Jurnal Kesehatan Melayu
Not a member yet
    23 research outputs found

    Kejadian Menggigil Pasien Pasca Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal yang Ditambahkan Klonidin 30 mcg Intratekal di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Indonesia

    Full text link
    Menggigil pasca anestesia merupakan mekanisme kompensasi tubuh yang dapat menimbulkan efek samping antara lain pasien merasa tidak nyaman bahkan nyeri hingga dapat meningkatkan kebutuhan oksigen karena adanya peningkatan aktifitas otot. Menggigil pasca anestesi pada pasien yang menjalani seksio sesarea yang dilaporkan berkisar antara 37-57%. Kejadian tersebut dapat diatasi dengan beberapa cara salah satunya dengan pendekatan farmakologis. Klonidin merupakan parsial agonis α2adrenergik yang secara ekstensif dievaluasi sebagai adjuvan anestesi spinal dan memiliki efek anti menggigil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian menggigil, karakteristik menggigil, dan perubahan tanda vital pasien seksio sesarea pasca anestesi spinal yang diberikan klonidin 30 mcg intratekal. Penelitian ini bersifat deskriptif. Observasi dilakukan di ruang pemulihan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 30 pasien. Hasil penelitian menunjukkan 5 dari 30 pasien (16,7%) mengalami kejadian menggigil. Berdasarkan derajat menggigil, 25 pasien (83,3%) derajat 0, dan 5 pasien derajat 1 (16,7%).  Pada penelitian ini perubahan suhu tubuh, tekanan darah, dan denyut nadi hanya terjadi sedikit perubahan

    Pengaruh Kelainan Refraksi terhadap Prestasi Belajar Murid Sekolah Dasar X Pekanbaru

    Full text link
    Prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internalnya adalah kesehatan mata. Anak yang mengalami kelainan refraksi berpotensi untuk mengganggu prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelainan refraksi terhadap prestasi belajar siswa SD X Pekanbaru. Design penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling pada 555 murid. Pemeriksaan visus digunakan untuk mendeteksi kelainan refraksi sedangkan ranking di sekolah digunakan sebagai acuan prestasi belajar siswa. Prevalensi kelainan refraksi ditemukan pada 16%. Hasil uji statistik tidak memperlihatkan adanya perbedaan prestasi belajar pada anak dengan atau tanpa kelainan refraksi. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan tidak adanya pengaruh kelainan refraksi terhadap prestasi belajar pada murid sekolah dasar

    Perkiraan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Jari Tengah Tangan

    Full text link
    Tinggi badan merupakan hal yang penting dalam memprediksikan dan mengidentifikasi individu atau korban tak dikenal akibat kecelakaan pesawat, mutilasi, bencana dan musibah lainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rumus regresi perkiraan tinggi badan berdasarkan panjang jari tengah subjek laki-laki dan perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala berjumlah 287 orang yang diambil dengan metode systematic random sampling. Pengukuran antropometri yang berupa tinggi badan dan panjang jari tengah kanan dan kiri. Data akan dianalisis statistik dengan uji korelasi Pearson dan rumus regresi linier.Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara panjang jari tengah dengan tinggi badan dengan nilai korelasi(r) 0,541-0,668 dan nilai sig = 0,000 (sig.<0,05). Didapatkan formula perkiraan tinggi badan yaitu, Laki-Laki: Tinggi Badan (cm) = 94,217 + 6,736 (panjang jari tengah kanan (cm)) Standar Error(SE) ±7,444; Tinggi Badan (cm) = 98,696 + 6,318 (panjang jari tengah kiri (cm)) SE ±7,701; Perempuan: Tinggi Badan (cm) = 103,153 + 5,299 (panjang jari tengah kanan (cm)) SE ±7,591; Tinggi Badan (cm) = 104,254 + 5,239 (panjang jari tengah kiri (cm)) SE ±7,552. Tinggi badan seseorang dapat ditentukan dengan mengukur panjang jari tengah

    Hubungan Enterobiasis dengan Status Gizi pada Anak di Dua Panti Asuhan Pekanbaru

    Full text link
    Penyakit kecacingan masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Enterobius vermicularis dapat menyebabkan enterobiasis yang sering terjadi pada anak. Biasanya mengenai anak di lingkungan tempat tinggal yang padat dan kebersihan yang kurang terjaga. Enterobiasis pada anak akan mempengaruhi status gizi sehingga akan mengganggu tumbuh kembang. Panti asuhan merupakan salah satu tempat yang tinggi risiko penularannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian enterobiasis dan hubungannya dengan status gizi pada anak di dua Panti Asuhan Pekanbaru. Pemeriksaan enterobiasis dilakukan dengan metode anal swab, dan status gizi ditentukan dengan rumus IMT/U menggunakan software Antroplus dari WHO. Sebanyak 66 anak yang diperiksa didapatkan 45,5% menderita enterobiasis. Sebagian besar (83,3%) anak mempunyai status gizi normal. Berdasarkan uji statistik tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara enterobiasis dengan status gizi (p>0,05). Diduga banyak faktor yang mempengaruhi kejadian enterobiasis seperti prilaku higiene, sanitasi dan keadaan tempat tinggal yang meningkatkan risiko penularan khususnya pada anak yang tinggal berkelompok secara bersama seperti di panti asuhan

    Gambaran Densitas Demodex Spp. pada Mahasiswa Berjerawat di Fakultas Kedokteran Universitas Riau

    Full text link
    Demodex folliculorum dan Demodex brevis merupakan parasit pada folikel rambut dan kelenjar pilosebasea pada kulit manusia. Pada mayoritas individu normal, tungau Demodex yang memakan sel epitel folikel rambut atau kelenjar pilosebasea tidak menimbulan gejala, akan tetapi pada densitas yang tinggi di kulit manusia dengan jumlah ≥5 tungau dalam 1 cm2, Demodex berubah menjadi patogen atau disebut infestasi Demodex (demodicosis). Secara klinis manifestasi infestasi Demodex mirip dengan akne vulgaris sehingga dalam klinis kadang sulit membedakan infestasi Demodex dengan akne vulgaris. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui densitas Demodex pada mahasiswa berjerawat, hubungan jenis kelamin degan infestasi Demodex, hubungan tingkat keparahan jerawat dengan infestasi Demodex, dan hubungan tingkat gangguan kualitas hidup dengan infestasi Demodex. Data dikumpulkan melalui kuisioner Cardiff Acne Disability Index (CADI), Global Acne Grading Sytem (GAGS), dan pemerikaan tungau Demodex dengan KOH 10%. Perhitungan statistik menggunakan statistik deskriptif dan statistik analitik menggunakan chi-square (p0,01)

    Aspek Farmakologi Retinoid pada Kosmeseutikal

    Full text link
    Retinoid merupakan salah satu senyawa aktif yang paling luas penggunaannya di bidang dermatologi, yaitu sebagai anti-akne, anti-aging dan depigmenting agent. Penggunaan retinoid dapat menimbulkan iritasi pada kulit yang dapat diminimalkan dengan cara pemakaian konsentrasi dan frekuensi yang dinaikkan bertahap. Selain itu, retinoid memiliki potensi teratogenik sehingga harus dihindari penggunaannya pada wanita hamil dan usia produktif

    Vaksin Human Chorionic Gonadotropin (hCG) sebagai Kandidat Kontrasepsi Imunologi pada Wanita

    Full text link
    Tercatat pada tahun 2017 ada sekitar 7,5 miliar jumlah populasi manusia dengan angka pertumbuhan 1 miliar setiap 12 tahun. Peningkatan populasi ini terjadi 95% di negara berkembang. Setiap tahun ada sekitar 80 juta wanita di seluruh dunia setiap tahunnya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan dan sebagian besar wanita pada kelompok ini menggunakan beberapa metode kontrasepsi yang telah tersedia. Oleh karena itu, diperlukan metode kontrasepsi baru dan lebih baik yang dapat diterima, efektif, dapat dijangkau dan tersedia diberbagai negara berkembang, yaitu dengan metode kontrasepsi imunologi. Salah satu metode kontrasepsi imunologi pada wanita adalah vaksin hCG. Vaksin hCG ini pertama kali dipublikasikan oleh Talwar, et al pada tahun 1976 dan menjadi satu-satunya metode kontrasepsi imunologi yang telah melewati uji klinis fase II. hCG merupakan target potensial dan terbaik dalam mencegah kehamilan tanpa adanya efek samping yang merugikan. Berbeda dari kontrasepsi steroid yang dapat menghambat ovulasi, metode vaksin hCG tidak menganggu ovulasi dan produksi hormon steorid seks serta tidak menganggu keteraturan siklus menstruasi. Baik protein ujung C (CTP) dari β-hCG maupun β-hCGnya sendiri telah digunakan sebagai kandidat imunogen untuk mengembangkan kontrasepsi imunologi. Metode ini diketahui aman, efektif menekan angka kehamilan dan bersifat reversibel

    Nilai-Nilai Luhur dalam Profesi Kedokteran: Suatu Studi Kualitatif

    Full text link
    Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) sebagai bentuk akuntabilitas profesi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur profesi kedokteran.  KODEKI yang sangat bernuansa Hippocratesian dan deontologis, banyak menuai kritik, di kalangan profesi itu sendiri.  Kode etik yang berdasarkan teleologi belum berkembang dengan baik. Teleologi menghendaki agar pemilihan keputusan didasarkan pada perkiraan hasil akhir yang sesuai dengan situasi yang dihadapi, sehingga tercapai nilai maksimum dari rasio keuntungan terhadap kerugian.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mendapatkan nilai-nilai luhur dalam profesi kedokteran.  Pengumpulan data studi kualitatif dilakukan dengan metode wawancara mendalam terhadap informan yang terdiri dari anggota MKEK aktif. Informan dikategorikan: sangat senior, senior dan yunior.  Kategori ini berdasarkan lamanya pengalaman di Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) dan kedudukan informan dalam MKEK. Wawancara didokumentasikan dengan alat perekam yaitu tape recorder, setelah itu dilakukan pentranskripan. Validasi dilakukan dengan cara membandingkan interpretasi hasil transkrip antara peneliti dengan salah seorang anggota MKEK lainnya.  Dari penelitian kualitatif didapatkan bahwa nilai-nilai utama yang menjadikan profesi kedokteran merupakan profesi luhur adalah altruisme (tanpa pamrih) dan idealisme profesi

    Inkontinensia Urin pada Lanjut Usia di Panti Werdha Provinsi Riau

    Full text link
    Inkontinensia urin (IU) diartikan sebagai keluarnya urin tanpa disadari yang dapat diamati secara objektif, serta menimbulkan masalah sosial dan kebersihan. IU merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada lanjut usia (lansia). Pada penelitian ini akan dinilai gambaran prevalensi dan dampak IU, serta kualitas tidur pada lansia di Panti Werdha Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang yang dilakukan pada 30 orang lansia berusia lebih dari 60 tahun menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, antara lain Incontinence Impact Questionnaire-7 (IIQ-7), Urogenital Distress Inventory-6 (UDI-6), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Pada penelitian ini diketahui bahwa 16 orang (53,33%) lansia mengalami IU, dan  umumnya adalah perempuan. Tipe IU yang ditemukan, antara lain tipe urgensi sebanyak 14 orang (87,5%), tipe stres sebanyak 1 orang (6,25%) dan tipe luapan sebanyak 1 orang (6,25%). IU diketahui berdampak pada aktivitas fisik (44,44%), perjalanan (44,44%) dan kesehatan emosional (11,12%). Lansia yang mengalami IU memiliki kualitas tidur yang tidak baik (100%) dan waktu tidur yang singkat (68,75%). Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi IU pada lansia di Panti Werdha Provinsi Riau cukup tinggi dengan distribusi terbanyak adalah tipe urgensi. IU diyakini sangat berdampak pada aktivitas fisik, emosi dan kualitas tidur

    Profil Kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak yang Diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara Dumai (2009-2013)

    Full text link
    Kekerasan seksual merupakan permasalahan hukum di masyarakat dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Kekerasan seksual adalah salah satu dari kejahatan yang angka peningkatan kasus yang tinggi dan kasus kejahatan yang paling serius. Angka kekerasan seksual meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan metode total sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 120 kasus kekerasan seksual dari tahun 2009 sampai 2014. Secara umum, korban berjenis kelamin perempuan (99,1%) dengan usia 0-18 tahun (95,8%) dan merupakan seorang pelajar (59,17%). Kasus paling sering adalah kasus kekerasan (95,83%) dengan kekerasan tumpul (99,16%), dimana sebagian besar korban memiliki robekan lama pada selaput dara (68,33%). Kepolisian yang paling banyak meminta pembuatan Visum et repertum dari kekerasan seksual adalah kepolisian resor Kota Dumai (76,67%)

    23

    full texts

    23

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Melayu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇