Jurnal Floratek
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
Pengaruh Umur Pindah Bibit terhadap Petumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi pada Sistem Hidroponik NFT
Sawi merupakan salah satu komoditas tanaman yang banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat yang dan vitamin yang bermanfaat untuk tubuh manusia. NFT merupakan sistem budidaya hidroponik yang banyak dimanfaatkan oleh sekelompok petani untuk membudidaya tanaman secara hidroponik. Seiring bertambahnya umur pindah bibit dari masa persemaian maka akan terjadi kompetisi dalam masa pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pindah bibit pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada sistem hidropoik NFT. Penelitian ini dilakukan di kebun bibit Gampong Padang Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya mulai dari bulan Oktober-Desember 2021. Perlakuan penelitian adalah umur pindah bibit 10, 12, 14, dan 16 HSS dengan 2 kali ulangan. Setiap satuan percobaan terdapat 5 tanaman sehingga terdapat 40 unit satuan perlakuan. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) dan bobot basah (gr) yang dilakuan setiah 7 hari. Panen dilakukan pada umur 34 HSS. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh umur pindah bibit pada 14 HSS di minggu pertama pengamatan memberikan hasil tinggi tanaman yang berbeda nyata dengan umur bibit pada 10 HSS, 12 HSS, dan 16 HSS. Sedangkan pada pengamatan di minggu kedua, ketiga dan keempat. Tinggi tanaman berpengaruh nyata pada umur pindah bibit 10 HS
Pengaruh Lama Perendaman Edible Coating Gel Aloe Vera (Aloe vera L.) Terhadap Kualitas Cabai rawit (Capsicum frutescens L.)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perendaman edible coating gel lidah buaya terhadap kualitas cabai rawit, yang dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai bulan Maret sampai Juni 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah lama perendaman gel lidah buaya yang terdiri dari 7 taraf yaitu tanpa perendaman, 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman gel lidah buaya berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, berpengaruh nyata terhadap organoleptik (warna, aroma) dan tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar vitamin C, warna (L, a , b) dan uji organoleptik (tekstur). ). Kualitas cabai rawit terbaik diperoleh pada saat perendaman dalam gel lidah buaya selama 5 menit (P1)
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)
Abstrak. The objective of study was to determine the influence of the composition of the growing media and the dose of NPK fertilizer, as well as the interaction of the two on the growth of cocoa seedlings. This research was carried out at the Experimental Garden and Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh from February to May 2021. This study used a Factorial Randomized Block Design with 2 factors. The factors studied were the composition of the planting media which consisted of 3 levels (soil, soil:husk charcoal:compost 1:1:1, and soil:husk charcoal:compost 1:1:2) and the dose of NPK fertilizer consisted of 4 levels (0 g/polybag,10 gr/polybag), 20gr/polybag and 30gr/polybag). The results showed that the composition of the planting media had a very significant effect on the parameters of height increase at 30, 60 and 90 DAP, increase in stem diameter at 30, 60 and 90 DAP, increase in the number of leaves at 60 DAP and 90 DAP, leaf area at 90 DAP, root volume at 90 DAP, wet root weight at 90 DAP and dry root at 90 DAP. The best treatment was found in the composition of the planting media of soil:husk charcoal:compost (1:1:1). The dose treatment of NPK fertilizer had a very significant effect on the parameters for increasing the height of seedlings at 30, 60 and 90 DAP, increasing in stem diameter at 30, 60 and 90 DAP, increasing the number of leaves at 60 DAP, and root volume at 90 DAP. The best dose is found at 10 gr/polybag. There was a very significant interaction between the treatment of the composition of the growing media and the dose of NPK fertilizer on the parameters for increasing the height of seedlings at 90 DAP and increasing in stem diameter at 30 DAP, as well as a significant interaction on the parameters for increasing stem diameter at 60 DAP and increasing the number of leaves at 60 DAP.Keywords : Cocoa Seeds, Composition of planting media, NP
Pengaruh Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair (Bio-sugih) terhadap Pertumbuhan Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.)
Pengaruh Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair (Bio-sugih) terhadap Pertumbuhan Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.)Effect of Planting Media and Concentration of Liquid Complementary Fertilizer (Bio-sugih) on the Growth of Patchouli Cuttings (Pogostemon cablin Benth.)Nurainun1, Nurhayati2, Hasanuddin21Mahasiswa Program Studi Agroteknologi PSDKU Gayo Lues, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala2Staf Dosen Program Studi Agroteknologi PSDKU Gayo Lues, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah KualaAbstrak. Tanaman nilam merupakan salah satu tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri dan juga memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan mutu bibit nilam dengan memperbaiki sistem agronominya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) yang tepat terhadap pertumbuhan setek nilam serta mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelempok pola faktorial 34 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanah : pupuk kandang : cocopeat (1:2:1), tanah : pupuk kandang : cocopeat (2:1:1), dan tanah : pupuk kandang : cocopeat (1:1:2). Sedangan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, 1 ml/Lair, 2 ml/L air, dan 3 ml/L air. Parameter yang diamati adalah panjang tunas, jumlah daun, jumlah tunas, diameter tunas, volume akar, berat basah akar, berat basah biomassa, berat kering biomassa, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas umur 30, 45, 60, 75, dan 90 HST, jumlah daun, jumlah tunas umur 45, 60, 75, dan 90 HST, diameter batang umur 30, 45, 60, 75, dan 90 HST, volume akar, berat basah biomassa, berat basah akar, berat kering biomassa, dan berat kering akar umur 90 HST, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah tunas umur 30 HST. penggunaan pupuk menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas umur 30, 45, dan 60 HST, jumlah daun umur 75 HST, berat basah biomassa dan berat kering biomassa umur 90 HST dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 30, 45, 60, dan 90 HST, jumlah tunas dan diameter tunas umur 45, 60, 75, dan 90 HST, volume akar 90 HST, dan terdapat interaksi antara media tanam dan konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) yang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 45 HST, jumlah tunas umur 30 HST, berat basah biomassa dan berat kering biomassa umur 90 HST. Kombinasi perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan media tanam tanah : pupuk kandang : cocopeat (1:1:2) dengan konsentrasi pupuk pelengkap cair (bio-sugih) 2 ml/Lair.Kata kunci : Nilam, Cocopeat, Bio-sugihAbstract. Patchouli plant is one of the plants that can produce essential oils and also has an important role in the Indonesian economy. Therefore, it is necessary to make efforts to improve the quality of patchouli plant by improving the agronomic system. This study aims to determine the effect of planting media and the right concentration of liquid complementary fertilizer (bio-sugih) on the growth of patchouli cuttings and to determine the interaction between these two factors. This study used a 34 factorial randomized group design with 3 replications. The first factor is the planting medium which consists of 3 levels, namely soil: manure: cocopeat (1:2:1), soil: manure: cocopeat (2:1:1), and soil: manure: cocopeat (1:1 :2). While the second factor is the concentration of liquid complementary fertilizer (bio-sugih) which consists of 4 levels, namely control, 1 ml/L water, 2 ml/L water, and 3 ml/L water. Parameters observed were shoot length, number of leaves, number of shoots, shoot diameter, root volume, root wet weight, biomass wet weight, dry weight biomass, and root dry weight. The results showed that growing media had a very significant effect on shoot length at 30, 45, 60, 75, and 90 DAP, number of leaves, number of shoots at 45, 60, 75, and 90 DAP, stem diameter at age 30, 45, 60, 75, and 90 DAP, root volume, wet weight of biomass, wet weight of roots, dry weight of biomass, and dr
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.)
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.) The Effect of NPK Fertilizer Dosage and Planting Distance on Carrot (Daucus carota L.) GrAbstrak. Tanaman wortel (Daucus carota L.) adalah tanaman yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk dapat tumbuh. Wortel memiliki umbi yang berwarna kuning kemerah-merahan, karena mengandung betakaroten dan flavonoid yang bersifat sebagai antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil wortel akibat perbedaan dosis pupuk NPK dan jarak tanam, serta ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kampung Blangtenggulun Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues dan Laboratorium Dasar PSDKU Gayo Lues, yang berlangsung dari Desember 2020 sampai Maret 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah dosis pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu :100 kg ha-1 (12,5g plot-1), 200 kg ha-1 (25g plot -1) dan 300 kg ha-1 (37,5g plot -1). Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu:10 cm x 20 cm, 10 cm x 25 cm dan 10 cm x 30 cm. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 unit satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 75 HST, bobot umbi pertanaman, namun perpengaruh nyata terhadap bobot berangkasan basah pertanaman, bobot berangkasan kering, bobot umbi per plot netto dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil tanaman wortel yang lebih baik dijumpai pada dosis pupuk NPK 300 kg ha-1. Perlakuan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap potensi hasil, namun berpengauh nyata terhadap bobot berangkasan basah pertanaman, bobot umbi per plot netto. Hasil tanaman wortel yang terbaik dijumpai pada jarak tanam 10 cm x 30 cm. Hasil tanaman wortel tertinggi dijumpai pada kombinasi perlakuan dosis pupuk NPK 300 kg ha-1 dengan jarak tanam 10 cm x 30 cm.Kata kunci : Pupuk NPK, Jarak Tanam, Wotel.Abstract: Carrot (Daucus carota L.) is a plant that stores large amounts of carbohydrates for growth. Carrots have reddish-yellow tubers, because they contain beta-carotene and flavonoids which act as antioxidants that are beneficial for the body. This study aims to determine the effect of growth and yield of carrots due to differences in doses of NPK fertilizer and spacing, and whether there is an interaction between these two factors. This research was carried out in Blangtenggulun Village, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency and the Gayo Lues PSDKU Basic Laboratory, which took place from December 2020 to March 2021. The design used in this study was a 3 x 3 factorial randomized block design with 3 replications. The factor studied was the dose of NPK fertilizer consisting of 3 levels, namely: 100 kg ha-1 (12.5g plot-1), 200 kg ha-1 (25g plot-1) and 300 kg ha-1 (37.5g plot-1) 1). The second factor is the spacing which consists of three levels, namely: 10 cm x 20 cm, 10 cm x 25 cm and 10 cm x 30 cm. There were 9 treatment combinations with 3 replications so that there were 27 experimental units. The results showed that the dose of NPK fertilizer had a very significant effect on plant height at 75 DAP, tuber weight at planting, but had a significant effect on plant wet-potato weight, dry-potato weight, tuber weight per net plot and yield potential. Better growth and yield of carrots were found at a dose of 300 kg ha-1 of NPK fertilizer. Spacing treatment had a very significant effect on the potential yield, but had a significant effect on the weight of the plant's wet pods, the weight of tubers per net plot. The best yield of carrots was found at a spaci
Pertumbuhan Bibit Alpukat(Persea amerina Mill) Hasil Sambung Pucuk Akibat Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK
Abstrak: Keberhasilan pengembangan tanaman alpukat selain ditentukan oleh budidaya yang benar, juga ditentukan ketersediaan benih yang unggul. Benih tanaman alpukat dapat dihasilkan melalui perbanyakan secara generatif dan vegetatif maupun kombinasi keduanya. Penyambungan yaitu penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadinya regenerasi jaringan pada bekas luka sambung atau tautannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam dan dosis pupuk NPK yang tepat serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan bibit alpukat secara sambung pucuk. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung dari Bulan April Sampai dengan Oktober 2021. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah plastik isi 3 kg sebanyak 150 buah, gembor, polibag ukuran 10 X 30 cm, paranet, gunting stek, silet, timbangan digital, penggaris, jangka sorong, dan alat tulis. Bahan yang digunakan yaitu bibit alpukat sebanyak 200 biji yang berasal dari kedai jus di batoh banda aceh, tanah top soil yang dipesan sebanyak 150 kg, pupuk kandang sapi sebanyak 25 kg, sekam bakar sebanyak 10 kg dibuat sendiri, sekam mentah sebanyak 10 kg dari pabri kilang padi, pupuk NPK sebanyak 81 gram, batang atas alpukat (scion) Gayo lues. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 unit percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Faktor yang diteliti yaitu kombinasi media tanam dengan 3 taraf (sekam mentah : tanah, sekam bakar : tanah, pupuk kandang sapi :tanah) dan dosis pupuk NPK terdiri 4 taraf yaitu (kontrol, 0,5 g per tanaman, 1 g per tanaman, 1,5 g per tanaman). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang, pada umur 30, 45, 60, 75, 90 HSSP dan jumlah tanaman hidup pada umur 90 HSSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada umur 30, 45 dan 60 HSSP, jumlah daun pada umur 60, 75, dan 90 HSSP, diameter batang pada umur 30 HSSP. Pertumbuhan bibit hasil sambung pucuk tanaman alpukat terbaik dijumpai pada media tanam campuran sekam mentah + tanah. Dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 60 HSSP. Berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada umur 30, 45, 60 dan 75 HSSP, jumlah daun 45, 75 dan 90 HSSP, dan diameter batang pada umur 30, 45, 60, 75 dan 90 HSSP. Pertumbuhan bibit tanaman alpukat setelah sambung pucuk yang lebih baik dijumpai pada kontrol. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara media tanam dengan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit alpukat setelah sambung pucukKata kunci : Alpukat, Pupuk NPK Phonska, Sekam Mentah, Sekam Bakar, Pupuk Kandang Sapi,Sambung Pucuk
Pengaruh Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan varietas kacang tanah serta intraksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian telah dilaksanakan di kebun percobaan Sektor Timur dan Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syah Kuala, yang telah dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai dengan bulan Januari 2022. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 2 dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Ada dua faktor yang diteliti faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol, 200, 250, 300 dan 350 ton ha-1 dan faktor kedua varietas Lokal Gayo Lues dan varietas Hypoma1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah. Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah cenderung lebih baik dijumpai pada perlakuan dosis pupuk NPK 250 ton ha-1. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST, berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang umur 15, 30 HST dan berat 100 biji, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang umur 45 HST, jumlah polong barnas per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, berat polong per tanaman, berat biji pertanaman, dan potensi hasil (ton ha-1). Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah cenderung lebih baik dijumpai pada varietas Hypoma1. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara dosis pupuk NPK dengan varietas kacang tanah terhadap semua peubah
The Effect of Different Doses of Coffee Weste and Manure on Growth and Yield of Mung Beans (Vigna radiata L.)
Abstract. This study aims to determine the effect of different doses of Arabica coffee weste and manure and interaction between them on growth and yield of mung bean. This research was carried out in Pulo Piku Village, Darul Hasanah District, Southeast Aceh Regency from September to December 2021. This study used a 3x3 factorial randomized block design with 3 replications, so there were 9 treatment combinations and 27 experimental units. There are 2 factors studied, namely doses of arabica coffee weste and manure. The first factor is the doses of Arabica coffee weste (A) consisting of 3 levels, namely: A1 = 10 tons ha-1 (4 kg/bed), A2= 15 tons ha-1 (6 kg/bed) and A3= 20 tons ha-1. 1 (8 kg/bed). The second factor is doses of manure (P) consisting of 3 levels, namely: P1 = 5 tons ha-1 (2 kg/bed), P2 = 10 tons ha-1 (4 kg/bed) and P3 = 15 tons ha-1 ( 6 kg/bed). Data analysis used ANOVA and continued with the Honest Significant Difference at 0.05 level. Parameters observed were plant height, number of productive fruit branches, number of pods per plant, weight of seed planted, weight of 100 seeds and yield potential. The results showed that doses of Arabica coffee weste had a very significant effect on the number of branches 45 and 60 DAP, number of pods per plant, seed weight per plant and yield potential and significantly affected plant height 45 DAP, number of branches 30 DAP and weight of 100 seeds. The best growth and yield of mung bean was found at 15 tons ha-1. Doses of manure had a very significant effect on plant height 45 DAP, number of branches 30 and 45 DAP and significantly affected plant height at 30 DAP. The best growth and yield of mung bean was found 10 tons ha-1 of manure. There was a very significant interaction due to the difference in the dose of Arabica coffee grounds and manure on plant height and the number of branches 45 DAP, the best was found in the combination dose of Arabica coffee grounds 15 tons ha-1 with a dose of 15 tons ha-1 manure.Keywords: Coffee Dregs, Manure, Green Bean
Pengaruh Konsentrasi Gel lidah Buaya dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Bawang Merah (Allium cepa L.)
Bawang merah merupakan salah satu jenis komoditi hortikultura yang sangat diperlukan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan di beberapa daerah di Indonesia yang digunakan sebagai bumbu masakan dan memiliki kandungan beberapa zat yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pembusukan bawang merah adalah faktor fisiologis dan mikrobiologis kedua faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas bawang merah. Penyimpanan bawang merah yang baik pada prinsipnya bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang dapat memperpendek masa simpan dan mengendalikan persediaan bawang merah secara kontinyu, sehingga metode penyimpanan yang dapat diterapkan pada bawang merah juga memiliki pengaruh terhadap mutu bawang merah. Penyimpanan umbi bawang ini juga sangat cocok untuk diberikan gel lidah buaya yang dijadikan sebagai edible coating, edible coating merupakan suatu metode yang digunakan untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu dari bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi gel lidah buaya dan lama penyimpanan terhadap kualitas bawang merah.Penelitian ini telah dilaksanakan di lab Laboratorium dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh dari November sampai Desember 2021, Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah umbi bawang merah varietas Bima Berebes dari Desa Lempuh Kecamatan Belangkejeren, Kabupaten Gayo Lues sebanyak 3 kg, bahan lain yang digunakan Lidah buaya varietas Pontianak dari super market suzuya Banda Aceh. sebanyak (2 kg), Aquades 3 Liter (3000 ml), asam sitrat 10% (180g). Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah baskom, pisau, sendok, mangkuk plastik, kertas saring, pipet tetes, labu erlemeyer 100 ml, beaker glass 100 ml, gelas ukur, corong, timbangan analitik, thermometer, hot plate, dan blender, neraca analitik, kertas saring, kamera digital, dan penetrometer. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4x3 terhadap 3 ulangan sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan yang terdapat 36 unit prcobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel umbi bawang merah. faktor yang diteliti adalah: Pengaruh konsentrasi gel lidah buaya dan lama penyimpanan terhadap kualitas bawang merah terdiri atas 2 faktor yaitu: a. Faktor konsentrasi lidah buaya (K) terdiri dari 4 taraf, yaitu: K0 :kontrol K1: 10%, K2: 20%, K3: 30% dan b. Faktor Lama Penyimpanan (L) terdiri dari 3 taraf yaitu: L1: 1 minggu L2: 2 minggu L3: 3 minggu.Hasil analisis ragam uji F menunjukkan bahwa konsentrasi gel lidah buaya terhadap kualitas bawang merah berpengaruh nyata terhadap susut bobot, namun berbeda tidak nyata terhadap kadar air, warna L (kecerahan), warna a (merah muda), warna b (merah tua) dan organoleptik terhadap warna, tekstur, oroma dan rasa. Pada lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, warana a (merah muda) dan b (merah tua) namun berpengaruh tidak nyata terhadap susut bobot, warna L (kecerahan), organoleptik terhadap (warna, tekstur, aroma dan rasa) tidak terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi gel lidah buaya dan lama penyimpanan pada bawang merah.The Effech Concentration Of Aloe Vera Gel And Storage Time On The Quality Of Shallots (Allium cepa L.)Shallots is one type of horticultural commodity that is needed by the community in daily life. Shallots are one of the leading commodities in several regions in Indonesia which are used as a cooking spice and contain several substances that are beneficial to health. Several factors that can affect the spoilage of shallots are physiological and microbiological factors, these two factors greatly affect the quality of shallots. Good shallot storage in principle aims to prevent damage that can shorten the shelf life and control the supply of shallots continuously, so that the storage method that can be applied to shallots also has an influence on the quality of shallots. Storage of onion bulbs is also very suitable to be given aloe vera gel which is used as an edible coating, edible coating is a method used to extend the shelf life and maintain the quality of shallots. This study aims to determine the concentration of aloe vera gel and long storage on the quality of shallots.This research has been carried out in the Laboratory and Seed Technology Lab, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala Darussalam University, Banda Aceh from November to December 2021. The materials used in this study were red onion bulbs of the Bima Berebes variety from Lempuh Village, Belangkejeren District, Gayo Lues Regency. kg, other materials used Aloe vera of the Pontianak variety from the suzuya super market Banda Aceh. as much as (2 kg), 3 Liters of Aquades (3000 ml), 10% citric acid (180g). The tools used in this study were a basin, knife, spoon, plastic bowl, filter paper, dropper pipette, 100 ml Erlemeyer flask, 100 ml beaker glass, measuring cup, funnel, analytical scale, thermometer, hot plate, and blender. analytical balance, filter paper, digital camera, and penetrometer.This study used a completely randomized design (CRD) with a 4x3 factorial pattern with 3 replications so that there were 12 treatment combinations with 36 experimental units. Each experimental unit consisted of 3 samples of shallot bulbs. The factors studied were: The effect of aloe vera gel concentration and storage time on the quality of shallots consisted of 2 factors, namely: a. Aloe vera concentration factor (K) consists of 4 levels, namely: K0: control K1: 10%, K2: 20%, K3: 30% and b. Storage time factor (L) consists of 3 levels, namely: L1: 1 week L2: 2 weeks L3: 3 weeks.The results of the analysis of variance F test showed that the concentration of aloe vera gel on the quality of shallots had a significant effect on weight loss, but not significantly different on water content, color L (brightness), color a (pink), color b (dark red) and organoleptic. on color, texture, aroma and taste. Storage time has a very significant effect on water content, color a (pink) and b (dark red) but has no significant effect on weight loss, color L (brightness), organoleptic (color, texture, aroma and taste) there is no interaction There was a significant difference between the concentration of aloe vera gel and the storage time on shallots
pengaruh lama pencelupan dengan edible coating gel lidah buaya (Aloe vera) dan lama simpan terhadap kualitas cabai rawit (capsicum frutescens L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pencelupan dengan gel lidah buaya dan lama simpan terhadap kualitas cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh pada Agustus sampai September 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu lama pencelupan (kontrol, 5, 10, 15 menit) dan lama simpan (7, 14, dan 21 hari). Sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Adapun parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu: susut bobot, kadar air, kadar vitamin C, uji warna, dan organoleptik. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa lama pencelupan dengan edible coating gel lidah buaya berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, berpengaruh nyata terhadap vitamin C, aroma, serta berpengaruh tidak nyata terhadap susut bobot, warna L, warna A, warna B, dan organoleptikk warna dan tekstur. Kualitas cabai rawit terbaik dijumpai pada perlakuan lama pencelupan 10 menit (P2). Lama simpan berpengaruh sangat nyata terhadap susut bobot, kadar air, vitamin C, warna B. Berpengaruh nyata terhadap warna A. serta berpengaruh tidak nyata terhadap warna L, organoleptik warna, tekstur, dan aroma. Kualitas cabai rawit terbaik dijumpai pada perlakuan lama simpan 7 HSP (L1).The Effect of Immersion Time and Storage Time With Aloe vera Gel Edible Coating On the Quality of Cayenne Papper (Capsicum frutescens L.) This study aims to determine the effect of dyeing time and shelf life with aloe vera gel (Aloe vera) on the quality of cayenne pepper. This research was carried out at the Seed Science and Technology Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh from August to September 2021. This study used a Randomized Group Design (RAK) of a 4x3 factorial pattern with 3 repeats consisting of 2 factors, namely the length of immersion (control, 5, 10, 15 minutes) and the length of storage (7, 14, and 21 days), so that there were 12 combinations of treatments and 3 tests. The parameters observed in this study were: weight loss, water content, vitamin C, color test, and organoleptics. The results of this study show that the length of dyeing with edible coating aloe vera gel has a very real effect on water content, a real effect on vitamin C, aroma, and an unreal effect on weight shrinkage, L color, color a, color b, and organoleptick color and texture. The best quality cayenne pepper is found in the long treatment of dyeing 10 minutes (P2). Long shelf life has a very noticeable effect on weight shrinkage, moisture content, vitamin C, color b. Significant effect on color a. As well as an unreal effect on L color, organoleptic color, texture, and aroma. The best quality of cayenne pepper is found in the long-term treatment of 7 HSP (L1). There is a noticeable interaction between the length of dyeing and the length of storage to the moisture content, and the shrinkage of weights, but it has an unreal effect on other changes. The best quality of cayenne pepper is found in the long treatment of dyeing 10 minutes (P2) with a shelf life of 7 HSP (L1)