Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
SINTESIS PADUAN Co-Cr MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK
Paduan Co-Cr merupakan material tahan suhu tinggi dan tahan korosi. Penelitian ini bertujuan mensistesis serbuk paduan Co-Cr dengan metode ultrasonik, kemudian dilanjutkan dengan proses sintering dalam kapsul kaca kuarsa. Iradiasi ultrasonik yang digunakan pada frekuensi 20 kHz dan amplitudo 40 % dengan komposisi Co : Cr sebesar 80 : 20.Waktu perlakuan sonikasi adalah selama 0 jam, 3 jam, 6 jam, 12 jam, 24 jam, dan 48 jamdalam larutan etanol. Setelah sonikasi selama 48 jam, fasa FCC dari Co mulai bertransformasi menjadi fasa HCP. Perlakuan ultrasonik terhadap campuran Co-Cr juga memberikan efek pengurangan ukuran partikel. Parameter kisi serbuk setelah ultrasonikasi 48 jam adalah: untuk HCP-Co a = b = 0,25074 nmdan c = 0,40699 nm, untuk FCC-Co a = b = c = 0,35411nm, dan untuk BCC-Cr a=b=c=0.28827 nm. Perlakuan ultrasonik selama 48 jam menhasilkan pembentukan paduan Co-Cr dengan persentasi berat sebesar 25,2124. Hasil sintering padatan Co-Cr menunjukkan parameter kisi HCP-Co memiliki nilai yaitu a = b = 0,25230 nm dan c=0,41223 nm, dan FCC-Co a = b = c = 0,35232 nm. Terbentuknya microalloying CoCr diindikasikan dari hasil EDS, teramati partikel yang mempunyai komposisi Co : Cr = 71,25 : 24,45. Paduan Co-Cr yang terbentuk setelah sintering pada 1300 oC adalah sebesar 15,33416 %berat
KARAKTERISASI FISIK LIPOSOM ASAM SALISILAT MENGGUNAKAN MIKROSKOP ELEKTRON TRANSMISI
KARAKTERISASI FISIK LIPOSOM ASAM SALISILAT MENGGUNAKAN MIKROSKOP ELEKTRON TRANSMISI. Telah dilakukan karakterisasi fisik liposom yang diformulasikan dari asam salisilat dengan metode lapis tipis berbahan dasar lesitin kedelai dan kolesterol. Formula yang terbentuk diamati menggunakan mikroskop optik dan Transmission Electron Microscope (TEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam salisilat dapat diformulasikan dalam liposom. Kombinasi lesitin kedelai dan kolesterol (600 mg : 20 mg) merupakan formula terbaik, liposom berbentuk vesicle sferis dan berukuran 70 nm sampai dengan 800 nm
ANALISIS KOROSI DARI SS 440C PADAMEDIAAIR TAWAR DAN AIR LAUT
ANALISIS KOROSI DARI SS 440C PADAMEDIAAIR TAWAR DAN AIR LAUT. Telah dilakukan analisis korosi dari fasa martensite dan fasa campuran martensite - austenite. pada SS 440 C , metode pengujian korosi yang digunakan adalah tahanan polarisasi dan potensiodinamik dalam media air tawar dan air laut. Laju korosi untuk fasa martensite lebih besar dibandingkan dengan laju korosi dari fasa campuran martensite dan austenite, hasil ini diperkuat dengan pengamatan menggunakan potensiodinamik. Laju korosi untuk fasa martensite dalam media air tawar dan air laut sebesar 0,0262 mpy dan 0,2028 mpy, sedangkan laju korosi untuk fasa campuran martensite -austenite sebesar 0,0022 mpy dan 0,0796 mpy. Hal ini menunjukkan bahwa sampel SS 440 C dengan fasa martensite lebih rentan terhadap korosi dibandingkan dengan fasa campuran martensite dan Austenite. Sampel dengan fasa martensite dalam media air tawar (pH = 7,13) mengalami pasifasi pada potensial sebesar 1500 mV sedangkan sampel campuran austenite dan martensite pasifasinya pada potensial sebesar 600 mV. Pada media air laut (pH = 7,22), sampel martensite mengalami pasifasi pada potensial 100 m V dan transpasifpada potensial sebesar 300 mY. Sedangkan sampel campuran terpasitkan secara sempurnaakibat adanya lapisan pelindung pada potensial sebesar 300 mV dan setelah itu arusnya tetap mantap sampai 1400mV
SUPERBASORBEN POLI(AKRILAMIDA-KO-ASAMAKRILAT)-KITOSAN HASILIRADIASI GAMMA UNTUK ADSORPSI ION LOGAM Cu2+ DAN Fe3+
SUPERBASORBEN POLI(AKRILAMIDA-KO-ASAMAKRILAT)-KITOSAN HASILIRADIASI GAMMA UNTUK ADSORPSI ION LOGAM Cu2+ DAN Fe3+. Superabsorben hidrogel poli(akrilamida-koasam akrilat) (poli(AAm-ko-AA)) yang mengandung kitosan telah dibuat mengunakan radiasi gamma. Pemakaian kitosan dimaksudkan untuk menaikkan kemampuan hidrogel untuk mengadsorpsi ion logam. Campuran akrilamida-asam akrilat dengan beragam konsentrasi kitosan (0,05% hingga 0,2%) dipapari radiasi gamma pada dosis 20 kGy. Fraksi gel, rasio swelling, Equilibrium Degree of Swelling (EDS), dan kemampuan adsorpsi hidrogel dalam kondisi swelling maksimum pada rentang berat 0 g hingga 150 g terhadap ion Cu2+ dan Fe3+ dengan konsentrasi sebesar 20.000 ppm telah dipelajari. Diperoleh hasil yaitu fraksi gel menurun 93 % hingga 90 % dengan meningkatnya konsentrasi kitosan 0,05 % hingga 0,20 %. Rasio swelling hidrogel meningkat 30 g/g hingga 100 g/g pada interval 20 menit hingga 210 menit dengan meningkatnya konsentrasi kitosan, dan EDS meningkat 300 g/g hingga 600 g/g pada interval 24 jam hingga 72 jam. Hidrogel pada konsentrasi kitosan maksimum (0,20%) dengan meningkatnya berat hidrogel hingga 150 g dapat mengadsorpsi ion Cu2+ dan ion Fe3+ hingga 90 % (~18.000 ppm) dalam waktu 10 menit setiap pengujian pengaruh berat terhadap kapasitas adsorpsi hidrogel. Adsorpsi hidrogel pada rentang berat 10 g hingga 50 g adalah linier dan laju adsorpsi pada ion Cu2+ relatif lebih rendah dibandingkan adsorpsi terhadap ion Fe3+. Struktur hidrogel berubah dari bentuk swelling menjadi mengecil pada adsorpsi ion logam. Hidrogel poli(AAm-ko-AA)-kitosan yang berkapasitas mengadsorpsi ion-ion logam pada keadaan swelling berpontensi sebagai kandidat absorben pencemaran ion logam berat dalam jumlah yang relatif besar
KARAKTERISASI SENYAWA PENGKONTRAS CT-SCAN TERARAH AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB MELALUI SIMULASI MENGGUNAKAN 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB
KARAKTERISASI SENYAWA PENGKONTRAS CT-SCAN TERARAH AuNPPAMAM G4-NIMOTUZUMAB MELALUI SIMULASI MENGGUNAKAN 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB. Modalitas Computed Tomography Scan (CT-Scan) dapat digunakan untuk diagnosa cedera tulang (bone injuries), visualisasi paru-paru, dada dan untuk mendeteksi kanker. Untuk meningkatkan kualitas hasil pencitraan dengan CT-Scan pada pasien yang akan dicitra, kadang-kadang diberi/dinjeksi terlebih dahulu dengan senyawa pengkontras berbasis iodium. Senyawa pengkontras berbasis iodium mempunyai beberapa keterbatasan yaitu diantaranya harus diimport dari luar negeri, toksisitas yang cukup tinggi dan tingkat pencitraannya masih pada ditingkat anatomi. Nanopartikel emas telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengganti senyawa pengkontras berbasis iodium. Dalam penelitian ini, telah dilakukan penyiapan senyawa pengkontras CT-Scan terarah/ pencitraan tingkat molekulerAu Nano Partikel-PoliAmido Amin Generasi 4-Nimotuzumab (AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab) yang didapatkan dengan mengkonyugasikan AuNP terbungkus PAMAM G4 dengan Nimotuzumab. Karakterisasi hasil konyugasi AuNP-PAMAMG4-Nimotuzumab, dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrilamide Gel Electrophoresis (SDS page) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Karakterisasi AuNP-PAMAMG4-Nimotuzumab Kromatografi Cair Kinerja Tinggi KCKT memberikan waktu retensi (rt) 5,2 menit yang sama dengan menit AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab yang ditandai radioaktif 198AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab berturut-turut 5,2 menit (detektor UV) dan 5,3 menit (detektor radioaktif)
STUDI KARAKTERISTIK FARMASETIS MIKRO KRISTALIN SELULOSA DARI JERAMI PADI VARIETAS LOKAL BALI
STUDI KARAKTERISTIK FARMASETIS MIKRO KRISTALIN SELULOSA DARI JERAMI PADI VARIETAS LOKAL BALI. Bali terkenal dengan sistemirigasi pertaniannya di Indonesia. Padimenjadi komoditas pertanian utama di Bali dengan pengembangan varietas lokal yaitu varietas Mansur. Namun, pemanfaatan limbah jerami padi sisa hasil pertanian kurang optimal. Kandungan selulosa yang sangat tinggi pada jerami padi menjadikannya berpotensi sebagai bahan baku Pembuatan Mikrokristalin Selulosa (MCC). Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian karakteristik farmasetisMCC dari jerami padi varietas Mansur dengan tujuan meningkatkan pemanfaatan limbah padi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam formulasi sediaan farmasi. Pembuatan MCC dilakukan melalui dua tahapan yaitu proses delignifikasi dan hidrolisis asam. Dalam proses delignifikasi, digunakan larutan NaOH pada berbagai konsentrasi (5%; 7,5%; 10%; 12,5%dan 15%) selama 24 jam. Tahap hidrolisis asamdilakukan dengan menggunakan larutan HCl 2,5 N. Hasil MCC pada berbagai konsentrasi NaOH selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik farmasetis yang meliputi penentuan kadar α-selulosa, pengamatan organoleptis, kelembaban, kelarutan dalam air, pH, bobot jenis nyata, bobot jenis mampat, Indeks Carr dan uji Scanning Electron Microscope (SEM). Pada penelitian ini, telah dihasilkan produk MCC dari jerami padi varietas Mansur (MCCMS).Adanya variasi konsentrasi NaOH pada proses delignifikasi menyebabkan adanya perbedaan kandungan α-selulosa. Dari karakteristik farmasetis, MCCMS-7,5% memiliki kandungan selulosa paling tinggi dan Indeks Carr yang cukup baik
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KEMASAN JERIGEN PLASTIK POLIETILEN DENGAN PENAMBAHAN NANO PARTIKEL TiO2
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KEMASAN JERIGEN PLASTIK POLIETILEN DENGAN PENAMBAHAN NANO PARTIKEL TiO2 . Penelitian penambahan nano partikel Titanium dioksida (TiO2) pada resin plastik polietilen sebagai bahan kemasan pada jerigen bagian dalam untuk kemasan produk pangan olahan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kemasan plastik yang mempunyai sifat barrier yang baik sehingga selain dapat melindungi produk yang dikemas, juga memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku sebagai kemasan makanan. Metode penelitian ini mempergunakan kemasan jerigen yang dibuat dua lapisan dengan ukuran 20 liter. Sedangkan konsentrasi nano partikel TiO2 yang digunakan adalah sebesar 0,05%; 0,1%; dan 0,15%. Hasil kemasan yang telah dibuat kemudian dilakukan uji morfologi, sifat fisik dan migrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi nano partikel TiO2 menurunkan ketebalan, tensile strength, elongation at break, meningkatkan modulus elastisitas dan nilai izod impact strength dari jerigen plastik. Hasil pecobaan ini juga menunjukkan bahwa uji logam berat termigrasi, fraksi ekstrak n-heksan dan fraksi terlarut xilen dari kemasan yang dihasilkan memenuhi persyaratan untuk kemasan makanan sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK. 03.1.23.07.11.6664 Tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan
EFEK ADITIF FeMo DAN PROSES KALSINASI PADA SERBUK MAGNETIK BaFe12O19
Pada penelitian ini, telah dilakukan investigasi efek aditif FeMo dan proses kalsinasi pada pembuatan magnet permanen bariumheksaferit (BaFe12O19). Proses pembuatan magnet bariumheksaferit dilakukan denganmetode mechanical alloying. Serbuk hasil mixing antara BaFe12O19dan FeMo dikalsinasi dengan variasi suhu kalsinasi 1000 oC dan 1200 oC. Karakterisasi yang dilakukan meliputi sifat fisis dan magnetik, dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan piknometeruntuk mengetahui fasa dan nilai densitas magnet, serta menggunakanVibrating SampleMagnetometer (VSM) pada pengukuran sifatmagnetikmagnet bariumheksaferit. Dari hasil eksperimen, dapat diketahui bahwa penambahan aditif FeMo dapat menaikkan nilai densitas pada serbuk bariumheksaferit. Hasil analisis sifat magnetik, dapat diketahui bahwa penambahan aditif FeMo secara keseluruhan menurunkan sifat magnetik magnet. Namun penambahan %wt FeMo menaikkan nilai remanensi, saturasi dan energi produk maksimum (BHmax) magnet barium heksaferit, meskipun nilai koersivitas magnet tetap menurun. Sedangkan kenaikan suhu kalsinasi mampu menaikkan nilai remanensi, dan BHmax, namun menurunkan nilai koersivitas dan saturasi dari magnet barium heksaferit. Hal ini menunjukkan penambahan zat aditif FeMo mampu mengubah struktur material magnet permanen barium heksaferit dari hard magnetik menjadi soft magnetik material. Nilai optimumdihasilkan pada komposisi penambahan 5 %wt aditif FeMo dengan nilai densitas serbuk 3,71 g/cm3 sebelum dikalsinasi, dan memiliki sifat magnetik seperti: saturasi 2,12 kG, remanensi 1,15 kG, koersivitas 0,45 kOe dan BHmax0,145 MGOe setelah dikalsinasi pada suhu 1000 oC
KARAKTERISASI PENGARUH DOPAN Mn PADA BAHAN KERAMIK PIEZOELEKTRIK LEAD ZIRCONIUM TITANATE (Pb[ZrxTi1-x]O3)
KARAKTERISASI PENGARUH DOPAN Mn PADA BAHAN KERAMIK PIEZOELEKTRIK LEAD ZIRCONIUM TITANATE (Pb[ZrxTi1-x]O3). Telah dilakukan penelitian pembuatan bahan piezoelctrik Lead Zirconium Titanate (PZT) yang diberi bahan dopan Mn. Penambahan bahan dopan ini bertujuan untuk menaikkan sifat pizoelektrisitas dari PZT. Senyawa yang dianalisa pada penelitian ini adalah Pb[Zr0,5Ti0,5-xMnx]O3, dengan harga x (nominal) bernilai 0,05; 0,125; 0,25; 0,35. Hasil analisis menunjukkan bahan dengan dopan Mn ini diperoleh peningkatan suhu curie berkisar antara 15 sampai 35 oC. Namun konstanta dielektrikum menjadi turun dibandingkan dengan PZT murni
PENGARUH BILANGAN WEBER PADA PEMBUATAN MICROSPHERE BERBASIS POLIMETIL METAKRILAT
PENGARUH BILANGAN WEBER PADA PEMBUATAN MICROSPHERE BERBASIS POLIMETIL METAKRILAT. Telah dipelajari analisis kelompok tidak berdimensi pada pembuatan microsphere, berbasis polimetil metakrilat (PMMA). Serangkaian percobaan untuk memperoleh butir microsphere telah dilakukan dengan variasi kecepatan agitasi, dengan variabel proses lain dibuat tetap. Korelasi empiris yang menghubungkan diameter microsphere sebagai bilangan tidak berdimensi dengan bilangan Weber (We) telah diturunkan. Persamaan empiris yang diperoleh sangat bermanfaat untuk meramalkan diameter microsphere sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan