Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
Not a member yet
    560 research outputs found

    Contribution of Agricultural Sector and Sub Sectors on Indonesian Economy

    Get PDF
    This research aimed to analyze trend of agricultural GDP and agricultural contribution in Indonesia, and identify the role of agricultural sector and sub sectors in provinces of Indonesia. Source of data this research use linear trend analysis to analyze trend agricultural Gross Domestic Product (GDP) and agricultural contribution. Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), and combination LQ and DLQ is used to identify the role of agricultural sector and sub sectors. The analysis found that agricultural GDP in Indonesia has increasing trend while agricultural contribution has decreasing trend. Agricultural sector is basic sector in 29 provinces in Indonesia. Farm food crop is leading sub sector in 6 provinces, farm non food crops is leading sub sector in 14 provinces, livestock is leading sub sector in 3 provinces, forestry is leading sub sector in 1 provinces, fishery is leading sub sector in 5 provinces.This research aimed to analyze trend of agricultural GDP and agricultural contribution in Indonesia, and identify the role of agricultural sector and sub sectors in provinces of Indonesia. Source of data this research use linear trend analysis to analyze trend agricultural Gross Domestic Product (GDP) and agricultural contribution. Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), and combination LQ and DLQ is used to identify the role of agricultural sector and sub sectors. The analysis found that agricultural GDP in Indonesia has increasing trend while agricultural contribution has decreasing trend. Agricultural sector is basic sector in 29 provinces in Indonesia. Farm food crop is leading sub sector in 6 provinces, farm non food crops is leading sub sector in 14 provinces, livestock is leading sub sector in 3 provinces, forestry is leading sub sector in 1 provinces, fishery is leading sub sector in 5 provinces

    Penggunaan Fungsi Pedotransfer untuk Memperkirakan Permeabilitas Tanah di Sumatera Selatan dan Riau

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh di Sumatera Selatan dan Riau dari tekstur tanah, porositas dan kedalaman tengah profil. Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh merupakan salah satu parameter sifat fisik tanah untuk memprediksi pergerakan air di dalam tanah dan zat terlarut yang berada dalam air tanah. Sebagian besar data permeabilitas tanah yang dianalisis di laboratorium dianggap tidak praktis, membutuhkan banyak waktu dan biaya. Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh berhubungan erat dengan kandungan fraksi lempung,porositas dan kedalaman tengah horizon. Penelitian ini dilakukan menggunakan 78 set tanah dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan dan Pekanbaru Provinsi Riau pada Mei 2012 sampai juni 2013 dan dianalisis di laboratorium menggunakan alat permeameter. Hasil penelitian menunjukkan mendekati keberhasilan pada pendugaan nilai permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh dari data kandungan fraksi lempung, porositas dan kedalaman tengah horizon. Hasil yang diperoleh dari hubungan linier berganda pada data dengan R2 = 0,675. Persamaan regresi linier berganda Log Ks = -7,245 + 0,077 clay + 0,084 porositas - 0,011 kedalaman tengah horizon.Pada persamaan regresi Log Ks di dapatkan lempung merupakan fraksi penyusun tekstur tanah, porositas merupakan sifat fisika tanah yang menggambarkan struktur tanah dan kedalaman tengah pada tiap horizon tanah merupakan kedalaman horizon pada tiap lapisannya, dan permeabilitas tanah dinyatakan dalam satuan cm/jam. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kandungan clay memberikan hasil yang paling signifikan terhadap permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh dan faktor kandungan clay merupakan parameter yang paling efektif terhadap perhitungan permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh.Kata kunci : Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh, kandungan fraksi clay, porositas, kedalaman tengah profi

    Efisiensi Relatif Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bantul dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode penelitian menggunakan analisis DEA (Data Envelopment Analysis) dengan asumsi output oriented digunakan untuk mengukur skor efisiensi dari masing-masing usahatani yang diamati. Selanjutnya menggunakan analisis regresi Ordinary Least Squares (OLS) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul masuk dalam kategori inefisien. Berdasarkan perhitungan DEA-CRS, sebanyak 11 (18,33%) usahatani bawang merah telah efisien, sedangkan dengan perhitungan DEA VRS sebanyak 18 (30%) usahatani bawang merah telah efisien. Luas lahan, umur petani, pendidikan, dan pengalaman usahatani memiliki pengaruh dan signifikan terhadap tingkat efisiensi teknisKata Kunci : Efisiensi Relatif, DE

    Pendugaan Komponen Ragam, Heritabilitas dan Korelasi Klon-Klon Harapan Ubijalar Berkadar Betakaroten Tinggi

    Get PDF
    Ubijalar berkadar betakaroten tinggi mempunyai peranan penting dalam program diversifikasi dan ketahanan pangan. Informasi mengenai komponen ragam, heritabilitas, korelasi, dan path analisis diantara karakter kuantitatif dengan hasil umbi penting untuk mendukung program seleksi dalam pengembangan varietas ubijalar berkadar beta karoten tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengestimasi ragam genetik, heritabilitas, korelasi, dan path analisis pada karakter agronomi untuk menentukan kriteria seleksi klon-klon ubijalar berkadar betakaroten tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April—Agustus 2013, di Srengat, Blitar. Bahan yang digunakan adalah 26 klon ubijalar berkadar beta karotin tinggi. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan semua karakter mempunyai nilai heritabilitas arti luas yang tinggi kecuali jumlah umbi perplot. Ragam genetik yang luas ditunjukkan oleh semua karakter yang diamati. Berdasarkan nilai heritabilitas, ragam genetik, korelasi, dan path analisis karakter yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi klon-klon ubijalar berkadar betakaroten tinggi pada penelitian ini adalah bobot umbi per plot.Kata kunci: ubijalar, komponen ragam, heritabilitas, korelasi, path analisi

    Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Tanah Gambut Berbagai Ketinggian Genangan

    Get PDF
    The area of dry land for plantation cultivation is limited, so  peatland would be an alternative development. Adaptation of plant oil palm on the long inundation need to be investigated. This study aims to determine the growth response of oil palm seedlings in peat with some duration of flooding. The research was conducted in the experimental farm of the Faculty of Agriculture, University of Musi Rawas at an altitude of 110 m above sea level on March to June 2014. This study used a randomized block design (RBD) consists of six treatments and four replications. Treatment includes without flooding, duration of flooding 10, 20, 30, 40 and 50 days. The results showed that oil palm seedlings can survive up to 50 days of flooding. Long flooding inhibits the growth of plant height, number of leaves, reducing the amount of leaf chlorophyll. flooding also causes morphological changes in the root of the formation of adventitious shoots

    Studi Keragaman Genetik Dua Puluh Galur Inbred Jagung Manis Generasi S7

    Get PDF
    Penelitian ini mengevaluasi keragaman genetik dua puluh galur inbred jagung manis populasi S7.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi keragaman genetik dua puluh galur inbred, heritabilitas dalam arti luas, korelasi genetik dan analisis lintasan, dan jarak genetik antar galur inbred jagung manis. Percobaan lapangan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan perlakuan dua puluh galur inbred dan tiga ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA, korelasi genetik, dan analisis klaster. Koefisien keragaman genetik yang diperoleh mengindikasikan adanya keragaman genetik antar galur yang diuji. Heritabilitas menunjukkan nilai yang tinggi pada semua variabel kecuali jumlah baris biji. Karakter panjang tongkol dan diameter tongkol memiliki korelasi dan pengaruh langsung yang tinggi terhadap bobot tongkol. Analisis klaster menghasilkan tiga kelompok pada nilai koefisien similarity 70%. Kelompok yang memiliki koefisien similarity paling rendah memiliki jarak genetik terjauh dan dianjurkan sebagai tetua untuk pembuatan hibrida dengan heterosis tinggi

    Analisis Cluster Sebaran Hara Makro dan Rekomendasi Pemupukan untuk Tanaman Tebu (Saccharum officinarum Linn.)

    Get PDF
    Industri gula Indonesia berada di bawah tekanan untuk meminimalkan kehilangan nutrisi off-farm dan mengurangi seluruh biaya produksi. Saprodi pupuk menyerap biaya produksi 65% dari total biaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan rekomendasi pupuk spesifik berdasarkan analisis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan petak Status Hara N Total, P-Tersedia, K-Tertukar dan cluster rekomendasi pemupukan tanaman tebu (Saccharum officinarum Linn.) di kebun Unit Usaha PG. Djatiroto, Lumajang melalui pemetaan. Analisis dilakukan terhadap 48 sampel, dengan 1 sampel mewakili petak 6,25 ha. Pengelompokan petak berdasarkan peubah konsentrasi N Total, P-Tersedia, K-Tertukar dilakukan dengan metode Hierarchical cluster Analysis dan Sistem Informasi Geografis (GIS) mulai dari bulan Januari sampai Mei 2014. Hasil analisis mendapatkan 5 kelompok area rekomendasi pemupukan. Satu kelompok (cluster 3) yang terdiri dari satu petak dengan rekomendasi 160 kg N/ha, 90 kg P2O5/ha,145 kg K2O/ha; cluster 1 yang terdiri dari 29 petak dengan rekomendasi 160 kg N/ha, 90 kg P2O5/ha, 175 kg K2O/ha; cluster 2 yang terdiri dari 7 petak dengan rekomendasi 120 kg N/ha, 90 kg P2O5/ha, 175 kg K2O/ha, cluster 4 yang terdiri dari 23 petak dengan rekomendasi 160 kg N/ha, 135 kg P2O5/ha, 175 kg K2O/ha; cluster 5 yang terdiri dari 6 petak dengan rekomendasi 120 kg N/ha, 135 kg P2O5/ha, 175 kg K2O/ha

    Analisis Nilai Tambah Agroindustri Sale Pisang di Kabupaten Kebumen

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai tambah agroindustri sale pisang berdasarkan : 1) ukuran pisang raja siam yang digunakan, 2) metode membuat kerekel sale, 3) asal kerekel sale yang digunakan, 4) pengusahanya, dan 5) mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi sale pisang. Metode dasar penelitian menggunakan metode deskriptif analitis. Sampel kabupaten dan kecamatan ditentukan menggunakan metode purposive sampling, pengumpulan data menggunakan metode sensus. Analisis data untuk menghitung nilai tambah agroindustri menggunakan metode Hayami dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi menggunakan metode analisis regresi OLS. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa ukuran pisang raja siam yang digunakan tidak menghasilkan nilai tambah yang berbeda; metode membuat kerekel sale cara pasahan dan cara pres tidak menghasilkan nilai tambah yang berbeda; pengusaha murni mampu menciptakan nilai tambah lebih besar dibandingkan petani pengrajin sale pisang; pengusaha yang membeli kerekel sale mampu menciptakan nilai tambah lebih besar dibandingkan dengan yang membuat kerekel sendiri; faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi sale pisang adalah jumlah modal, jumlah pisang, dan variabel dummy cara pembuatan kerekel sale

    Analisis Efisiensi dan Daya Saing Komoditas pada Sistem Usahatani Integrasi Jagung-Sapi di Kabupaten Kupang

    Get PDF
    Sistem usahatani integrasi jagung-sapi sangat menentukan keberhasilan produk yang bisa bersaing dipasar, sekaligus membuka peluang kesempatan kerja dan memberikan pendapatan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, pendapatan, efisiensi dan daya saing sistem usahatani integrasi jagung-sapi di Kabupaten Kupang. Model analisis yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Stochastic Frontier Cobb-Douglas model Battese and Coelli, 1995 dengan opsi Technical Efficiency Effect Model. Hasil pendugaan fungsi produksi stocastik frontier secara teknis telah efisien, dengan nilai efisiensi teknis rata- rata adalah 0,957 untuk komoditas jagung, dan ternak sapi potong adalah 0,999. Pendugaan fungsi biaya menunjukan bahwa nilai efisiensi biaya (cost efficiency) usahatani integrasi jagung-sapi lebih besar dari satu (CE >1) yakni 1.009 dan 1.268. Artinya penggunaan biaya faktor produksi pada usahatani integrasi jagung-sapi harus dikurangi agar dapat mencapai efisiensi yang optimal. Hasil PAM menunjukan bahwa usahatani integrasi jagung-sapi efisien secara finansial, memiliki keunggulan kompetitif dan dapat memacu pertumbuhan produksi. Sedangkan secara ekonomi atau memiliki keunggulan komparatif.Sistem usahatani integrasi jagung-sapi sangat menentukan keberhasilan produk yang bisa bersaing dipasar, sekaligus membuka peluang kesempatan kerja dan memberikan pendapatan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, pendapatan, efisiensi dan daya saing sistem usahatani integrasi jagung-sapi di Kabupaten Kupang. Model analisis yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Stochastic Frontier Cobb-Douglas model Battese and Coelli, 1995 dengan opsi Technical Efficiency Effect Model. Hasil pendugaan fungsi produksi stocastik frontier secara teknis telah efisien, dengan nilai efisiensi teknis rata- rata adalah 0,957 untuk komoditas jagung, dan ternak sapi potong adalah 0,999. Pendugaan fungsi biaya menunjukan bahwa nilai efisiensi biaya (cost efficiency) usahatani integrasi jagung-sapi lebih besar dari satu (CE >1) yakni 1.009 dan 1.268. Artinya penggunaan biaya faktor produksi pada usahatani integrasi jagung-sapi harus dikurangi agar dapat mencapai efisiensi yang optimal. Hasil PAM menunjukan bahwa usahatani integrasi jagung-sapi efisien secara finansial, memiliki keunggulan kompetitif dan dapat memacu pertumbuhan produksi. Sedangkan secara ekonomi atau memiliki keunggulan komparatif

    Permintaan Gula Kristal Mentah Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gula kristal mentah impor dan memproyeksikan permintaan gula kristal mentah di masa yang akan datang. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode analisis regresi Ordinary Least Square (OLS) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gula kristal mentah impor. Selanjutnya digunakan analisis trend untuk mengetahui kecenderungan trend permintaan gula kristal mentah impor dimasa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan gula kristal mentah impor adalah produksi gula kristal putih Indonesia, konsumsi gula nasional dan harga gula kristal mentah dunia. Impor gula kristal mentah akan terus meningkat per tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah konsumsi gula nasional, selama Indonesia tidak berupaya untuk mulai memproduksi gula kristal mentahnya sendiri. Trend impor gula kristal mentah oleh Indonesia cenderung naik atau meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil analisis trend, dapat diperkirakan bahwa Indonesia pada tahun 2020 jumlah impor gula kristal mentahnya bisa mencapai 1.219.979 ton.Kata Kunci: Analisis Regresi, Tren Analisis, Gula Kristal Mentah Impo

    270

    full texts

    560

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇