Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
FABRIKASI HIDROGEL MAGNETIK BERBASIS NANO PARTIKEL Fe3O4
FABRIKASI HIDROGEL MAGNETIK BERBASIS NANO PARTIKEL Fe3O4. Telah berhasil difabrikasi hidrogel magnetik dengan menggunakan nano partikel berukuran < 100 nm yang diperoleh dari bahan dasar pasir besi. Untuk membentuk gel digunakan polyvinyl alcohol (PVA) yang dicampur air sebagai media pengikat silang. Respons magnetik dari hidrogel dapat bervariasi bergantung pada kandungan Fe3O4 yang ditambahkan dengan kadar 2,5% massa hingga 15% massa dari massa total gel. Ferogel dapat menyimpang dan mulur karena adanya pengaruh medan magnet. Simpangan dan pemuluran ferogel sebanding dengan besarnya konsentrasi Fe3O4 di dalam pengaruh medan magnet. Sementara itu, wujud fisik gel dibuat dengan kekentalan bervariasi
PENGARUH MORFOLOGI TiO2 DAN DOPANT PLATINA TERHADAP PRODUKSI HIDROGEN
PENGARUH MORFOLOGI TiO2 DAN DOPANT PLATINA TERHADAP PRODUKSI HIDROGEN DARI AIR DENGAN METODE FOTOKATALISIS. Pengaruh morfologi TiO2 dan dopant Pt terhadap produksi hidrogen telah dievaluasi. Produksi TiO2 nanotubes (TiO2 NT) dilakukan dengan menggunakan kombinasi sonikasi dan hydrothermal treatment, sedangkan dopant Pt dideposisi ke permukaan TiO2 NT dengan metode fotodeposisi. Sebagai pembanding adalah TiO2 Degussa P25 nanopartikel. Sonikasi dilakukan di ultrasonic cleaner selama 60 menit dilanjutkan dengan proses hidrothermal di dalamautoclave selama 12 jam pada suhu 130 oC. Karakterisasi katalis dilakukan dengan Scanning Electron Microscope (SEM), X-Ray Powder Diffractometer (XRD), UV-Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy (UV-Vis DRS) dan Brunauer-Emmet-Teller (BET). Produksi hidrogen dilakukan dalam reaktor yang terbuat dari pyrex, dengan argon dialirkan secara kontinyu. Sacrificial agent yang digunakan adalah metanol. Dari hasil SEM menunjukkan morfologi katalis yang dihasilkan memiliki morfologi nanotubes. Penambahan dopant Pt pada TiO2NT dapat meningkatkan produksi hidrogen sebanyak 18 kali dibandingkan dengan tanpa menggunakan dopant Pt.
PENGGUNAAN SENSOR FLUXGATE HARMONISA KEDUA UNTUK MENGUKUR MEDAN MAGNETIK SEARAH DUA DIMENSI
PENGGUNAAN SENSOR FLUXGATE HARMONISA KEDUA UNTUK MENGUKUR MEDAN MAGNETIK SEARAH DUA DIMENSI. Sensor medan magnetik fluxgate merupakan solusi dalam pengukuran medan magnetik searah yang besarnya relatif kecil yang murah, akurat dan sederhana. Dengan menambahkan sedikit pengembangan maka sensor ini dapat digunakan untuk mengukur besar dan arah medan magnetik luar. Dengan menambahkan kumparan pendeteksi yang memiliki arah tegak lurus dengan kumparan pendeteksi semula maka dapat dibuat sensor medan magnetik fluxgate yang dapat mengukur medan dalam arah dua dimensi
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF GRAPHENE FROM COCONUT FIBER (COCOS NUCIFERA) AS ANODE MATERIALS FOR LI-ION BATTERY
Synthesis of graphene from coconut fiber conducted in two stages. The first stage is heating the powder of coconut fiber that passes 325 meshes by hydrothermal method at 200o C for 4 hours. Furthermore, the pyrolysis then treated at temperature of 1000° C for 2 hours. The grain size and surface morphology from graphene observed using SEM in the 1000X magnification. From the SEM image of graphene, it shows the pattern of several thick layers build mutual three-dimensional, forming a flake structure. Observations also show stacks of graphene structure with more big flakes forming a thick pallet. Another characterization was performed by using X-ray diffractometer (XRD), Raman Spectrometer and LCR meter. From XRD observation there is an amorphous pattern at the first stage of synthesis, after pyrolysis at 1000o C for 2 hour a peak near 2θ = 24o, 42oand 52o which corresponds to crystal indexes (002), (400) and (511) became visible. The peak at around 1350 cm-1 in the Raman is the D band. The D band is represented defects, like disruption in the sp2 bonding because of heptagon and pentagon rings, vacancies, edge effect, and etc. DC conductivity or bulk electrical conductivity of about 4.6 x 10-3 Scm-1
EFFECTS OF STARCH-GLYCEROL CONCENTRATION RATIO ON MECHANICAL AND THERMAL PROPERTIES OF CASSAVA STARCH-BASED BIOPLASTICS
This study aimed to investigate the effects of different starch-glycerol concentration ratio on mechanical and thermal properties of cassava starch bioplastics. Bioplastics were prepared by mixing starch with glycerol at different starch-glycerol w/w ratio (2.5:1, 2.75:1, 3:1 and 3.5:1). Mechanical properties was evaluated by measuring tensile strength and elongation at break where thermal properties was assessed by thermogravimetric analysis to determine the glass transition temperature (Tg), melting temperature (Tm) and melting enthalpy (ΔHm) of bioplastics. Microstructure and chemical interactions in bioplastics were evaluated by SEM and FTIR. The surface hydrophobicity was determined by measuring the water contact angle. The increase of starch-glycerol concentration in bioplastics formed rough surface where the interaction of glycerol and starch molecules mainly occurred through hydrogen bonds. It also formed stronger and more rigid structure with the increase in tensile strength from 1.90 MPa to 2.47 MPa and the decrease in elongation at break from 8.55% to 5.92%. Furthermore, the increase of starch-glycerol concentration increased Tg from 37.5 ºC to 38.6 ºC, Tm from 96.3 ºC to 120.7 ºC and ΔHm from 100.4 J/g to 155 J/g. Moreover, surface contact angle of bioplastics was increased from 40.6º to 60.2º with the increase of starch-glycerol concentration ratio
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KALSIUM FERIT DARI KERAMIK BIOGELAS MENGGUNAKAN SIMULATED BODY FLUID (SBF) RINGER UNTUK APLIKASI IDENTIFIKASI SEL KANKER
PREPARASIDANKARAKTERISASIKALSIUMFERITDARIKERAMIKBIOGELAS MENGGUNAKANSIMULATEDBODYFLUID(SBF)RINGERUNTUKAPLIKASIIDENTIFIKASI SEL KANKER. Adanya kebutuhan akan penyembuhan penyakit yang lebih baik dan lebih cepat telah meningkatkan kebutuhan teknologi biomaterial terutama biomedis khususnya pada terapi kanker. Penggunaan biomaterial di dalamtubuh sangat berguna untukmemperbaiki kualitas hidupmanusia sekaligusmenyelamatkan nyawa banyak orang tiap tahunnya. Pertumbuhan sel kanker sangat cepat dan mudah menempel di jaringan tubuh karena sifat hidrofiliknya sehingga perlumengidentifikasi sel kanker lebih cepat dan selanjutnya dilakukan terapi untukmemusnahkannya. Penelitian ini bertujuanmelihat terbentuknya senyawa Calciumferrite (CaFe4O7) dan hematite (α-Fe2O3)serta tingkat kompatibilitas keramik biogelas di dalamtubuh. Calciumferrite (CaFe4O7) adalah senyawa yang fasanya menyerupai tulang sehingga sangat mungkin untuk digunakan sebagai bahan dalamperbaikan tulang. Sedangkan hematite (α-Fe2O3)digunakan sebagai biogelas aktif yang berfungsi sebagai bahan magnetik yang tidak stabil untuk mendeteksi adanya sel kanker yang juga bersifat tidak stabil. Karakter morfologi strukturmikro apatite di permukaan diinvestigasi dengan XRDdan SEMuntukmengetahui bioaktivitas dari keramik biogelas sebelumdiaplikasikan dalamidentifikasi sel kanker
STUDI PENGARUH KONSENTRASI AL PADA STRUKTUR KRISTAL DAN MORFOLOGI FILM TIPIS AlxGa1-xN/Si(111) YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK PA-MOCVD
STUDI PENGARUH KONSENTRASI AL PADA STRUKTUR KRISTAL DAN MORFOLOGI FILM TIPIS AlxGa1-xN/Si(111) YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK PA-MOCVD. Film tipis AlxGa1-xN telah ditumbuhkan di atas substrat Si tipe-p dengan menggunakan teknik PA-MOCVD. Film tipis AlxGa1-xN ditumbuhkan dengan parameter-parameter: suhu substrat, laju alir N2, TMGa dan TMAl berturut-turut sebesar 700 oC; 90 sccm; 0,1 sccm dan 0,01sccm hingga 0,04 sccm. Film polikristal AlxGa1-xN yang ditumbuhkan mempunyai struktur heksagonal dengan bidang difraksi dominan (1010) dan (1011) hingga konsentrasi Al sebesar 6,78%. Diperoleh nilai kekasaran permukaan film dari pengukuran SPM pada range 11,44 nm sampai dengan 27,20 nm. Morfologi permukaan film semakin halus dengan peningkatan konsentrasi Al pada film. Penurunan nilai konstanta kisi hasil pengujian XRD terjadi karena kekosongan nitrogen pada film. Peningkatan konsentrasi Al pada film menyebabkan penurunan laju penumbuhan film tipis AlxGa1-xN yang terbentuk
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI FILM Ba0,5Sr0,5TiO3 DOPING Ga2O3 (BGST)
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI FILM Ba0,5Sr0,5TiO3 DOPING Ga2O3 (BGST). Film Ba0,5Sr0,5TiO3 doping Ga2O3 (BGST) telah berhasil dibuat di atas substrat Si(111) dengan proses pembuatan larutan kimia 1 M larutan BGST [(BaxSr1-xTi1-yGay) O3-y/2] dan dilanjutkan dengan spin coating pada kecepatan putar 3000 rpm selama 30 detik. Karakterisasi yang dilakukan berupa strukturmikro menggunakan XRF, XRD dan SEM serta uji sifat feroelektrik. Hasil XRF menunjukkan unsur-unsur pembentuk BST telah terdeposit. Sementara hasil XRD pada substrat Si(111) didapatkan nilai parameter kisi untuk BST, BGST (1%, 2% dan 4%) berturut-turut sebesar 3,9469 Å, 3,9354 Å, 3,8617 Å dan 3,7550 Å. Adapun bidang hkl yang muncul yaitu (100) untuk sampel BST dan BGST1M1%Si serta bidang (100) dan (110) untuk sampel BGST1M2%Si dan BGST1M4%Si. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa permukaan film BST maupun BGST dengan variasi doping masih heterogen. Hasil uji histerisis menunjukkan adanya hubungan yang linier antara nilai polarisasi dengan nilai medan listrik yang diberikan. Nilai polarisasi spontan memiliki hubungan yang berbanding terbalik dengan nilai parameter kisi suatu bahan. Polarisasi spontan hasil perhitungan berdasarkan posisi atom diperoleh untuk BGST1M1%Si, BGST1M2%Si dan BGST1M4%Si berturut-turut : 51,6550 C/cm2, 53,6454 C/cm2 dan 56,7375 C/cm2
FABRIKASI FILM TIPIS SEMIKONDUKTOR FEROMAGNETIK TiO2-Co DENGAN TEKNIK MOCVD DAN PENGAMATAN MAGNETORESISTANSI
FABRIKASI FILM TIPIS SEMIKONDUKTOR FEROMAGNETIK TiO2-Co DENGAN TEKNIK MOCVD DAN PENGAMATAN MAGNETORESISTANSI. Film tipis TiO2-Co telah berhasil ditumbuhkan di atas subtrat Si dengan teknik MOCVD. Film tipis TiO2-Co bersifat feromagnetik pada suhu ruang, dan memiliki respon magnetik lunak (soft magnetic). Penggunaannya sebagai material injektor pada divais spintronika berstruktur TiO2-Co/Si/TiO2-Co, diinvestigasi. Karakteristik arus-tegangannya, tanpa dan dengan medan magnetik luar, dianalisa. Teramati adanya pengaruh magnetik terhadap resistansi divais yang disebut sebagai magnetoresistansi. Magetoresistansi diperoleh bergantung pada besarnya tegangan bias yang diberikan pada divais. Penambahan tegangan ke suatu nilai tertentu dapat menghilangkan efek magnetoresistansi
STUDI KAITAN DISPERSI DAN PITA FREKUENSI TERLARANG GETARAN KEKISI Ni50Fe50 dan Ni66Fe33
STUDI KAITAN DISPERSI DAN PITA FREKUENSI TERLARANG GETARAN KEKISI Ni50Fe50 dan Ni66Fe33. Telah dilakukan telaah mengenai getaran kekisi NiFe dengan perbandingan massa keduanya 1:1 dan 1:2, untuk mengetahui kaitan dispersi mode optik dan mode akustik dari frekuensi getarnya. Kekisi dimisalkan berbentuk rantai atom1 dimensi yang dihubungkan dengan pegas seragam. Sebagaimasukan digunakan tetapan kekisi (a) 3,62009 Å yang merupakan nilai terhitung dari pola XRD untuk lapisan NiFe hasil deposisi dengan teknik sputtering pada suhu 200 oC berbantuan medan annealing 150 G serta tipikal konstanta pegas (β) 32 N/m. Hasil penelitian menunjukkan, untuk Ni50Fe50 profil kaitan dispersi terdiri dari mode optik dan akustik dan tidak ada perbedaan bentuk antara Brillouin zone pertama (0 < k < π/2a) dengan yang lain. Sedangkan untuk Ni66Fe33 pada larik kekisi Ni-Fe terdapat perbedaan kaitan dispersi antara zone pertama (0<k<π/2a) dan kedua (π/2a<k<π/a) baik untuk mode optik maupun mode akustik. Untuk larik kekisi Ni-Ni, kaitan dispersi berupa mode optik yang terjadi pada zone pertama (0 < k < π/a). Selain itu pada kedua jenis kekisi Ni50Fe50 dan Ni66Fe33 ditemukan lebar pita frekuensi terlarang yang sama yaitu 2,56 x 1013 Hz hingga 2,63 x 1013 Hz