JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Not a member yet
324 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS ANTIKOAGULAN EKSTRAK MANGROVE Aegiceras corniculatum
oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/1278Mangrove telah lama dikenal oleh penduduk yang berada di daerah pesisirsebagai sumber bahan pangan, bangunan dan obat-obatan tradisional. Pada penelitianini digunakan batang dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatum yang diambil dipesisir pantai Desa Mokupa Kecamatan Tombariri untuk diamati secara laboratorikapakah Aegiceras corniculatum memiliki aktivitas antikoagulasi. Untuk memperolehekstrak kasar dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatum khususnya pada batang,digunakan metode ekstraksi secara maserasi.Pengujian dilakukan pada darah manusiayang diujikan pada 5 orang sukarelawan. Pengujian ini dilakukan pada masing-masingorang dimana dilakukan 5 pengujian setiap orangnya. Pengujian pertama yaitu pengujiandarah yang tidak diberi perlakuan apa-apa, pengujian kedua yaitu darah yangditambahkan dengan ekstrak Aegiceras corniculatum, pengujian ketiga yaitu darah yangditambahkan dengan EDTA, pengujian keempat yaitu darah yang ditambahkan EDTAdan ekstrak Aegiceras corniculatum, dan pengujian kelima yaitu darah yang ditambahkandengan etanol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah di laboratorium,apakah pemanfaatan dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatummemiliki aktivitasantikoagulan pada darahmanusia dan juga untuk membandingkan aktivitas koagulasidarah dari ekstrak mangrove Aegiceras corniculatum dengan kontrol.Dari hasil pengujiandi laboratorium, ekstrak Aegiceras corniculatum tidak memiliki aktivitas koagulasi,melainkan memiliki sifat antikoagulan atau anti pembekuan darah
POPULATION STRUCTURE OF Acanthaster planci ON THE REEF FLAT AT THE SOUTHERN PART OF BUNAKEN ISLAND
The information on population structure of Acanthaster planci in Bunaken National Park (BNP) is urgent to be presented in order to be considered in decision making especially on coral reef management in BNP. The objectives of this study was to examine the population structure of A. planci, represented by the diameter and weight, number of arms, while the density, distribution and types of coral predation by reef animals in the Southern part of Bunaken Island also observed. Data were collected at the three locations namely, front reef flat (FRF), middle reef flat (MRF) and back reef flat (BRF) with total coverage area of ​​100 x 50 meters. Sixty two individuals (41 at night and 21 at day time) were found with a body diameter ranging between 14 – 28 cm, whereas body weight ranged from 80 – 700 gr, with the number of arms between 9 until 17. The density of A. planci during day time was 0.0042 ind/m2, while the night time was 0.0082 ind/m2, moreover the animal is generally spread aggregated. The results of this study indicated that the population of A. planci in BNP was an adult population with density is still relatively normal, despite an alert sign for the sustainability of coral reef ecosystems in the BNP
Struktur Komunitas Moluska Di Vegetasi Mangrove Desa Kulu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara
Di daerah mangrove terdapat biota akuatik yang hidup berasosiasi dengan mangrove antara lain moluska, krustasea dan ikan. Moluska sangat banyak ditemukan pada daerah mangrove di Indonesia. Jenis-jenis moluska ini ada yang menempati akar dan ada juga yang mendiami batang mangrove antara lain famili Littorinidae dan yang menempati daerah lumpur di dasar akar antara lain famili Ellobiidae dan Pottamidae. Tujuan dari pernelitian ini yaitu untuk mengidenifikasi moluska yang berasosiasi dengan vegetasi mangrove; mendeskripsikan struktur komunitas melalui analisa nilai indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, kepadatan, frekuensi, dominasi dan indeks nilai penting. Metode yang digunakan yakni, metode kuadran, dengan cara meletakan lima buah kuadran 1 x 1 meter pada masing-masing stasiun. Terdapat 11 spesies dari 8 famili yaitu, Littoraria scabra, Nerita planospira, Chicoreus capucinus, Nerita undata, Chrithidea cingulata, Terebralia sulcata, Telecopiun telescopium, Polymesoda expansa, Isognomon ephippium, Saccostrea cucculata, Anomalocardia squamosa. Nilai indeks keanekaragaman yaitu 2,060, nilai indeks kekayaan yakni 2,387, kepadatan 0,660 ind/m², frekuensi kemunculan bervariasi antara 0,067-0,667, nilai indeks dominasi yakni 0,152 dan indeks nilai penting tertinggi yakni Littoraria scabra 75,67 dan terendah terdapat 3 spesies yakni Polymesoda expansa, Saccostrea cucculata dan Anomalocardia squamosa dengan nilai indeks 3,54
Studi Perubahan Lahan Pantai Kolongan Di Kelurahan Malalayang Dua Kota Manado
TeridentifikasiPantai Kolongan telah dimanfaatkan secara intensif, salah satunya yaitu dengandibangunnya bangunan pelindung pantai T-groins.Efektivitas peran bangunan pelindung pantai T-groinsdalam meredamaksi faktor hidro-oseanografi serta menjalankan fungsinya dalam menangkapsedimen, merupakan faktor yang dikaji dalam studi ini. Diketahui bahwa faktorhidro-oseanografi sebagai agen geomorfik, merupakan kontributor terbesar dalamproses perkembangan suatu lahan pantai. Penelitian ini dilakukan dengan caramengamati kondisi lahan pantai dan menganalisis perubahan lahan pantai melaluipengamatan citra google sertamenganalisis karakteristik arus yang terjadi pada lahan yang diobservasi. Hasil penelitian menunjukkan T-groinsmelindungi lahan pantai dibelakangnya. Hal ini ditunjang dengan hasil pengukurankemiringan lereng yang menunjukkan keberadaan lereng pantai yang cenderungdatar danlandai. Berdasarkan hasil analisis granulometri sedimen, Pantai Kolongansementara atau sedang dalam proses pendeposisian sedimen. Data hasil pengukuran arus di Pantai Kolongan bervariasi di setiap titikpengamatan, dengan kisaran kecepatan arus 0,08 knot – 0,47 knot saat pasang dan0,27 knot – 0,55 knot saat surut
WOUND HEALING AND MANTLE REGENERATION IN Atrina vexillum (BIVALVIA : PINNIDAE) WITH ANESTHESIA 1-PHENOXY-2-PROPANOL
In order to know the time of wound healing and regeneration on mantle of Atrina vexillum, 30 indivuals of Atrina vexillum were collected from the coast of Arakan village,Tatapaan Distric, Minahasa Selatan Regency. A distal portion (1x1 cm) on mantle fromthe left shell of each individual was cut off after the organisms were anasthetized using 1-Phenoxy-2-propanol. Two individuals were sampled every 1, 3, 6, 12 hours and 1, 3, 6,12 and 24 days and the ex-wounds were cut off for histological observation in laboratory.The result showed that the healing time of the wound started from three to twelve days ofthe observation and mantle regeneration was first detected from twelve to twenty fourdays of observation; then there was no mortality recorded during this study
UJI AKTIVITAS LARVASIDA NYAMUK Aedes aegypti DARI BEBERAPA EKSTRAK ASCIDIAN
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by virus through Aedesaegypti mosquitoes as the vector. The disease is spreading across the world andendanger and threaten human life. Measures in controlling the vector using the commonlarvaside “abate†are in adequate and less affective. The objectives of the research is tofind out larvaside extracted from three kinds of ascidian. The each ascidians (Polycarpaaurata, Didemnum molle and Rophalaea crassa) were extracted with ethanol, and thecrude extracts were subjected to larvasidal test by dissolving in water containing thelarvae. The remarkable extract activity was partition in ethyl acetate, hexane andbuthanol. The results show that extract of Polycarpa aurata has the highest activity. Theactivity of fractions show that ethyl acetate at 100 ppm reveals the highest mortality oflarvae 100% in 8 hours, followed by hexane fraction (12 hours) then buthanol fraction (18hours). All the fractions (Ethyl acetate, Hexane and Buthanol) could totality kill the larvaewithin 24 hours which is comparable to the abate
QUALITY STUDY OF DOMESTIC WASTEWATER IN RIVERS PASSING THROUGH MANADO CITY BASED ON ORGANIC AND INORGANIC MATERIALS
Study on the quality of domestic wastewater in rivers passing through Manado City to Manado bay was done based on organic and inorganic materials. The study aimed to provide suitable information for environmental management of rivers and beaches in the city. Three rivers were selected to be observed, such as S. Bailang, S. Maasing and S. Tondano, using parameter of Biological Oxygen Demand-5 days (BOD5), Phosphate (PO4) and Nitrate (NO3). Water samples were taken from three locations (upper, middle and river mouth parts) in each rivers. The result showed that average concentrations of the parameters, respectively, were 2 mg/L, 0.014 mg/L and 0.388 mg/L in S. Bailang; 17.66 mg/L, 1.858 mg/L and 0.029 mg/L in S. Maasing; and 4 mg/L, 0.289 mg/L and 0.314 mg/L in S. Tondano. In this paper, water quality status of the observed rivers based on current regulation was discussed
IDENTIFICATION OF BEACH DEVELOPMENT ON THE NEAR MANADO PORT AND TONDANO RIVER
Coastal areas have been subjected to tourism activities, settlement and variousforms of industries. To support any development projects, coastal environment werereclaimed to be land, seaport and coastal protective constructions. Physically, coastconsists of several landscapes and one of them is in form of ‘beach’. In order to usecoastal environment properly and sustainably, there is a need for user to understand anyprocesses that work on the coast. Erosion is of importance problem in the coast, and thiscan be the reason for settlements and facilities destruction. The existence of jetty andnew land around the Manado Port has changed the hidrodynamic condition nearby. Thischange has facilitated the change in the sediment distribution near the mouth of TondanoRiver at certain level
Morfologi Gisik Pantai Desa Kalasey Satu Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa
Aktivitasmanusia di wilayah pantai terlihat sangat berpengaruh pada proses perubahangaris pantai. Reklamasi, pertambahan penduduk, dan aktivitas manusia lainnyamemberikan dampak terhadap perubahan wilayah pesisir, seperti terjadinyaabrasi, pembuangan limbah, erosi pantai, dan sedimentasi. Berdasarkan surveiawal, wilayah Pantai Kalasey mengalami abrasi dan mengakibatkan hilangnyasebagian lahan daratan yang disebabkan oleh proses laut berupa gelombang danarus. Berdasarkan informasi masyarakat, proses abrasi telah berlangsung kurang30 tahun dan diperkirakan telah terjadi kemunduran garis pantai 500 meter.Hasil penelitian yang dilakukan pada periode bulan purnama, 08 – 09 Maret 2012didapatkan, gisik pantai kalasey tergolong kriteria lereng pendek dan landaidengan tunggang air pasut sebesar 2,80 cm, sementara periode gelombang sebesar2,25 – 8,97 detik. Arus permukaan terukur, maksimum 0,298 knot. Materialsedimen umumnya tergolong mulai dari pasir halus hingga kerakal. Bentuk kurvadistribusi granulometri sedimen gisik adalah asimetris kuat ke ukuran kecil.Peruncingan memiliki kriteria pada sangat platikurtik, platikurtik,leptokurtic, sangat leptokurtic, dan mesokurtik. Sebagai informasi awal, hasilstudi morfologi gisik kawasan wisata Pantai Kalasey ini berpeluang diujikanuntuk periode waktu lainnya. Dengandemikian diharapkan upaya pengelolaan daerah ini ditopang dengan data daninformasi corak gisik dan daerah pantainya yang lebih memadai
PENGARUH BERBAGAI JENIS ALGA MIKRO PADA PERTUMBUHAN LARVA PLUTEUS BULU BABI Echinometra mathaei TIPE A HASIL FERTILISASI BUATAN
Penelitian ini didesain untuk mengevaluasi pengaruh dari pakan alga mikro berbeda terhadap karakteristik pertumbuhan larva pluteus Echinometra mathaei. Sampel E. mathaei diambil dari perairan pantai Tongkaina. Tahap fertilisasi buatan dilakukan dengan mengambil masing-masing 1 ml sel telur dan sel sperma. Larva bulu babi diberi perlakuan 3 jenis alga mikro yakni N. oculata (3 x 106 sel/m), Tetraselmis sp. (l,2 x 106 sel/ml)., dan Prochloron sp. (1 x 106 sel/ ml) selama 70 jam. Pengamatan dilakukan setiap 10 jam dengan mengambil 5 individu dari tiap petri. Hasil uji statistik menggunakan analisis ragam satu arah, mengindikasikan bahwa perlakuan berbagai pakan alga mikro mempengaruhi pertumbuhan panjang lengan anterolateral larva. Perlakuan alga mikro N. oculata memberi pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan panjang lengan anterolateral daripada perlakuan alga mikro lain