EXPERT
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI UNTUK AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN
Kegiatan ekonomi yang berbasis pada tanaman pangan dan hortikultura merupakan kegiatan yang sangat penting (strategis) di Indonesia. Disamping melibatkan tenaga kerja terbesar dalam kegiatan produksi, produknya juga merupakan bahan pangan pokok dalam konsumsi pangan di Indonesia. Dilihat dari sisi bisnis, kegiatan ekonomi yang berbasis tanaman pangan dan hortikultura merupakan kegiatan bisnis terbesar dan tersebar luas di Indonesia. Lampung sendiri telah dikenal sebagai lumbung padi nasional, namun dalam praktik di lapangan masih ditemui sejumlah permasalahan terutama terkait dengan ketersediaan pupuk. Artikel ini akan membahas permasalahan yang terjadi di Provinsi Lampung terkait dengan tanaman pangan khususnya padi, mulai dari rencana usaha tani hingga pemasaran dan perancangan sistem informasi terintegrasi untuk menjadi solusi pada permasalahan tersebu
TEMU LAMPUNG BERASIS WEBSITE UNTUK MEMPERMUDAH PENCARIAN TEMPAT WISATA SERTA PEMANDU WISATA DI LAMPUNG
Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatra. Letak geografis Lampung yang di sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda dan sebelah timur dengan Laut Jawa, membuat provinsi ini dikelilingi oleh berbagai wisata alam berupa pantai, dan lainnya yang tak kalah menarik dengan wilayah lain di Indonesia. Selain wisata alam berupa pantai, gunung, bukit, dsb, Lampung juga terkenal dengan Pusat penangkaran dan pelatihan gajah di Taman Nasional Way Kambas, sehingga dikenal juga sebagai Kota Gajah. Namun sayangnya, dengan segala kekayaan yang dimiliki oleh Lampung, kurang diimbangi dengan jumlahnya pengetahuan para turis terhadap kekayaan daerah ini. Penulis merancang suatu website yaitu website Temu Lampung, yang bertujuan untuk membantu dan memudahkan turis yang datang dari berbagai macam daerah untuk dapat lebih mudah melakukan pencarian tempat wisata serta pemandu wisata (tour guide) di Lampung
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN BIBIT CABAI MERAH UNGGUL
Cabai Merah di Indonesia adalah salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani, karena selain memiliki beberapa manfaat kesehatan cabai merah juga mempunyai harga jual yang tinggi. Banyaknya jenis Cabai Merah terkadang membuat para petani bingung untuk memilih bibit yang cocok dan sesuai untuk tanahnya terutama petani yang belum berpengalaman. Terlebih lagi virus dan bakteri Cabai Merah yang beranekaragam menjadi salah satu kebimbangan para petani untuk memilih bibit yang sesuai dan tidak mengalami kerugian saat panen. Dalam sistem pendukung keputusan ini, digunakan penggabungan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW) untuk menentukan alternatif terbaik dari bibit cabai merah yang akan dipilih. Empat kriteria dasar yang digunakan yakni rekomendasi dataran, ketahanan penyakit, umur panen dan potensi panen. Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot dari setiap kriteria yang kemudian di hitung menggunakan metode SAW untuk menghasilkan alternatif terbaik. Sistem Pendukung Keputusan ini diharapkan mampu memberikan bantuan dan rekomendasi alternatif terbaik kepada petani dalam memilih bibit cabai merah unggul yang sesuai dengan kebutuhan.
METODE AUDIT TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA
Menghadapi industri 4.0 di Indonesia banyak perusahaan yang mempersiapkan diri untuk transformasi digital dengan melakukan investasi dan inovasi pada sisi teknologi informasi, tidak terkecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Investasi yang banyak tentu mendorong adanya audit pada tata kelola TI pada BUMN. Audit pada sektor publik dalam hal ini adalah BUMN memiliki karakteristik yang berbeda dengan sektor privat, karena BUMN memiliki karakteristik untuk patuh pada kebijakan serta ketentuan perundangundangan. Penelitian ini menganalisis metode audit tata kelola teknologi informasi yang telah dilakukan oleh BUMN di Indonesia dan hasil yang didapatkan, dengan harapan dapat menemukan metode audit tata kelola teknologi informasi dengan praktik terbaik (best practice) sebagai salah satu acuan auditor pemerintah dalam mengevaluasi investasi TI di BUMN
METODE TOPSIS DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PENERIMAAN BEASISWA DI STMIK PRINGSEWU
Pendidikan di perguruan tinggi adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat menambah potensi yang dimiliki oleh dirinya. Fungsi pendidikan sangat penting sebagai salah satu faktor pendorong pembangunan sumber daya manusia dengan tujuan meningkatkan kemampuan pada masyarakatnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh mahasiswa yang memiliki pontensi namun tergolong kedalam status ekonomi yang rendah. STMIK Pringsewu berdiri sejak tahun 1995. Pada perguruan tinggi ini memiliki visi dan misi dapat menghasilkan mahasiswayang unggul dalam bidang teknologi informasi, dan mampu bersaing di era moderen dengan persaingan yang ketatdengan sistem pendukung keputusan penentuan penerimaan beasiswa dengan metode TOPSIS menemukan hasil jumlah tertinggi dari setiap kriteria yang telah ditentukan menyatakan bahwa alternative A dengan jumlah nilai 0,54. Ini dinyatakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan Dapat Digunakan dalam Penentuan Penerimaan Beasiswadi perguruan tinggi lainya
PENERAPAN METODE SAW (SIMPLE ADDITEVE WIEGHT) DALAM PENENTUAN KONSUMEN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS FIF GROUP)
FIFGROUP adalah grup manajemen dari beberapa perusahaan yang memiliki unit bisnis yang berbedabeda. Dalam melaksanakan kegiatan jasa layanan pembiayaan khususnya kredit sepeda motor, FIFGROUP bekerjasama dengan dealer resmi Honda yang dimana CS (Costumer Service) menjadi penyedia informasi untuk para konsumen yang mengajukan permohonan kredit sepeda motor, kemudian CS (Costumer Service) menghubungi surveyor untuk melakukan survey konsumen dimulai dari kelengkapan berkas, pekerjaan, penghasilan, status tempat tinggal. pihak perusahaan memiliki sistem evaluasi dan seleksi konsumen yang dirasa kurang efektif ketika harus melakukan penilaian untuk menentukan konsumen dalam pembelian kredit motor, karena kriteria yang digunakan dalam evalausi dan seleksi konsumen tidak bersifat objektif. Metode pengembangan system yang digunakan dalam penelitian ini memakai fase pengambilan keputusan yang terdiri dari fase intelegence, desain, choice dan implementasi. Kreteria yang digunakan meliputi kepemilikan , empat tinggal, pekerjaan konsumen, penghasilan, riwayat pembelian dan uang muka. Adapun yang dihasilkan dari penelitian ini adalah rancangan input output, rancangan sistem dan database. Dengan adanya sistem ini Pengambilan keputusan penentuan konsumen dalam pembelian kredit motor dapat lebih optimal sehingga meminimalisir terjadinya masalah selama proses kredi
PENGEMBANGAN APLIKASI PENILAIAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. BUMI MENARA INTERNUSA TANJUNG BINTANG LAMPUNG SELATAN
Perkembangan teknologi yang pesat, berpengaruh pada kemajuan pengolahan data. Dengan perkembangan tersebut maka dirancang Aplikasi Penilaian Kinerja Karyawan Pada PT. Bumi Menara Internusa untuk memudahkan dalam menilai karyawan, memilih kelayakan karyawan berdasarkan kriteria, dan mengolah data dengan perangkat Hypertext Preprocessor (PHP), database MySQL. Alat pengembangan sistem yang digunakan adalah Unified Modeling Language (UML) menggunakan use case diagram, diagram activity, dan class diagram. Metode pengembangan sistem yang digunakan Simple Additive Weighting (SAW), yang memiliki keunggulan pengembangan sistem menghemat waktu untuk memecahkan masalah, terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PADA AYAM BROILER DENGAN METODE FORWARD CHAINING
Bertenak bibit ayam broiler bukanlah hal yang mudah, banyak faktor yang harus di perhatikan. Sedari awal memulai beternak segala sesuatunya harus diatur sedemikian rupa agar berjalan maksimal dan produktif. Mulai dari perkandangan, mengurus pakan, juga memperhatikan kesehatan hewan ternak. Apalagi banyak wabah penyakit yang dapat mucul dari berbagai aspek, seperti cuaca yang tidak stabil, lingkungan yang kotor, atau pakan yang kurang sesuai takarannya. Penyakit dapat dengan mudah menyerang hewan ternak melalui berbagai bakteri yang terkandung pada udara maupun makanan. Melihat dari faktor-faktor diatas, penulis ingin menciptakan suatu alat pengukur suhu tubuh ayam yang di lengkapi dengan sistem pendeteksi penyakit berdasarkan gejala-gejala yang ditunjukan oleh ayam. Penyakit akan lebih mudah di basmi jika kita dapat mengetahui diagnosa diawal-awal terjangkit. Seperti pada masa awal masuknya bibit ayam broiler kedalam kandang akan sangat rentan bagi bibit ayam terserang penyakit jika tidak diperhatikan secara benar.Pada penelitian ini, peneliti akan membuat alat pengkur suhu tubuh untuk mengukur suhu tubuh ayam broiler. Menggunakan sensor dan mikrokontroler dan membangun sistem aplikasi android untuk melengkapi proses diagnosa penyakit
METODE ANALITICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PENENTUAN LOKASI HOME INDUSTRI DI KABUPATEN PRINGSEWU
Home berarti rumah, tempat tinggal, ataupun kampung halaman. Sedang Industry, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang dan ataupun perusahaan. Singkatnya, Home Industry adalah rumah usaha produk barang atau juga perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di rumah. Dengan menentukan lokasi industri dibutuhkan beberapa faktor penentu dari beberapa kriteria yang telah ditentukan. Penelitian ini mengembankan sistem pendukung keputusan (SPK) dengan memanfaatkan metode analytical hierarchy proses (AHP) sebgai proses penentuan lokasi industri di Kabupaten Pringsewu. Dalam proses seleksi ini degunakan beberapa faktor dari kriteria untuk menentukan lokasi industri yang mana akan ditentukan untuk dibangunnya sebuah industri, SPK ini membantu dalam menentukan lokasi mana yang akan di pilih. Penelitian ini lebih menitik beratkan kepada bagaiman merancang dan mengimplementasikan aplikasi super dicision serta dimaksudkan agar memudahkan dalam hal perhitungan. AHP digunakan sebagai metode dalam perhitungan dalam pemilihan lokasi industri
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN JURUSAN DENGAN METODE ANALYTHICAL HIERARCHY PROCESS ( STUDI KASUS : SMK GANESHA LAMPUNG TIMUR )
Kelulusan untuk siswa SMP sudah selesai. Saatnya lulusan SMP mencari sekolah untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagian besar banyak siswa lulusan SMP melanjutkan ke SMK dengan tujuan agar ketika lulus sudah mempunyai skill dan bisa membuka peluang usaha ataupun bisa langsung bekerja sesuai dengan jurusan mereka ketika melanjutkan pendidikan ke SMK. Hal yang patut disayangkan adalah kurang terarahnya mereka memilih jurusan yang ada di sekolah kejuruan yang dituju. Situasi semacam ini berdampak pada biaya pendidikan yang sudah terlanjur dikeluarkan. Jadi dengan kata lain baik pada orang tua siswa maupun pemerintah yang memberi subsidi sekolah menjadi tidak bermanfaat karena siswa tersebut tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk jurusan yang sudah dipilihnya, akibat negatifnya adalah para siswa yang drop out dikarenakan tidak mampu menyelesaikan pendidikan sampai dengan akhir. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari team penerimaan siswa kejurusan jumlah jurusan yang ada pada SMK Ganesha terdiri dari 4 Jurusan Akuntansi, Administrasi, Teknik Komputer dan Jaringan Teknik Sepeda Motor, penjurusan ditentukan oleh nilai yang disyaratkan pada masing-masing jurusan. Sistem Pendukung Keputusan pemilihan jurusan dengan Metode Analytical Hierarchy Process. Diharapkan dapat membantu team penerimaan siswa baru dalam menentukan jurusan bagi tiap siswa. Sistem Pendukung Keputusan ini diharapkan membantu sehingga dapat dengan mudah menentukan dimana yang cocok untuk siswa siswi dengan menggunakan nilai yang sudah ada dan dapat diketahui perangkingan dari setiap lokasi, kemudian data akan diolah untuk menentukan jurusan yang tepat untuk masing-masing siswa yang ada