Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
    859 research outputs found

    PENGARUH KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL PADA SINTESIS MIKROSFER BERBASIS POLILAKTAT DENGAN METODE ULTRASONIK.

    No full text
    PENGARUH KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL PADA SINTESIS MIKROSFER BERBASIS POLILAKTAT DENGAN METODE ULTRASONIK. Telah dilakukan sintesis mikrosfer berbasis polimer polilaktat (PLA) dengan menggunakan teknik ultrasonik. Mikrosfer berbasis polimer biodegradable PLA dapat digunakan sebagai bahan pengungkung radiofarmaka (drug delivery) yang dapat digunakan untuk terapi tumor. Proses emulsifikasi dilakukan dengan mencampurkan larutan PLA di dalam kloroform pada konsentrasi 3% b/v dengan larutan polivinil alkohol di dalam air sebagai larutan pengemulsi yang diragamkan pada konsentrasi 7,5%; 5,0%; 3,0% dan 2,5%b/v dengan menggunakan ultrasound bath selama 30 menit. Tahapan evaporasi dilakukan dengan mencampur sistem emulsi yang diperoleh menggunakan motor pengaduk pada kecepatan tetap 1000 rpm selama 60 menit. Hasil yang diperoleh menunj ukkan bahwa ukuran dan bentuk mikrosfer dipengaruhi oleh konsentrasi larutan pengemulsi. Hasil karakterisasi menggunakan simultaneous thermal analyzer menunjukkan bahwa bahan mikrosfer terbentuk memiliki sifat tahan panas yang tidak dipengaruhi oleh parameter proses sintesis. Karakterisasi sifat kekristalinitasan bahan dilakukan dengan menggunakan x-ray difiractometer menunj ukkan bahwa bahan mikrosfer hasil sintesis memiliki derajat kristalinitas relatif tinggi, sehingga mikrosfer terbentuk dimungkinkan tidak mengalami kerusakan ketika dilakukan iradiasi

    KARAKTERISTIKTERMALMAGNET BERBASIS MnxZn1-xFe2O4 FERIT

    Get PDF
    KARAKTERISTIKTERMALMAGNET BERBASIS MnxZn1-xFe2O4 FERIT. MnZn ferit merupakan salah satu jenismagnet berbasis ferit yang banyak dikembangkan dan diteliti karena performa sifat magnetiknya yang relatif lebih baik dibandingkan dengan magnet berbasis ferit lainnya. Studi yang banyak dilakukan selama ini lebih banyak dilakukan untuk mengetahui karakteristik magnetik maupun elektrik MnZn ferit. Paper ini akan membahas karakteristik termal MnZn ferit yang menggunakan material teknis dari industri magnet di Indonesia. Material awal berupa MnO, ZnO, dan Fe2O3 dikomposisikan untuk membentuk MnxZn1-xFe2O4 dengan variasi x = 0,2; 0,35; 0,65; 0,8. Komposisi tersebut dicampur (pre-mixing) menggunakan High Energy Milling (HEM) selama 10menit. Sampel hasil pencampuran kemudian diuji karakteristik termalnya mulai suhu kamar sampai suhu 900 oC menggunakan prototipe Differential Thermal Analyzer (DTA) buatan Pusat Penelitian Fisika-LIPI. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan energi total reaksi endotermik dengan meningkatnya rasio Mn terhadap Zn dalam campuran ferit. Hasil pengujian juga menunjukkan terjadinya fasa antara (Intermediate Phase) pada rasio Mn : Zn = 0,65 dan 0,35 yang ditunjukkan dengan munculnya puncak endotermik tambahan. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan rasioMn terhadap Zn akan meningkatkan energi total reaksi dan mengakibatkan pergeseran nilai suhu transformasi fasa

    BIODEGRADABILITY OF IRRADIATED POLY(BUTYLENE SUCCINATE-co-ADIPATE) IN THE PRESENCE OF ADITIF

    Get PDF
    BIODEGRADABILITY OF IRRADIATED POLY(BUTYLENE SUCCINATE-co-ADIPATE) IN THE PRESENCE OF ADITIF. Poly(butylene succinate-co-adipate) (PBSA) was mixed with Silicon dioxide, Carbon black, and Trimethallyl Isocyanurate (TMAIC), respectively. The rate of biodegradability was investigated using Microbial Oxidative Degradation Analyzer (MODA), enzymatic and soil burial test. It was pointed out that the rate of biodegradability of irradiated PBS1 containing 2% silicon dioxide and 2% carbon black, respectively, much faster than that of irradiated pure PBS1. This phenomenon is due to the enlargement of the sample’s surface caused by the presence of inorganic material in the sample, thus easier for enzymes to introduce inside polymer. On the other side irradiated PBSA contains TMAIC has lower biodegradation rate than irradiated original PBSA at the same irradiation dose, in this case the biodegradation rate depend on gel fraction of the sample

    PENGARUH PENAMBAHAN La2O3 TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT

    Get PDF
    PENGARUH PENAMBAHAN La2O3 TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT. Penelitian tentang pengaruh penambahan La2O3 terhadap konduktivitas ionik CSZ sebagai elektrolit padat SOFC telah dilakukan. Pelet CSZ-La2O3 dibuat dengan cara kompaksi 4 ton/cm2 dan penyinteran pada suhu 1450 ºC selama 4 jam dengan konsentrasi La2O3 0 %, 1 % dan 3 %berat. Analisis struktur kristal menunjukkan bahwa setiap pelet CSZ membentuk struktur kristal kubik.Analisis struktur mikro menunjukkan terjadinya peningkatan pertumbuhan butir dan pengurangan porositas CSZ setelah penambahan La2O3. Analisis rapat massa menunjukkan terjadi peningkatan rapat massa CSZ seiring bertambahnya konsentrasi La2O3. Diketahui bahwa penambahan La2O3 dapat meningkatkan konduktivitas ionik CSZ

    PENGARUH KONDISI REAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KETAHANAN KARET ALAM EPOKSI DALAM N-PENTANA

    Get PDF
    PENGARUH KONDISI REAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KETAHANAN KARET ALAM EPOKSI DALAM N-PENTANA. Salah satu kelemahan Karet Alam (KA) adalah tidak tahan terhadap oli dan pelarut-pelarut non polar. Metode untuk meningkatkan ketahanan terhadap oli dan pelarut non polar adalah melalui epoksidasi karet alam, untuk menghasilkan Karet Alam Epoksi (KAE). KAE dibuat dengan mereaksikan ikatan rangkap karbon-karbon dengan asam performat secara insitu untuk menghasilkan grup epoksi. Tujuan dari studi ini adalah menginvestigasi pengaruh suhu reaksi dan konsentrasi pereaksi terhadap karakteristik KAE. KAE dibuat melalui reaksi dalam fasa lateks (lateks protein rendah-LPR) dengan asam format (90 %v/v) dan hidrogen peroksida (50 %v/v). Rasio mol antara unit isopren dengan asam format dan hidrogen peroksida yang digunakan adalah 1: 0,3: 0,5-1. Reaksi berlangsung pada variasi suhu (60 °C, 65 oCdan 70 °C) selama 1-6 jam. Hasil analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FT-IR) menunjukkan bahwa peningkatan grup epoksi terjadi seiring peningkatan mol hidrogen peroksida, suhu dan waktu reaksi. Ketahanan KAE terhadap npentana meningkat seiring dengan peningkatan kandungan grup epoksinya

    PENGARUH SUHU PEMBUATAN NANO KOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT

    Get PDF
    PENGARUH SUHU PEMBUATAN NANO KOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT. Telah dilakukan proses pembuatan nano komposit oksida besibentonit pada suhu ruang dan suhu 70 oC. Pembuatan dilakukan dengan proses pertukaran kation dan presipitasi ion Fe2+/Fe3+ dalam suasana basa NaOH dalam struktur bentonit. Nano komposit yang terbentuk selanjutnya dianalisa fasanya dengan metode difraksi sinar-X dan sifatmagnetnya dengan fasilitas Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Hasil analisismenunjukkan terbentuknya okida besi dengan dengan fasa magnetik Fe3O4/γ-Fe2O3 dengan karakterisitik magnetik yang meningkat untuk nano komposit yang dibuat pada suhu 70 oC dibanding pada suhu ruang. Luas permukaan spesifik BET dan volume pori nano komposit meningkat akibat pengkompositan maupun akibat peningkatan suhu. Peningkatan luas permukaan dan volume pori untuk nano komposit 70 oC mencapai masing-masing 66,5% dan 91% dibanding bentonit murni. Peningkatan ini disimpulkan disebabkan oleh makin sempurnanya pembentukan dan penempatan oksida besi pada ruang antara lembaran dan permukaan lembaran bentonit dengan makin meningkatnya suhu pembuatan

    IDENTIFIKASI FASA FEROELEKTRIK PADA KRISTAL CAIR EP10PBNP

    Get PDF
    IDENTIFIKASI FASA FEROELEKTRIK PADA KRISTAL CAIR EP10PBNP. Telah dilakukan pengukuran tetapan dielektrik kristal cair 1-ethylpropyl (S)-2-{6-[4-(4’-decyloxyphenyl) benzoyloxyl]-2-naphthyl} propionate (EP10PBNP) untuk mengidentifikasi fasa serta mempelajari dinamika molekulnya di sekitar daerah transisi fasa, yaitu dari fasa smektik-A (SmA) ke fasa lain yang berada di bawah suhu transisi. Dari hasil analisis diperoleh bahwa fasa feroelektrik smektik-C* (SmC*) terbentuk di bawah fasa SmA. Di samping itu, telah diperoleh hubungan antara frekuensi relaksasi dari ferroelectric soft mode dan ferroelectric goldstone mode terhadap suhu. Perubahan frekuensi relaksasi ferroelectric soft mode pada fasa SmA mengikuti hukum Curie-Weiss

    STUDY OF COMPOSITION AND HOMOGENITY OF Ni80Fe20 PERMALLOY IN THE FORM OF TARGET AND THIN FILM AS MATERIALS OF MAGNETIC SENSORS

    Get PDF
    STUDY OF COMPOSITION AND HOMOGENITY OF Ni80Fe20 PERMALLOY IN THE FORM OF TARGET AND THIN FILM AS MATERIALS OF MAGNETIC SENSORS. Material fabrication of a ferromagnetic permalloy Ni80Fe20 has successfully been done. The sample was used as a target in magnetic thin film deposition by the sputtering method. The corresponding characterization including spectral analysis with XRF and XRD supports the prediction that the permalloy has been formed. The XRF analysis result shows that the ratio of the target has good agreement with the calculation. The thin film produced by sputtering gave the same characteristic as the target. From the XRD analysis it was shown that Ni80Fe20 permalloy was formed in the target and thin film, they were shown with the peak at the angle of 2θ= 44,4°, at a (111) plane orientation as the hkl plane from Ni80Fe20. There is another peak at the angle 2θ = 37° that was estimated to be ferrosic oxide Fe3O4. This magnetic oxide was formed when the target had been heated at the temperature 350°C-400°C in the free air

    PENGARUH LAJU ALIRAN GAS N2 TERHADAP KARAKTERISTIK KRISTAL FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL MENGGUNAKAN TEKNIK SPIN COATING

    Get PDF
    PENGARUH LAJU ALIRAN GAS N2 TERHADAP KARAKTERISTIK KRISTAL FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL MENGGUNAKAN TEKNIK SPIN COATING. Telah ditumbuhkan film tipis GaN di atas substrat silikon (111) dengan metode sol-gel menggunakan teknik spin-coating. Proses penumbuhan film tipis GaN dilakukan pada laju putaran spinner 1000 rpm, suhu penguapan pelarut 100 °C, suhu dekomposisi 400 °C, suhu deposisi 850 °C. Dua buah sampel film tipis GaN telah ditumbuhkan pada laju aliran gas nitrogen sebesar 16 sccm dan 40 sccm dengan molaritas Ga2O3 1,33 M. Film tipis GaN dikarakterisasi struktur kristalnya dengan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil karakterisasi film tipis GaN dengan XRD menunjukkan kondisi optimal pada film tipis GaN yang ditumbuhkan dengan molaritas Ga2O3 1,33 M dan laju aliran gas nitrogen 40 sccm. Film tipis GaN mempunyai struktur heksagonal dengan parameter kisi a = (3,116 ± 0,035)Å dan c = (5,170 ± 0,053)Å

    ORIENTASI SIFAT MEKANIK DAN RASIO PENGEMBANGAN HIDROGEL METILSELULOSA

    Get PDF
    ORIENTASI SIFAT MEKANIK DAN RASIO PENGEMBANGAN HIDROGEL METILSELULOSA. Telah diperoleh hidrogel dari iradiasi metilselulosa pada empat konsentrasi yaitu 10%, 15 %, 20 % dan 30 %berat. Metilselulosa yang digunakan adalah metolose SM-100. Proses radiasi dilakukan dengan mesin berkas elektron tipe Cock-Croft Walton pada energi 1MeV, 10 mA, dengan variasi dosis 10 kGy sampai 100 kGy, pada laju dosis 10kGy/lintas. Film hidrogel kemudian dikarakterisasi meliputi; rasio pengembangan, fraksi gel, kekuatan tarik dan persen perpanjangan putus. Pengamatan menunjukkan bahwa rasio pengembangan optimum untuk semua konsentrasi terjadi pada dosis 20 kGy dan menurun dengan naiknya dosis radiasi. Persen fraksi gel optimum ditemukan pada dosis 20 kGy, untuk semua konsentrasi dan naik seiring naiknya dosis radiasi, kecuali konsentrasi gel 10%. Kekuatan tarik secara nyata terlihatmulai konsentrasi 20 % untuk dosis 20 kGy, dengan hasil tertinggi yaitu 0,50 MPa dari dosis 40 kGy. Pada konsentrasi 30 % kekuatan tarik terlihat turun relatif kecil yaitu 0,15 MPa pada dosis 40 kGy. Perpanjangan putus tidak ditemukan pada dosis 10 kGy, karena rasio pengembangan dan fraksi gelnya relatif rendah. Perpanjangan putus optimum terjadi pada konsentrasi 20 % dari dosis 20 kGy yaitu 200 %, dengan kecenderungan turun untuk kenaikan dosis radiasi, karena terjadi proses degradasi. Hidrogel metilselulosa SM-100 terikat silang secara optimum pada konsentrasi 20%dengan dosis 20 kGy hingga 40 kGy. Pada kenaikan dosis berikutnya, gel akan terdegradasi dan untuk konsentrasi 30 % diperoleh gel yang keras dan rapuh

    726

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇