Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
    859 research outputs found

    PEMBANGKIT PULSA ARUS SEBAGAI SUMBER ARUS DENGAN METODA ISI-BUANG MUATAN KAPASITOR UNTUK PEMBUATAN MAGNET

    No full text
    PEMBANGKIT PULSA ARUS SEBAGAI SUMBER ARUS DENGAN METODA ISI-BUANG MUATAN KAPASITOR UNTUK PEMBUATAN MAGNET. Telah dibuat dan dianalisis sebuah instrumen pembangkit arus yang besar dengan metoda pengisian dan pembuangan muatan pada kapasitor. Arus listrik yang dihasilkan berbentuk pulsa dengan besar 0,25 kA. Rangkaian yang dibuat seperti terlihat pada gambar menggunakan 2 buah kapasitor dengan kapasitansi 3300 mF/350V yang dihubungkan secara paralel. Proses pengisian dan pembuangan muatan dilakukan dengan membuka/menutup saklar (menggunakan SCR) yang dapat diatur waktunya menggunakan timer. Analisis dilakukan terhadap perubahan lama waktu pengisian terhadap besar tegangan kapsitor yang dihasilkan. Pada kasus ini timer dan SCR sangat memegang peranan. Ternyata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai harga tegangan maksimum berada pada orde milidetik. Untuk membuktikan keberhasilan instrumen ini dilakukan pengujian terhadap bahan magnet yang berbasis Nd-Fe-B dan SmCo. Magnet yang diperoleh memiliki intensitas medan magnet yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang menggunakan sistem elektromagnet biasa

    OPTIMIZATION OF MECHANICAL STRENGTH AND MICROSTRUCTURE ON AUSTEMPERING ZINC HEAT TREATMENT IN LATERITIC NICKEL STEELS

    Get PDF
    The development of lateritic steel is currently being discussed by various research institutions. It is not separated from the potential of laterite-based steel into national steel. This research using austempering heat treatment process with holding time variation for 30, 60, and 90 minutes with Zn (Zinc) element from melting ingot with 90% purity for cooling media. The characterization of laterite steel is done by hardness testing, impact resistance, microstructure, scanning electron microscopy, and energy dispersive spectroscopy. The results showed that the impact resistance value decreased 8.46%, which was initially 209 J to 191.3 J. Besides, the hardness value increased 36, 58% of which was originally 164 HV to 224 HV. Judging from its physical properties, the microstructure formed bainite ferrite perlite at holding time 90 minutes while the fracture is included into the ductile fracture because there are dimple holes showed dark and opaqu

    DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENELITIAN STRUKTUR BAHAN MAGNETIK

    Get PDF
    DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENELITIAN STRUKTUR BAHAN MAGNETIK. Difraksi neutron merupakan peralatan yang penting dalam menentukan struktur magnetik dari bahan kristalin.Makalah ini menjelaskan pemanfaatan difraktometer neutron serbuk resolusi tinggi yang terdapat di BATAN, yang didedikasikan untuk penelitian struktur. Diperlihatkan juga hasil pengukuran pola difraksi neutron pada cuplikan MnO dan MnF2 di atas dan di bawah suhu Neel. Pola difraksi di bawah suhu Neel memperlihatkan munculnya puncak-puncak Bragg baru yang disebabkan oleh strukturmagnetik sebagai tambahan dari puncak Bragg nuklir

    KARAKTERISASIGUGUSFOSFATDANKARBONATDALAMTULANGTIKUSDENGAN FOURIER TRANSFORM INFRARED (FT-IR) SPECTROSCOPY

    Get PDF
    KARAKTERISASIGUGUSFOSFATDANKARBONATDALAMTULANGTIKUSDENGAN FOURIER TRANSFORM INFRARED (FT-IR) SPECTROSCOPY. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik kalsium fosfat dalam tulang tikus menggunakan spektroskopi FT-IR. Sampel tulang femur dan tibia diperoleh dari tikus jenis Sprague-Dawley. Variasi umur yang diambil yaitu 1bulan hingga 8 bulan. Untuk menghilangkan komponen organik, sampel diberi perlakuan menggunakan hidrazin. Maksimal pita absorpsi 3 fosfat spektrum FT-IR tulang tikus berada disekitar 1036 cm-1.Pita absorpsi 4 fosfat dalam mineral tulang tikus terpecah dengan puncak sekitar 566 cm-1 dan 599 cm-1. Keberadaan pita absorpsi 1, 3, dan 4 karbonat menunjukkan kalsium fosfat mineral tulang hadir dalam bentuk apatit karbonat. Peningkatan umur mengakibatkan penurunan kandungan fosfat dan karbonat dalam mineral tulang tikus

    STUDI ORIENTASI MOMEN MAGNETIK ION Fe PADA SUHU 10K SENYAWA ErFe6Sn6 MENGGUNAKAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON

    No full text
    STUDI ORIENTASI MOMEN MAGNETIK ION Fe PADA SUHU 10K SENYAWA ErFe6Sn6 MENGGUNAKAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON. Teknik difraksi neutron telah digunakan untuk menetukan posisi atom di dalam sel satuan serta orientasi momen magnetik ion Fe senyawa ErFe6Sn6 pada suhu l0 K. Pola difraksi neutron dianalisis menggunakan metode Rietveld GSAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa ErFe6Sn6 memiliki struktur kristal ortorombik dengan grup ruang Cmcm tipe ErFe6Sn6. Orientasi momen magnetik subkisi Fe bersifat antiferomagnetik mengarah ke sumbu a kristal ortorombik dengan grup ruang magnetik Cpmcccmc. Semua ion Fe memiliki momen magnetik sebesar (2,3±0,2)mB

    STUDI DIFRAKSI SINAR-X PADUAN Mg-Co-Ni YANG DIBUAT DENGAN METODE PEMADUAN MEKANIK (MECHANICAL ALLOYING)

    Get PDF
    STUDI DIFRAKSI SINAR-X PADUAN Mg-Co-Ni YANG DIBUAT DENGAN METODE PEMADUAN MEKANIK. Telah dilakukan pembuatan paduan Mg-Co-Ni berskala nano sebagai bahan penyerap hidrogen dengan metode pemaduan mekanik. Paduan dibuat dari serbuk logam magnesium, kobalt dan nikel murni dengan menggunakan SPEX 8000 High Energy Milling (HEM). Vial dan bola yang digunakan terbuat dari bahan SS. Rasio berat bola terhadap sampel (B/S) yang digunakan adalah 1:1. Intensitas puncak-puncak difraksi dan fraksi volume dari Mg berkurang dengan bertambahnya waktu milling, yang disebabkan terbentuknya fasa amorf MgO, MgNi2 dan Mg. Perubahan fraksi volume yang cukup signifikan terjadi pada Mg dari 62,52 % pada 0 jam menjadi 23,91 % pada 40 jam, sedangkan Co dan Ni berubah berturut-turut dari 7,63 % ke 8,61 % dan dari 25,23 % ke 31,24 %. Kecuali Mg, parameter kisi Co dan Ni relatif stabil. Sedangkan ukuran kristal berkurang dengan bertambahnya waktu milling, yaitu Mg dari 29,7 nm pada 0 jam menjadi 6 nm pada 40 jam, Co dari 11 nm menjadi 9,8 nm dan Ni dari 24,5 nm menjadi 22,8 nm. Tetapi paduan Mg3CoNi2 yang diinginkan belum terbentuk yang kemungkinan disebabkan oleh rendahnya energi tumbukan

    KARAKTERISTIK SENYAWA PENGKONTRAS MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) GADOLINIUM(III)-DTPA DALAM TUBUH HEWANPERCOBAAN MELALUI SIMULASI 153Gd-DTPA SEBAGAI TRACER

    Get PDF
    KARAKTERISTIK SENYAWA PENGKONTRAS MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) GADOLINIUM(III)-DTPA DALAM TUBUH HEWANPERCOBAAN MELALUI SIMULASI 153Gd-DTPA SEBAGAI TRACER. Perilaku senyawa pengkontrasMRI (Magnetic Resonance Imaging) Gd-DTPA di dalam tubuh dapat dipelajari dengan mengamati biodistribusi di dalam jaringan tubuh serta laju clearance baik dalam urin maupun feces dengan menggunakan hewan percobaan. Kestabilannya di dalamaliran darah dapat diamati melalui penguraiannya di dalam serum darah setelah diinkubasi pada suhu tubuh. Studi ini perlu dilakukan karena erat kaitannya dengan aspek khasiat (efficacy) dan keselamatan (safety) penggunaan senyawa pengkontras untuk MRI. Dalam laporan ini akan disampaikan hasil uji biodistribusi, clearance, serta kestabilan senyawa Gd-DTPA di dalam serum darah dengan mengunakan senyawa bertanda 153Gd-DTPA. Komplek 153Gd-DTPA disintesis sama seperti Gd-DTPA, yaitu dengan mensuspensikan DTPA (diethylenetriaminepentaacetic acid) dalam larutan 153GdCl3, kemudian suspensi direfluks selama 1 jam dan diperoleh larutan jernih 153Gd-DTPA. Kemurnian radiokimia komplek 153Gd-DTPA ditentukan melalui pengukuran dengan elektroforesa kertas dan kemurniannya diperoleh lebih besar dari 95 %. Uji biodistribusi senyawa komplek 153Gd-DTPA dilakukan terhadap mencit dan uji yang sama dilakukan pula terhadap 153GdCl3 untuk melihat biodistribusi Gd3+ bebas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ion 153Gd3+ terakumulasi di beberapa organ seperti hati, jantung, paru dan limpa. Sedangkan akumulasi senyawa komplek 153Gd-DTPA pada ginjal dicapai dalam waktu 2 jamsetelah penyuntikan. Setelah 48 jam lebih dari 95 % komplek 153Gd-DTPA dikeluarkan melalui urin dan feces dan aktivitas yang tersisa dalam tubuh hewan kurang dari 5 %. Hasil uji kestabilan senyawa kompleks dalam plasma darah pada suhu 37 oC sampai dengan 50 jammasih menunjukkan lebih dari 95%sebagai 153Gd-DTPA

    STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN PADUAN LOGAM La DAN B MENGGUNAKAN PROSES BASAH

    Get PDF
    STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN PADUAN LOGAM La DAN B MENGGUNAKAN PROSES BASAH. Telah dilakukan pembuatan paduan logam La dan B dengan proses basah menggunakan asam borat dan La oksida sebagai umpan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa proses basah (sol-gel) dapat digunakan dalam pembuatan paduan logam La dan B serta untuk mengetahui pengaruh asam sitrat terhadap proses sol-gel. Gel yang terbentuk dikalsinasi secara bertahap dari suhu 400 oC hingga 900 oC dengan waktu pemanasan selama 1 jam. Setelah proses kalsinasi sampel dikarakterisasi struktur kristalnya menggunakan alat X-Ray Difractometer (XRD). Hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola difraksi pada bahan dengan suhu kalsinasi yang berbeda. Pada suhu kalsinasi 500 oC hingga 800 oC struktur kristal masih berbentuk amorf. Pada suhu kalsinasi 900 oC telah terbentuk struktur kristal LaB6 dalam jumlah yang relatif kecil, terletak pada 2θ (deg) 21,797; 43,249; 48,356 dengan (I/I0) 56; 73; 65. Dari hasil foto SEM pada suhu kalsinasi 900 oC mulai terbentuk struktur kristal yang homoge

    KARAKTERISASI KOMPONEN PLAT HARD DISK SEBAGAI MEDIA PENYIMPAN DATA

    Get PDF
    KARAKTERISASI KOMPONEN PLAT HARD DISK SEBAGAI MEDIA PENYIMPAN DATA. Plat merupakan komponen terpenting dalam suatu hard disk dikaitkan dengan fungsinya sebagai media penyimpan data. Pengujian komposisi material yang menyusun hard disk dalam percobaan ini dilakukan dengan menggunakan alat EDS (Energy Dispersive Spectometer). Pengujian strukturmikro dilakukan dengan Omniment mikroskop optik dan SEM. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan LECO Hardness Testing Maschine M-400-HI. Material penyusun lapisan hard disk dalam percobaan ini terdiri dari Ni 78%, P 13%, Cr 4% dan Co 5%. Sedangkan material substrat terdiri dari paduan logamAl-Mg. Pengujian hardness sebesar 72 VHN sesuai dengan karakteristik paduan Al-Mg. Pengamatan terhadap strukturmikro lapisan Al-Mg menunjukkan bentuk butiran equiaxial sehingga menggambarkan pembuatan lapisan ini menggunakan cara penekanan isostatik. Tebal lapisan di atas paduanAl-Mg adalah 10 μm, sedangkan strukturmikro lapisan tipis tidak berhasil diamati

    CONDUCTIVITY AND DIELECTRIC PROPERTIES OF A NOVEL FERRITE ALLOY

    Get PDF
    CONDUCTIVITY AND DIELECTRIC PROPERTIES OF A NOVEL FERRITE ALLOY. The synthesis of a new ferrite alloy with a composition of Fe (73.42 w%), Cr (18.0 w%), Si(1.0 w%), Mn(1.0 w%), C(0.08 w%) and Ti(6.5 w%) has been carried out. The frequency-dependent conductivity and dielectric response of this novel material have been investigated by RLC bridge impedance spectroscopy method. It was verified that the real dielectric constant e¢ of these new F-1 materials show different dielectric behavior with respect to Koops theory of dielectric response in standard ferrite materials. In the F-1 samples, no relaxation peaks are observed for the frequency range below 10 kHz, meaning low frequency behavior such as grain- boundaries effect and space charge polarization has not taken effect. Both dielectric response- and dielectric loss curves show frequency dispersive relaxation peaks, three regions of discontinuity and relaxation peaks were identified in the applied frequency range. The low frequencies up to 10 KHz, intermediate frequencies 10 kHz to 40 KHz, the dielectric constant tend to decrease forming a curve resembling a distorted quarter circle, and higher frequency-range > 40 kHz where a semicircle forms, centered around 60 kHz. Using Nyquist- and Bode plots, these relaxation processes are identified as (beginning of) formation of oxidation-layers at the surface because of sintering, electron transfers between cations and Maxwell-Wagner interfacial polarizations. It is concluded that this is a novel material with its own distinctive dielectric properties

    726

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇