Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
    859 research outputs found

    STUDI SIFAT MAGNETIK MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B

    Get PDF
    STUDI SIFAT MAGNETIK MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B. Telah dilakukan studi sifat kemagnetan terhadap magnet isotrop komposisi Nd15Fe77B8 yang dibuat dengan tehnik metalurgi serbuk. Pembuatan sampel magnetik dilakukan dengan variasi waktu penggerusan yaitu 5 detik, 10 detik, 60 detik, 300 detik, dan 600 detik dalam suasana inert dan diperoleh ukuran butir rata-rata setelah proses perlakuan panas yaitu 1,55 μm, 1,48 μm, 1,14 μm, 0,93 μm, dan 0,63 μm yang diukur dengan metode intercept (Heyne). Proses pembuatan bakalan dengan diameter 10 mm dan tekanan 31,8 MPa. Bakalan tersebut disinter dan dianil dalam suasana inert dalam tabung quartz dengan suhu 1080 oC dan 600 oC selama masing-masing 1 jam. Pendinginan secara cepat dalam air (water quench) setelah sinter telah berhasil mempertahankan fasa magnetik Nd2Fe14B sebagai fasa utama berdasarkan identifikasi data difraksi sinar-X dan foto mikro. Kemungkinan adanya fasa-fasa lain seperti fasa yang kaya akan Nd (Nd-rich), fasa yang kaya akan B (NdFe4B4), dan fasa oksida Nd2O3. Fasa oksida banyak terdapat untuk sampel dengan waktu penggerusan yang cukup lama yaitu 300 detik dan 600 detik, sehingga sifat-sifat kemagnetan yang terukur sangat rendah. Pengukuran sifat kemagnetan menggunakan VSM untuk sampel yang dipelajari bahwa koersivitas dan remanen terbesar adalah 834 kA/m dan 0,62 T diperoleh untuk magnet isotrop dengan waktu penggerusan selama 60 detik

    KARAKTERISASI SIFAT INTRINSIK RING YBa2Cu3O7-x TANPA DAN DENGAN BAHAN ADITIF PVA

    Get PDF
    KARAKTERISASI SIFAT INTRINSIK RING YBa2Cu3O7-x TANPA DAN DENGAN BAHAN ADITIF PVA. Telah dilakukan karakterisasi sifat intrinsik ring YBa2Cu3O7-x tanpa dan dengan bahan aditif PVA. Ring tanpa aditif PVA mengalami kerusakan (patah) setelah beberapa bulan disimpan. Stuktur mikro, struktur kristal dan sifat listrik ring YBa2Cu3O7-x yang rusak dianalisis berturut-turut dengan SEM (EDAX), XRD dan probe empat titik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada ring yang patah terdapat unsur Y, Ba dan Cu dengan perbandingan mol berturut-turut 1 : 2 : 3. Puncak-puncak difraksi dari ring yang patah bersesuaian dengan puncak-puncak difraksi fasa-123. Suhu transisi kritis Tc ring sebelum dan sesudah patah relatif tidak berubah yaitu sekitar 91 K. Analisis dengan SEM menunjukkan adanya retakan-retakan mikro (micro cracks) di dalam ring yang patah. Disimpulkan bahwa sifat intrinsik superkonduktor pada ring yang patah tidak berubah. Kemungkinan penyebab terjadinya patahan adalah akibat proses kompaksi yang tidak sempurna. Penambahan PVA sampai 30 % berat sebagai bahan aditif dalam proses kompaksi menyebabkan ring tidak patah dan bebas dari retakan-retakan mikro, dan sifat intrinsik superkonduktor tidak berubah

    PENANGGULANGAN KANKER DI INDONESIA : PERAN NANOTECHNOLOGY DALAM DIAGNOSIS DAN TERAPI

    Get PDF
    PENANGGULANGAN KANKER DI INDONESIA : PERAN NANOTECHNOLOGY DALAM DIAGNOSIS DAN TERAP

    NOVEL MAGNETISM IN SPIN GAP SYSTEM

    No full text
    Most of magnetic properties of conventional magnets can be understood in terms of the classical vector spin model. However, recent development of new quantum magnets and high-field experiments at low temperatures revealed that some systems exhibit many- body effects characteristic of quantum particle system. Such behavior can be observed in spin dimer system, where pairs of ions with spin S=l/2 are coupled antiferromagnetically to form non magnetic singlet state at low temperatures

    PENGAJIAN BAHAN SYNROC UNTUK IMOBILISASI LIMBAH RADIOAKTIF DARI PRODUKSI RADIOISOTOP 99Mo

    No full text
    PENGAJIAN BAHAN SYNROC UNTUK IMOBILISASI LIMBAH RADIOAKTIF DARI PRODUKSI RADIOISOTOP 99Mo. Dilakukan pengkajian pengambangan teknologi imobilisasi dengan bahan syntoc untuk limbah radioaktif umur panang yang ditimbulkan dari produksi radioisotop molibdenum-99 (99Mo). Synroc adalah bentuk limbah kristalin yang tersusun dari gabungan fase-fase titanat yang stabil dan dipilih karena kestabilan geokimia dan kemampuan kolektif untuk imobilisasi semua unsur radioaktif dalam limbah radioaktif cair aktivitas tinggi (LCAT). Pengembangan komposisi synroc untuk imobilisasi limbang tergantung pada kandungan radionuklida. Untuk limbah radioaktif umur panjang yang ditimbulkan dari produksi 99Mo yang mengandung uranium, transuranium (TRU) dan unsur-unsur hasil belah telah dikembangkan syntoc yang mengandung fase utama pyrochlore (CaTi2O7), brannerite (AnTi2O6) dan hollandite ;Ba(Al,Ti)2Ti6O16] dengan penambahan unsur-unsur absorber neutron (Gd atau Hf) untuk mencegah kritikalitas. Semua studi ilmu pengeahuan dasar memberikan konfirmasi bahwa laju pelindihan dan kerusakan akibat radiasi peluruhan-α dengan bahan synroc dilakukan untuk imobilisasi limbah radioaktif umur panjang yang mengandung uranium, TRU, dan hasil belah yang ditimbulkan dari produksi 99Mo

    PENGARUH KOMPOSISI TERHADAP SIFAT MAGNETIK DARI SERBUK FERIT Mn-Zn

    Get PDF
    PENGARUH KOMPOSISI TERHADAP SIFAT MAGNETIK DARI SERBUK FERIT Mn-Zn. Penggunaan magnet lunak ferit Mn-Zn untuk berbagai aplikasi telah banyak dilakukan. Dibandingkan dengan material magnetik lainnya, ferit Mn-Zn yang disintesis dari MnO2, ZnO, dan Fe2O3 memiliki keunggulan berupa kemudahan untuk dimagnetisasi dan didemagnetisasi. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis serbuk ferit Mn-Zn dengan variasi komposisi 0,75 MnO 0,25 ZnO Fe2O3, 0,25 MnO 0,75 ZnO Fe2O3, dan 0,5 MnO 0,5 ZnO Fe2O3. Setelah dihasilkan serbuk ferit Mn-Zn, dilakukan karakterisasi terhadap serbuk ferit Mn-Zn tersebut. Berdasarkan hasil analisis XRD, diketahui bahwa fasa ferit Mn-Zn telah terbentuk untuk seluruh variasi komposisi. Karakterisasi dengan SEM menunjukkan bahwa serbuk dengan komposisi 0,5 MnO 0,5 ZnO Fe2O3 memiliki distribusi ukuran partikel yang paling kecil dibandingkan dengan komposisi lainnya dan kurva histeresis yang dihasilkan telah menunjukkan bahwa ferit Mn-Zn dengan komposisi ini menghasilkan nilai magnetisasi yang paling besar dibandingkan komposisi lainnya. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa komposisi 0,5 MnO 0,5 ZnO Fe2O3 merupakan komposisi optimum untuk menghasilkan ferit Mn-Zn yang memiliki sifat magnet lunak yang baik

    PENGGUNAAN POLIANILIN SEBAGAI CLADDING PENGGANTI PADA SERAT OPTIK UNTUK MENDETEKSI GAS AMONIA

    Get PDF
    PENGGUNAAN POLIANILIN SEBAGAI CLADDING PENGGANTI PADA SERAT OPTIK UNTUK MENDETEKSI GAS AMONIA. Telah dilakukan studi penggunaan polianilin sebagai cladding pada serat optik untuk mendeteksi gas amonia. Film polianilin pada substrat kaca diuji respon optiknya terhadap gas amonia, selanjutnya diterapkan sebagai cladding pada serat optik untuk mendeteksi gas amonia. Respon optik lapisan polianilin memperlihatkan absorpsi optik spesifik polianilin berada pada pita spektrum merah dengan puncak sekitar 640 nm. Penerapan polianilin sebagai cladding sensitif amonia dilakukan dengan metode deposisi kimia pada inti (core) serat optik multimoda. Uji respon sensor serat optik menggunakan laser Helium-Neon 635 nm sebagai sumber cahaya yang dicoupling dengan lensa pada salah satu ujung serat optik. Intensitas laser yang sampai diujung lainnya diukur dengan power meter, pada kondisi tanpa amonia maupun dengan perlakuan gas amonia dengan konsentrasi berbeda. Hasil yang diperoleh memperlihatkan penurunan intensitas laser yang ditransmisikan melalui probe serat optik terhadap kenaikan konsentrasi gas amonia. Koefisian absorpsi cladding polianilin meningkat linier terhadap kenaikan konsentrasi gas amonia, seiring kenaikan indeks bias dan perubahan warnanya

    MAGNET PERMANEN NANOKOMPOSIT Nd-Fe-B/α-Fe

    Get PDF
    MAGNET PERMANEN NANOKOMPOSIT Nd-Fe-B/α-Fe.Magnet nanokomposit adalahmagnet multi-fasa campuran antara fasamagnet keras dengan koersivitas yang tinggi danmagnet lunak dengan magnetisasi total yang tinggi. Kedua fasa magnetik ini memiliki ukuran fasa magnet dalam skala nanometer sehingga berlangsungnya efek antar fasa menimbulkan sifat kemagnetan yang menarik. Kekuatan magnet permanen nanokomposit Nd-Fe-B/α-Fe terletak pada fasa magnetik utama Nd2Fe14B yang memiliki anisotropy constant sangat tinggi (4,5 x 106 J.m-3) dan nano kristal α-Fe yang memiliki magnetisasi total tertinggi (2,16 T). Fenomena yang menarik dari campuran kedua jenis fasa magnetik ini dalam struktur nanokomposit adalah loop histeresis yang dihasilkan merupakan loop histeresis layaknya suatu magnet permanen meskipun di dalam material magnet terdapat fasa magnet lunak (α-Fe). Disamping itu, magnetisasi remanen dari magnet nanokomposit memiliki nilai di atas nilai teoritik fasa utama meskipun magnet bersifat isotropi. Dengan demikian implikasi dari struktur nanokomposit material magnet dari pandangan ilmiah, mengundang suatu perbaikan pemahaman terhadap perilaku magnetisasi magnet permanen selama ini. Dari sudut teknologi, diperlukan inovasi dalam proses preparasi untuk menghasilkan magnet nanokomposit. Dalam paper ini dibicarakan hasil penelitian terhadap magnet nanokomposit Nd-Fe-B/α-Fe yang dipersiapkan melalui teknologi proses rapid solidification dan mechanical alloying. Hasil tinjauan model micromagnetic terhadap magnet nanokomposit dari beberapa kelompok peneliti juga disampaikan pintas

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI ORGANOCLAY SEBAGAI PENGUAT MATERIAL NANOKOMPOSIT BERBASIS LEMPUNG LOKAL

    Get PDF
    SINTESIS DAN KARAKTERISASI ORGANOCLAY SEBAGAI PENGUAT MATERIAL NANOKOMPOSIT BERBASIS LEMPUNG LOKAL. Riset pengembangan silika nanokomposit merupakan suatu awal dari tahapan menuju penguasaan nanoteknologi dalam rangka upaya meningkatkan daya saing produk lokal. Organoclay hasil sintesis dari bahan lempung montmorillonit alam Indonesia digunakan sebagai bahan dasar penyusun pembuatan material nanokomposit polimer yang akan diaplikasikan sebagai material komponen otomotif. Dalam penelitian ini telah dilakukan proses pembuatan organoclay dengan aktivasi asam menggunakan HCl dengan konsentrasi dan variasi waktu aktivasi tertentu yang kemudian ditambahkan surfaktan terpilih. Karakteristik morfologi organoclay hasil sintesis didapat dengan melakukan pengujian XRD, FT-IR, TGA dan dibandingkan karakteristiknya dengan organoclay bentone SD-1. Analisis terhadap spektrum FT-IR menunjukkan organoclay hasil sintesis maupun bentone SD-1 memiliki kemiripan yang tinggi untuk senyawa organik yang digunakan. Analisis terhadap Difraktometer XRD untuk organoclay hasil sintesis menunjukkan karakteristik instensitas serapan yang berbeda dengan clay alam dan terjadi peningkatan jarak antar lapis akibat interkalasi molekul organik yaitu dari semula 15,03 Å pada clay alam, akibat masuknya surfaktan pada antar lapis clay maka jarak antar lapisnya menjadi 39,18 Å untuk organoclay alam hasil sintesis. Dari analisis termogravimetri dapat disimpulkan organoclay hasil sintesis mulai mengalami kehilangan massa dalam jumlah yang cukup signifikan pada suhu 180 oC yang puncaknya pada suhu sekitar 220 oC. Total massa yang hilang pada proses tersebut hingga mencapai sekitar 30 %berat

    SIMULASI KOMPUTER UNTUK MEMPELAJARI PENGARUH KEBERADAAN BAHAN ELEKTROLIT PADA ELEKTRODA TERHADAP KARAKTERISTIK DISCHARGE BATERAI ISI ULANG

    Get PDF
    SIMULASI KOMPUTER UNTUK MEMPELAJARI PENGARUH KEBERADAAN BAHAN ELEKTROLIT PADA ELEKTRODA TERHADAP KARAKTERISTIK DISCHARGE BATERAI ISI ULANG. Dalam perancangan prototip batearí isi ulang baik berbasis lithium maupun perak, performa baterai dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah pemilihan komposisi bahan elektrolit maupun elektroda yang tepat. Penelitian experimental untuk mempelajari pengaruh komposisi bahan elektrolit pada elektroda terhadap karakteristik discharge bateraí tentu membutuhkan banyak waktu, usaha dan biaya. Simulasi komputer untuk mempelajari pengaruh komposisi material elektrolit pada elektroda digunakan dalam penelitian ini. Model matematis untuk mempelajari proses transport ion pada elektrolit maupun elektroda didekati dengan menggunakan hukum konservasi masa, muatan, energi dan kinetik yang terjadi dalam elektrolit maupun elektroda. Sedangkan asumsi dasar yang digunakan dalam pemodelan tersebut adalah bahwa proses transport muatan dalam sistem baterai disebabkan oleh difusi dan migrasi, dan reaksi elektrokimia berlangsung pada interface antara elektroda dan elektrolit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa keberadaan bahan elektrolit pada elektroda dapat mempengaruhi karakteristik discharge dari baterai isi ulang yang dibuat

    726

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇