Journal of Earth Energy Engineering
Not a member yet
    117 research outputs found

    Pemilihan Pompa Electric Submersible Pump Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus Lapangan Zaryka)

    Full text link
    Lapangan Zaryka merupakan salah satu lapangan minyak pada cekungan Sumatera Tengah. Untuk meningkatkan produksi minyaknya, digunakan pompa benam listrik bawah permukaan (Electric Submersible Pump). Pompa ESP merupakan salah satu jenis artificial lift yang digunakan untuk memproduksikan minyak bumi ke permukaan. Permasalahannya, terdapat berbagai produk ESP yang dipasarkan dengan berbagai jenis,k tipe, dan keunggulan yang bervariasi. Keberagaman ini menyulitkan bagi perusahaan untuk menentukan produk pompa ESP mana yang tepat untuk digunakan. Metode Analytical Hierarchy Process dapat dipergunakan untuk membantu dalam memilih pompa ESP. Terdapat tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan yaitu daya tahan produk, pengalaman dan reputasi dan jumlah maintenance, sementara untuk elemen alternatif terdapat empat produk pompa yaitu Centraleft, Motherford, Red-A dan Wooden Group. Hasil analisa menunjukkan bahwa faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan pompa ESP adalah faktor daya tahan produk (56%), faktor jumlah maintanance (32%), dan faktor pengalaman dan reputasi (12%). Ditinjau dari berbagai faktor, alternatif pompa Red-A merupakan alternatif pompa terbaik (35%), pompa Centraleft (29%), pompa Motherford (19%) dan pompa Wooden Group (16%)

    Penentuan Absolute Open Flow Pada Akhir Periode Laju Alir Plateau Sumur Gas

    Full text link
    Penentuan laju alir plateau dan lama waktu plateau adalah syarat utama dalam proses bisnis lapangan gas yang di tentukan oleh hasil evaluasi keekonomian. Penelitian ini untuk menentukan besarnya laju alir produksi gas ( Absolute Open Flow ) pada reservoir gas dengan tenaga dorong air dengan menggunakan simulator. Laju alir produksi gas diperoleh dari model reservoir 2- D untuk aliran dua fasa ( air dan gas ) dan melakukan analisa sensitivitas permeabilitas absolute ( k), rasio permeabilitas vertical dengan permeabilitas horizontal ( kv/ kh), ketebalan aquifer dan radius aquifer.  Semakin kecil permeabilitas batuan maka AOF yang diperoleh juga berharga kecil. Untuk permeabilitas rendah kenaikan permeabilitas dari 10 mD menjadi 30 mD akan mengakibatkan AOF naik sebesar 23.201 MMscf/d sedangkan kenaikan  permeabilitas dari 100 mD menjadi 300 mD akan mengakibatkan AOF naik sebesar 216.821 MMscf/d. Pada permeabilitas rendah yaitu 10 mD, perubahan  rasio kv/kh dari 0.1 menjadi  rasio kv/kh 0.3 akan mengakibatkan kenaikan AOF sebesar 0.894 MMscf/d sedangkan pada permeabilitas tinggi yaitu 500 mD perubahan rasio kv/kh dari 0.1 menjadi  rasio kv/kh 0.3 akan mengakibatkan kenaikan AOF sebesar 35.346 MMscf/d. Untuk permeabilitas 10 mD dan rasio kv/kh 1 perubahan ketebalan 50 ft menjadi 250 ft akan mengakibatkan perubahan AOF sebesar  0.065 MMscf/d dan  perubahan ketebalan 250 ft menjadi 500 ft akan mengakibatkan perubahan AOF sebesar 0.887MMscf/d. Perbedaan radius aquifer tidak berpengaruh terhadap nilai AOF

    Pengaruh Penurunan Permeabilitas Terhadap Laju Injeksi Polimer Pada Lapangan Y

    Full text link
    Injeksi polimer merupakan injeksi air yang disempurnakan. Penambahan polimer ke dalam air injeksi bertujuan untuk memperbaiki sifat fluida pendesak untuk meningkatkan perolehan minyak. Akan tetapi mekanisme pendesakannya sangat kompleks. Salah satu kendalanya adalah terjadi pengurangan permeabilitas. Pengurangan permeabilitas sebenarnya merupakan dampak yang ditimbulkan pada aliran fluida dalam media berpori. Penelitian ini  akan membahas mengenai efek pengurangan permeabilitas terhadap laju injeksi polimer dengan berbagai kenaikan viskositas. Hasil penelitian memperlihatkan efek pengurangan permeabilitas akan berdampak pada penurunan laju injeksi polimer. Selain itu, dengan meningkatnya viskositas, Juga berdampak pada penurunan laju injeksi polimer

    Interpretasi Fasies Pengendapan Formasi Tondo, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara Berdasarkan Data Pemetaan Geologi dan Potensinya Sebagai Batuan Reservoir Minyakbumi

    Full text link
    Daerah penelitian berada di Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Fokus penelitian pada bagian selatan Pulau Buton yaitu daerah Gonda dan Sekitarnya. Secara geografis terletak antara 122° 42’ 28’’ BT - 122° 48’ 00’’ BT dan 5° 25’ 28” LS - 05° 25’ 28” LS. Penelitian ini bertujuan mengetahui stratigrafi dan fasies pengendapan pada Formasi Tondo. Formasi Tondo menarik untuk dipelajari karena merupakan reservoir utama pada Cekungan Buton. Metodologi yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan mengambil conto batuan yang kemudian dilakukan analisis laboratorium mikropaleontologi dan laboratorium petrografi. Selain itu digunakan juga data-data dari peneliti terdahulu sebagai penunjang dalam interpretasi geologi. Formasi Tondo pada daerah penelitian setara dengan Satuan batupasir kerikilan. Satuan ini tersusun oleh batupasir kerikilan, batupasir sisipan batulempung dan konglomerat yang didominasi oleh batupasir kerikilan. Umur Satuan ini berdasarkan analisis laboratorium mikropaleontologi yaitu berumur Miosen Akhir (N17 – N18). Formasi Tondo merupakan reservoi utama di daerah Buton memiliki porositas yang baik sekitar 8 hingga 25% dengan rata-rata 10% dan maksimum permeabilitas 172mD. Sistem pengendapan pada batupasir kerikilan ini merupakan sistem pengendapan tuirbidit terlihat dari adanya campuran butiran kasar dan halus serta dipengaruhi oleh lingkungan laut terlihat dari batuan yang bersifat karbonatan. Batupasir kerikilan sampai konglomerat merupakan hasil pengendapan channel dilaut dalam

    Perhitungan Laju Aliran Fluida Kritis Untuk Mempertahankan Tekanan Reservoir Pada Sumur Ratu Di Lapangan Kinantan

    Full text link
    Sumur yang telah diproduksikan fluida reservoirnya, sehubungan dengan perjalanan waktu lamanya produksi sumur tersebut, sudah dipastikan laju produksinya akan berkurang, hal ini disebabkan salah satu parameternya adalah turunnya tekanan reservoir. Tekanan reservoir mempunyai peranan aktif untuk mendorong fluida dari reservoir ke permukaan. Banyak cara yang telah dilakukan untuk mempertahankan Tekanan reservoir antara lain dengan menginjeksikan air kelapangan minyak tersebut melalui sumur injeksi, hal ini terkenal dengan istilah water Flooding. Dan pada penelitian ini untuk mempertahankan tekanan reservoir suatu sumur adalah dengan melakukan produksi sumur tersebut dibawah laju aliran kritis. Untuk mendapatkan laju alir kritis dan menetukan panjang interval perforasi suatu sumur  dapat dihitung dengan menggunakan beberapa metode. Antara lain yaitu metode Chaperon, Chierici, Meyer, Gardner and Pirson. Sebagai aplikasi dari penelitian ini diambil data sumur Ratu dilapangan Kinantan yang merupakan salah satu lapangan minyak di daerah Riau

    Estimasi Water Influx dan Luas Aquifer di Lapangan X

    Full text link
    Water Influx adalah air yang merembes ke dalam reservoir. Water Influx terjadi untuk mengimbangi gejala penurunan tekanan yang terjadi di reservoir karena masuknya air berfungsi untuk menggantikan minyak yang diproduksikan. Water Influx perlu diperhatikan untuk mengetahui luas aquifer serta pengaruhnya terhadap tingkat perolehan ( recovery factor). Lapangan X mulai produksi tahun 1955 dan injeksi air mulai dilakukan tahun 1974. Estimasi perhitungan Water influx pada lapangan X dilakukan dengan menggunakan persamaan  material balance dan metode Hurst – Van Everdingen. Selain menentukan Water influx metode Hurst – Van Everdingen juga berfungsi untuk menentukan bentuk dan luas aquifer. Kumulatif water influx yang diperoleh dengan menggunakan Metode Material Balance adalah 30 MMMSTB  sedangkan dengan metode Hurst – Van Everdingen adalah 32 MMMSTB. Bentuk aquifer lapangan X adalah  finite aquifer dengan rD = 8  dan Luas aquifer lapangan  X adalah 241016,62 ft

    Perkiraan Luas Reservoir Panas Bumi dan Potensi Listrik Pada Tahap Eksplorasi (Studi Kasus Lapangan X)

    Full text link
    Salah satu parameter penting dalam pengembangan lapangan panas bumi disektor listrik adalah besarnya potensi listrik di reservoir. Potensi listrik ini dijadikan sebagai panduan awal dalam rencana kapasitas pembangkit yang akan dibangun. Penentuan potensi listrik ini akan menjadi sulit jika data luas reservoir belum ada. Studi ini menggunakan data pengukuran tekanan dan temperature di sumur-sumur eksplorasi pada lapangan X. Dari data temperature dibuat menjadi peta iso temperature. Berdasarkan peta iso temperature, luas reservoir Lapangan X diperkirakan 20 km2. Hasil kalkulasi potensi listrik menunjukkan Lapangan X mempunyai potensi listrik 40 MWe selama 30 tahun. Ini berarti kapasitas pembangkit maksimum di lapangan X adalah 40 MWe

    Analisis Ekonomi Pemilihan Electric Submersible Pump Pada Beberapa Vendor

    Full text link
    Tulisan ini memuat bahasan tentang pemilihan Electric Submersible Pump berdasarkan perhitungan analisa keekonomian pada beberapa vendor. Pemilihan dilakukan dengan  menghitung indikator keuntungan berupa Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), Benefit to Cost Ratio (B/C), Pay Out Time (POT) untuk menentukan nilai keekonomian dan kelayakan pompa ESP pada masing-masing vendor. Hasil perhitungan indikator keuntungan untuk Pompa 1 (Centraleft) adalah IRR = 16,24 % NPV@ i =5 % = 654,250 US;  B/C =  1,2 ; POT = 3,8 tahun; untuk Pompa 2 (Motherford) adalah IRR = 9,09 % NPV@ i =5 % = 288,370 US;  B/C =  1,11 ; POT = 4,1 tahun; untuk Pompa 3 (Red-A) adalah IRR = 21,21 % NPV@ i =5 % = 854,250 US;  B/C =  1,28 ; POT = 3,3 tahun; dan untuk  Pompa 4 (Wooden Group) adalah IRR = 12,86 % NPV@ i =5 % = 355,430 US;  B/C =  1,16 ; POT = 4 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa pompa ketiga (Red-A) memiliki indikator keuntungan paling tinggi diantara kompetitor lainnya, sehingga dianggap paling menguntungkan bila ditinjau berdasarkan perhitungan analisis keekonomian

    Perencanaan Pengangkatan Buatan dengan Sistim Pemompaan Berdasarkan Data Karakteristik Reservoir

    Full text link
    Pemilihan metode artificial lift terutama dengan menggunakan sitem pemompaan yang sesuai dapat memberikan hasil optimum adalah sangat penting untuk dilakukan, karena menyangkut keekonomian dari sumur produksi suatu lapangan. Selain itu juga diperlukan evaluasi dan perencanaan ulang karena perubahan kondisi reservoir selama masa produksi

    Mengatasi Kerusakan Formasi Dengan Metoda Pengasaman Yang Kompetibel Pada Sumur Minyak Dilapangan X

    Full text link
    Laju produksi suatu sumur minyak akan mengalami penurunan di akibatkan antara lain menurunnya tekanan reservoir (Pr), dan juga karena terjadi kerusakan formasi produktif. Adapun type-type penyebab kerusakan formasi itu adalah: Scale : Suatu endapan yang terbentuk akibat kristalisasi dari ion-ion mineral yang larut dalam air dan disebabkan oleh adanya senyawa pembentuk kerak didalam air yang melebihi kelarutannya pada keadaan kesetimbangan. Clay : Disebabklan karena fress water atau filtrat Lumpur pemboran yang merembes keformasi yang mengandung shale. Partikel Plugging : Partikel lumpur pemboran atau bubur semen dapat menyebabkan tertutupnya pori pori batuan. Untuk melarutkan atau menghilangkan penyebab kerusakan formasi tersebut diatas, dilakukan pengasaman. Sebelum dilakukan pengasaman  harus melakukan analisa pemilihan jenis asam yang compatible dengan teknik dan pelaksanaan yang baik dilapangan. Ada 3 jenis pengasaman yang lazim digunakan yaitu : Matrik acidizing, Acid Washing dan Acid Fracturing.Methoda yang dilakukan dalam penelitian ini dengan mengambil data dilapangan  seperti, Data Produksi, Water Analysis, Mineralogi, Menghitung Volume Asam,kemudian menghitung parameter skin,laju produksi, produktivitas Indek dan Flow Effisiensi baik sesudah maupun sebelum pengasaman dilakukan. Dari data lapangan ini didapat mineral quartz (grain) sebanyak 71,2%, illite dan dolomite 4,6 %, calcite2,3 %, kaolinite 1,8 %, smeltite 0,1 % dan kandungan kalsium carbonat 22,2 %,maka dipilih jenis asam yang compatible digunakan yaitu Mud Acid (HCL + HF), untuk lebih jelas dapat dilihat uraian yang dipaparkan dalam penelitian ini

    81

    full texts

    117

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Earth Energy Engineering
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇