Jurnal Teknik Kimia
Not a member yet
    233 research outputs found

    KAJIAN KARAKTERISTIK BIOCHAR DARI BATANG TEMBAKAU, BATANG PEPAYA DAN JERAMI PADI DENGAN PROSES PIROLISIS

    Get PDF
    Biochar adalah produk yang kaya karbon yang dihasilkan oleh pirolisis dari biomassa yang sangat ringan. Namun, biochar berbeda dari yang lain karena diberikan dalam tanah sebagai pembenah tanah dan bermanfaat bagi lingkungan. Biomassa batang tembakau, batang pepaya dan jerami padi dapat dibuat biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik biochar dari ketiga bahan meliputi rendemen, luas permukaan pori – pori, kadar C organic dan daya adsorbsi. Variabel yang kami gunakan dalam penelitian ini meliputi suhu pirolisis dan jenis bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan pada masing – masing suhu pirolisis sebesar 100 gram. Penentuan karakteristik biochar untuk luas permukaan pori  –  pori  menggunakan  metode  BET  (Brunauer-Emmett-Teller)  dan  untuk  C organic menggunakan metode spektofotometri. Hasil biochar yang terbaik untuk rendemen tertinggi diperoleh dari biochar batang tembakau pada suhu 550oC sebesar 30,49%. Kadar C–organik yang tertinggi pada suhu 400oC ada pada biochar batang tembakau sebesar 57,08%. Luas permukaan pori–pori tertinggi pada biochar batang tembakau sebesar 319,3715 m2/g. Sedangkan daya adsorbsi yang tertinggi terdapat pada biochar dari batang pepaya DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.108

    PROSES PRODUKSI KATALIS -Al2O3 MENGGUNAKAN METODE IMPREGNASI

    Get PDF
    Alumina (Al2O3) merupakan salah satu material keramik yang paling banyak penggunaanya sebagai katalis, support katalis. Penelitian ini bertujuan mempelajari pembuatan nano catalys γ-Al2O3 dengan metode impregnasi. Pada proses impregnasi dilakukan variasi berupa rasio logam Cr dengan Co (1:1, 1:2, 2:1) dan % loading logam promotor tehadap jumlah total katalis Cr-Co/γ-Al2O3 (5% dan 10%). Dari analisa XRD diketahui bahwa kristal γ-Al2O3 hasil sintesis berukuran 17,82 nm, kemudian dari analisa BET didapatkan hasil luas permukaan sebesar 162,840 m2g. Berdasarkan analisa XRF diketahui bahwa logam yang terkandung dalam katalis Cr-Co/γ-Al2O3. Uap keluaran reaktor dikondensasikan dan dilakukan analisa gas kromatografi (GC). Dari hasil analisa produk didapatkan bahwa katalis GACrCo1021 memiliki aktivitas yang lebih baik dari katalis lainnya berdasarkan hasil konversi etanol dan yield dietil eterDOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1088

    PRODUKSI GAS HIDROGEN DARI BIOMASSA DENGAN PROSES ANAEROB

    Get PDF
    Hidrogen dapat di produksi dari bahan bakar fosil, biomassa dan air, baik dengan proses kimia maupun biologi. Secara biologi hidrogen dapat diproduksi dengan photosintesis dan fermentasi dimana lebih ramah lingkungan dari pada proses thermo kimia dan elektro kimia. Proses ini menggunakan metode fermentasi gelap karena dinilai lebih efisien dibandingkan fermentasi terang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari waktu dan penambahan volume bakteri yang terbaik Kotoran sapi digunakan sebagai penghasil gas hidrogen dengan bakteri Clostridium Butyricum yang telah dihidrolisis menggunakan metode enzimatis sehingga menghasilkan gula reduksi. Gula reduksi dikonsumsi oleh bakteri Clostridium Butyricum yang akan menghasilkan Gas Hidrogen. Gas hidrogen tertinggi yang dihasilkan yaitu sebesar 2.45 mol H2/mol gula.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.114

    KARAKTERISASI KATALIS Fe-Co/HZM-5 UNTUK REAKSI FISCHER-TROPSCH

    Get PDF
    Produksi biofuel yang identik dengan bahan bakar fosil dapat dilakukan melalui sintesis Fishcer-Tropsch. Penggabungan katalis logam dan HZSM-5 (Fe-Co/HZSM-5) dapat menggabungkan proses polimerisasi gas sintesis (CO, H2) menjadi hidrokarbon rantai panjang dan perengkahannya dalam satu tahap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan HZSM-5 mesopori menggunakan reagen desilikasi NaOH dan mempelajari komposisi Fe-Co terhadap karakteristik katalis Fe-Co/HZSM-5. Preparasi zeolite HZSM-5 terdiri dari desilikasi NaOH, pembentukan fase amorf menggunakan larutan HNO3 dan impregnasi katalis. Pengujian kristalinitas dan karakteristik pori HZSM-5 menggunakan XRD, BET dan SEM-EDX. Impregnasi divariasikan dengan kadar Fe 10-50% dalam Fe-Co menggunakan metode incipient wetness impregnation. Hasil uji XRD pada HZSM-5 dan meso-HZSM-5 (NaOH) pada kisaran sudut 2 sebesar 7-80 dan 23-23,910 membuktikan bahwa struktur kristal masih dipertahankan pada meso-HZSM-5. Katalis logam Fe-Co yang terimpregnasi menunjukkan besaran yang mendekati besaran prosentase impregnasi katalis yang dibuat. Hasil BET HZSM-5 menunjukkan adanya kenaikan diameter pori sebelum dan setelah desilikasi dari 2,104 nm menjadi 3,029 nm, kenaikan luas permukaan dari 266,28 m2/g menjadi 526,03 m2/g, Peningkatan volume pori dari 0,14 cc/g menjadi 0,486 cc/g. Karakterisasi katalis Fe-Co/HZSM-5 menghasilkan katalis mesopori amorf yang secara fisika memenuhi kualifikasi sebagai katalis Fischer-Tropsch.Kata kunci: biofuel, desilikasi, Fischer-Tropsch, impregnasi, katalis Fe-Co/HZSM-5.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.114

    SINTESIS MEMBRAN KITOSAN SILIKA DARI GEOTHERMAL SLUDGE

    Get PDF
    Untuk memperkuat membran diperlukan modifikasi agar karakteristiknya menjadi lebih baik diantaranya kestabilan dan memperkecil pori membran sehingga pemisahan molekul lebih efektif. Dalam penelitian ini, pembuatan membran kitosan dimodifikasi dengan penambahan silika amorf dengan sumber silika didapat dari Geothermal Sludge menggunakan bahan pendukung yaitu kitosan. Kandungan silika pada geothermal sludge sebesar 97,3% , silika diambil dengan cara ekstraksi dengan NaOH 2 N. Perbandingan kitosan-silika yaitu 1:0,5 sampai 1,5:1 dilarutkan dalam variasi pengenceran larutan natrium silika 1:2 sampai 1:6. Membran kitosan-silika  kemudian dikarakterisasi gugus fungsi (uji FTIR), morfologi membran (uji SEM) , uji permeabilitas membran dan uji permselektivitas membran (fluks). Uji swelling didapatkan semakin sedikit penambahan silika, maka konsentrasi kitosan akan lebih tinggi dalam membran sehingga hasil persen swelling semakin kecil , sedangkan hasil uji fluks terbesar adalah membran kitosan-silika 1:1,5 dengan perbandingan pengenceran larutan natirum silika 1:6. Hasil spektra FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi baru setelah penambahan silka yaitu Si-OH , Si-O-Si, Si-O-C tekukan -CH dan -NH2. Penambahan silika menyebabkan membran kitosan yang rapat menjadi berongga karena muatan negatif dari kitosan yaitu OH- bereaksi dengan silika sehingga akan menarik dan membentuk rongga-rongga kecil. Membran kitosan-silika cocok digunakan pada proses filtrasi karena mempunyai pori.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.115

    PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI SABUT SIWALAN DENGAN PROSES PELEBURAN ALKALI

    Get PDF
    Metode pembuatan Asam oksalat ini secara umum adalah dengan proses Peleburan Alkali. Pada awal proses, Sabut Siwalan dikeringkan dan diayak sesuai ukuran. Ambil 20 gram Sabut Siwalan dan campurkan NaOH sesuai variabel (15, 20, 25, dan 30 %). Kemudian campuran kedua bahan tersebut dipanaskan pada suhu ±150oC dalam waktu sesuai variabel (50 ; 75 ; 100; 125  menit). Selanjutnya di filtrasi menjadi Natrium Oksalat (Na2C2O4), lalu ditambahkan CaCl2 dan diperoleh filtrat NaCl dan endapan CaC2O4. Untuk melarutkan endapan kalsium oksalat ditambahkan H2SO4, sehingga diperoleh filtrat asam oksalat (C2H2O4) dan endapan kalsium sulfate (Ca SO4). Filtrat asam oksalat sebagai produk. Pada penelitian yang telah dilakukan selulosa yang terdapat dalam Sabut Siwalan dapat diolah menjadi asam oksalat. Pada pembuatan asam oksalat ini dipengaruhi oleh waktu peleburan serta konsentrasi pelarut. Hasil asam oksalat terbaik diperoleh pada konsentrasi 20% dan waktu peleburan 100 menit dnegan kadar asam oksalat sebesar 63,311%.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.108

    KARAKTERISASI KOMPONEN AKTIF POZZOLAN UNTUK PENGEMBANGAN PORTLAND POZZOLAN CEMENT (PPC)

    Get PDF
    Pozzolan merupakan bahan yang mengandung Silica dan Alumina, dalam bentuknya yang halus dan adanya air akan bereaksi secara kimia dengan Kalsium Hidroksida pada suhu kamar dimana akan membentuk senyawa yang mempunyai sifat seperti semen. Bahan pozzolan yang digunakan ada beberapa macam diantaranya Trass Rembang, Fly Ash PT. Ipmomi, Granulated  Blast  Furnace  Slag PT. Krakatau Steel Indonesia, dan Silika Fume PT. BASF. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui karakteristik berbagai macam pozzolan bardasarkan komponen aktif didalamnya dan korelasinya terhadap kuat tekan pozzolan activity. Penelitian dilakukan di laboratorium penelitian dan pengembangan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, dengan metode eksperimen. Untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing pozzolan dilakukan beberapa pengujian diantaranya XRD, XRF, insoluble, dan kuat tekan pozzolan activity. Dari hasil penelitian, diperoleh pozzolan yang terbaik adalah Silika Fume, hal ini didasarkan pada nilai tertinggi dari kuat tekan pozzolan activity 140.84 kg/cm2, amorf 100%, silika 88.69% dan insoluble 334,97%. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.108

    APLIKASI VACUM EVAPORATOR PADA PEMBUATAN MINUMAN JAHE MERAH INSTAN MENGGUNAKAN KRISTALIZER PUTAR

    Get PDF
    Proses evaporasi ekstrak jahe merah menggunakan vacum evaporator apabila dengan barometrik condensor memerlukan energi yang cukup besar, untuk menghemat energi maka diperlukan perancangan suatu evaporator vacum yang dapat menurunkan titik didih air dan juga yang hemat energy yaitu dengan menggunakan pompa vacum yang dilengkapi penampung condensat. Pompa vacum jenis ini menggunakan energy kecil bila dibandingkan dengan menggunakan steam jet ejector dan diharapkan pada penggunaan vacum evaporator dengan pompa vacum ini akan dapat menghemat daya listrik. Evaporator menggunakan pompa vacum dengan tingkat kevacuman mencapai 0,5 atm atau 360 mm Hg dapat menurunkan suhu penguapan air sampai 80 0C sehingga diharapkan kandungan yang ada dalam jahe merah tidak banyak berubah sehingga khasiat minuman jahe merah instan masih seperti aslinya. Hasil penguapan ekstrak jahe merah ini kemudian dikristalkan dalam kristalizer putar yang dilengkapi dengan pemanas. Pemanasan dijaga pada suhu 100 0C dengan putaran 75 rpm dan kristal terbentuk dengan waktu 20 menit relatif cepat dibanding bila menggunakan kristalisasi berpengaduk.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.114

    PEMBENTUKAN ASAP CAIR DARI AMPAS NILAM DENGAN PROSES PIROLISIS

    Get PDF
    Asap cair adalah zat yang dihasilkan dari asap melewati sebuah tabung dari ruang pembakaran diisidengan pilih limbah nilam ke kondensor. Dalam kondensor, asap mendingin dan membentuk cairan,dibantu dengan penambahan air. Pirolisis merupakan teknologi konversi termal yang menarik digunakanuntuk menghasilkan bio-oil, char dan gas. Nilam Limbah pirolisis secara umum melibatkan satu setkompleks reaksi kimia. Secara keseluruhan, riset ini merupakan studi kinetik yang komprehensif danmenyeluruh Pogostemon cablin Benth pirolisis yang mendekati perilaku termal dengan mengakuihubungan antara fenomena kimia yang berbeda yang membentuk proses pirolitik. Dalam studi ini, kamimeneliti pirolisis nilam Limbah bawah N2 atmosfer pada berbagai suhu antara 250 sampai 500 °C dalamreaktor unggun tetap dilengkapi dengan pemanas, keseimbangan, siklon dan kondensor. Cairan tidurpyrolysers memberikan kinerja yang baik dan konsisten dengan hasil-hasil cairan yang tinggi biasanya 23% wt .dari nilam Limbah secara pakan kering. Di sisi lain, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkankorelasi untuk waktu tinggal (t) dengan gelar devolatilisasi atau nilai konversi zat terbang (xs). Hasilkonversi zat terbang juga telah menunjukkan kesepakatan yang baik antara prediksi nilai dengan modeldan yang diperoleh secara eksperimental. Konversi zat terbang tertinggi dalam penelitian ini adalah 82 %,dan ini diperoleh pada kondisi proses suhu 450 °C, nilam Limbah partikel 10 mesh

    SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK SISA PAKAI DENGAN VARIASI WAKTU REAKSI DAN UKURAN Ba(OH)2 SEBAGAI KATALIS

    Get PDF
    Ketersediaan bahan bakar fosil yang makin menipis jumlahnya menjadi pemicu bagi para peneliti untuk mengeksploarasi bahan bakar alternative terbaru-kan. Biodisel merupakan salah satu bahan bakar aternatif yang banyak dikembangkan, mulai dari teknologi, proses maupun bahan bakunya. Bahan baku yang sering digunakan berasal dari sawit, kelapa, zaitun, kanola maupun alpokat yang jika digunakan terus menerus akan menimbulkan masalah baru dibidang pangan. Minyak sisa pakai yang masih mengandung asam lemak menjadi salah satu bahan yang potensial sebagai bahan baku biodisel. Penggunaan katalis heterogen (Ba(OH)2.8H2O)pada variasi ukuran (25 dan 60 mesh) dan waktu reaksi (80–120 menit) sangat mempengaruhi biodisel yang dihasilkan. Biodisel dengan karakteristik terbaik didapatkan pada waktu reaksi selama 100 menit dengan ukuran katalis 60 mesh. Yield metil ester yang dihasilkan sebesar 86,8%

    223

    full texts

    233

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik Kimia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇