Jurnal Teknologi Laboratorium
Not a member yet
    97 research outputs found

    Efektivitas Berbagai Konsentrasi Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Sebagai Media Alternatif Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans

    No full text
    Infeksi jamur kulit cukup banyak ditemukan di Indonesia, salah satu disebabkan oleh Candida albicans yaitu kandidiasis.Penyakit ini dapat diperiksa secara makroskopis dengan media SDA yang harganya cukup mahal, higroskopis dan tidak diperoleh sembarang tempat sehingga perlu dibuat media alternatif salah satunya yaitu menggunakan kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai konsentrasi kacang kedelai (Glycine max (L.) Merill) sebagai media alternatif terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau percobaan dengan post test with control group.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2015 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Obyek penelitian ini adalah kacang kedelai konsentrasi 2%, 4%, 6% dan 8% yang diujikan terhadap Candida albicans sebagai subyek penelitian. Media SDA (Sabouraud Dextrose Agar) digunakan sebagai kontrol terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Pengolahan data yang digunakan meliputi uji deskriptif dan uji efektivitas. Hasil yang diperoleh diuji dengan uji deskriptif, didapatkan rata-rata koloni pada media kacang kedelai konsentrasi 2%, 4%, 6% dan 8% yaitu sebesar 3,67 koloni, 4,83 koloni, 5,17 kolonidan 5,33 koloni. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa kacang kedelai dapat digunakan sebagai media alternative terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans pada konsentrasi minimal 4% dengan hasil persentase sebesar 107,33%.Semakin tinggi konsentrasi kacang kedelai semakin banyak jumlah koloni yang dihasilkanInfeksi jamur kulit cukup banyak ditemukan di Indonesia, salah satu disebabkan oleh Candida albicans yaitu kandidiasis.Penyakit ini dapat diperiksa secara makroskopis dengan media SDA yang harganya cukup mahal, higroskopis dan tidak diperoleh sembarang tempat sehingga perlu dibuat media alternatif salah satunya yaitu menggunakan kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai konsentrasi kacang kedelai (Glycine max (L.) Merill) sebagai media alternatif terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau percobaan dengan post test with control group.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2015 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Obyek penelitian ini adalah kacang kedelai konsentrasi 2%, 4%, 6% dan 8% yang diujikan terhadap Candida albicans sebagai subyek penelitian. Media SDA (Sabouraud Dextrose Agar) digunakan sebagai kontrol terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Pengolahan data yang digunakan meliputi uji deskriptif dan uji efektivitas. Hasil yang diperoleh diuji dengan uji deskriptif, didapatkan rata-rata koloni pada media kacang kedelai konsentrasi 2%, 4%, 6% dan 8% yaitu sebesar 3,67 koloni, 4,83 koloni, 5,17 kolonidan 5,33 koloni. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa kacang kedelai dapat digunakan sebagai media alternative terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans pada konsentrasi minimal 4% dengan hasil persentase sebesar 107,33%.Semakin tinggi konsentrasi kacang kedelai semakin banyak jumlah koloni yang dihasilka

    Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Kadar Trigliserida Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperlipidemia

    No full text
    Cardiovascular disease is a disease that causes the most deaths in the world. One of its main risk factor is triglyceride levels which make the emergence of plaque in coronary artery. Statin as an option drug in reducing triglyceride levels apparently reported to cause myopathy and kidney failure when used in a long term. Natural product like red dragon fruit began to be developed as a safer alternative. The content of various substances such as niacin, vitamin C and fiber in it useful as antihypertriglyceridemia. This study aims to determine the effect of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) juice to the decrease of triglyceride levels in hyperlipidemic white rats (Rattus norvegicus). This study was an experimental study with pre and post test with control group design. The subjects were 24 male experimental animals (Rattus norvegicus) were divided into 4 groups: one positive control group given simvastatin 0.18 mg/ 200 gram of  weight and three groups treated with red dragon fruit juice doses of 3.6; 5.4 and 7.2 gram/ 200 gram of weight. Then, data were analyzed escriptively with One-Way ANOVA test using SPSS 16.0 for Windows. Results with descriptive analysis obtained that mean of positive control’s pre-test triglyceride level was 104.80 mg/ dl and treatment groups I, II and III respectively 108.15 mg/ dl, 106.47 mg/ dl and 107.43 mg/ dl whereas positive control’s post-test triglyceride level was 51.09 mg/ dl and for the treatment groups were 94.64 mg /dl, 71.01 mg/ dl and 58.75 mg/ dl. One Way ANOVA test obtained p <0.05 which indicated the difference between the treatment of various doses of red dragon fruit juice to white rats’ triglyceride levels. Based on that, means there is the effect of various doses of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) juice to the decrease of triglyceride levels in hyperlipidemic white rats (Rattus norvegicus)

    Efektivitas Berbagai Konsentrasi Infusa Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) terhadap Daya Antibakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro

    No full text
    Staphylococcus aureus is one of the acne-causing bacterias. Chemical compound in the Bay leaves are well-known as an antibacterial agent to inhibit the growth of Staphylococcus aureus. This study aimed to determine the influence of various Bay leaf (Eugenia polyantha Wight) infusing concentration toward the inhibition of Staphylococcus aureus growth. This research is experimental study with post-test and control group design. The sensitivity test methods toward Staphylococcus aureus were divided into five groups of bay leaf infusing concentration of 60%, 70%, 80%, 90%, and 100%. This method are used in 6 times to obtained 30 datas. Then, the datas were analyzed descriptively and analytically by ANOVA using SPSS 16.0 for Windows. The infusion of Bay leaves had inhibition activity against Staphylococcus aureus growth based on ANOVA test which showed a significance value 0.000 <0.05. There was a proof that the infusion of Bay leave have an effect to inhibit the growth of Staphylococcus aureus

    Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam (Eugenia polyantha Wight.) Terhadap Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) Serum Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia

    No full text
    High levels of LDL cholesterol can lead to heart disease because of clogging and hardening of the arteries. One of the medicinal plants that can reduce levels of LDL cholesterol in the blood is a bay leaf. The content of flavonoids and tannins in the bay leaves serves to lower levels of fat and cholesterol in the blood. This study aims to determine the effect of decoction of bay leaves (Eugenia polyantha Wight.) to the decrease LDL cholesterol level in mice (Rattus norvegicus) with hypercholesterolemia. This study is purely experimental research with Pre and Post Test With Control Group Design, using 25 white rats as experimental animals were divided into five groups, which are the positive control group, three treatment groups and the comparison group. LDL cholesterol levels were measured by the method of Precipitation Reagent For In Vitro Determination of LDL cholesterol with the CHOD-PAP by photometric systems. Data were analyzed descriptively and statistically using One Way ANOVA test and t-test independent sample. Descriptive analysis found the percentage of the decrease of serum LDL cholesterol levels in mice of hypercholesterolemia at doses 0.18 gram/200 gram of weight was 25.96%, at dosess 0.27gram/200 gram of weight was 23:45%, and at doses 0.36 gram/200 gram of weight was 35.94%. Results of One Way ANOVA test showed a significance of 0.000 which means there is the effect of decoction of bay leaves to the decrease of LDL cholesterol levels in mice with hypercholesterolemia. T-test results found that the decoction of bay leaves at doses 0.36 gram/200 gram of weight lowers LDL cholesterol levels were comparable with administration of simvastatin at doses 0.18 mg/200 gram of weight (P > 0.05).The conclusion of this research was the decoction of bay leaves may lower serum LDL cholesterol levels in hypercholesterolemic mice with percentage of 25.96% at doses 0.18 gram/200 gram of weight, 23:45% at doses 0.27 gram/200 gram of weight, and 35.94% at doses 0.36 gram/200 gram of weight. The decoction of bay leaves at doses 0.36 gram/200 gram of weight may lower LDL cholesterol levels which comparable with administration of simvastatin at doses 0.18 mg/200 gram of weight (p > 0.05)

    PENGARUH LAMA PERENDAMAN KORO BENGU (Mucuna pruriens) DALAM AIR KAPUR (Ca(OH)2) TERHADAP KADAR ASAM SIANIDA (HCN)

    No full text
    Latar belakang: Masyarakat Indonesia masih menitikberatkan pada komoditas kacang kedelai sebagai sumber utama protein, sedangkan pemanfaatan komoditas lain seperti koro benguk masih sangat minim. Minimnya pemanfaatan koro benguk ini karena di dalamnya terkandung senyawa alami berupa glokusida sianogenik yang dapat mengalami hidrolisis enzimatis menjadi asam sianida (HCN) yang bersifat racun. Karena asam sianida bersifat asam yang sangat mudah larut dalam air, maka dilakukan perendaman menggunakan air kapur (Ca(OH)2) bersifat basa yang dirasa cukup efektif menetralkan HCN dalam koro benguk.   Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh lama perendaman koro benguk dalam air kapur terhadap kadar asam sianida dan mengetahui apakah air kapur lebih efektif dibandingkan air biasa dalam menetralkan HCN koro benguk.   Metode Penelitian: Penelitian dengan desain post test with control group. Obyek penelitian ini adalah koro benguk varietas benguk putih berumur 4-6 bulan yang diperoleh di Dusun Nogosari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY yang dilakukan perendaman dalam air sebagai kelompok kontrol dan air kapur 100 mg/L sebagai kelompok perlakuan selama 12, 24 dan 36 jam kemudian dilakukan destilasi. Destilat direaksikan dengan asam pikrat 1% kemudia diukur kadar HCN secara spektrofotometri.   Hasil: Kadar HCN  koro benguk pada perendaman dalam air selama 12 jam adalah 20,736 mg/kg, selama 24 jam adalah 19,348 mg/kg dan selama 36 jam adalah 16,786 mg/kg. Sedangkan kadar HCN pada perendaman air kapur 100 mg/L selama 12 jam adalah 19,020 mg/kg, selama 24 jam adalah 1,635 mg/kg dan selama 36 jam adalah 9,307 mg/kg. Hasil Uji ANOVA satu jalan pada kelompok perlakuan didapatkan nilai signifikansi 0.000 (p< 0.05).   Kesimpulan: Ada pengaruh bermakna lama perendaman koro benguk dalam air kapur terhadap kadar asam sianida. Perendaman dalam air kapur terbukti lebih efektif menetralkan asam sianida koro benguk dibandingkan perendaman dalam air.Latar belakang: Masyarakat Indonesia masih menitikberatkan pada komoditas kacang kedelai sebagai sumber utama protein, sedangkan pemanfaatan komoditas lain seperti koro benguk masih sangat minim. Minimnya pemanfaatan koro benguk ini karena di dalamnya terkandung senyawa alami berupa glokusida sianogenik yang dapat mengalami hidrolisis enzimatis menjadi asam sianida (HCN) yang bersifat racun. Karena asam sianida bersifat asam yang sangat mudah larut dalam air, maka dilakukan perendaman menggunakan air kapur (Ca(OH)2) bersifat basa yang dirasa cukup efektif menetralkan HCN dalam koro benguk.   Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh lama perendaman koro benguk dalam air kapur terhadap kadar asam sianida dan mengetahui apakah air kapur lebih efektif dibandingkan air biasa dalam menetralkan HCN koro benguk.   Metode Penelitian: Penelitian dengan desain post test with control group. Obyek penelitian ini adalah koro benguk varietas benguk putih berumur 4-6 bulan yang diperoleh di Dusun Nogosari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY yang dilakukan perendaman dalam air sebagai kelompok kontrol dan air kapur 100 mg/L sebagai kelompok perlakuan selama 12, 24 dan 36 jam kemudian dilakukan destilasi. Destilat direaksikan dengan asam pikrat 1% kemudia diukur kadar HCN secara spektrofotometri.   Hasil: Kadar HCN  koro benguk pada perendaman dalam air selama 12 jam adalah 20,736 mg/kg, selama 24 jam adalah 19,348 mg/kg dan selama 36 jam adalah 16,786 mg/kg. Sedangkan kadar HCN pada perendaman air kapur 100 mg/L selama 12 jam adalah 19,020 mg/kg, selama 24 jam adalah 1,635 mg/kg dan selama 36 jam adalah 9,307 mg/kg. Hasil Uji ANOVA satu jalan pada kelompok perlakuan didapatkan nilai signifikansi 0.000 (p< 0.05).   Kesimpulan: Ada pengaruh bermakna lama perendaman koro benguk dalam air kapur terhadap kadar asam sianida. Perendaman dalam air kapur terbukti lebih efektif menetralkan asam sianida koro benguk dibandingkan perendaman dalam air

    Pengaruh Berbagai Dosis Jus Buah Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) Serum Tikus Putih (Rattus norvegicus) Dislipidemia

    No full text
    Consumption of excessive fat in the food that we consume daily can increase cholesterol, LDL cholesterol and triglycerides in the bloodthat is called dyslipidemia. Diet, exercise and drugs are the effort can be done to lower the lipid levels. The herbs have been widely used as an alternative to lower cholesterol levels because the active substances contained antihiperlipid properties. Soursop has many benefits in curing some diseases. Soursop contains an active ingredient that can lower LDL’s cholesterol levels, including vitamin C, fiber and niacin. Therefore, the researchers wanted to do experiment using soursop as an alternative for lowering LDL’s cholesterol levels in dyslipidemia white rat serum. The purpose of this experiment  was to determine the effect of various doses of soursop juice to decrease of LDL’s cholesterol levels in dyslipidemia white rat serum. This experiment used pre-test and post-test with control group design. Soursop juice doses used was at 0,9; 1,8 and 2,7 g / 200 g BW of  white rat. The data were processed using descriptive and statistics by the Kolmogorov Smirnov Test, One Way ANOVA, Post Hoct Test and linear regression in SPSS 16.0 for Windows. The results of this experiment was the percentage decrease of LDL cholesterol levels in the white rat serum of various doses soursop juice, which is 0,9 g / 200 g BW of 46,19%, a dose of 1,8 g / 200 g BW of 52,30 % and a dose of 2,7 g / 200 g BW of 61,62%. There was the effect of various doses of soursop juice to decrease LDL’s cholesterol levels in dyslipidemia white rat serum. The greater the dose ofsoursop juice given, the greater the reduction in LDL’s cholesterol levels in the serum of dyslipidemia white rat.Consumption of excessive fat in the food that we consume daily can increase cholesterol, LDL cholesterol and triglycerides in the bloodthat is called dyslipidemia. Diet, exercise and drugs are the effort can be done to lower the lipid levels. The herbs have been widely used as an alternative to lower cholesterol levels because the active substances contained antihiperlipid properties. Soursop has many benefits in curing some diseases. Soursop contains an active ingredient that can lower LDL’s cholesterol levels, including vitamin C, fiber and niacin. Therefore, the researchers wanted to do experiment using soursop as an alternative for lowering LDL’s cholesterol levels in dyslipidemia white rat serum. The purpose of this experiment  was to determine the effect of various doses of soursop juice to decrease of LDL’s cholesterol levels in dyslipidemia white rat serum. This experiment used pre-test and post-test with control group design. Soursop juice doses used was at 0,9; 1,8 and 2,7 g / 200 g BW of  white rat. The data were processed using descriptive and statistics by the Kolmogorov Smirnov Test, One Way ANOVA, Post Hoct Test and linear regression in SPSS 16.0 for Windows. The results of this experiment was the percentage decrease of LDL cholesterol levels in the white rat serum of various doses soursop juice, which is 0,9 g / 200 g BW of 46,19%, a dose of 1,8 g / 200 g BW of 52,30 % and a dose of 2,7 g / 200 g BW of 61,62%. There was the effect of various doses of soursop juice to decrease LDL’s cholesterol levels in dyslipidemia white rat serum. The greater the dose ofsoursop juice given, the greater the reduction in LDL’s cholesterol levels in the serum of dyslipidemia white rat

    KEBERADAAN TUNGAU DEBU RUMAH(Dermatophagoides pteronyssinus) PADA MUSHOLLA SMA/SMK NEGERI DI KOTA PALEMBANG TAHUN 2013

    No full text
    Keberadaan TDR ditunjang oleh adalnya faktor-faktor terutama suhu 20-30oC dan kelembaban 70-80% serta adanya persediaan makanan yang cukup. Tungau debu merupakan sejenis tungau yang hidup dan berkembang biak di dalam debu yang terdapat di sekitar kita serta sangat dipengaruhi oleh suhu,kelembaban dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keberadaan tungau debu rumah Dermatophagoides pteronyssinus pada musholla SMA/SMK Negeri di Kota Palembang Tahun 2013 berdasarkan lokasi pengambilan debu, suhu ruangan, dan frekuensi pembersihan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Objek penelitiannya adalah debu yang diambil di musholla SMA/SMK Negeri di Kota Palembang Tahun 2013. Dengan uji laboratorium metode centrifugal flotasi didapatkan hasil gambaran keberadaan tungau debu rumah (Dermatophagoides pteronyssinus) dari 50 sampel debu yang diperiksa didapatkan hasil 12 sampel (24%) positif (+) tungau debu rumah (Dermatophagoides pteronyssinus). Sebagai masukan kepada pihak sekolah SMA/SMK Negeri Palembang untuk lebih memperhatikan kebersihan musholla dan melakukan pembersihan secara rutin setiap hari minimal dengan cara di sapu dan dipel serta tingkatkan intensitas penjemuran karpet pada musholla minimal 1 minggu sekali.Keberadaan TDR ditunjang oleh adalnya faktor-faktor terutama suhu 20-30oC dan kelembaban 70-80% serta adanya persediaan makanan yang cukup. Tungau debu merupakan sejenis tungau yang hidup dan berkembang biak di dalam debu yang terdapat di sekitar kita serta sangat dipengaruhi oleh suhu,kelembaban dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keberadaan tungau debu rumah Dermatophagoides pteronyssinus pada musholla SMA/SMK Negeri di Kota Palembang Tahun 2013 berdasarkan lokasi pengambilan debu, suhu ruangan, dan frekuensi pembersihan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Objek penelitiannya adalah debu yang diambil di musholla SMA/SMK Negeri di Kota Palembang Tahun 2013. Dengan uji laboratorium metode centrifugal flotasi didapatkan hasil gambaran keberadaan tungau debu rumah (Dermatophagoides pteronyssinus) dari 50 sampel debu yang diperiksa didapatkan hasil 12 sampel (24%) positif (+) tungau debu rumah (Dermatophagoides pteronyssinus). Sebagai masukan kepada pihak sekolah SMA/SMK Negeri Palembang untuk lebih memperhatikan kebersihan musholla dan melakukan pembersihan secara rutin setiap hari minimal dengan cara di sapu dan dipel serta tingkatkan intensitas penjemuran karpet pada musholla minimal 1 minggu sekali

    Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Kadar Trigliserida Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperlipidemia

    No full text
    Cardiovascular disease is a disease that causes the most deaths in the world. One of its main risk factor is triglyceride levels which make the emergence of plaque in coronary artery. Statin as an option drug in reducing triglyceride levels apparently reported to cause myopathy and kidney failure when used in a long term. Natural product like red dragon fruit began to be developed as a safer alternative. The content of various substances such as niacin, vitamin C and fiber in it useful as antihypertriglyceridemia.This study aims to determine the effect of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) juice to the decrease of triglyceride levels in hyperlipidemic white rats (Rattus norvegicus).This study was an experimental study with pre and post test with control group design. The subjects were 24 male experimental animals (Rattus norvegicus) were divided into 4 groups: one positive control group given simvastatin 0.18 mg/ 200 gram of weight and three groups treated with red dragon fruit juice doses of 3.6; 5.4 and 7.2 gram/ 200 gram of weight. Then, data were analyzed descriptively with One-Way ANOVA test using SPSS 16.0 for Windows.Results with descriptive analysis obtained that mean of positive control’s pre-test triglyceride level was 104.80 mg/ dl and treatment groups I, II and III respectively 108.15 mg/ dl, 106.47 mg/ dl and 107.43 mg/ dl whereas positive control’s post-test triglyceride level was 51.09 mg/ dl and for the treatment groups were 94.64 mg /dl, 71.01 mg/ dl and 58.75 mg/ dl. One Way ANOVA test obtained p <0.05 which indicated the difference between the treatment of various doses of red dragon fruit juice to white rats’ triglyceride levels. Based on that, means there is the effect of various doses of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) juice to the decrease of triglyceride levels in hyperlipidemic white rats (Rattus norvegicus)

    EFEKTIFITAS TEH KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA)

    No full text
    Latar Belakang: Pengobatan Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) selain dengan Vankomisin yang relatif mahal dan menimbulkan efek samping, dapat digunakan obat alternatif misalnya kulit buah manggis yang mengandung senyawa xanthone yang memilki aktivitas antimikroba. Kulit buah manggis banyak beredar di masyarakat dalam bentuk teh, jus maupun ekstrak. Tujuan Penelitian: mengetahui efektifitas teh kulit buah manggis sebagai antimikroba terhadap bakteri MRSA. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimental dengan metode difusi (sumuran) dan analisa data secara deskriptif. Konsentrasi teh kulit buah manggis yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0.5%, 1%, 2%, 4%, and 8%  dengan 5 kali replikasi. Bakteri MRSA yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolat klinis pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Hasil Penelitian: tidak terbentuk zona hambat pada media MHA setelah penambahan teh kulit buah manggis konsentrasi 0.5%, 1%, 2%, 4%, and 8%  yang menunjukkan bahwa teh kulit buah manggis tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri MRSA. Kesimpulan:  teh kulit buah manggis tidak efektif sebagai antimikroba terhadap bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA

    Daya Bunuh Hand Sanitizer Berbahan Aktif Alkohol 59% dalam Kemasan Setelah Penggunaan Berulang terhadap Angka Lempeng Total (ALT)

    No full text
    Kebersihan merupakan tahap awal untuk menjaga pola hidup sehat dan terhindar dari penyakit. Pencegahan penyebaran penyakit salah satunya adalah dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik hand sanitizer.  Hand sanitizer berbahan aktif alkohol 40 – 80%  mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tetapi pemakaian hand  sanitizer yang tidak langsung habis akan mempengaruhi kualitas hand sanitizer Penggunaan berulang hand sanitizer akan mempengaruhi kemampuan bahan aktif dalam membunuh kuman karena alkohol sebagai bahan aktif pada hand sanitizer memiliki sifat yang mudah menguap. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya bunuh hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan setelah penggunaan berulang terhadap angka lempeng total. Metode  penelitian analitik observasional, menggunakan 10 responden yang diuji angka lempeng total pada tangan setelah penggunaan berulang hand sanitizer dari volume 50 ml sampai dengan ± 25 ml dan dari volume ± 25 ml sampai dengan ± 12,5 ml. Hasil penelitian menunjukkan daya bunuh hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan setelah penggunaan berulang dari volume 50 ml sampai volume ± 25 ml sebesar  21,38%. Sedangkan daya bunuh hand sanitizer pada penggunaan berulang  hand sanitizer dari volume ± 25 ml sampai dengan volume ± 12,5 ml sebesar 15,83%. Ada pengaruh penggunaan berulang hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan terhadap jumlah angka lempeng totalKebersihan merupakan tahap awal untuk menjaga pola hidup sehat dan terhindar dari penyakit. Pencegahan penyebaran penyakit salah satunya adalah dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik hand sanitizer.  Hand sanitizer berbahan aktif alkohol 40 – 80%  mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tetapi pemakaian hand  sanitizer yang tidak langsung habis akan mempengaruhi kualitas hand sanitizer Penggunaan berulang hand sanitizer akan mempengaruhi kemampuan bahan aktif dalam membunuh kuman karena alkohol sebagai bahan aktif pada hand sanitizer memiliki sifat yang mudah menguap. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya bunuh hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan setelah penggunaan berulang terhadap angka lempeng total. Metode  penelitian analitik observasional, menggunakan 10 responden yang diuji angka lempeng total pada tangan setelah penggunaan berulang hand sanitizer dari volume 50 ml sampai dengan ± 25 ml dan dari volume ± 25 ml sampai dengan ± 12,5 ml. Hasil penelitian menunjukkan daya bunuh hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan setelah penggunaan berulang dari volume 50 ml sampai volume ± 25 ml sebesar  21,38%. Sedangkan daya bunuh hand sanitizer pada penggunaan berulang  hand sanitizer dari volume ± 25 ml sampai dengan volume ± 12,5 ml sebesar 15,83%. Ada pengaruh penggunaan berulang hand sanitizer berbahan aktif alkohol 59% dalam kemasan terhadap jumlah angka lempeng tota

    12

    full texts

    97

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Laboratorium
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇