Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
Not a member yet
164 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI NON-CONTACT HANDWASH STATION PORTABLE DENGAN PEMANTAUAN MELALUI FIREBASE
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor 4 (empat) di dunia. Menurut Pew Research Center pada tahun 2019, Indonesia menjadi urutan ke-4 dengan jumlah populasi penduduk terbanyak di dunia dengan jumlah populasi sebanyak 274 juta jiwa. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, kebiasaan perilaku mencuci tangan yang baik dan benar masyarakat Indonesia menunjukan angka 49,8% dari jumlah populasi di Indonesia. Data tersebut menunjukan mayoritas penduduk di Indonesia masih kurang memahami dalam pengetahuan terkait bagaimana cara cuci tangan yang baik dan benar sesuai anjuran dari World Health Organization (WHO). Pada era sekarang di tahun 2020 mengharuskan masyarakat diseluruh dunia untuk mulai membiasakan diri dengan selalu mencuci tangan pada saat akan melakukan kegiatan ataupun setelah melakukan kegiatan. Sehingga diperlukan edukasi secara menyeluruh dengan media yang lebih menarik serta modern dalam era digitalisasi seperti saat ini salah satu contohnya ialah penggunaan teknologi mikrokontroler untuk sistem kontrol yang dapat menjalankan pompa alat cuci tangan otomatis. jadi pada pembuatan alat ini menggunakan teknologi mikrokontroler untuk sistem kontrol yang dapat menjalankan pompa alat cuci tangan otomatis lalu akan mengirimkan data volume air dan sabun yang telah terpakai menuju firebase dan akan ditampilkan di website.Indonesia is a country with the most population number 4 (four) in the world. According to the Pew Research Center in 2019, Indonesia was ranked 4th with the largest population in the world with a total population of 274 million people. Based on Riskesdas data in 2018, the habit of good and correct hand washing behavior of Indonesian people shows 49.8% of the total population in Indonesia. These data show that the majority of the population in Indonesia still lacks knowledge regarding how to wash hands properly and correctly according to the recommendations of the World Health Organization (WHO). The current era in 2020 requires people around the world to start getting used to always washing their hands when going to do activities or after doing activities. So that a thorough education is needed with more interesting and modern media in this era of digitalization, one example is the use of microcontroller technology for a control system that can run an automatic hand washing pump. so in making this tool using microcontroller technology for a control system that can run an automatic hand washing pump and then it will send data on the volume of water and soap that has been used to firebase and will be displayed on the website
Pengaruh Penyolderan Pada Kinerja Antena Multiple Input Multiple Output (MIMO)
To determine the performance of the antenna simulation results, fabrication and soldering processes are needed. The soldering process is the process of connecting two or more materials using tin or metal by heating. In this paper, the soldering process is carried out to connect the 50? SMA connector to the feed line and ground. The results of the rejection of the frequency in the simulation results from the range 5.2 – 6.1 GHz. For rejection frequency before soldering is 4.8 – 7.1 GHz. And after soldering the rejection of frequencies from the 4.2 – 5.5 GHz. The bandwidth deviation before and after soldering on the lower band 600 MHz and high band 1600 MHz.Untuk mengetahui kinerja antena hasil simulasi diperlukan proses fabrikasi dan penyolderan. Proses penyolderan merupakan proses menghubungkan dua material atau lebih menggunakan bantuan timah atau logam dengan cara dipanaskan. Pada paper ini proses penyolderan dilakukan untuk menghubungkan konektor SMA 50 dengan saluran pencatu dan ground. Hasil penolakkan frekuensi pada hasil simulasi dari rentang 5.2 – 6.1 GHz. Untuk penolakkan frekuensi sebelum disolder adalah 4.8 – 7.1 GHz. Dan setelah disolder penolakkan frekuensi dari rentang 4.2 – 5.5 GHz. Adapun selisih bandwidth sebelum dan setelah disolder pada lower band 600 MHz dan high band 1600 MHz
RSSI ANALYSIS ON CSS MODULATION IN THE 433 MHZ FREQUENCY BAND USING LORA IN FLOOD SENSOR
Long Range (LoRa) low power is a transmission technology capable of connecting multiple sensors to the Internet of Things in the future. LoRa uses Chirp Spread Spectrum (CSS) frequency modulation which promises to achieve remote connectivity at very low power. More specifically, this paper focuses on the analysis of Receive Signal Strength Indicator (RSSI) on CSS modulation on flood sensors. This paper presents a detailed model of using LoRa on flood sensors, showing that LoRa is capable of transmitting sensor data over long distances with perfect RSSI values. The results showed the potential for a close communication range with a narrow band network at a frequency of 433 MHz and an average RSSI of -50 dB at a maximum distance of 600 meters without obstruction. Although LoRa communication using CSS modulation and having good RSSI values, in long-distance communication with data in the form of video or large sensor data, this toughness is not sufficient due to long distances and large bandwidth usage, while in this study LoRa type Ai Thinker Ra- 02 SX 1278 can only be set up to 125 KHz according to the datasheet. The disadvantages of using large sensor data over long distances and a larger footprint make CSS vulnerable to other, possibly larger, resources
PENGEMBANGAN ALGORITMA DENOISING DENGAN KONSEP DEEP BACK-PROJECTION
Penelitian ini mengangkat salah satu permasalahan umum pada citra digital, terutama pada smartphone, yaitu noise yang disebabkan oleh kecilnya aperture dan ukuran sensor pada kamera digital. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan metode denoising untuk mentransformasi citra kotor menjadi citra bersih. Terinspirasi dari konsep deep back-projection, penelitian ini melakukan modifikasi terhadap implementasi asli deep back-projection, menggunakan down-projection layer sebagai tahapan untuk menghilangkan noise dengan intuisi menggunakan bahwa proses down-sampling mampu menghilangkan noise pada input citra. Lalu citra kembali diperbesar sesuai ukuran aslinya. Pada eksperimen yang dilakukan, penelitian ini membuktikan bahwa teknik yang diajukan mampu memperoleh hasil terbaik dibandingkan metode lainnya pada dataset SIDD. Hasil eksperimen memperlihatkan peningkatan kualitas sebesar 6 dB dibandingan model lainnya
ANALISIS KOMPARASI FOG COMPUTING - CLOUD COMPUTING DALAM IMPLEMENTASI PENGOLAHAN DATA CUACA BERBASIS IOT
Cloud computing pada dasarnya merupakan penyediaan sumber daya oleh provider yang dalam penggunaannya pengguna hanya “meminjam” mesin dari jauh (secara remote). Model komunikasi pada IoT sangat berbeda, tiap node minta layanan untuk diprose, jumlahnya luar biasa, jadwalnya intens, dan massive. Hal ini berpotensi terjadinya overload pada cloud. Atas adasar itulah para pengembang cloud menggagas dan merealisasikan suatu komputasi perantara yaitu antara cloud dengan sumber trafik. Hal yang menarikuntuk diteliti adalah seberapa signifikan solusi yang diberikan oleh keberadaan fog computing ini
Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen berupa percobaan membangun sistem sensor untuk prakiraan cuaca berbasis cloud dengan dua skenario yaitu tanpa fog dan dengan fog. Sistem sensor yang digunakan adalah sensor temperatur, kelembaban, tekanan udara (barometer), dan curah hujan yang dikombinasikan dengan mikrokontroler berbasis komunikasi nirkabel sehingga membentuk wireless sensor node (WSN). Sebagai elemen fog nya menggunakan rasberry pi, Metoda pengujiannya dengan mengukur delay (latency) untuk dibandingkan dari dua skenario tsb.Selain itu dilakukan pula analisis teoritik menggunakan teori antrian pada trafik telekomunikasi .
Dari hasil pengujian/pengukuran diperoleh hasil delay rata-rata tanpa fog 117.4 dan dengan fog diperoleh delay rata-rata sebesar 58.8. Jika dibandingkan berarti dengan penggunaan fog kinerja delay 2 kali lebih cepat. Selanjutnya dari analisis trafik teori antrian diperoleh hasil bahwa kenaikan kinerja delay pada penggunaan fog dipengaruhi oleh beban cloud dimana untuk beban 50% delay dengan fog 2 kali lebih baik atau lebih cepat kinerja tsb akan terus naik secara eksponensial ke angka 10 kali lipat lebih jika beban coud naik naik hingga 91
PERANCANGAN SISTEM PEMBERI MAKAN HEWAN BERBASIS IoT DENGAN SISTEM KONTROL ANDROID MENGGUNAKAN MVVM DAN CLEAN ARCHITECTURE
With the fast-paced world and the advancement of modern technology, the emergence of IoT has played an important role in every sector of our daily lives. In the field of home automation, it has played an important and pivotal role, it has made our lifestyle easier with the smart features inherited in automation including taking care of our pet. This paper gives a detailed hands-on IoT and how it can be implemented to presents a complete communication system to monitor dog feeders by checking their food, snacks, and water container data through a cloud-based server (Firebase Platform) using a micro-controller-based NodeMcu (Esp8266) and an android mobile application.Pada zaman modern ini perkembangan teknologi berkembang dengan sangat cepat. Terlebih dengan adanya IoT (Internet of Things) yang sudah diterapkan dalam berbagai bidang. Tidak hanya dalam bidang primer saja, namun IoT sudah berkembang dalam kegiatan sehari-hari maupun hobi. IoT dapat membantu secara efektif dan efisien dalam kegiatan berat maupun kegiatan sehari-hari. Pemberian makan hewan peliharaan merupakan rutinitas yang dapat digantikan dengan sistem yang memanfaatkan IoT. Makalah ini memberikan perancangan sistem IoT yang terperinci dan penerapannya untuk menghadirkan sistem komunikasi lengkap untuk memantau pemberi makan hewan dengan memeriksa data makanan, camilan, dan wadah air melalui server berbasis cloud (Firebase Platform) menggunakan mikro- NodeMcu (Esp8266) berbasis pengontrol dan aplikasi seluler android
A METHOD FOR PROBLEM SOLVING FOGGY CITYSCAPES IMBALANCE DATASET
Imbalance dataset is the major problem we all will face in the process of developing deep
learning model. There were many approaches to solve this very problem such as heuristic data
sampling and modifying loss function for model training. In order to find the solution, we chose
Foggy Cityscapes dataset for the experiment since this dataset has imbalance object class distribution.
We proposed a method to solve imbalance dataset namely instance level downsampling as an
extension of traditional downsampling method. The algorithm of this method will selectively keep
and drop certain image in the dataset by evaluating the majority and minority object class proportion
inside a single image. After comparing the model evaluation using Mean Average Precision (mAP)
metric, the model which was trained with balanced dataset has more balanced knowledge or less
biased across the object classes of interest
ANALISIS PENERAPAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) PADA DETEKSI KECURANGAN KARTU KREDIT MENGGUNAKAN RANDOM FOREST
Pandemi COVID-19 yang menjangkiti hampir seluruh penjuru dunia menyebabkan berbagai perubahan hampir pada semua bidang. Demi mencegah penyebarannya, banyak negara yang menerapkan protokol ketat yang membatasi mobilitas warganya, yang kemudian menyebabkan peralihan dalam dunia perdagangan dimana meningkatnya transaksi secara online. Seiring dengan meningkatnya transaksi secara online, diikuti pula dengan meningkatnya penggunaan kartu kredit yang memang memudahkan, tetapi hal tersebut juga diikuti oleh meningkatnya ancaman keamanan. Salah satu ancaman yang mengintai adalah penggunaan kartu kredit secara ilegal oleh orang lain yang sangat merugikan baik bagi penggunanya maupun penyedia layanan kartu kredit sehingga diperlukan langkah untuk mendeteksi transaksi yang dicurigai sebagai kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu model yang mampu melakukan deteksi potensi kecurangan penggunaan kartu kredit. Penelitian ini menggunakan algoritma Random Forest yang kemudian dikombinasikan dengan SMOTE dan PCA. Dari beberapa skenario yang dilakukan, kemudian dilakukan analisa performa model dari masing-masing metode kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model dengan algoritma dasar menghasilkan nilai recall yang lebih tinggi, sedangkan model dengan penerapan PCA menghasilkan nilai precision yang jauh lebih bai
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU PERUBAHAN CUACA MENGGUNAKAN SENSOR GMM220 VAISALA DAN SHT30 DENGAN DATA LOGGER RASPBERRY PI: cuaca, iklim, karbondioksida, efek gas rumah kaca, raspberry pi, data logger
Today, climate can affect to human activity. Climate and weather are related to each other. Weather is a state of the atmosphere in a daily order or in a short period of time. Weather is only the smallest part of the effects of climate change. The parameters of both are temperature, humidity, wind and others. At this time significant changes in climate parameters will result in global warming caused by the greenhouse effect. The greenhouse effect is the trapping of gases in the atmosphere, including carbon dioxide, carbon monoxide, methane, chlorofluorocarbons, hydrofluorocarbons and others. Carbon dioxide gas is the largest in the atmosphere than other gases. The increase in carbon dioxide will increase the air temperature and reduce the humidity if it is significantly. In this final project, a tool and system will be designed that can monitor weather and climate change. By using a sensor module that can detect and measure Carbon dioxide concentration, temperature and humidity. Raspberry Pi as a data processor and data logger that can record data with measurements in real time. This research succeeded in obtaining accuracy values above 96% from each tool, recording data and displaying data on average temperature, humidity, CO2, max, min CO2 as well as color graphs of CO2.Iklim dan cuaca sangat mempengaruhi aktivitas manusia saat ini. Iklim dan cuaca saling berkaitan dan memiliki parameter yang sama. Cuaca merupakan keadaan atmosfer dalam orde harian atau dalam jangka waktu yang singkat. Cuaca hanyalah bagian terkecil dari efek perubahan iklim. Parameter dari keduanya yaitu temperatur, kelembapan, angin dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang terjadi secara signifikan pada parameter cuaca dan iklim akan mengakibatkan pemanasan global yang disebabkan oleh efek rumah kaca. Efek Rumah Kaca terjadi karena terperangkapnya gas-gas di atmosfer, diantaranya gas karbondioksida, karbon monoksida, metana, klorofluorokarbon, hidrofluorokarbon dan lainnya. Gas karbondioksida merupakan yang terbanyak di atmosfer diantara gas yang lain. Peningkatan karbondioksida akan meningkatkan suhu udara dan menurunkan kelembapan udara apabila secara signifikan. Pada penelitian ini akan dirancang suatu alat serta sistem yang dapat memantau perubahan cuaca dan iklim. Dengan menggunakan modul sensor yang dapat mendeteksi, mengukur konsentrasi karbondioksida, temperatur dan kelembapan. Raspberry Pi sebagai pengolah data serta data logger yang dapat mencatat data dengan pengukuran secara real time. Penelitian ini berhasil mendapat nilai akurasi sensor CO2 98,88%, suhu 99,4% dan kelembapan 98,4%, merekam data dan menampilkan data rata-rata suhu, kelembapan, CO2, max, min CO2 serta grafik warna dari CO2
ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA PADA PERANCANGAN JARINGAN 5G NEW RADIO MENGGUNAKAN FREKUENSI 3,5 DAN 24 GHz DI KOTA YOGYAKARTA
Indonesia is starting to prepare to launch a 5G NR network in the near future to support the implementation of industry 4.0 and the ever-increasing data rate needs. This study will serve as a starting point for planning the deployment of 5G NR technology and as a guide for decision-makers in the Indonesian telecommunications industry. It compares the performance of 5G NR networks based on regional coverage at the 3.5 GHz and 24 GHz frequencies in the City of Yogyakarta. The link budget approach is calculated using the Urban Micro (UMi) and Urban Macro (UMa) propagation models. The calculation results show that the pathloss, cell radius, and number of gNodeB values ??for the 3.5 GHz frequency are 5 sites, while the maximum 24 GHz frequency is 157 sites. The parameter values for coverage, quality, service area, and capacity are then obtained by simulation using the Atoll software. According to the simulation results, the expected PUSCH & PUCCH signal levels and SS-RSRP coverage level achieve satisfactory results with values that are not significantly different in both uplink and downlink circumstances. The quality downlink level prediction simulation in the PDSCH C/(I+N) is rated as very excellent, whereas the quality downlink level prediction is rated as good. While the uplink uses 16 QAM for modulation, the downlink uses 64 QAM for the service area prediction simulation. According to the simulation, the predicted downlink capacity is 180 Mbps, while the predicted uplink speed is 117 Mbps.Indonesia bersiap meluncurkan jaringan 5G NR dalam waktu dekat untuk mendukung implementasi Industri 4.0 dan kebutuhan data rate yang semakin meningkat. Penelitian tentang perbandingan performa jaringan 5G NR berdasarkan cakupan wilayah pada frekuensi 3,5 GHz dan 24 GHz di Kota Yogyakarta ini diperlukan menjadi awal perencanaan implementasi teknologi 5G NR dan sebagai acuan bagi pemangku kebijakan bidang telekomunikasi di Indonesia. Pendekatan Link budget dijumlahkan menggunakan bentuk propagasi Urban Micro (UMi) dan Urban Macro (UMa). Hasil kalkulasi memperlihatkan nilai pathloss, cell radius, dan kalkulasi gNodeB untuk frekuensi 3,5 GHz adalah 5 site sedangkan frekuensi 24 GHz maksimal 157 site. Kemudian disimulasikan menggunakan software Atoll hingga mendapatkan nilai parameter coverage, quality, service area dan capacity. Hasil simulasi menunjukkan prediksi coverage level SS-RSRP dan level sinyal PUSCH & PUCCH mendapatkah kasil yang cukup baik dengan nilai yang tidak jauh berbeda baik pada kondisi uplink maupun downlink. Pada simulasi prediksi quality downlink level PDSCH C/(I+N) berada pada kategori sangat baik, sedangkan prediksi quality downlink level memiliki kategori baik. Pada simulasi prediksi service area downlink menggunakan modulasi 64 QAM sedang uplink menggunakan 16 QAM. Pada simulasi prediksi capacity downlink menghasilkan nilai 180 Mbps, dan Uplink 117 Mbps