VOLT : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro
Not a member yet
82 research outputs found
Sort by
Kontribusi Persepsi Siswa Tentang Kinerja Guru dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI)
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kontribusi persepsi siswa tentang kinerja guru dan motivasi belajar terhadap hasil belajar komputer dan pengolahan informasi ( KKPI ) kelas X jurusan Audio Video di SMK 1 Padang. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif dengan pendekatan Ex-post facto. Penelitian deskriptif ini berbentuk korelasional, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas X Jurusan Audio SMK Negeri 1 Padang yang berjumlah 67 orang siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada sampel penelitian. Teknik analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan perhitungan persentase dan regresi dengan bantuan komputer SPSS. Hasil penelitian mengukap bahwa: (1) Terdapat kontribusi dari persepsi siswa tentang kinerja guru terhadap hasil belajar keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) siswa kelas X Jurusan Audio Video di SMK Negeri 1 Padang. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang kinerja guru (X1) terhadap hasil belajar (Y) secara empiris memiliki kontribusi secara signifikan sebesar = 48% (R2). (2) Terdapat kontribusi dari motivasi belajar terhadap hasil belajar keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) siswa kelas X Jurusan Audio Video di SMK Negeri 1 Padang. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa motivasi belajar (X2) terhadap hasil belajar (Y) secara empiris memiliki pengaruh secara signifikan sebesar = 35,50% ( R2 ). (3) Terdapat kontri-busi persepsi siswa tentang kinerja guru dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) siswa kelas X Jurusan Audio Video di SMKN 1 Padang, diperoleh koefisien korelasi sebesar = 0,723 dengan koefisien determinasi sebesar = 0,835 atau 83,50%
Pengaruh Sarana Prasarana dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) Jurusan Teknik Audio Video
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap besarnya pengaruh penggunaan sarana prasarana dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mata diklat Keterampilan Komputer (KKPI) bagi siswa kelas I (satu) jurusan Audio Video (AV) SMK Negeri 1 Padang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Terdapat pengaruh penggunaan sarana prasarana (X1) terhadap hasil belajar (Y) siswa kelas I jurusan AV di SMK Negeri 1 Padang yang positif sebesar 34,60%. Hal ini berarti semakin efektif penggunaan sarana prasarana (X1) maka semakin tinggi pula hasil belajar (Y) begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar (X2) terhadap hasil belajar (Y) siswa kelas I jurusan AV di SMK Negeri 1 Padang yang positif sebesar 27,50%. Hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar (X2) maka semakin tinggi pula hasil belajar (Y) siswa kelas I jurusan AV di SMK Negeri 1 Padang begitu pula sebaliknya. Dengan demikian kehadiran motivasi belajar dalam diri seseorang sangat diperlukan sekali untuk meningkatkan hasil belajar (Y) siswa. Terdapat pengaruh penggunaan sarana prasarana (X1) dan motivasi belajar (X2) terhadap hasil belajar (Y) siswa kelas I jurusan AV di SMK Negeri 1 Padang yang positif sebesar 43,20%. Hal ini berarti semakin efektif penggunaan sarana prasarana (X1) dan diiringi motivasi belajar (X2) siswa kelas I jurusan AV di SMK Negeri 1 Padang yang tinggi pula maka akan semakin tinggi pula hasil belajar (Y) siswa kelas I jurusan AV di SMK Negeri 1 Padan
Identifikasi Obyek Benda Tajam Menggunakan Pengolahan Citra Digital pada Citra X-Ray
Pemindaian barang di bandara merupakan bagian dari usaha menjaga kemananan dan keselamatan penumpang dan bandara itu sendiri. Selama ini proses pemindaian barang masih secara manual, yaitu dengan melihat monitor display mesin x-ray. Salah satu tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat barang berbahaya seperti pisau di dalam tas atau bagasi penumpang. Penelitian ini mengimplementasikan identifikasi obyek benda tajam (dibatasi pada pisau, cutter dan gunting) pada citra x-ray menggunakan color based segmentation yang bertujuan untuk mengurangi kelalaian petugas keamanan bandara dalam memeriksa barang bawaan penumpang yang diakibatkan oleh keletihan. Proses identifikasi dilakukan dengan menghitung boundary obyek dan nilai kebulatan untuk menentukan apakah obyek pemindaian tersebut adalah benda tajam (pisau, gunting, cutter) atau bukan
Desain Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Elpiji Menggunakan Mikrokontroller AT-Mega16
Di era globalisasi, banyak orang yang beralih memakai gas elpiji karena mudah digunakan, mudah dicari, lebih cepat dalam proses memasak kebutuhan rumah tangga menjadi efisien. Sebagian orang khususnya di daerah pedesaan masih terdapat yang menggunakan minyak tanah karena mereka khawatir terhadap gas elpiji tersebut meledak, tidak bisa memasang dan melepas selang regulator, dan tidak mengerti kelayakan tabung gas tersebut masih layak pakai atau tidak serta mereka tidak mengetahui saat terjadi kebocoran pada tabung gas. Sebagian wilayah Indonesia masih terjadi kebakaran yang diakibatkan dari meledaknya tabung gas karena kebocoran tabung gas. Masyarakat masih khawatir untuk menggunakan gas elpiji karena takut mengalami hal yang sama. Fenomena tersebut mendasari peneliti mencoba membuat desain alat untuk memudahkan dalam pendeteksian kebocoran tabung gas dengan output alarm sebagai media peringatan dini saat terjadinya kebocoran gas elpiji agar masyarakat lebih waspada dan siap mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Desain alat terdiri dari sebuah input sensor gas TGS 2610 yang mendeteksi konsentrasi suatu gas, kemudian diproses oleh IC Mikrokontroler ATMega16 untuk dikirimkan ke output berupa suara atau alarm (buzzer), lampu indikator (LED), dan tampilan (LCD)
Analisis Kerugian Daya pada Saluran Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV Unit Pelayanan Transmisi Cilegon Baru - Cibinong
Kebutuhan tenaga listrik di Indonesia terus meningkat sesuai dengan laju pertumbuhan ekonomi dan industri serta pertambahan penduduk. Sistem kelistrikan antar pusat-pusat pembangkit dan pusat-pusat beban pada umumnya terpisah dalam ratusan bahkan ribuan kilometer. Saluran-saluran transmisi membawa tenaga listrik dari pusat-pusat pembangkitan ke pusat-pusat beban melalui saluran tegangan tinggi 150 kV atau melalui saluran transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV. Trafo penurunan akan merendahkan tegangan ini menjadi tegangan subtransmisi 70 kV yang kemudian di gardu induk diturunkan lagi menjadi tegangan distribusi primer 20 kV. Pada gardu induk distribusi yang tersebar di pusat-pusat beban tegangan diubah oleh trafo distribusi menjadi tegangan rendah 220/380 V. Pada saluran transmisi tegangan ekstra tinggi terdapat rugi – rugi tegangan dan rugi – rugi daya yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor korona dan faktor kebocoran isolator yang biasanya banyak terjadi pada saluran transmisi tegangan ekstra tinggi, sehingga mengakibatkan tegangan mengalami penurunan atau biasa disebut dengan jatuh tegangan. Berdasarkan dari hal tersebut diatas, maka dilakukan studi tentang kerugian daya yang terjadi pada saluran transmisi tegangan ekstra tinggi single circuit Cilegon Baru - Cibinong, sehingga dapat memberikan suatu gambaran-gambaran tentang kerugian-kerugian yang terjadi pada saluran transmisi tegangan ekstra tinggi dengan cara menghitung berapa besar rugi daya yang terjadi pada saluran tersebut yang nantinya dapat berguna dalam kaitannya dengan sistem transmisi tenaga listrik terutama pada saluran transmisi tegangan ekstra tinggi
Perancangan Sistem Basis Data pada Aplikasi Sistem Penjawab Soal Pilihan Ganda
Pada pelaksanaan ujian baik yang berskala kecil seperti ujian sekolah maupun yang berskala besar seperti ujian akhir nasional dan ujian penerimaan pegawai negeri sipil selalu menggunakan soal-soal dalam bentuk pilihan ganda. Selama ini sistem penjawaban soal pilihan ganda masih menggunakan kertas baik itu kertas biasa maupun kertas ABO sebagai lembar jawaban. Untuk memproses hasil ujian tersebut diperlukan waktu sehingga nilai ujian tidak dapat langsung diketahui. Adanya sebuah sistem penjawab soal-soal pilihan ganda yang dibuat dengan sistem komputerisasi ini dapat mempersingkat waktu dalam memproses hasil ujian setiap peserta sehingga nilai ujian dapat langsung diketahui sesaat setelah ujian berakhir. Dalam perancangan sistem penjawab soal pilihan ganda semua data-data tentang peserta ujian, mata pelajaran, soal ujian, jawaban dan nilai ujian setiap peserta disimpan pada sebuah gudang file yang disebut database. DBMS yang digunakan untuk pembuatan Sistem Penjawab Soal Pilihan Ganda ini adalah MS- Access. Untuk menghasilkan sistem basis data yang baik dan benar perlu dilakukan tahap-tahap perancangan sistem seperti membuat Diagram konteks, membuat Kamus Data, melakukan Normalisasi, membuat Relationship, membuat ERD, dan lain-lain
Strategi Belajar Siswa pada Kegiatan Praktik Kerja Industri dalam Memperoleh Kompetensi
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi belajar siswa dalam memperoleh kompetensi pada kegiatan Praktik Kerja Industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Informan pada penelitian ini adalah pembimbing industri, pembimbing siswa dari sekolah, dan siswa peserta praktik kerja industri. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data yaitu model interaktif Miles & Huberman, meliputi pengumpulan data, data condensation, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan siswa dalam memperoleh kompetensi pada kegiatan praktik kerja industri yaitu (1) Belajar menggunakan panca indera; (2) Belajar memecahkan masalah; (3) Belajar mandiri; (4) Belajar melalui lingkungan kerja; dan (5) Belajar terus menerus dan diulang-ulang
Pengaruh Pemberian Pre-Test dan Post-Test Terhadap Hasil Belajar Mata Diklat HDW.DEV.100.2.A pada Siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pre-test dan post-test terhadap hasil belajar mata diklat HDW.DEV.100.2.A pada siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Jenis data yang diperoleh berupa data primer. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut: (1) hasil belajar siswa yang diberikan Pre test dan Post test lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan metode biasa (tanpa diberikan Pre test dan Post test). Siswa yang diberikan Pre test dan Post test nilai rata-ratanya (72.41) lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan metode biasa (59.05). (2) terdapat pengaruh pemberian pre-test dan post-test terhadap hasil belajar mata diklat HDW.DEV.100.2.A pada siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung
Menyiapkan Pendidikan Kejuruan Berbasis Kearifan Lokal yang Berdaya Saing
Penyelenggaraan pendidikan kejuruan selayaknya memperhatikan kearifan lokal masing-masing daerah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan yang tepat dan solutif untuk menjawab tantangan persaingan global yang saat ini menjadi pusat perhatian, yaitu pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Adanya penyelenggaraan pendidikan yang sesuai dengan potensi daerah akan memicu pertumbuhan perekonomian masyarakat lokal, sehingga setiap daerah mampu bersaing sesuai dengan karakteristik dan keunikan daerah masing-masing. Beberapa hal penting yang selayaknya menjadi pertimbangan dalam pengembangan pendidikan kejuruan di setiap daerah yaitu karakteristik daerah, regulasi pemerintah daerah, kesadaran masyarakat, kesiapan sekolah, dan karakteristik industri setempat. Kelima aspek tersebut sangat penting untuk dijadikan dasar pengembangan pendidikan kejuruan agar menghasilkan penyelenggaraan pendidikan kejuruan berbasis kearifan lokal yang mampu mencetak lulusan yang kompeten dan kompetitif
Kontribusi Disiplin dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kontribusi disiplin dan motivasi belajar terhadap hasil belajar keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) siswa kelas 1 (satu) di SMK Negeri 5 Padang. Penelitiaan yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan ex-post facto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Instrumen yang dipakai dalam pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket (kuesioner ) kepada siswa SMK yang menjadi responden dalam penelitian ini. Berdasarkan rangkaian analisis data menunjukkan bahwa disiplin (X1) terhadap hasil belajar (Y) secara empiris memiliki kontribusi secara signifikan sebesar = 78,90% (R2). Motivasi belajar (X2) terhadap hasil belajar (Y) secara empiris memiliki pengaruh secara signifikan sebesar = 6,8% ( R2 ). Terdapat hubungan disiplin dan motivasi terhadap hasil belajar KKPI siswa kelas 1 di SMKN 5 Padang sebesar 89,6%