JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Not a member yet
    324 research outputs found

    Variasi Morfometrik Beberapa Jenis Lamun Di Perairan Kelurahan Tongkeina Kecamatan Bunaken

    Get PDF
    Penelitian mengenai variasi morfometrik komunitas padang lamun di perairan kelurahan Tongkeina kecamatan Bunaken tanggal 10-18 Desember 2012. Tujuan penelitian ini untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai variasi morfometrik komunitas padang lamun. Pengamatan lamun di lapangan meliputi identifikasi jenis-jenis lamun, menghitung variasi morfometrik masing masing jenis dengan menggunakan image-J dan mengukur oparameter lingkungan terutama intensitas cahaya dan temperatur. Keadaan Ekosistem Padang Lamun di Perairan Kelurahan Tongkeina kecamatan Bunaken tergolong pada tipe campuran (multispesific bed), dengan ditemukannya 4 spesies lamun antara lain Halophila ovalis, Thallasia hemprichii, Enhalus acoroides dan Syringodium isoetifolium. Setiap species memiliki variasi morfometrik yang masih kisaran umum species yang bersangkutan

    Biodiversitas Alga Makro Di Lagun Pulau Pasige, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro

    Get PDF
    Alga makro sebagai salah satu sumberdaya yang ada di perairan Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan misalnya Gracilaria, Euchema dan Kappaphycus, disamping itu juga untuk kebutuhan farmasi, kosmetik, kertas dan cat, alga bernilai ekonomis penting dan memiliki tingkat kegunaan yang tinggi karena komoditas alga laut dapat bermanfaat baik bagi manusia maupun lingkungan perairan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis alga makro yang ada di perairan Pulau Pasige, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro dengan mengidentifikasi jenis-jenis alga makro yang ditemukan. Dari hasil penelitian ini ditemukan ada 9 jenis alga hijau Halimeda macroloba, Halimeda opuntia, Halimeda discoidea, Halimeda incrassata, Caulerpa lentillifera,Caulerpa racemosa, Boergesenia forbesii, Dictyospheria cavernosa, Boodlea coacta 10 alga merah Gracilaria blodgetti, Gracilaria edulis, Laurencia papilosa, Amphiroa fragilisima, Gelidiopsis intricata, Gracilaria verucosa, Acanthopeltis sp, Hypnea sp, Amansia glomerata, Euchema denticulatum dan 2 alga coklat Padina minor, Turbinaria ornata

    Aktivitas Sitotoksik Dari Ekstrak Bintang Ular (Ophiomastix annulosa) Terhadap Perkembangan Awal Embrio Bulu Babi (Tripneustes gratilla)

    Get PDF
    Penelitian di bidang alam bahari telah berkembang ditandai dengan ditemukannya substansi-substansi seperti sitotoksik, antimikroba, antifungi dan sebagainya yang dibutuhkan dalam penyediaan bahan-bahan farmasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya substansi sititoksik pada bintang ular Ophimastix annulosa dan menelusuri keberadaan senyawanya.  Sampel diekstraksi dengan pelarut metanol, kemudian dipartisi menggunakan pelarut etil asetat, heksan dan kloroform.  Tiap fraksi diuji pada sel telur bulu babi (Tripneustes gratilla) sebelum dan sesudah difertilisasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak metanolik O. annulosa dan ketiga fraksi (etil asetat, heksan dan kloroform)  memiliki substans sitotoksik.  keempat fraksi yang diuji mampu menghambat perkembangan  sel telur dan embrio bulu babi. fraksi kloroform menunjukkan aktivitas sitotoksik tertinggi dibandingkan ketiga fraksi lainnya  sehingga perlu dilakukan pemurnian lanjut untuk menemukan senyawa murni

    Uji Aktivitas Antikoagulan Pada Sel Darah Manusia dari Ekstrak Alga Coklat Turbinaria ornata

    Get PDF
    Penelitian inidilakukan untuk menentukan apakah sepsis Turbinariaornata berpotensi sebagai antikoagulasi atau koagulasi. penelitian inimenggunakan darah manusia yang diasumsikan tidak memiliki gangguan koagulasidarah. Pengujian dilakukan pada darah manusia golongan darah B, O, AB dan A dan masing masing dengan 5 kali perlakuan. Perlakuanyang pertama dilakukan pada darah sebagai kontrol; Perlakuan ke dua padadarah yang diberi ekstrak Turbinaria ornata; perlakuan ke tiga pada darah yang diberi perlakuan  EDTA danekstrak Turbinaria ornata; perlakuan ke empat pada darah yang diberikan EDTA; perlakuanke lima pada darah yang diberikanetanol PA. Pada perlakuan pertamamenunjukkan terjadi pembekuan darahpada kategori pembekuan darah normal yaitu antara 8-13 menit. Pada perlakuan ke dua,darah yang diberi ekstrak basah dan kering Turbinariaornata terlihat membeku antara 8-10 menit. Pada perlakuanke tiga, darah yang diberi EDTA danekstrak basah dan kering Turbinariaornata terlihat tidak membeku. Pada perlakuan keempagt, darah yang diberi EDTA juga tidak membeku. Padaperlakuan ke lima yaitu darah yang diberi etanol PA, terlihat darah membeku pada menit ke 3-4.Sehingga dari pengujian di laboratorium secara in vitro, ekstrak basah dankering Turbinaria ornata tidakmemiliki aktivitas antikoagulasi, tetapi memiliki sifat koagulasi yaitupembekuan darah

    321

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇