Jurnal Kesehatan Melayu
Not a member yet
23 research outputs found
Sort by
Analisis Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan
Pemberdayaan masyarakat merupakan lini terdepan dalam promosi kesehatan dan wajib dilaksanakan oleh seluruh puskesmas. KepMenKes no 128/MenKes/SK/2/2004, Dinas Kesehatan bertanggung jawab menyelenggarakan kesehatan masyarakat, salah satu fungsi peran puskesmas merupakan pusat pemberdayaan masyarakat dengan strategi kemitraan dengan kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan di Kota Pekanbaru.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei.Sampel penelitian adalah sepuluh puskesmas di Kota Pekanbaru, pengambilan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner, catatan program dan data sekunder dari profil Puskesmas.Hasilnya dari delapan Organisasi Masyarakat, untuk Posyandu seluruh Puskesmas sudah dilaksanakan. Gambaran aspek pemberdayaan masyarakat di Kota Pekanbaru yang terdiri dari (3 aspek) : keaktifan tokoh masyarakat, ketersediaan organisasi kemasyarakatan dan UKBM, pemanfaatan sarana dan material dari masyarakat sudah terlaksana secara optimal. Namun, pada 4 aspek, yaitu ketersediaan dana masyarakat, penggunaan pengetahuan masyarakat, teknologi dari masyarakat, dan pembuatan keputusan oleh masyarakat belum terlaksana seluruhnya. Masih banyak kegiatan organisasi dan UKBM yang tidak berjalan optimal kecuali posyandu aktif. UKBM polindes masih sangat sedikit dilakukan di wilayah kerja puskesmas di Kota Pekanbaru. Keterkaitan pelaksanaan fungsi pemberdayaan oleh puskesmas dengan sumber daya dan proses manajerial puskesmas sudah dalam kategori baik. Sedangkan pada ketersediaan jejaring dan organisasi termasuk kategori cuku
Tuberkulosis Paru Resisten Obat dengan Komorbiditas Diabetes Mellitus
Kami laporkan kasus seorang laki-laki, 46 tahun dengan tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) dengan Diabetes Melitus (DM) sebagai komorbid. Faktor risiko TB RO adalah kekambuhan dan kronisitas infeksi TB. Pasien pernah mendapatkan pengobatan anti tuberkulosis lini pertama kategori I dan kategori 2 tahun 2010 dan 2012 kemudian gejala klinis muncul kembali pada tahun 2014. Diagnosis TB RO ditegakkan dari pemeriksaan tes cepat molekuler dan kultur sensitivitas. Pasien mendapatkan pengobatan TB RO standar terdiri atas kanamisin/capreomisin, levofloksasin dosis tinggi, sikloserin, Etionamid, ethambutol dan pirazinamid yang diselesaikan dalam waktu 2 tahun dengan hasil/Respon klinik dan laboratorium yang baik. Selain monitoring efek samping obat, pengendalian gula darah pada pasien ini menambah kompleksitas managemennya. Kasus ini menggambarkan bahwa DM dan riwayat kekambuhan meningkatkan risiko TB RO. Penanganan TB RO sesuai standar memiliki angka kesembuhan yang menjanjikan
Kejang Demam
Kejang atau tidak kejang adalah masalah yang sering terlihat di klinik setiap hari. Praktisi umum atau dokter anak harus dapat membedakan kejang atau tidak kejang, dan memberikan perawatan yang benar, Banyak penyakit yang dapat menyebabkan kejang, contoh ensefalitis, meningitis, cedera otak, neoplasma otak, masalah sirkulasi darah ke otak, ketidakseimbangan elektrolit, gangguan metabolisme, penyakit degeneratif, atau hiperpireksia. Dari banyak penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan kejang, dalam hal ini yang dibahas adalah kejang demam dan pengobatan kejang, lebanyakan kasus menunjukkan pengobatan kejang yang sering tidak memada