Bionature (Journal)
Not a member yet
    184 research outputs found

    Pengaruh Bahan Pengikat Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Produk Nugget Tempe

    Full text link
    The diversification limitation of exploiting tempe as an alternative nugget raw materials, substitution of meat and fish, and also to optimalize the very abundance resource, so it is necessary to do the right processing to the alternative food resource, which meant to give an additional point. Produce a liked product, also the adjustment of technology, and the cost that reached by the society. The aim of this reseach is to know the kind of glue material which can produce nugget tempe with the best chemical and organoleptic propertics. This research consit of 4 treatment; A1 (tempe nugget from bread powder), A2 (tempe nugget from tapioca), A3 (tempe nugget from sagu), A4 (tempe nugget maizena powder). Water convcentration analyse using oven method. Product was tested by organoleptic test (taste, smell, and tecsture). The result on water concentration analyse, that the smallest water concentration shown by A2  about 161,55% between from treatment A1 abaout 191,75%, A3 abaout 180,02% and A4 182, 45%. The result on organoleptic the teste of A1 product is the most like (75 %) between A2, A3 and A4 treatment. The smell of A2, A3 and A4 is the must like (67 %). And the best tecsture is all treatment.The result of this research is expected to give benefit in supporting the effort saking the alternative nugget glue material by using tempe which owning a high nutrition value. This research it is expected to find a kind if nugget tempe with the good glue, good taste and high nutrition value   Keywords: Glue material, organoleptic, tempe nugge

    Pengaruh Penggunaan LKPD Berbasis Peta Konsep terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMPN 1 Awangpone

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motivasi, respon dan hasil belajar peserta didik kelas VII SMPN 1 Awangpone yang diajar dengan menggunakan LKPD berbasis peta konsep Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Awangpone, Kabupaten Bone. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Awangpone yang terdiri dari 120 orang dengan total sampel berjumlah 30 orang. Data dari penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif dengan menggunakan N-Gain, untuk mendeskripsikan motivasi dan hasil belajar siswa. Untuk respon hanya menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Awangpone terhadap penggunaan LKPD berbasis peta konsep adalah rata-rata N-Gain 0,7 (kategori tinggi). (2) respon peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Awangpone terhadap penggunaan LKPD berbasis peta konsep adalah   rata-rata skor 41 (kategori tinggi) dari skor ideal 50. (3) hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Awangpone setelah diajar dengan menggunakan LKPD berbasis peta konsep adalah rata-rata NGain 0,7 (kategori tinggi) dan peserta didik telah mencapai ketuntasan sebesar 87 % sehingga ketuntasan hasil belajar secara klasikal tercapai. Kata kunci: LKPD Berbasis Peta Konsep, Motivasi, dan Hasil Belaja

    Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Wankat & Oreovocz terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Biologi Kelas X SMAN 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa.

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungguminasa  yang menggunakan strategi pemecahan masalah Wankat dan Oreovocz dengan siswa yang tanpa penerapan strategi pemecahan masalah Wankat dan Oreovocz. penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasy experimental) dengan desain penelitian Posttest-Only Control Design. Populasi adalah seluruh Siswa Kelas X SMA yang berjumlah 303 orang dan sampel sebanyak 82 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes hasil belajar Biologi dan angket yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan data hasil penelitian, skor hasil belajar biologi Siswa yang mengikuti pelajaran dengan penerapan strategi pemecahan masalah Wankat & Oreovocz mempunyai rata-rata 86 sedangkan skor hasil belajar biologi Siswa yang mengikuti pelajaran tanpa penerapan model strategi pemecahan masalah Wankat & Oreovocz  mempunyai rata-rata 58. Hasil analisis statistik inferensial (uji-t) diperoleh thitung 10 lebih besar dari ttabel 2,021 sehingga Ho ditolak dan  H1 diterima. Jadi penerapan strategi pemecahan masalah Wankat & Oreovocz dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungguminasa Kab.Gowa.Kata kunci: Hasil Belajar Biologi, Strategi Pemecahan Masalah Wankat dan Oreovoc

    Pengembangan Modul Biologi pada Materi Ekosistem Berbasis Problem Based Learning untuk Siswa Kelas X SMA Muhamdiyah Kota Tarakan

    Full text link
    Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa modul Biologi pada materi ekosistem berbasis  Problem Based Learning Untuk Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Kota Tarakan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development), dengan model pengembangan Sugiyono. Pengembangan modul menggunakan model pengembangan Sugiyono (2010), terdiri dari 6 langkah yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, dan (6) ujicoba produk. Berdasarkan analisis modul dari ahli materi dan mediapada materi Ekosistem berbasis  Problem Based Learning yang dikembangkan sudah valid dan layak digunakan. Hasil uji ahli Materi pembelajaran dengan rata-rata 4,29 terletak pada kualifikasi valid. Hasil uji ahli desain pembelajaran dengan rata-rata 4,33 terletak pada kualifikasi valid. Hasil uji respon siswa  sebesar 94,7%. terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil tanggapan pendidik untuk uji lapangan dengan persentase 94% terletak pada kualifikasisangat baik. Hasil perhitungan tes hasil belajar berdasarkan ketuntasan klasikal uji coba modul dengan rata-rata 88.88% siswa yang tuntas.Kata kunci: Pengembangan, Modul Biologi , dan Problem Based Learnin

    Indeks Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Tingkat Pencemaran Di Muara Sungai Jeneberang (Diversity Indices Makrozoobentos as Bioindicator Pollution Levels in Estuary of Jeneberang River)

    Full text link
    Makrozoobentos living relative lived, so it was better used as a guide environmental quality, as always contact with the waste into their habitat. Bivalvia and gastropod the most widely used as bioindicator pollution because he lived. This study aimed to know the level of species diversity in the estuary in estuary of Jeneberang River, to know the abundance of mollusks and know the type of mollusks that dominate in estuary of Jeneberang River. This research was descriptive of how diversity in estuary of Jeneberang River. The results obtained based on the diversity index showed <1.0, showed estuarine of Jeneberang River including heavy polluted waters. Based on the dominance index gained value approaching zero, then there is no dominant species.Key words: Makrozoobentos, Bivalvia, Gastropoda, Jeneberang River

    Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Kelas VIII MTSN Libureng Kabupaten Bone.

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh Model Pembelajaran Discovery terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas VIII MTsN Libureng Kab. Bone Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen. Sampel penelitian diperoleh secara random kelas dengan membuat lembar undian, saat pengambilan undian terpilih kelas VIIIA sebagai sampel penelitian dengan jumlah 28 peserta didik MTsN Libureng. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu Model  Pembelajaran Discovery dan variabel terikat yaitu keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPA. Desain penelitian adalah one group pretets-posttest design. Teknik pengumpulan data adalah tes keterampilan berpikir kritis dan tes hasil belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Model pembelajaran Discovery dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VIII MTsN Libureng Kab. Bone (2) Model pembelajaran Discovery dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas VIII MTsN Libureng Kabupaten Bone. Kata kunci: ModelDiscovery, Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar

    Fortifikasi Cita Rasa Cake Melalui Penambahan tepung Sukun Hasil Fermentasi

    No full text
    One of the bread tree utilization is to make it powder. In generally, the bread tree powder has good taste and good condition than tapioca powder. So it can produce many kinds of delicious product. Several kinds of food  that can made from the bread  tree powder are cake, pastry, donuts, pudding, kroket, risoles, gethuk, klepon, apem ect. The aim of this research is to know the acceptance number (organoleptik) of cake that made from the bread tree powder from fermentation process if we compare with the cake from wheat flour. This research consist of 3 treatment; A1 (cake from wheat flour), A2 (cake from the bread tree powder) and A3 (cake from the bread tree from fermentation process). The product was tasted by organoleptik test (taste, smell and teksture). Based on the research we know that the taste of A3 product is the most like (62 %) then A1 (48%) and A2 (33 %). The smell of A3 product is the most like (48%) then A1 and A2 (like and dislike just 38%), and the best texture is A1 (67%), A2 (48%)

    Pengaruh Medium Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Karakter Morfologi dan Jumlah Tunas Protokorm Anggrek Vanda limbata Blume x Vanda tricolor Lindl.

    Full text link
    Kultur embrio anggrek secara in vitro pada media tumbuh yang sesuai akan menghasilkan tanaman anggrek dalam jumlah besar namun dalam waktu yang singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang efektif terhadap pertumbuhan dan perkembangan embrio anggrek Vanda limbata  Blume x Vanda tricolor Lindl. Percobaan dilakukan dengan menggunakan protokorm anggrek Vanda limbata  Blume x Vanda tricolor Lindl. yang berumur 4 minggu (fase 2) yang ditanam pada medium perlakuan. Medium perlakuan yang digunakan adalah medium POC yakni Fertile, Fish Emultion dan Nasa dengan beragam konsentrasi (1; 1; 2; 2,5; 3; 3,5 ml/L) yang ditambahkan air kelapa 150 ml/L, sedangkan medium VW sebagai kontrol positif dan medium agar sebagai kontrol negatif. Pengamatan pada medium perlakuan dilakukan selama 2 bulan. Pengamatan dilakukan untuk mengukur parameter morfologis (panjang daun, jumlah daun, panjang akar, dan jumlah akar) serta jumlah tunas yang dihasilkan hingga pengamatan minggu ke-8. Setelah 2 bulan, tanaman kemudian disubkultur ke medium VW yang ditambahkan air kelapa dan ekstrak pisang. Data kuantitatif yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair terhadap parameter yang diukur kemudian jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh medium POC terhadap pertumbuhan dan perkembangan embrio anggrek menunjukkan respon yang berbeda-beda pada setiap fase pertumbuhan. Pada protokorm anggrek Vanda limbata  Blume x Vanda tricolor Lindl. berumur 4 MSP, POC Fertile 1,5 memberikan hasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan medium VW pada parameter jumlah daun dan jumlah tunas dengan nilai 4,67 dan 6,00.Kata kunci: Pupuk Organik Cair, Perkecambahan In Vitro, Embrio, dan Anggre

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Berbasis Inkuiri pada Materi Sistem Ekskresi Untuk Kelas XI SMA Negeri 10 Bulukumba

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada pengembangan perangkat pembelajaran model 4D. Pengumpulan data dilakukan sebagaimana tahapan pengembangan perangkat pembelajaran model 4D yaitu Define adalah melakukan investigasi awal, Design adalah mendesain perangkat pembelajaran dan instrument penelitian, Develop adalah melakukan validasi dan revisi perangkat pembeljaran serta Disseminate adalah melakukan sosialisasi hasil pengembangan perangkat pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini adalah (i) Pengembangan perangakat pembelajaran berbasis inkuiri pada materi sistem ekskresi dilakukan dengan empat tahapan utama yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate).  (ii) Perangkat pembelajaran biologi berbasis inkuiri pada materi sistem ekskresi yang dikembangkan terdiri atas RPP, BPD, LKPD, dan THB. Hasil validasi dan uji coba menunjukkan  bahwa perangkat pembelajaran tersebut memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Kata kunci: Perangkat Pembelajaran Biologi, dan Berbasis Inkuiri

    Infeksi Cacing Kremi pada Penderita HIV Positif di Makassar

    Full text link
    Infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) merupakan salah satu infeksi cacing yang banyak terjadi di seluruh dunia. Prevalensi tinggi ditemukan pada anak, populasi panti, homoseksual, dan keluarga penderita. Pada penelitian ini dilakukan skrining infeksi cacing kremi pada penderita HIV di Makassar, baik yang sedang dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo, maupun yang berada di komunitas. Sebanyak 50 sampel tinja penderita diperiksa dengan menggunakan menggunakan metode apusan tinja tebal Kato Katz. Ditemukan satu sampel yang positif mengandung telur cacing E vermicularis dari sampel tinja penderita anak perempuan berusia 9 tahun. Dengan demikian, tingkat kejadian infeksi cacing kremi pada penderita HIV di Makassar sebesar 2 %

    167

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bionature (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇