Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
    859 research outputs found

    IMMOBILISASI EUGENOL PADA MATRIKS TMPT DENGAN INDUKSI RADIASI

    Get PDF
    IMMOBILISASI EUGENOL PADA MATRIKS TMPT DENGAN INDUKSI RADIASI. Dalam kerangka pengembangan aplikasi iradiasi khususnya dalam teknik imobilisasi zat bioaktif pada matriks polimer, telah dilakukan imobilisasi eugenol pada matriks hidrofobik Trimetilol Propan Trimetakrilat (TMPT) dengan metode iradiasi. Campuran eugenol /TMPT (Trimetilol Propan Trimetakrilat ) dengan komposisi 100/0; 75/ 25 ; 50 / 50 ; 25/5 ; 0/100 (v/v) diiradiasi dengan sinar gamma pada dosis 0 kGy, 10 kGy, 20 kGy dan 30 kGy dengan laju dosis 7,5 kGy/j. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi hingga 30 kGy dapat menaikkan fraksi gel TMPT hingga 100 % . Komposisi optimum yang baik untuk imobilisasi eugenol pada matriks TMPT adalah pada komposisi 50/50 v/v %. Kumulatif eugenol yang lepas hingga pengujian 10 jam adalah 95%. Eugenol dapat diimobilisasi pada matriks TMPT dengan metode iradiasi, karena struktur molekulnya tidak mengalami degradasi yang ditunjukkan dengan tidak berubahnya viskositasnya pada iradiasi hingga 30 kGy

    ANALISIS FENOMENA MAGNETORESISTANSI LAPISAN TIPIS NiFe TERHADAP VARIASI ARAH MEDAN MAGNET LUAR

    No full text
    ANALISIS FENOMENA MAGNETORESISTANSI LAPISAN TIPIS NiFe TERHADAP VARIASI ARAH MEDAN MAGNET LUAR. Telah dilakukan penelitian tentang analisis fenomena magnetoresistansi lapisan tipis NiFe terhadap variasi arah medan magnet luar. Lapisan tipis NiFe dibuat dengan metode dc sputtering. Sifat-sifat magnetik lapisan tipis dianalisis dengan pengukuran magnetoresistansi. Morfologi permukaan, komposisi bahan dalam lapisan serta struktur kristalnya dianalisis dengan menggunkan SEM-EDAXS dan XRD. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan XRD diperoleh bahwa lapisan tipis NiFe mempunyai struktur kristal kubus pusat badan dan orientasi bidang Miller (321). Oksida-oksida besi juga terbentuk di dalam lapisan tipis NiFe. Oksida besi tersebut adalah FeO dan Fe2O3 bersifat antiferromagnetik serta Fe3O4 bersifat ferrimagnetik. Pengukuran magnetoresistansi digunakan metode probe empat titik dan divariasi terhadap arah medan magnet luar. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis data magnetoresistansi diperoleh nisbah magnetoresistansi terbesar adalah — (l6,l±0,2) % ketika medan magnet luar tegak lurus terhadap arus listrik di dalam bidang lapisan tipis, serta nisbah magnetoresistansi terkecil adalah — ( 2,1±0,1) % ketika medan magnet luar tegak lurus terhadap arus listrik di luar bidang lapisan tipis

    INDUKSI ANISOTROPI PADA MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B

    Get PDF
    INDUKSI ANISOTROPI PADA MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B. Dalam makalah ini dibicarakan suatu studi pembangkitan sifat anisotropi magnet permanen Nd-Fe-B melalui aplikasi medan magnet luar pada tahapan preparasi bakalan.Material awal berupa ingot memiliki komposisi Nd15Fe77B8 (at.%) menjalani tahapan-tahapan proses metalurgi serbuk. Diawali dengan preparasi serbuk menggunakan Vibration Disk Mill dalam suasana miskin udara dengan waktu 5 detik, 10 detik, dan 60 detik. Medan magnet luar sebesar 0,1 T sampai dengan 0,5 T diberikan untuk proses penyearahan serbuk magnet pada tahapan pembuatan bakalan dalam arah paralel arah penekanan. Densifikasi sampel magnet dicapai setelah proses sintering pada 1080 oC dan annealing pada 600 oC selama 1 jam. Hasil pengukuran dengan XRD memastikan magnet memiliki fasa utama Nd2Fe14B baik untuk magnet isotrop maupun anisotrop. Observasi strukturmikro melalui mikroskop optik memastikan hadirnya fasa kedua namun dalam fraksi yang minor. Meskipun pola difraksi dari sampel magnet anisotrop tidak memperlihatkan adanya preferred orientation tetapi evaluasi sifat kemagnetan sampel isotrop dan anisotrop dengan VSM menghasilkan nilai yang berbeda. Terdapat peningkatan magnetisasi remanen dan energi produk maksimum pada sampel magnet yang dipreparasi di bawah pengaruh medan magnet luar pada tahapan pemadatan, memastikan sifat anisotropi telah berhasil dibangkitkan. Nilai remanen dan koersivitas tertinggi yang diperoleh dari magnet anisotrop adalah 0,75 T dan 634 kA.m-1 memberikan energi produk maksimum sebesar 112 kJ.m-3. Nilai ini masih jauh dari nilai optimalnya sehingga perbaikan dalam proses induksi anisotropi serta penghalusan ukuran butir fasa utama masih diperlukan

    PENGARUH KANDUNGAN OKSIGEN FILM TIPIS TiO2-Co YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK MOCVD TERHADAP RESPON FEROMAGNETIKNYA

    Get PDF
    PENGARUH KANDUNGAN OKSIGEN FILM TIPIS TiO2-Co YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK MOCVD TERHADAP RESPON FEROMAGNETIKNYA. Penumbuhan film tipis TiO2-Co telah dilakukan di atas substrat Si dengan teknik MOCVD. Sifat feromagnetiknya diinvestigasi pada suhu ruang. Konsentrasi kandungan oksigen pada matriks kisi kristal film direkayasa melalui proses penganilan. Film tipis TiO2-Co sebelum dianil menunjukkan sifat feromagnetik pada suhu ruang. Karakteristik magnetik, Ms dan Hc bervariasi untuk setiap film. Nilai Ms bertambah dengan bertambahnya konsentrasi Co. Namun nilai momen magnetik rata-rata per atom Co menurun pada saat konsentrasi Co pada film bertambah. Film tipis TiO2.Co dianil pada tekanan 10-3 Torr dan suhu 450 oC selama 120 menit, dan menunjukkan suatu pengurangan konsentrasi O. Pengurangan konsentrasi O meningkatkan nilai Ms film. Sesuai dengan model teori yang diusulkan oleh peneliti lain, fenomena ini diduga disebabkan oleh hadirnya kekosongan O di sekitar ion Co pada matriks kisi TiO2-Co. Seluruh film tipis hasil penumbuhan memiliki karakter magnetik lembut sebagaimana diharapkan untuk aplikasi spintronika

    SINTESIS γ-Fe2O3/Fe3O4 DARI MILL SCALE PABRIK BAJA DENGAN METODE PRESIPITASI

    Get PDF
    SINTESIS γ-Fe2O3/Fe3O4 DARI MILL SCALE PABRIK BAJA DENGAN METODE PRESIPITASI. Mill scale yang digunakan dalam penelitian ini, berdasarkan hasil karakterisasi fasa menggunakan data difraksi sinar-x (XRD) dan perangkat lunak analisis kristal RIETAN-2000, mengandung 85,84 % berat FeO dan 14,16 % berat Fe3O4. Dari hasil proses dengan menggunakan metode presipitasi diperoleh serbuk oksida besi dengan sistem fasa γ-Fe2O3/Fe3O4, dan ukuran kristalin 27,19 nm. Di sini terjadi peningkatan fasa γ-Fe2O3/Fe3O4 sebesar ~86 % dari mill scale awal. Sebagai pembanding digunakan Fe3O4 Aldrich (63-7106) yang mempunyai fasa Fe3O4 dengan ukuran kristalin 27,49 nm. Pengukuran sifat magnetik dengan vibrating sample magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa serbuk magnet oksida besi hasil proses mempunyai harga magnetisasi saturasi lebih tinggi dibandingkan dengan produk Fe3O4 Aldrich (63-7106) masing-masing adalah 84 emu/gramdan 72 emu/gram

    PEMBUATAN MAGNET PERMANEN BARIUM HEKSAFERIT BERBAHAN BAKU MILL SCALE DENGAN TEKNIK METALURGI SERBUK

    No full text
    PEMBUATAN MAGNET PERMANEN BARIUM HEKSAFERIT BERBAHAN BAKU MILL SCALE DENGAN TEKNIK METALURGI SERBUK. Telah dilakukan pembuatan fasa magnetik BaO.6(Fe2O3) dari serbuk mill scale yang telah mengalami proses oksidasi dan serbuk BaCO3 melalui teknik powder metallurgy. Berdasarkan pengukuran XRD, mill scale terdiri dari fasa Fe2O3 dan Fe3O4 setelah oksidasi pada suhu 900 °C selama l jam, mill scale menjadi material fasa tunggal Fe2O3 menjadikan material ini sebagai salah satu komponen penyusun senyawa magnetik BaO.6(Fe2O3) untuk pembuatan magnet permanen barium heksaferit. Penghalusan serbuk mill scale dilakukan dengan ball mill. Ditemukan bahwa lama waktu milling l0 jam menghasilkan distribusi ukuran serbuk yang cukup baik < l mm dengan nilai rata-rata ~O,5 μm mendekati ukuran partikcl berdomain tunggal (0,49 μm) BaO.6(Fe2O3). Densitas magnet permanen tertinggi yang dicapai melalui tahapan sintering hanya ~78 % dinilai masih terlalu rendah untuk menjadikan sampel sebagai magnet permanen yang baik. Berdasarkan pengukuran magnetisasi sisa (remanen), nilai terukur hanya ~0,4 kG jauh lebih rendah dengan nilai sekarang yaitu l,8 kG. Disimpulkan bahwa meskipun telah berhasil terbentuk fasa magnetik BaO.6(Fe2O3), namun, disebabkan porositas yang relatif tinggi, nilai remanen terukur dari sampel hanya 22 % dari nilai ekspektasi

    SUBSTITUSI Mn DAN Ti PADA STRUKTUR FASA MAGNETIK BARIUM HEXAFERRITE MELALUI TEKNIK PEMADUAN MEKANIK (MECHANICAL ALLOYING)

    Get PDF
    SUBSTITUSI Mn DAN Ti PADA STRUKTUR FASA MAGNETIK BARIUM HEXAFERRITE MELALUI TEKNIK PEMADUAN MEKANIK (MECHANICAL ALLOYING). Material dengan komposisi BaFe12-x-yMnxTiyO19 (x,y = 0 hingga 2,5) telah berhasil dibuat melalui proses Mechanical Alloying. Sintesis material diawali dengan pembentukan fasa Fe2-x-yMnxTiyO3 oleh komponen pembentuk fasa Fe2O3, MnCO3 dan TiO2 melalui pemaduan mekanik yang berlangsung delapan jam dan diikuti pemanasan pada suhu 1300 oC. Fasa hasil sintesis ini dipadu bersama BaCO3 menjadi komponen barium hexaferrite yang terbentuk setelah menjalani proses pemaduan selama 4 jam pada 1250 oC. Hasil identifikasi puncak pola difraksi menunjukkan secara baik terbentuknya fasa BaFe12O19 tetapi mengalami perubahan parameter kisi pada kisaran a = 5,8487 Å hingga 5,9108 Å, sedangkan konstanta kisi c pada kisaran 22,8146 Å hingga 23,2093 Å yang disebabkan oleh substitusi secara parsial ion Fe oleh ion Mn dan ion Ti. Substitusi parsial ini juga mengakibatkan berubahnya sifat magnet keras menjadi lunak yang ditunjukkan dengan penurunan koersivitasnya secara signifikan

    MEMBRAN KOMPOSIT POLIETERETER KETON YANG TERSULFONASI ZEOLIT UNTUK APLIKASI SEL BAHAN BAKAR METANOL LANGSUNG

    Get PDF
    MEMBRAN KOMPOSIT POLIETERETER KETON YANG TERSULFONASI ZEOLIT UNTUK APLIKASI SEL BAHAN BAKAR METANOL LANGSUNG. Membran komposit organik-anorganik berdasarkan pada H-zeolit yang didespersikan dalam polieter-eter keton tersulfonasi (sPEEK) untuk aplikasi sel bahan-bakar metanol langsung (Direct Methanol Fuel Cell/DMFC) telah disintesis dan dikarakterisasi. Persyaratan membran elektrolit untuk DMFC adalah konduktivitas ionik yang tinggi dan permeabilitas metanol yang rendah. Pembuatan membran komposit yaitu polimer sPEEK dilarutkan dalam n-methyl-2-pyrrolidone (12,5%berat) dan ditambahkan H-zeolit pada konsentrasi tertentu (3%hingga 50%). Analisis XRD menunjukkan H-zeolit adalah berbentuk kristalin dan analisis particle size berukuran rata-rata 4 μm. Konduktivitas ionik dari membran komposit dianalisis menggunakan impedansi spektroskopi solatron 1260 berkisar 0,012 S/cmhingga 0,007 S/cm. Permeabilitas metanol membran diukur menggunakan sel difusi menghasilkan sekitar 10-7 cm2/s. Pemakaian zeolit memberikan peningkatan dalam kestabilan panas pada membran sehingga berpeluang untuk aplikasi DMFC suhu tinggi

    KARAKTERISTIK ARUS FILM TIPIS CeO2 DAN Nd-CeO2 YANG DIDEPOSISIKAN DI ATAS SUBSTRAT Si(100) MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD)

    Get PDF
    KARAKTERISTIK ARUS FILM TIPIS CeO2 DAN Nd-CeO2 YANG DIDEPOSISIKAN DI ATAS SUBSTRAT Si(100) MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD). Karakteristik arus film tipis CeO2 dan Nd-CeO2 yang dideposisikan di atas substrat p-Si(100) menggunakan teknik Pulsed-Laser Ablation Deposition (PLAD) telah diamati melalui pengukuran arus-tegangan (I-V). Film tipis CeO2 memiliki rapat arus yang lebih besar 2 orde dari film tipis Nd-CeO2. Perbedaan rapat arus dapat dijelaskan berdasarkan perbedaan orientasi kristal, keadaan trap dan tinggi potensial penghalang. Mekanisme konduksi yang terjadi terutama adalah Space-Charge Limited Current (SCLC) pada tegangan rendah dan emisi Schottky pada tegangan tinggi. Diketahui pula bahwa potensial penghalang film tipis Nd-CeO2 lebih besar dari film tipis CeO2 dan memberikan kontribusi terhadap penurunan rapat arus

    SIMULASI HISTERESIS PADA BAHAN FEROMAGNETIK DENGAN MODEL JILES-ATHERTON

    Get PDF
    SIMULASI HISTERESIS PADA BAHAN FEROMAGNETIK DENGAN MODEL JILES-ATHERTON. Telah dibuat suatu program simulasi kurva histeresis bahan feromagnetik berdasarkan teori Jiles-Atherton (JA) dengan memanfaatkan genetic algorithm yang terintegrasi dalam perangkat lunak MatLAB. Validasi dari sistem perhitungan dilakukan dengan menggunakan data dan parameter dari hasil-hasil penelitian terdahulu. Hasil perhitungan dan kurva histeresis yang diperoleh dalam kegiatan ini sangat sesuai dengan data-data seperti yang terdapat di dalam referensi. Pengaruh masing-masing parameter Ms, k, a, a dan c terhadap kurva histeresis telah dibahas dalam makalah ini

    726

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇