Jurnal Teknik Kimia
Not a member yet
233 research outputs found
Sort by
ADSORPSI Fe3+ DARI LARUTAN Fe2(SO4)3 DENGAN KITOSAN CANGKANG KUPANG PUTIH
Kitosan merupakan kitin yang telah dihilangkan gugus asetilnya dengan menggunakan basa kuat. Dalam limbah cangkang kupang mengandung 2% kitin. Limbah cangkang kupang, jumlahnya melimpah dan mudah diperoleh. Dengan memanfaatkan limbah cangkang sebagai kitosan, akan turut mengurangi terjadinya pencemaran tanah dan polusi udara. Penelitian ini untuk menentukan kondisi optimum proses adsorpsi logam Fe3+ menggunakan kitosan dari cangkang kupang putih guna mencari berat kitosan, konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 terhadap adsorpsi logam Fe3+ oleh kitosan, dan menentukan model persamaan adsorpsi yang sesuai dalam proses adsorpsi logam Fe3+ dengan kitosan cangkang kupang putih. Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi. Didapatkan hasil yakni, persen penyerapan logam Fe3+ yang terbaik pada penambahan kitosan 4gr dengan konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 300ppm sebesar 99,9896%. Proses adsorpsi ini tidak memenuhi persamaan adsorpsi Freundlich, tetapi memenuhi pada persamaan adsorpsi Langmuir. Model persamaan adsorpsi Langmuir yang diperoleh ialah, Jumlah penambahan kitosan yang terbaik ialah 4gr pada konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 900ppm dengan nilai Xm/m = 0,025190. Kata Kunci : adsorpsi; kitosan; logam Fe3+ DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.202
KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA EKSTRAKSI FLAVONOID DARI BUAH PARE DENGAN PELARUT ETANOL
Pare merupakan sejenis tumbuhan merambat yang dimanfaatkan sebagai senyawa antioksidan. Kandungan kimia buah pare adalah flavonoid, saponin, steroid, vitamin A, B, dan C. Kandungan flavonoid inilah yang dapat digunakan sebagai senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien perpindahan massa (KLa) dari proses ekstraksi flavonoid buah pare. Pengambilan flavonoid dilakukan dengan ekstraksi menggunakan labu leher tiga yang dilengkapi pengaduk, termometer, pendingin balik, dan penangas air. Ekstraksi 20 gram bubuk pare dengan etanol 70% dilakukan pada suhu 60oC, 65oC, 70oC, 75oC, dan 80oC dengan kecepatan pengadukan 300rpm dan waktu 1, 1.5, 2, 2.5, 3jam. Proses ekstraksi ini menghasilkan flavonoid terekstrak sebesar 0,2501gr/ml, 0,2616gr/ml, 0,2773gr/ml, 0,2798gr/ml, dan 0,2791gr/ml. Suhu optimum dalam pengambilan flavonoid adalah pada suhu 75oC dengan koefisien perpindahan massa (KLa) yang diperoleh sebesar 0,2879 jam-1.Kata Kunci : ekstraksi ; flavonoid ; koefisien perpindahan massa ; pare. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.202
FOTODEGRADASI ZAT PEWARNA TEKSTIL (RHODAMIN B) MENGGUNAKAN ADSORBEN BERBASIS MATERIAL KOMPOSIT KALSIUM TITANATE (CATIO3)
Komposit nanopartikel kalsium titanate (CaTiO3) berhasil disintesis melalui metode solid-state dan proses kalsinasi menggunakan kalsium karbonat (CaCO3) dan titanium oksida (TiO2) anatase. Bahan awal ditetapkan dalam perbandingan molar CaCO3/TiO2 yakni (1:1), (1:5), dan (1:7). Kedua bahan campuran CaCO3 dan TiO2 dilarutkan dan dihomogenkan melalui pengadukan. Campuran larutan yang telah homogen, diendapkan, dikeringkan dan dikalsinasi menggunakan suhu 900oC. Morfologi dan sifat mikro struktural dari bahan CaTiO3 dikarakterisasi menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan analisis energy dispersive X-ray (EDX). Komposit nanopartikel CaTiO3 selanjutnya digunakan untuk fotodegradasi zat pewarna Rhodamine B (RhB) di bawah sinar lampu UV. Hasil investigasi menunjukkan bahwa mekanisme penyerapan (adsorbsi) RhB dan sifat fotokatalitik dari CaTiO3 sangat tergantung pada komposisi bahan awal. Studi kinetika menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalitik reaksi CaTiO3 terhadap RhB mengikuti model kinetika orde pertama. Lebih lanjut, 100mg RhB dapat terdegradasi sebesar 97.37% 23.34% pada penggunaan komposisi CaTiO3 sebanyak 0.5 hingga 2.0g dalam waktu 40menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotokatalis berbasis komposit CaTiO3 sangat efektif dalam mendegradasi zat pewarna RhB. Hal ini dikaitkan dengan besarnya luas permukaan aktif katalis serta kemampuan menghasilkan ion radikal pendegradasi RhB dari proses pemisahan muatan. Kata kunci: CaTiO3; fotodegradasi ; fotokatalisis ; pewarna tekstil ; rhodamine B DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.202
GARAM SEHAT RENDAH NATRIUM MENGGUNAKAN METODE BASAH
Garam konsumsi (NaCl) merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, diantaranya sebagai bumbu dan pengawet makanan. Selama ini kebanyakan orang mengonsumsi makanan hanya memikirkan selera dan rasanya saja sehingga kurang memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Hipertensi adalah salah satu permasalahan dalam tubuh, karena peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Sebenarnya, garam konsumsi yang dijual bukanlah penyebab dari meningkatnya tekanan darah. Namun, kandungan natrium di dalam garam itulah yang menyebabkan hipertensi. Garam sehat diharapkan dapat menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi yang memiliki kadar maksimum natrium sebesar 60% berat dan kadar kalium maksimum sebesar 40% berat. Pada penelitian ini akan dibuat garam rendah Natrium dengan penambahan Kalium Klorida (KCl) sebagai bahan campuran. Kadar Natrium dalam garam konsumsi nantinya akan menurun dengan penambahaan kalium klorida, penambahan dilakukan dengan perbandingan massa NaCl dan KCl 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, 3:1 dari total massa bahan yang nantinya setiap bahan akan dilarutkan dan diaduk menjadi satu dengan suhu pengadukan 40°C, 70°C, 100°C. Diaduk hingga terjadi proses rekristalisasi. Perbandingan yang paling baik dalam percobaan ini, untuk mendekati garam dengan kadar NaCl 60% dan KCl 40%, yaitu pada perbandingan massa NaCl dan KCl 1:1 pada suhu 70°C. Kata kunci : garam konsumsi ; garam sehat ; hipertensi ; kalium klorida ; natrium klorida. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.204
DEMINERALISASI AIR AC DENGAN MEMBRANE REVERSE OSMOSIS
Proses demineralisasi merupakan proses penghilangan garam mineral di udara, sehingga udara yang dihasilkan memiliki kemurnian yang tinggi. Air demin merupakan produk air yang memiliki kandungan mineral olahan di dalamnya atau air yang tidak mengandung mineral. Penelitian ini menggunakan proses Reverse Osmosis. Membrane reverse osmosis adalah membran semi berpori yang melepaskan molekul menggunakan tekanan lebih besar dari tekanan osmotik yang dilakukan secara alami untuk menghilangkan udara yang terkontaminasi dalam prosesnya. Peneliti menggunakan air limbah AC sebagai bahan utama, dan menggunakan membrane reverse osmosis, jenis membran spiral, bahan membran poliamida, komposit film tipis. Penelitian dilakukan dengan tekanan 30, 50, 70psi dan waktu operasi 20, 40, 60, 80, 100menit. Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, kadar udara AC yang memenuhi baku mutu air demineralisasi adalah nilai TDS pada tekanan 50psi dengan waktu operasi 100menit, total coliform terbaik pada tekanan 50psi dengan waktu operasi 100menit yang tidak menghasilkan total coliform, dan kadar timbal (Pb) pada 30psi dengan waktu operasi 80menit. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.230
EUGENOL DARI DAUN CENGKEH MENGGUNAKAN METODE STEAM-HYDRO DISTILLATION MICROWAVE DENGAN VARIASI PERLAKUAN BAHAN DAN DAYA OPERASI
Pengambilan Eugenol dari daun cengkeh menjadi upaya untuk memanfaatkan daun cengkeh yang kerap kali dianggap sebagai sampah dan tidak memiliki nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan minyak atsiri dari daun cengkeh dengan variasi perlakuan bahan dalam memperoleh yield dan randemen yang maksimal dan mengetahui daya operasi dalam proses Steam Hydro Destilation Microwave. Metode yang digunakan untuk pengambilan Eugenol dari daun cengkeh yaitu metode Steam Hydro Destilation Microwave. Berdasarkan analisa, rendemen terbaik yaitu sebesar 1,65% didapatkan pada daya 260 watt dan pada perlakuan bahan diangin-anginkan. Kadar terbaik didapatkan pada perlakuan bahan yakni diangin anginkan dan pada daya 260 watt yaitu 92,67%. Sedangkan pada daya 230 watt, kadar Eugenol belum mencapai optimal dan pada daya 290 watt kadar Eugenol menurun dari hasil optimal. Daya operasi dan perlakuan bahan mempengaruhi kadar Eugenol yang dihasilkan karena pada daya tertentu Eugenol mencapai titik optimal dan perlakuan bahan yang paling baik adalah yang sedikit mengandung air. Kata kunci: Daun Cengkeh; Daya; Eugenol; Steam Hydro Destilation Microwave; Perlakuan Bahan. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.202
SINTESIS KOMPOSIT FIBER-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI DAN PULP DENGAN METANOL
Komposit merupakan suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing – masing bahan berbeda atau sama lainnya. Saat ini banyak dikembangkan komposit berbasis serat alami sebagai pengganti serat sintetis, salah satunya adalah Komposit Fiber-Silika yang berasal dari proses sintesis pulp dengan abu sekam padi dengan adanya penambahan asam pada proses asidifikasi. dipilih sumber silika dari abu sekam padi karena sumbernya yang berlimpah, mudah diperoleh, dan dapat meningkatkan daya guna dari limbah pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sintesis silika-selulosa dari sodium silika dan pulp dengan pengaruh metanol yang berfungsi untuk meregenerasi selulosa sehingga membentuk fiber. Proses yang digunakan adalah proses ekstraksi. Abu sekam padi di ekstraksi dengan larutan natrium hidroksida, kemudian dicampur dengan larutan pulp. Dari hasil penelitian yang didapat, komposit Fiber-Silika dapat dibuat menggunakan fiber selulose dari silika dan pulp dengan metanol. Pencampuran pulp dengan metanol mampu meregenerasi selulose dan membentuk presipitat fiber selulose. Kemudian, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, kadar silika terbesat terdapat pada pulp 0,3 gram pH 6 dengan kandungan sebesar 97,6 %. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.230
PENENTUAN KADAR PROTEIN PADA SPIRULINA PLATENSIS MENGGUNAKAN METODE LOWRY DAN KJELDAH
Kadar protein yang sangat tinggi pada spirulina platensis atau ganggang hijau kebiruan ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk bahan baku industri makanan. Untuk memperoleh kandungan protein yg tinggi, terlebih dahulu dilakukan kultivasi spirulina menggunakan air laut yg dicampur dg air RO dg media pupuk walne Adapun untuk menentukan kandungan protein yg terdapat pada spirulina platensis hasil kultivasi bisa digunakan metode Lowry dengan spektrofotometer UV-VIS, panjang gelombang 650 nm, reagen folin dan larutan yg lain sehingga diketahui kadar protein.nya menggunakan larutan BSA (Bovine Serum Albumin). dan sebagai pembanding digunakan metode Kjeldahl, karena pada metode ini biasa digunakan secara Internasional dan masih merupakan metode standar untuk perbandingan terhadap semua metode lainnya. Pada metode ini presisinya tinggi dan biasa digunakan untuk estimasi protein. Sebagai pelarut digunakan HCl karena jenis pelarut ini memiliki tekanan osmotik cukup tinggi sehingga dapat dengan mudah memisahkan protein terhadap komponen yg lain. Dalam penelitian ini digunakan variabel kecepatan sentrifugal, kecepatan magnetic stirer dan lamanya pengadukan pada magnetic stirer, dan hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein tertinggi diperoleh menggunakan metode Lowry.pada kecepatan sentrifugal 6000 rpm, kecepatan magnetic stirrer 500 rpm dan waktunya 15 menit sebesar 37,5144 % DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.230
SYNTHESIS OF CELLULOSE AEROGEL FROM KAPOK FIBER FOR CLEANING THE WASTE OF LUBRICANT OIL
Cellulose aerogel is known to be superior in removal of oil pollutants and organic solvent. This research developed the synthesis of cellulose aerogel from kapok fiber, application as an adsorbent for lubricating oil waste and its reusability. Chemical delignification was carried out by immersing the kapok fibers in NaOH 6% solution at 100oC for 1h to obtained a cellulose of 65.5% (SNI-2009). The effect of urea concentration on adsorbent products was studied in the range of 8-16w%. Whereas the effect of cellulose was studied at a concentration range of 0.5-1.5w%. The gelation stage was carried out by adding cellulose in a NaOH/urea solution accompanied by stirring (1000rpm) for 15minutes. The mixture was cooled at 0 oC for 48h to form a gel. The formed gel is dried by the freeze drying method at -45°C. The cellulose aerogel from kapok fiber with a density of 0.11g/cm3 and porosity of 92.46% had an absorption capacity of up to 11.987g/g in the first cycle. The use of each aerogel cellulose sample to absorb lubricant oil waste reached a maximum of three cycles. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.230
KAJIAN KUALITAS KOMPOSISI ADSORBEN BERBAHAN BAKU LUMPUR PANAS SIDOARJO
Lumpur panas Sidoarjo dapat dimanfaatkan sebagai adsorben karena memiliki kandungan SiO2 sebesar 47,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu aktivasi dan konsentrasi asam sulfat (H2SO4) pada proses aktivasi terhadap kualitas komposisi produk adsorben. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbandingan silika (SiO2) dengan alumina (Al2O3) pada produk yang telah dibuat untuk dibandingkan dengan adsorben yang beredar di pasaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah aktivasi secara kimia. Aktivasi ini berfungsi untuk memperbesar pori-pori suatu zat menggunakan zat aktivator. Proses aktivasi kimia dilakukan dengan cara mencampur larutan aktivator H2SO4 (1N, 2N, 3N, 4N, 5N) dengan serbuk lumpur panas Sidoarjo selama variabel waktu yang ditentukan (1jam; 1,5jam; 2jam; 2,5jam; 3jam) pada suhu 100oC. Sebelum dan sesudah proses aktivasi, serbuk lumpur panas Sidoarjo dianalisa komposisi dan luas permukaannya. Hasil yang didapatkan setelah proses aktivasi terdapat perubahan persentase antara SiO2, Al2O3, dan Fe2O3, dan juga penambahan luas permukaan pori. Pada data adsorben lumpur panas Sidoarjo dengan aktivator H2SO4 5N 2,5jam memiliki komposisi SiO2 sebesar 78,1%, Al2O3 sebesar 12%, Fe2O3 sebesar 5,78% dan luas permukaan sebesar 170,539 m2/g. Kata kunci : adsorben ; aktivasi ; alumina ; asam sulfat ; lumpur panas Sidoarjo ; silika DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.203