BAHASTRA
Not a member yet
130 research outputs found
Sort by
KETERAMPILAN MENULIS KREATIF CERPEN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO SISWA KELAS XII SMAN 1 KECAMATAN PAYAKUMBUH
Writing skills is activities of language serves to produce written language. Writing can improve intelligence, develop initiative, creativity,, stimulate the willingness and ability to gather information. Students' skills in short stories writing activities is still lacking. This things because teachers use less attractive media. Thus, this study uses audio media to increase students' interest in writing. This study aimed to describe the shost story intrinsic elements and the use of capital letters in Creative Short Story Writing Skills Using Media Audio Class XII SMAN I Payakumbuh District.This research is a quantitative research using descriptive method. The study population class XII students totaling 217 consists of 8 classes. Writer to perform sampling with random random sampling techniques. The instrument of this study is to test performance. Data analysis in the study: to check the results to write short stories, analyze the data and provide a score based on indicators, and put forward the test results to the classification skills by using a scale of 10.Results showed that average value of 90.8 are in the range of 86-95% with good qualification. Creative writing skills are evaluated from two short stories specified indicators are: (1) short story creative writing skills in terms of the intrinsic elements of the short story is the 100 that are in the range of 96-100% with impeccable qualifications; (2) The short story creative writing skills in terms of capitalization was 80.8% are in the 76-85 range with good qualifications. Thus, we can conclude the students are already capable in writing short stories as well as the use of capital letters in writing.   Â
KONSEP KEPEMIMPINAN SOEHARTO DALAM BUTIR-BUTIR BUDAYA JAWA
This study aimed to describe (1) the concept of leadership in pituduh that fit into the category ketuhunan and (2) the concept of leadership in wewaler (Prohibition). This research is the study of literature. The method used in this study is a content analysis method. The object of this study is the concept of Suharto. The subjects were Unen-Unen (proverb). Data collected with a note reading techniques. The primary data source is selected by using purposive sampling method. The conclusions made by the formulation and the conclusion of the data that has been analyzed and interpreted with the use of the theory of Paul Ricoeur hermeneutics. The results of this study are as follows. First, the concept of leadership in pituduh (hint) that fit into the category of divinity has two leadership instructions: (1) be applicable authorities properly, (2) the truth of God into a basic truth of the ruler. The concept of leadership in pituduh (hint) that fit into the category of nationality include (1) a good leader is a dreamer fair, spirited noble, able to give jobs to the people, (2) A good leader is a leader who can reassure the people, (3 ) A good leader is willing and able to fix the flaws and vices, (4) leadership is a trust from God, (5) A good leader wary of praise, (6) a good leader wary of bad temper, (7) the leader of the evil is the leader dangerous, (8) Choosing a good leader is not an evil leader, (9) the evil leader will declare evil is goodness. Second, the concept of leadership in wewaler (Prohibition) includes two categories, namely humanity and nationality. Category prohibition in humanitarian terms include a ban on the leaders of banned arrogant leader. The prohibition in respect of nationality shows that good leaders leaned pleasure and sadness on the basis pleasure and pain the people, not on personal pleasure and pain
PERUBAHAN MAKNA DAN FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN MAKNA DALAM MEDIA CETAK
Bahasa jurnalistik dalam media cetak khususnya tabloid merupakan wujud bahasa sebagai alat komunikasi dalam bentuk tulis. Bahasa tabloid menggunakan ragam bahasa jurnalistik. Tabloid Nova merupakan salah satu wujud nyata dari fungsi bahasa yang dipakai dalam media cetak. Kalimat serta kosakata yang digunakan dalam artikel media cetak dalam tabloid Nova dianalisis melalui kajian semantik jurnalistik. Kajian semantik jurnalistik dalam tabloid Nova memperoleh tujuh jenis perubahan makna dan menemukan sebelas faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan makna.Â
KOHESI GRAMATIKAL KONJUNGSI WACANA KOLOM “HIKMAH†SURAT KABAR REPUBLIKA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data empiris kohesi gramatikal konjungsi wacana kolom “Hikmah†surat kabar Republika dan untuk melihat kekohesifan wacana kolom “Hikmah†surat kabar Republika dari aspek kohesi gramatikal konjungsi. Metode penelitian adalah metode studi analisis isi. Data dalam bentuk dua puluh lima judul wacana kolom “Hikmah†yang terbit pada bulan Agustus 2015 dipilih secara acak dari 286 judul wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi pustaka, yaitu dengan melakukan penelitian dan pengumpulan data ke Pusat data harian umum Republika pada 13 April 2016. Langkah-langkah analisis data dilakukan dengan menentukan teks, dekontekstualisasi, menentukan pasangan berdekatan, menulis pasangan, analisis masing-masing pasangan, rekapitulasi, dan mendeskripsikan hasil analisis. Penelitian dilakukan pada 20 Mare t--29 Juni 2016.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 124 pasangan kalimat yang diteliti, 44 atau 35,5% pasangan kalimat wacana kolom “Hikmah†menggunakan konjungsi antarkalimat dengan rincian 16 atau 12,9% pasangan kalimat menggunakan konjungsi antarkalimat yang menyatakan hubungan aditif, 10 atau 8,1% menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan adversatif, 9 atau 7,3% menggunakan konjungsi mengekspresikan hubungan kausal, dan 9 atau 7,3% menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan temporal
MAKNA SIMBOL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BIOLA TAK BERDAWAI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA
Novel Biola Tak Berdawai juga berbicara tentang fenomena yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini menjelaskan arti dari simbol karakter utama (Tuhan) dalam novel Biola Tak Berdawai Seno Gumira Ajidarma melalui ulasan Semiotika. Penelitian ini adalah deskriptif, dengan metode kualitatif, serta menggunakan pendekatan semiotik. Jelas objek penelitian ini adalah novel Biola Tak Berdawai Seno Gumira Ajidarma. Ada tiga tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan presentasi tahap data. Data yang ditemukan dalam bentuk simbol dari tokoh utama dalam novel Biola Tak Berdawai. Sehingga pada tahap analisis data yang akan diperiksa adalah simbol khusus dari karakter utama (Allah). presentasi tahap data secara deskriptif. Berdasarkan penelitian yang melambangkan karakter utama (Tuhan) dalam novel Biola Tak Berdawai secara umum ada lima, yaitu 1) melambangkan sosok dewa seperti Sukasrana di dunia pedalangan, karena karakter Tuhan bertentangan novel ini untuk para dewa umum dikenal masyarakat atau para dewa di dunia pedalangan, bahkan lebih seperti sosok dewa Sukasrana cerita wayang; 2) Angka-angka yang melambangkan dewa seperti ulat, kepompong dan kupu-kupu; 3) tokoh dewa dilambangkan sebagai kerang; 4) Sosok dewa disebut sebagai boneka, (mainan anak-anak); 5) Angka dewa disamakan tanpa biola senar, karena ia tidak mampu mengungkapkan apa yang dirasakan oleh tubuh. Simbol kelima menyiratkan tentang nilai-nilai kehidupan, dan memberikan motivasi yang sangat berarti
ASPEK HUMANISME PADA DONGENG
Penelitian ini adalah penelitian deskrpitif kualitatif yaitu penelitian yang berupaya menggambarkan dan merumuskan data aspek humanisme pada dongeng. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, yaitu suatu upaya melacak sumber-sumber informasi kandungan aspek humanisme yang terdapat dalam dongeng pilihan. Penelitian yang dilakukan terhadap 10 dongeng anak Indonesia menghasilkan sejumlah data dan temuan tentang aspek-aspek humanisme. Dari 10 dongeng yang diteliti ditemukan sebanyak 68 aspek humanisme.Aspek humanisme yang ditemukan dalam dongeng akan diuraikan secara berurutan dari yang pemunculannya paling banyak yaitu kebutuhan fisiologi dasar sebanyak 29 atau 42,65%; kebutuhan akan rasa aman sebanyak 14 atau 20,59%; kebutuhan untuk dihargai sebanyak 10 atau 14,71%; kebutuhan aktualisasi diri sebanyak 9 atau 13,24%; kebutuhan untuk dicintai atau disayangi sebanyak 6 atau 8,82%
ASPEK LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL PADA LIRIK LAGU JIKA KARYA MELLY GOESLOW
Penelitian ini berfokus pada lirik lagu Jika karya Melly Goeslow. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan mikrostruktural yang menitikberatkan pada aspek leksikal dan aspek gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur gramatikal yang terkandung di dalam lirik lagu jika adalah pengacuan (referensi), pelesapan (Ellipsis), dan perangkaian (conjungtion). Unsur leksikal yang terdapat dalam lagu Jika adalahrepetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), dan antonimi (lawan kata)
KLASIFIKASI KOSAKATA PERMAINAN RAKYAT MELAYU SAMBAS: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK
Penelitian ini memfokuskan pengamatan pada objek kebudayaan, yaitu permainan rakyat. Permainan rakyat yang dimaksud adalah permainan yang dimainkan oleh masyarakat yang sifatnya masih tradisional. Kegiatan pengambilan data dilakukan di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan menerjemahkan data kosakata permainan rakyat Melayu Kabupaten Sambas. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan etnolinguistik yang memandang hubungan bahasa dengan unsur budaya di dalam masyarakat Melayu Sambas. Analisis yang dilakukan peneliti terhadap data yang dikumpulkan adalah analisis jenis makna berdasarkan klasifikasi alat, teknik, nama pemain, dan nama permainan rakyat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti berhasil menghimpun 173 kata sebagai data penelitian. Keseluruhan data tersebut didapatkan dari proses wawancara dan perekaman yang dilakukan peneliti selama meneliti di Kabupaten Sambas. Keseluruhan data tersebut terdiri atas 30 jenis permainan rakyat dengan klasifikasi, yaitu 51 kata berupa klasifikasi alat, 44 klasifikasi teknik, 4 klasifikasi nama pemain, dan 30 klasifikasi nama permainan
KEMAMPUAN MENULIS TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KOTA SOLOK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, yaitu, ketika wawancara informal dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Solok pada tanggal 11 Agustus 2014 dan 24 Desember 2014, ada beberapa masalah siswa kurang berminat dalam menulis sebagai Setiap siswa ditugaskan untuk menulis, siswa yang mengeluh, dalam banyak kata-kata siswa dalam pendek korsleting, siswa yang kurang beruntung dalam menulis teks sesuai dengan struktur, karena siswa teks banyak yang tidak mampu merumuskan teks sesuai dengan struktur yang sebenarnya, Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif untuk data penelitian dalam bentuk angka dan analisis menggunakan statistik. Data dianalisis hasil tes, menguji kinerja menulis biografi teks. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menguji kemampuan siswa untuk menulis biografi teks berdasarkan orientasi kualifikasi struktur lebih cukup (LDC) daripada dengan rata-rata 72,58. Kemampuan siswa untuk menulis biografi teks berdasarkan struktur peristiwa / masalah yang kualifikasi Lebih dari Cukup (LDC) dengan rata-rata 67,74. Kemampuan siswa untuk menulis biografi teks sesuai dengan struktur kualifikasi reorientasi adalah Cukup (C) dengan rata-rata 62,09. Berdasarkan penelitian yang telah dijelaskan pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa semester pertama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Solok pada tahun akademik 2015/2016 dalam menulis teks biografi didasarkan pada struktur teks mampu menulis biografi teks kualifikasi Lebih dari Cukup (LDC) dengan nilai rata -rata 69,57
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI MELALUI PERCAKAPAN TELEPON SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3 DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE-OUTSIDE CIRCLE
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi melalui percakapan telepon Sekolah Dasar kelas 3 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle.Pelajaran Bahasa Indonesia dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Dalam pembelajaran siswa hanya mendengarkan penjelasan guru kemudian mengerjakan soal sehingga hasil belajar Bahasa Indonesia khusunya pada keterampilan berbicara tergolong masih rendah. Permasalahan pembelajaran tersebut memerlukan solusi supaya pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe inside-outside circle. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Clasroom action research).Prosedur penelitian kelas dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang digambarkan dalam dua siklus dan tiap siklus terdiri dari beberapa langkah kegiatan yang harus dilakukan antara lain: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara dan tes. Penelitian ini menyimpulkan bahwa setelah dilaksanakan penelitian dengan 2 siklus, terjadi peningkatan keterampilan berkomunikasi melalui percakapan telepon. Hal ini dibuktikan dari adanya peningkatan prosentase ketuntasan hasil belajar dan rata-rata kelas pada setiap siklusnya. Terjadinya peningkatan keterampilan berkomunikasi dikarenakan diterapkan model pembelajaran kooepratif tipe inside-outside circle pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi percakapan telepon