Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
    859 research outputs found

    ABSTRAK PENGARUH DIMENSI,ARUS KRITIS, DAN JUMLAH RING TERHADAPARUS GAGALPADA SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER

    Get PDF
    ABSTRAK PENGARUH DIMENSI,ARUS KRITIS, DAN JUMLAH RING TERHADAPARUS GAGALPADA SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER. Penelitian Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) di Pustek Bahan Industri Nuklir telah dilakukan sejak tahun 2002. Mulai tahun 2003 hingga 2005, penelitian difokuskan pada upaya meningkatkan arus gagal dengan memperbesar dimensi trafo, meningkatkan arus kritis bahan, dan menambah jumlah ring. Pada tahun 2003 dapat dibuat SFCL skala laboratorium yang mampu membatasi arus gagal IF = 26 mA. SFCL semiprototipe baru bisa diwujudkan pada tahun 2004 dan pada tahun berikutnya dilakukan optimasi teoritis pada model SFCL semiprototipe tersebut. Pada SFCL semiprototipe mula-mula dipasang ring YBa2Cu3O7-x yang memiliki arus kritis Ic = 3,52 A, kemudian diganti dengan ring yang memiliki Ic = 9,6 A. Demikian pula jumlah ring YBa2Cu3O7-x, semula hanya satu, kemudian ditambah menjadi dua. Pengujian rangkaian SFCL dilengkapi dengan simulasi menggunakan software ANSYS versi 5.4. Hasil pengujian SFCL menunjukkan bahwa arus gagal meningkat menjadi sekitar 110 mA, 365mA dan 490 mA berturut-turut akibat peningkatan dimensi trafo, arus kritis dan jumlah ring. Arus gagal IF dapat ditingkatkan hingga 20 kali lebih tinggi dengan memperbesar dimensi trafo, meningkatkan arus kritis, dan menambah jumlah ring YBa2Cu3O7-x

    KAJIAN TEORETIS RAGAM POLARITON MAGNETIK DALAM BAHAN LOGAM ANTIFEROMAGNET

    No full text
    KAJIAN TEORETIS RAGAM POLARITON MAGNETIK DALAM BAHAN LOGAM ANTIFEROMAGNET. Telah dilakukan penelitian untuk menurunkan relasi dispersi polariton magnetik dalam bahan logam antiferomagnet dengan geometri semi tak-hingga. Bahan dibuat beralur (berlapis) dengan bahan isolator nonmagnet agar efek penyekatan berkurang sehingga ragam polariton dapat dibangkitkan. Diperoleh hasil relasi dispersi ragam polariton permukaan yang bersifat berbalik, ω (kx) = ω(-kx) (tanpa keberadaan medan magnet luar. Bila medan magnet luar diterapkan, ragam polariton pennukaan menunjukkan sifat tak berbalik, ω (kx) ≠ ω(-kx). Daya hantar bahan magnet menyebabkan timbulnya redaman dalam ragam polariton. Redaman cenderung semakin besar seiring dengan diterapkannya medan luar

    APLIKASI RESIN EPOKSI SEBAGAI MATRIKS PADA PEMBUATAN KOMPOSIT MAGNETOSTRIKTIF TERFENOL-D

    Get PDF
    APLIKASI RESIN EPOKSI SEBAGAI MATRIKS PADA PEMBUATAN KOMPOSIT MAGNETOSTRIKTIF TERFENOL-D. Aplikasi bahan magnetostriktif pada frekuensi tinggi memerlukan resistivitas yang tinggi dari bahan yang digunakan. Resin epoksi adalah salah satu yang sesuai untuk dipakai sebagai perekat bahan magnet karena bersifat insulator, perekat kuat dan mudah diproses. Karena epoksi sangat kental maka diperlukan perlakuan pengenceran resin epoksi dengan pelarut hidrofobik sehingga memungkinkan memperoleh fraksi volume bahan magnet yang optimum pada pembuatan komposit magnetostriktif Terfenol-D. Juga diamati pengaruh pemanasan (curing) yang dilakukan akhir proses pembuatan komposit terhadap kekerasan dan nilai magnetostriksi (λs) komposit. Fraksi volume serbuk magnet tertinggi dalam komposit diperoleh sebesar 80% untuk Terfenol-D dengan nilai magnetostriksi (λs) maksimum sebesar 580 ppm. Proses curing berperan dalam mengurangi porositas, meningkatkan kekerasan, menghasilkan kurva magnetostriksi yang halus dan memperbaiki sifat magnetostriktif komposit tersebut

    EVALUATION OF Co-Mo/Al2O3 CATALYSTS FOR HYDRODESULFURIZATION PREPARED BY THE CHEMICAL VAPOR DEPOSITION TECHNIQUE AND CITRIC ACID ADDITION

    Get PDF
    EVALUATION OF Co-Mo/Al2O3 CATALYSTS FOR HYDRODESULFURIZATION PREPARED BY THE CHEMICAL VAPOR DEPOSITION TECHNIQUE AND CITRIC ACID ADDITION. Sulfided Co-Mo or Ni-Mo based catalysts still have been extensively used in refinery for Hydrodesulfurization (HDS) reaction, which is so-called Co-Mo-S phase as active sites. It is proposed that to obtain near zero sulfur content of fuels in the future is by improving the performance of Co-Mo catalysts. It could be approached with enhancing the amounts of active sites, Co-Mo-S phases, for instance with a sophisticated HDS catalysts preparation such as by a Chemical Vapor Deposition (CVD) technique using Co(CO)3NO as a precursor of Co and by the citric acid addition. It is demonstrated that if MoS2/Al2O3 is exposed to Co(CO)NO3 vapor and subsequently sulfided, Co-Mo-S phases form selectively when the Mo content exceeds monolayer loading. The maximum potential HDS activity of Co-Mo/Al2O3 catalysts also can be obtained by the CVD technique. With the conventional Co-Mo/Al2O3 catalysts, the edges of MoS2 particles are completely occupied by Co atoms around of 4 wt% Co, thus more addition of Co caused blocking of the active sites by over layers of Co sulfide clusters. However, with the citric acid addition, not only the amount coverage of Co atoms is increased, but also a high content of Mo could be also well dispersed (Mo > 20 wt%) on the surface support forms monolayer. In addition, the amount of Co forming Co-Mo-S phases was estimated from the correlation between NO/Mo and Co/Mo ratio by the CVD technique

    STUDI STRUKTURMIKRO DAN MORFOLOGI FILM InXGa1-XN YANG DITUMBUHKAN DI ATAS SUBSTRAT SAPPHIRE (0006) DENGAN METODE MOCVD BERBANTUAN PLASMA

    Get PDF
    STUDI STRUKTURMIKRO DAN MORFOLOGI FILM InXGa1-XN YANG DITUMBUHKAN DI ATAS SUBSTRAT SAPPHIRE (0006) DENGAN METODE MOCVD BERBANTUAN PLASMA. Telah ditumbuhkan film tipis InXGa1-XN di atas substrat sapphire (0006) dengan metode MOCVD berbantuan plasma. Penumbuhan dilakukan pada suhu 650 oC dengan variasi komposisi uap TMIn (xv) sebesar 10 %, 20 %, 30 %, 50 % dan 100 %. Hasil analisis XRD menunjukkan fenomena pemisahan fasa yang disebabkan oleh ketidaksesuaian kisi antara InN dan GaN pada film InX1-XN dengan komposisi padatan indium (In) 0,02 dan 0,18. Proses nukleasi masih terjadi pada film-film ini, dimana tingkat kekasaran relatif masih tinggi sekitar 150 nm. Film dengan komposisi padatan indium (x) 0,28 dan 0,61 menunjukkan adanya kecendurungan fasa tunggal pada InGaN (0002). Mekanisme penggabungan (coalescence) grain terjadi pada film-film ini dengan ditandai oleh ekspansi grain secara lateral. Hal ini menyebabkan tingkat kekasaran permukaan relatif lebih rendah sekitar 100 nm

    VARIASI KOMPOSISI Fe(II)/Fe(III) PADA PROSES SINTESIS SPION DENGAN METODE PRESIPITASI

    Get PDF
    VARIASI KOMPOSISI Fe(II)/Fe(III) PADA PROSES SINTESIS SPION DENGAN METODE PRESIPITASI. Superparamagnetic Iron Oxide Nanoparticles, Spion berbasis Fe3O4/γ-Fe2O3 dapat digunakan baik dalam bidang biomedik maupun untuk keperluan industri lainnya. Spion dalam pemanfaatannya sangat bergantung pada ukuran partikel dan sifat magnet bahan. Untuk mendapatkan bahan dengan sifat magnetik yang optimal dengan metode presipitasi maka parameter perbandingan Fe(II)/Fe(III) telah divariasikan. Penambahan Fe(II) dapat mengimbangi proses oksidasi Fe(II) menjadi Fe(III) dan mengoptimalkan pembentukan fasa Fe3O4 serta meningkatkan sifat magnetiknya. Namun penambahan Fe(II) lebih lanjut cenderung meningkatkan pembentukan γ-Fe2O3, derajat kristalinitas dan ukuran butir oksida Fe. Hasil optimal Spion diperoleh untuk sampel dengan perbandingan Fe(II)/Fe(III) 1 : 1. Pada perbandingan ini diperoleh fraksi berat Fe3O4 mencapai 80% dengan ukuran butir 12 nm dan Ms = 88 emu/gram

    UTILISATION OF SLAG POWDER FOR CEMENT SUBSTITUTION BASED ON THE COMPRESSIVE STRENGTH AND PENETRATION OF CHLORIDE IONS

    Get PDF
    UTILIZATION OF SLAG POWDER FOR CEMENT SUBSTITUTION BASED ON THE COMPRESSIVE STRENGTH AND PENETRATION OF CHLORIDE IONS. The availability of waste from nickel ore smelting in the form of slag has increased, this is due to the high nickel production to meet the increasing needs for development and for compound- ing materials for construction materials. This research aims to make a paste from the mixture of Nickel Pig Iron (NPI) slag from PT Indoferro which is used as a substitute for making cement paste. The materials used in this study are cement, nickel slag, water, and zeolite. The cement paste is made with a dimension of 10 cm x 5 cm with each slag used as an amplifier on the paste with a volume variation of 15%, 30%, 45%, and 60%. Each material is weighed according to mix design then mixing the materials, after they are homogeneous, they are put into the mold and then let stand for 24 hours until the paste solidifies and hardens, after 24 hours, the paste sample is removed from the mold and treated at room temperature, after the life is qualified, the paste sample is tested. Results of the compression test show that variations of slag addition to the paste mixture giving maximum compressive strength is the 15% variant for NPI slag. The increase in compressive strength of the slag mixture paste may occur because slag contains cement compounds which can chemically react with Calcium Hydroxide (CH) com- pounds as a result of the hydration reaction of cement with water to form a Calcium Silicate Hydrate (CSH) compound from the hydration result between water and cement to increase adhesion and compressive strength on cement paste

    RAPAT LAPISAN MEDAN MAGNET DALAM SISTEM BESI OKSIGEN SELAMA REAKSI SEDERHANA

    No full text
    RAPAT LAPISAN MEDAN MAGNET DALAM SISTEM BESI OKSIGEN SELAMA REAKSI SEDERHANA. Difusi oksigen dalam bahan magnet terjadi dengan proses reaksi yang sederhana dalam ikatan system besi oksigen, dimana lapisan-lapisan kerapatan magnet sangat eksklusif dan terjadi sangat lambat bila dibandingkan dengan besi, hal yang terpenting adalah pengaruh kinetis reaksi dari pada difusi oksigen dalam besi terhadap pertumbuhan butirannya. Sehubungan dengan hasil penelitian pada difusi besi dalam bahan magnet. ada dua macam perbedaan cacat yang dominan pada difusi besi dalam bahan magnet yang bergantung pada suhu dan aktifitas oksigennya. Pada cacat titik, kekosongan kation dan intersisi besi terjadi selama pertumbuhan magnet. satu jaringan fluks besi terjadi dari batas fasa dengan aktifitas oksigen yang rendah sampai dengan yang tinggi yang kemudian digerakan oleh fluks interstisial besi dalam arah dan satu kekosongan kation dalam arah yang berlawanan. Dalam lapisan—lapisan magnet yang rapat, butiran berukuran besar atau yang berkristal tunggal difusi terjadi sepanjang batas-batas butiran, pori-pori dan retak-retak diabaikan bila akan dibandingkan terhadap difusi seutuhnya. Kemudian harga rata-rata kemunginan maksimum pertumbuhan magnet bergantung hanya pada struktur caeat dan sifat transformasi magnetny

    PENINGKATAN BATAS ARUS GAGAL PADA SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER

    Get PDF
    PENINGKATAN BATAS ARUS GAGAL PADA SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER. Penelitian untuk meningkatkan batas arus gagal pada superconducting fault current limiter (SFCL) telah dilakukan. SFCL adalah device pembatas arus gagal, berfungsi sebagai pengaman jaringan listrik. SFCL pada dasarnya adalah sebuah transformator yang tersusun dari lilitan primer berupa kumparan kawat tembaga (Cu) dan lilitan sekunder berupa cincin superkonduktor YBa2Cu3O7-x(YBCO). Dalam eksperimen ini digunakan trafo nomor 170, yakni trafo yang memiliki panjang teras e = 8,5 cm dan cincin YBCO dengan diameter dalam di = 5,74 cm, diameter luar do = 8,09 cm, tebal t = 0,55 cm, suhu kritis Tc = 91 K dan arus kritis Ic = 3,52 A. Pengujian SFCL dilakukan dengan menghubungkan secara seri SFCL, sumber tegangan ac dan beban RL = 250 ohm. Hasil pengujian SFCL menunjukkan bahwa batas arus gagal SFCL adalah If = 0,15A. Padahal pada penelitian sebelumnya menggunakan trafo nomor 130, yakni trafo dengan panjang teras e = 7,0 cm dan cincin YBCO dengan diameter dalam di = 2,44 cm, diameter luar do= 4,20 cm, tebal t = 0,86 cm, suhu kritis Tc = 91 K dan arus kritis Ic = 3,40 A, batas arus gagalnya adalah If = 0,03 A. Batas arus gagal dapat ditingkatkan selain dengan memperbesar dimensi trafo dan cincin superkonduktor juga dengan menaikkan arus kritis superkondukto

    ANALISIS DIMENSI DAN SIMILARITAS PADA SINTESIS MICROSPHERE POLIMER BERBASIS POLILAKTAT

    Get PDF
    ANALISIS DIMENSI DAN SIMILARITAS PADA SINTESIS MICROSPHERE POLIMER BERBASIS POLILAKTAT. Telah dipelajari analisis bilangan tak berdimensi dan konsep similaritas pada pembuatan microsphere berbasis polilaktat (PLA). Hubungan teoritis diameter microsphere yang dipengaruhi kecepatan pengadukan dapat diramalkan dari analisis matematis mengikuti konsep similaritas. Sedangkan korelasi empiris hubungan antara diameter microsphere dengan bilangan Weber diturunkan menggunakan analisis dimensi dari variabel yang berpengaruh pada sintesis, dengan melakukan serangkaian percobaan untuk memperoleh butir microsphere pada variasi kecepatan pengadukan, dan variabel lain dibuat tetap. Persamaan empiris yang diperoleh berbentuk ln (dm/dF) = 0,5151 ln (We) - 0,4788, bermanfaat untuk meramalkan diameter microsphere sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Karakterisasi butir microsphere dengan menggunakan peralatan Simultaneous Thermal Analysis menunjukkan PLA mengalami peleburan pada suhu 168,4 oC hingga 191,6 oC dan titik dekomposisi 350,7 oC. Pengujian X-Ray Diffractometer menunjukkan bahwa telah dapat dibuat pengungkungan Holmium didalam microsphere PLA dengan kandungan sebesar 86,23 %. Uji biodegradibilitas dengan melihat perubahan berat molekul dengan Gel Permeability Chromatography menunjukkan PLA mengalami degradasi sempurna diperkirakan setelah 89 minggu

    726

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇