Jurnal Pencerahan
Not a member yet
58 research outputs found
Sort by
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Pada SMK Negeri di Kabupaten Aceh Besar
Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan proses pengaturan dan pengelolaan biaya secara efektif dan efisien dalam usaha pembiayaan pendidikan. Biaya pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan biaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsi dan menganalisis hal-hal yang berkenaan dengan: rencana anggaran pendapatan belanja, penggunaan pembiayaan pendidikan, dan pengawasan pembiayaan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi : kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendaharawan sekolah, dan komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: proses penyusunan anggaran dilaksanakan oleh kepala sekolah, dengan melibatkan wakil kepala sekolah, ketua jurusan, bendaharawan, guru senior, dan komite sekolah. Penggunaan pembiayaan pendidikan ditinjau dari sisi keuangan, bahwa semua jenis pengeluaran untuk kegiatan pendidikan pada sekolah harus diketahui bersama baik oleh kepala sekolah maupun pihak-pihak internal sekolah yang terlibat dalam proses penyusunan RAPBS. Pengawasan pembiayaan pendidikan pada SMK Negeri Kabupaten Aceh Besar dilakukan oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Sistem pengawasan yang dilakukan adalah dengan cara mengamati setiap pemasukan dan pengeluaran dana. Pemantauan atau pemeriksaan dengan melakukan pengamatan secara tidak langsung misalnya setiap pengeluaran dana harus atas persetujuan kepala sekolah atau bendaharawan. Pemeriksaan keuangan juga dilakukan dengan cara memeriksa laporan keuangan pada setiap kegiatan yang dilakukan, yang diserahkan oleh wakil kepala sekolah atau bendaharawa
Kompetensi Guru Produktif Dalam Meningkatkan Sikap Kewirausahaan Siswa Pada SMK Negeri 3 Banda Aceh
Kompetensi guru merupakan faktor utama untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Seorang guru yang profesional harus memiliki beberapa kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan kompetensi guru produktif, Strategi pengembangan kompetensi guru produktif dan hambatan serta faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru produktif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru produktif dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengembangan kompetensi guru produktif dalam meningkatkan sikap kewirausahaan siswa yang sedang dijalankan oleh RESA-SI untuk tenaga pengajar dan pengadaan fasilitas sekolah, di dalam raker sekolah dapat juga meningkatkan kompetensi guru melalui MGMP, (2) Pelaksanaan pengembangan kompetensi guru produktif ada tiga tahap pertama alat-alat pratikum, tahap kedua staf pengajar, tahap ketiga tentang penggunaan alat-alat pratikum, (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru produktif dalam meningkatkan sikap kewirausahaan siswa pada SMK Negeri 3 Banda Aceh diantaranya sikap guru yang belum menekuni profesinya untuk menjadi guru profesionaldan melahirkan siswa kreatif menjadi terhamba
Meningkatkan Hasil Belajar Pai Materi Shalat Berjamaah Melalui Metode Demonstrasi
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas VIII-2 SMP Negeri I Ingin Jaya pada semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 belum menunjukkan hasil yang memuaskan.Nilai ketuntasan belajar minimal yang harus dicapai siswa adalah 70, namun demikian hanya 38 % siswa yang mampu mencapai nilai KKM 70. Dengan kata lain 62 % siswa , nilai akhir belajar berada di bawah KKM. Oleh karena itu dalam menerapkan kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam harus mampu menggunakan pendekatan, metode yang variatif dan sesuai dengan materi pembelajaran yang diberikan. Adapun salah satu model pembelajaran yang diduga mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI adalah pendekatan kooperatif metode STAD (Students Team Achievement Divisions). Penelitian ini bertujuan Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mempelajari materi perilaku tercela melalui penerapan pendekatan kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VIII-2 SMP Negeri I Ingin Jaya Aceh Besar.Jenis penelitian ini adalah PTK yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 2 x pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas kelas VIII-2 SMP Negeri I Ingin Jaya Aceh Besar yang berjumlah 19 orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 12. Adapun instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan diskusi.Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran selama siklus I mencapai nilai rata-rata 66,2, Aktivitas guru dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus I berada pada kategori cukup dengan skor 55 atau 78,5 %. Sedangkan skor idealnya adalah 70. Hal ini terjadi karena lebih banyak berdiri di depan kelas dan kurang memberikan pengarahan kepada siswa bagaimana melakukan pembelajaran secara kooperatif. Hasil belajar terhadap materi pembelajaran dari skor ideal 100, skor perolehan rata-rata hanya mencapai 63 atau 63,1%. Hasil observasi aktivitas siswa dalam PBM selama siklus II mencapai nilai rata-rata 74,3, Hasil observasi aktivitas guru dalam PBM pada siklus kedua tergolong sedang. Hal ini berarti mengalami perbaikan dari siklus pertama. Dari skor ideal 70 nilai yang diperoleh adalah 68 atau 97,1%. Hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran pada siklus kedua juga tergolong sedang, yakni dari nilai skor ideal 100 nilai rata-rata skor perolehan adalah 71 atau 71%.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerapan pendekatan kooperatif tipe STAD merupakan salah satu strategi elaborasi dapat meningkatkan hasil belajar PAI materi perilaku tercela pada siswa kelas VIII-2 SMP Negeri I Ingin Jaya Aceh Besa
Implementasi Praktek kerja Industri Dalam Meningkatkan Tenaga Kerja Siap Pakai Pada Smk Negeri 2 Kota Banda Aceh
Praktik kerja industri adalah salah satu kegiatan Pendidikan Sistem Ganda untuk meningkatkan ketrampilan siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi praktik kerja industri pada Program Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, antara lain; pelaksanaan praktik kerja industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, waka humas, ketua program kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan, guru pembimbing dan DU/DI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) ProgPram prakerin pada program kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan dilaksanakan setiap tahun, namun dalam melaksanakan pengelolaannya belum sesuai dengan standar administrasi.(2) Strategi pelaksanaan prakerin menerapkan pola block release, diikuti oleh siswa kelas XII semester 5 selama tiga bulan, (3) Sistem pemberian nilai prakerin berdasarkan kriteria yang berlaku, di kemas dalam buku rapor dan disertai pemberian setifikat dari DU/DI. (4) Keberhasilan Program prakerin didukung oleh guru-guru produktif yang memiliki kualifikasi keahlian sesuai bidangnya, (5) Kendala yang dirasakandalam melaksanakan prakerin yaitu dukungan internal dan eksternal sekolah belum optimal sebagaimana yang diharapkan, dan minimnya dana yang tersedia untuk program prakeri
Kinerja Pengawas Dalam Meningkatkan Kemampuan Kepala Sekolah Pada MAN Janarata Kabupaten Bener Meriah
Salah satu faktor yang berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan kepala sekolah adalah pengawas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola memotivasi pengawas, disiplin pengawas, penyusunan program pengawas, dan kendala-kendala yang dihadapi pengawas dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah pada MAN Janarata Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengawas, kepala sekolah, ketua MGMP, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pemberian motivasi oleh pengawas sekolah berbentuk kesempatan pengembangan karir, mengikuti seminar, melanjutkan pendidikan, partisipasi dalam menetapkan sasaran, pengakuan dan harapan yang jelas; (2) pembinaan disiplin pengawas dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah pada MAN Janarata Kabupaten Bener Meriah dilakukan dengan pendekatan persuasif dalam membimbing kepala sekolah, mengawasi kepala sekolah, dan menentukan jobdescription kepada kepala sekolah serta memberi sanksi kepada kepala sekolah sesuai dengan tingkat pelanggarannya; (3) Penyusunan Program dengan cara menetapkan kebijakan mutu, menetapkan indikator dan target kinerja, melaksanakan perbaikan mutu. (4) Faktor-faktor penghambat pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah meliputi: kurangnya sosialisasi peraturan sekolah, kurangnya koordinasi sekolah, kurangnya disiplin kerj
Upaya Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pada MTsS Al-Fauzul Kabir Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar
Kepemimpinan Kepala Madrasah adalah salah satu faktor yang dapat mendorong suatu sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara bersama-sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan komitmen guru dan hambatan yang dialami kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru Madrasah Tsanawiyah Al-Fauzul Kabir kota Jantho. Penelitian ini menggunakan metode Diskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala Madrasah, pengajaran, pegawai Tata usaha dan guru-guru madrasah Tsanawiyah Al-Fauzul Kabir Kota jantho. Teknik analisis data dengan analisis kualitatif yang dapat memberikan hasil bahwa (1). Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan komitmen kerja melalui pemberdayaan guru sesuai bidangnya masing-masing. Melakukan evaluasi supervisi kelas, pembinaan rutin intern sekolah dan memberikan reward kepada guru yang berprestasi. (2). Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan semangat kerja melalui pembinaan profesional kerja, mengevaluasi program mengajar guru, kesepakatan dalam hal kedisiplinan waktu serta kerja sama intern dengan kepala madrasah dan guru. (3). Hambatan yang dialami kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru adalah adanya keterbatasan waktu dalam melaksanakan supervisi kelas, pembinaan profesionalisme guru dan evaluasi PBM guru serta alokasi dana yang terbatas di Madrasah Tsanawiyah Al-Fauzul Kabir Kota Janth
Manajemen Pembelajaran Al-Quran Pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Cabang Iii Ingin Jaya Aceh Besar
Manajemen pembelajaran Al-Quran yang efektif merupakan salah satu faktor pendukung tercapainya tujuan pembentukan nilai-nilai Qurani.. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang Perencanaan Program pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi program pembelajaran Al-Quran pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Cabang III Ingin Jaya Aceh Besar serta hambatan yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru pada SDIT Nurul Fikri Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Perencanaan program pembelajaran; perencanaan yang dibuat oleh guru dengan menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) dengan cara membentuk Kelompok Kerja Guru Al-Quran, RPP disusun secara bersama-sama oleh guru bidang studi Al-Quran, guru terlebih dahulu menentukan indikator yang akan dicapai dan disesuaikan dengan kompetensi dasar, selanjutnya guru menentukan metode dan langkah-langkah pembelajaran 2). Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan awal dimulai dengan membaca doa belajar bersama-sama, absensi dan murajaah secara klasikal, pada kegiatan inti, siswa menyetor hafalannya secara individual kepada guru, kemudian siswa murajaah dan talaqqi hafalan surah-surah secara individual, pada kegiatan akhir guru memberikan motivasi kepada siswa untuk mengulang hafalannya di rumah dan membaca doa penutup secara bersama-sama. 3). Evaluasi yang dilakukan melalui ujian praktik membaca dan menghafal. Aspek yang dinilai adalah kualitas bacaan atau hafalan, makharijul huruf, tajwid serta kelancaran. 4). Hambatan yang dihadapi oleh guru adalah kurangnya motivasi intrinsik siswa, kurangnya bimbingan dan dorongan orang tua di rumah serta kurang baiknya manajemen pengelolaan kelas oleh guru
Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Pengelolaan Pembiayaan Sekolah di SD Negeri 4 Kota Banda Aceh
Penerapan Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan salah satu usaha untuk mengangkat mutu pendidikan secara efektif dan produktif. Pengelolaan pembiayaan yang baik sebagai salah satu implementasi MBS dapat memperlancar proses belajar mengajar. Penelitian inibertujuan untuk mengungkapkan dan menganalisa pengelolaan pembiayaan pada SD Negeri 4 kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil, komite dan guru SD Negeri 4 Banda Aceh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pembiayaan di SD Negeri 4 Banda Aceh disusun berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan bagian dari rencana operasional tahunan. Rencana pembiayaan di SD Negeri 4 Banda Aceh meliputi penganggaran untuk kegiatan pengembangan kompetensi lulusan, pengembangan kurikulum, pengembangan proses pembelajaran, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan dan implementasi manajemen sekolah, pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan, dan pengembangan dan impelentasi sistema penilaian. Penyusunan perencanaan pembiayaan tersebut didasarkan atas susunan prioritas yang sangat mendesak dan lebih diutamakan dalam setiap tahun anggarannya. Pelaksanaan atau pemanfaatan anggaran diawali dengan serangkaian kegiatan pemeriksaan dan persetujuan untuk memastikan bahwa dana dibelanjakan sesuai rencana, dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan dana tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan kepada pihak penerima tanpa persetujuan. Pengevaluasian dilakukan setiap triwulan atau per semester. Dana yang digunakan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana baik pemerintah kota, provinsi, pusat maupun orang tua/wali dan masyaraka