The results of this study indicate that: (1) 64.70% of respondents had hours of working ≥ 40 hours / week with rest <40 hours / week (2) 14.71% of respondents had income ≥ other UMP <UMP. (3) 41.17% of respondents had dependents of family members ≥ 5 people had more than <5 people. (4) 1,36% of respondents stated to live in abundance with the expenditure of rice 481-960 Kg/year and the rest declared almost poor and poor. (5) A total of 5.28% of respondent's children are able to continue to Unversity from the total number of respondent's children.Penelitian ini mengkaji tentang kondisi sosial dan ekonomi buruh pemecah batu di Desa Tambahrejo Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah populasi 68 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dalam pendekatan spasial atau keruangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 64,70 % responden memiliki jam kerja ≥ 40 jam/minggu. (2) Ada 14,71 % responden memiliki pendapatan ≥ UMP. (3) Ada 41,17% responden memiliki tanggungan keluarga ≥ 5 orang. (4) Ada 1,36% responden dikatakan berkehidupan cukup dengan pengeluaran beras 481-960 Kg/Tahun dan sisanya dinyatakan nyaris miskin dan miskin. (5) Ada 5,28% anak responden mampu yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi.Kata Kunci: buruh, keadaan sosial ekonomi, pemecah bat
Analisis Pendapatan Rumah Tangga Nelayan Buruh Di Kelurahan Kangkung Tahun 2016
The purpose of this research was to anlyze the income of fisherman household workers, household expenditures will be the minimum requirement in Kangkung Village, Bumi Waras, Bandar Lampung in 2016. The method used in this research is descriptive method. Sampling technique used is the technique of accidental sampling (accidental sampling). Sample analysis was taken as many as 23 of sample fishing workers. The data used are form of primary data and secondary data. Data collecting technique were: observation, structured interviews, and documentation. Analysis data used table analysis. The results of this research show: the income of labour fishermen is under Lampung UMP in 2015. To meet thehousehold need fisherman labour, the wife fisherman's labour works labouringpilet, the fishmonger, andgrocerystalls.Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan rumah tangga nelayan buruh dan pengeluaran rumah tangga di Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung tahun 2016.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif.Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sampling kebetulan (acidental sampling).sampel yang diambil yaitu sebanyak 23 sampel nelayan buruh. Data yang digunakan berupa data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan analisis persentase.Hasil penelitian ini menunjukan: Pendapatan nelayan buruh di bawah UMP Lampung tahun 2015.Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga nelayan buruh, istri nelayan buruh bekerja sebagai buruh pilet, penjual ikan, dan warung kelontong.Kata Kunci: nelayan buruh, pengeluaran rumah tangga,pendapatan
Tinjauan Geografis Fisik Taman Agrowisata Pulung Kencana Tulang Bawang Barat
This study aimed to determine the geographical review of the park agro-tech park pulung kencana subdistrict bawang bawang central bawang onion west of 2016. The emphasis of the study on the slope of the slope, soil type, rainfall conditions, accessibility, water availability and supporting facilities. The research method was descriptive with object research agrowisatan pulung kencana park area as well as the subject of research are visitors and managers. The results of this study showed that, (1) the slopes of the agro-tourism garden of kangkung kencana are relatively flat, (2) the type of soil in the agro-tourism area is alluvial resistance, (3) rainfall in the agro-tourism park in the thick categorization, (4) with the accessibility to the garden agrowisata pulung kencana very good and easy, (5) water conditions in agro-tourism park is very good and adequate, (6) as well as supporting facilities available are lodges for rest, lodging, and food stalls.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan geografis fisik taman agrowisata pulung kencana kecamatan tulang bawang tengah kabupaten tulang bawang barat tahun 2016. Titik tekan kajiannya pada tingkat kemiringan lereng, jenis tanah, kondisi curah hujan, aksesibilitas, ketersediaan air dan fasilitas penunjang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan objek penelian kawasan taman agrowisatan pulung kencana serta subjek penelitian adalah pengunjung dan pengelola. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) kemiringan lereng taman agrowisata pulung kencana tergolong datar (2) jenis tanah dikawasan agrowisata merupakan tahan alluvial (3) curah hujan di taman agrowisata di kategorikan lebat (4) dengan aksesibilitas menuju taman agrowisata pulung kencana sangat baik dan mudah (5) kondisi air di taman agrowisata sangat baik dan memadai (6) serta fasilitas penunjang yang tersedia adalah pondok-pondok untuk beristirahat, penginapan, dan warung makan.Kata Kunci: agrowisata, taman, tinjauan geografis fisi
Pengaruh Aktivitas Belajar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Terhadap Hasil Belajar
This study was aimed to find out the difference of learning activity, the difference of learning result, and the effect of students learning activity through NHT learning model towards learning result of SMA Kartikatama Metro. This research used quasi experiment method which compared the learning result with the treatment to the object. The subjects were the second grade students of social class 2 and social class 3 which consisted of 52 students. Data collecting technique of this research were test and data analysis which used t-test and linear regression analysis. The results showed that there were the differences of students learning activity, there were the significant differences of learning result between class which was implemented the NHT model and class which was implemented conventional method, where the experiment class had higher mean of learning result than the control class. The result also showed that there was an effect of using cooperative learning model of NHT towards learning result.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas belajar dan perbedaan hasil belajar serta pengaruh aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar di SMA kartikatama Metro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu yang membandingkan hasil belajar dengan pemberian perlakuan pada suatu objek. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 sebanyak 52 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes, analisis data yaitu uji t-tes dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan aktivitas belajar siswa dan ada perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelas yang diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan kelas yang diberi perlakuan metode konvensional, dimana kelas eksperimen lebih tinggi rata-rata hasil belajarnya dari kelas kontrol, serta adanya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar siswa.Kata kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, dan numbered heads together
Analisis Kebutuhan Guru IPS SMP di Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Tahun 2017
The research was purposed to assess the number of social sciences teachers needs on high school in Wonosobo Sub-districk of Tanggamus Regency in 2017. This research was used descriptive method with the population are 6 junior high school of Wonosobo Sub-district. Data collecting used observation, questionnaire, and documentation techniques. Data analyzed was used descriptive data analysis technique. The result of the research shows (1) As many as 75% of social science teachers have an appropriate educational background and 25% of social science teachers are not appropriate with their educational background. (2) The social sciences teacher needs of Wonosobo Sub-district as many as 11 teachers. (3) The number of excess social sciences teacher in SMP N 1 Wonosobo 1 teacher, SMP N 2 Wonosobo 2 teachers, and SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo 2 teachers. (4) The Number of deficiencies social sciences teacher in SMP Muhammadiyah 2 Wonosobo 1 teacher and in SMP Muhammadiyah 3 Wonosobo 1 teacher.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jumlah kebutuhan guru IPS pada SMP di Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi 6 SMP di Kecamatan Wonosobo. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Sebanyak 75% guru IPS sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan 25% guru IPS tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. (2) Kebutuhan guru IPS di Kecamatan Wonosobo adalah 11 orang guru. (3) Jumlah kelebihan guru IPS di SMP N 1 Wonosobo sebanyak 1 guru, SMP N 2 Wonosobo sebanyak 2 guru, dan SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo sebanyak 2 guru. (4) Jumlah kekurangan guru IPS di SMP Muhammadiyah 2 Wonosobo sebanyak 1 guru dan di SMP Muhammadiyah 3 Wonosobo sebanyak 1 guru.Kata kunci: guru IPS, kebutuhan, kesesuaia