JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Not a member yet
    324 research outputs found

    Status persentase tutupan karang scleractinia di pulau Bunaken (Taman Nasional Bunaken) dan di pantai Malalayang, pesisir kota Manado

    Get PDF
    Karang scleractinia atau karang batu merupakan karang pembentuk terumbu. Sehingga penentuan status kondisi karang batu menjadi bagian penting dan sangat menentukan peran ekologis dan ekonomis ekosistim terumbu karang. Salah satu parameter untuk mengetahui kondisi karang batu yaitu persentase tutupan di alam. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif  dengan  tehnik pengambilan data dengan menggunakan LIT (Line InterceptTransect) yang selanjutnya dianalisis dengan Persentase Tutupan Karang setelah data diolah dengan ‘benthic life form’. Parameter lingkungan berupa salinitas dan suhu air serta kecerahan juga diukur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan di perairan pantai Malalayang Kota Manado dalam status kategori ‘poor’ (Buruk) khususnya di kedalaman 3 dan 5 meter yaitu pada kisaran antara 0-24,9 %, sekalipun pada kedalaman 10 meter hanya kategori ‘good’ (Baik), pada kisaran antara 50 – 69,9 %.. Sedangkan di stasiun penelitian Pulau Bunaken baik di bagian selatan yaitu Stasiun Fukui dan bagian utara pulau yaitu Stasiun Pangalisang hasilnya sebagian besar ‘excellent’ (sangat baik) yaitu dalam kisaran > 70 % persentase tutupan karang batunya. Dengan demikian diketahui bahwa karang yang berada di kawasan yang dilindungi atau konservasi masih relatif lebih baik kondisinya daripada karang yang berada di kawasan terbuka untuk umum sehingga tekanan kegiatanantropogenik intensitasnya relatif tinggi

    Karakteristik non-harmonik pasang surut di perairan sekitar Kota Bitung

    Get PDF
    Analisis non-harmonik merupakan metode yang diaplikasikan dengan cara secara langsung menghubungkan waktu terjadi pasang dan surut air laut serta ketinggiannya dengan fase umur bulan dan parameter-parameter astronomis. Dua variabel utama yang dideterminasi dari pencatatan data muka laut adalah tunggang pasang surut dan periodenya. Variabel lain turut diperhitungkan adalah muka laut rata-rata. Tunggang pasang surut yang terbesar terjadi pada saat fase umur bulan purnama. sedangkan tunggang pasang surut terkecil terjadi pada saat fase umur bulan perbani. Rata-rata tunggang pasang surut terbesar dan terkecil terjadi pada semester awal. Muka laut rata-rata pada tahun 1987 di periaran Kota Bitung merupakan muka laut rata-rata yang terendah bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang merupakan muka laut rata-rata paling tertinggi, mengindikasikan muka laut rata-rata tahunan pada perairan sekitar Kota Bitung mengalami kenaikan

    Uji Aktivitas Antibakteri dari Spons Dictyonella funicularis dan Phyllospongia lamellosa yang Diambil pada Perairan Bunaken

    Get PDF
    Spons merupakan salah satu biota laut penyusun terumbu karang. Hewan laut ini diketahui mengandung senyawa-senyawa yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang pengobatan, diantaranya sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri dan melakukan pengujian aktivitas antibakteri dari spons Dictyonella funicularis dan Phyllospongia lamellosa yang diambil dari perairan Bunaken, Sulawesi Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak spons Dictyonella funicularis dan Phyllospongia lamellosa memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak spons Dictyonella funicularis menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak spons Phyllospongia lamellosa dan  memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat antibakteri

    DNA Barcode dan analisis filogenetik molekuler beberapa jenis bivalvia asal perairan Sulawesi Utara berdasarkan gen COI

    Get PDF
    Identifikasi Bivalvia hanya berdasarkan karakter morfologi sangat rentan terhadap kesalahan identifikasi karena adanya persamaan bentuk dan warna. Studi ini menggunakan DNA barcode sebagai alat untuk identifikasi molekuler spesies. Meskipun kepulauan Indo-Malay merupakan diversitas terbesar dari spesies laut, studi mengenai struktur genetik dan filogenetik dari organisme laut dalam daerah ini masih jarang terutama di Sulawesi Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan komposisi DNA dari gen COI dan juga untuk mengeksplore kemungkinan dari penggunaan penanda molekuler untuk analisis filogenetik dan identifikasi spesies kerang mutiara. Sekuens COI bivalvia diamplifkasi menggunakan PCR dan untuk analisis filogenetik molekuler menggunakan metode Neighbor joining. Hasil menunjukkan bahwa specimen KM 10 yang dikoleksi dari pantai Arakan merupakan spesies Atrina vexillum karena memiliki tingkat kemiripan dari Bank gen NCBI sebesar 99%. Terdapat 63 situs mutasi yang terdiri dari 26 situs insersi, 36 situs delesi dan 1 situs transversi. Fragment hasil amplifikasi sebesar 681bp, perputaran antara setengah sekuens dari primer COI yaitu LCO1490 dan HCO2198. Atrina vexillum yang berasal dari Sulawesi Utara merupakan polifiletik dengan spesies Atrina vexillum dari China dan Jepang. Sebagai tambahan, penelitian ini juga menyediakan informasi berharga mengenai studi biologi molekuler yang digunakan sebagai informasi dalam industry budidaya dari kerang mutiara

    Uji Aktivitas Antioksidan pada Makro Alga Coklat Hydroclatrus clathratus (C. Agardh) Hower dan Padina minor Yamada

    Get PDF
    Makro alga cokelat merupakan salah satu sumber senyawa bioaktif, seperti antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang dapat melawan pengaruh bahaya dari radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil metabolisme oksidatif, yaitu hasil dari reaksi-reaksi kimia dan proses metabolik yang terjadi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan pada alga cokelat Hydroclathrus clathratus (C. Agardh) Hower dan Padina minor Yamada yang diambil dari perairan Tongkeina kota Manado dan perairan Selat Lembeh kota Bitung dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil. Hasil penelitian dari ekstrak pigmen dalam PE pada makro alga H. clathratus (C. Agardh) Hower dan P. Minor Yamada memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak dalam etanol. Semakin kecil nilai absorban maka semakin tinggi nilai inhibisi dimana aktivitas antioksidan pada ekstrak semakin tinggi. Ekstrak yang digunakan memiliki nilai inhibisi yang mendekati dengan nilai inhibisi Kontrol yang digunakan yaitu asam askorbat dan tokoferol

    Ekstraksi hidrokarbon dari beberapa mikroalga

    Get PDF
    Riset ini bertujuan mengekstraksi dan menentukan berat minyak yang terkandung dalam mikroalga Nannochloropsis sp., Chlorella sp., dan Spirulina sp., serta menelisik teknik pemecahan dinding sel mikroalga dengan cara pemanasan dibandingkan pada penggunakan sonikator. Sampel Nannochloropsis sp., yang digunakan diperoleh dari Balai Besar Budaya Laut Lampung, sedang Chlorella sp., dan Spirulina sp., didapat dari Balai Besar Budidaya Laut dan Payau Jepara. Dinding sel dari masing-masing sampel dipecah dengan menggunakan panas dan sonikator. Sampel dimaserasi menggunakan pelarut n-hexane selama 24 jam. Minyak yang berhasil diperoleh terlihat pada bercak minyak di dinding botol. Minyak kemudian ditimbang dan dibandingkan beratnya dari setiap sampel dan setiap perlakuan. Hasil riset menunjukan sonikator menghasilkan minyak yang lebih banyak dibandingkan dengan yang diberi perlakuan panas, dimana pada sampel Nannochloropsis sp., Chlorella sp., dan Spirulina sp., rata-rata minyak tertinggi didapat dari perlakuan sonikator. Ketiga sampel uji ini ternyata jenis Spirulina sp., kandungan minyak lebih banyak

    Pengaruh Senyawa Merkuri Klorida (HgCl2) Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Pigmen Klorofil Mikroalga Botryococcus braunii

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan populasi Botryococcus braunii dengan pemberian senyawa merkuri klorida (HgCl2) serta untuk mengetahui konsentrasi pigmen klorofil dari ekstrak pigmen total yang telah diberi senyawa merkuri klorida (HgCl2) terhadap mikroalga Botryococcus braunii. Stok mikroalga yang digunakan diperoleh dari Pusat Penelitian Dan Pengembangan Daya Saing Produk Dan Bioteknologi Kelautan Dan Perikanan, di Jalan KS Tubun- Pertamburan VI, Slipi, Jakarta Pusat. Stok mikroalga yang telah ada dikeluarkan dari cool box (kotak pendingin). Selanjutnya stok tersebut dibuat medium yang telah diisi oleh air laut dan media conway, setelah itu diberi aerator kemudian di kulturisasi di ruang kultur bersuhu 25oC dengan penerangan lampu tabung 40 watt selama 24 jam dan dikontrol. Kulturisasi dan perlakuan senyawa merkuri klorida dilakukan di Laboratorium Biologi Molekur dan Farmasitika Laut Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta untuk mengetahui panjang gelombang dan kandungan pigmennya menggunakan alat spektrofotometri dilakukan di Laboratorium Farmasi  FMIPA. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakuan didapatkan senyawa merkuri klorida (HgCl2) dengan konsentrasi 2 ppm mengalami penurunan jumlah sel pada hari kedelapan, jumlah selnya 1,9 sel/ml Botryococcus braunii. Artinya senyawa yang tinggi dapat menurunkan konsentrasi pigmen sehingga menghalangi terjadinya proses fotosinteisis dengan menghambat pembelahan sel

    Skrining aktivitas antibiotik jamur simbion pada spons di perairan Malalayang

    Get PDF
    Penelitian tentang antibiotik dari jamur simbion pada spons di Periaran Malalayang telah dilakukan. Metode isolasi jamur berdasarkan Bara et al 2013. Pengujian antibakteri menggunakan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Jamur yang memperlihatkan aktivitas antibiotik yang kuat dikultivasi statis dan di induksikan bakteri S.aureus dalam media nasi. Pemberian bakteri pada kultur jamur bermaksud untuk memicu adanya aktivitas antibiotik yang lebih kuat melalui jalur biosintesis senyap (Silence Biosynthetic Pathway). Isolat jamur di maserasi dengan metanol 80 %. Ekstrak dipartisi dengan beberapa pelarut (etil asetat, n-heksan, metanol dan air) untuk memperoleh fraksi n-heksan, metanol dan air. Tiap fraksi diuji kembali aktivitas antibiotiknya.  Diperoleh 11 isolat jamur dari spons laut, tiga isolat jamur yaitu isolat jamur 1.1, 1.2  dan 2.1 menunjukkan aktivitas antibiotik terkuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Fraksi metanol menunjukkan  aktivitas antibiotik yang kuat dan melebihi antibiotik yang digunakan. Hal ini berarti senyawa yang dikandung fraksi metanol bersifat semipolar. Induksi bakteri tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas antibiotik

    Evaluasi kontaminasi tributyltin pada sedimen di perairan Bitung Sulawesi Utara

    Get PDF
    Tributiltin (TBT) merupakan suatu senyawa organotin, dan senyawa ini telah banyak digunakan sebagai agen antifouling di lingkungan laut sejak awal 1960-an. Karena sifat racun yang tinggi dari TBT untuk organisme air non-target, penggunaannya telah diatur di beberapa negara. Organisasi Maritim Internasional (IMO) memberlakukan larangan seluruh dunia pada cat antifouling berbasis TBT pada tahun 2003. Namun, di Indonesia belum ada peraturan yang diberlakukan untuk penggunaan TBT. TBT sedang digunakan dalam cat untuk antifouling di kapal dan kontaminasi TBT sekitar galangan kapal diduga di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi saat ini kontaminasi TBT di sedimen laut di Manado,Indonesia, dibandingkan dengan hasil penelitian sebelum tahun 2015. Sampel sedimen (<5 cm dari permukaan) dikumpulkan dari 3 titik sampel di daerah pelabuhan Bitung, dengan menggunakan grab sampler Eckman pada tahun 2015. Sampel kemudian dipindahkan ke tabung polietilen (ukuran: 50 ml) dan disimpan di -30 OC. Konsentrasi TBT dan metabolitnya yaitu DBT (Dibutyltin) dalam sampel dianalisis dengan kromatografi gas ditambah dengan spektrometri massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TBT dan DBT terdeteksi dalam sedimen dari tiga titik sampling pada tingkat mulai dari 0,20 mg / kg dw ke 6.67 mg / kg dw. Konsentrasi tertinggi TBT ditemukan dalam sedimen yang dikumpulkan di Pelabuhan Bitung (6,67 mg / kg dw), yang dekat dengan daerah galangan kapal. Hasil ini menunjukkan bahwa kontaminasi TBT masih terjadi di perairan pesisir Bitung

    Uji Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Total Alga Hijau Halimeda opuntia Linnaeus dan Halimeda macroloba Decaisne dari Perairan Teluk Totok

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis aktivitas  antioksidan dari Halimeda opuntia Linnaeus dan Halimeda macroloba Decaisne. Sampel diperoleh dari perairan Teluk Totok, Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara dan dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Analisis uji aktivitas antioksidan dengan alat Spektrofotometer dan menggunakan metode 1,1-phenil-2-pikrihidrazil (DPPH). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak pigmen total Halimeda opuntia dan Halimeda macroloba yang hidup di daerah relatif tercemar masih tetap berkembang dan memiliki kandungan antioksidan. Sesuai dengan presentase nilai inhibisi dari kedua ekstrak umumnya sangat tinggi. Karena semakin kecil nilai absorban maka semakin tinggi nilai inhibisi dimana aktivitas antioksidan pada ekstrak semakin tinggi

    321

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇