Bionature (Journal)
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Identifikasi Pola Perilaku pada Semut Jepang Dewasa
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola perilaku semut Jepang dewasa. Sampel terdiri atas 26 ekor semut Jepang dewasa dan dimasukkan ke dalam toples yang telah berisi 100 gram kapas dan ditaburi dengan ragi tape seberat 3,8 gram sebagai pakan. Pengamatan pola perilaku dilaksanakan selama 3 kali 24 jam. Data perilaku diperoleh dengan mengamati dengan menggunakan kaca pembesar dan merekam perilaku semut Jepang, membuat ethogram serta mengidentifikasi pola perilaku semut Jepang yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 pola perilaku yang teridentifikasi selama 3 hari, yaitu perilaku memelihara, perilaku makan, perilaku membuang kotoran, perilaku mencari perlindungan, perilaku memeriksa, perilaku istirahat, perilaku seksual, dan perilaku agonistik
Hubungan Gaya Belajar dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanete Rilau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanete Rilau. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanete Rilau dengan jumlah 108 siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki kecenderungan gaya belajar masing-masing, ada visual, auditorial, kinestetik, visual-kinestetik, visual-auditorial, dan auditorial-kinestetik. Motivasi belajar siswa masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 141,36. Hasil belajar siswa masuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 78,89. Hasil analisis statistik inferensial dengan analisis SEM menunjukkan model hampir fit dan signifikan, maka hipotesis diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan gaya belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanete Rilau
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Materi Pencemaran Lingkungan Di Kelas X SMA Negeri 2 Polewali
Penelitian ini adalah “Pra-Eksperimen” yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa, peningkatan hasil belajar kognitif siswa, kentuntasan hasil belajar siswa, dan keefektifan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Variabel bebas adalah model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar kognitif siswa. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X5 SMA Negeri 2 Polewali yang berjumlah 30 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis N-gain, dan uji hipotesis secara inferensial diolah dengan analisis program SPSS versi 20.0 dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa aktivitas siswa berada pada kategori “aktif”, rata-rata posttest hasil belajar berada pada kategori “sangat baik”, rata-rata gain ternormalisir berada pada kategori “tinggi”, ketuntasan hasil belajar siswa melebihi 85%, penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi pencemaran lingkungan di kelas X5 SMA Negeri 2 Polewali efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa
Produksi Zat Pengatur Tumbuh IAA (Indole Acetic Acid) dan Kemampuan Pelarutan Posfat pada Isolat Bakteri Penambat Nitrogen Asal Kabupaten Takalar
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri penambat nitrogen yang diisolasi dari rhisosfer tanaman padi dan jagung asal Kabupaten Takalar dalam memproduksi zat pengatur tumbuh IAA dan pelarutan posfat. Isolasi bakteri penambat nitrogen dilakukan menggunakan medium selektif bebas nitrogen yaitu Ashby dan Burk’s. Koloni bakteri yang tumbuh dan menunjukkan perbedaan karakteristik dipilih kemudian dikarakterisasi secara fisiologi dan morfologi. Kemampuan menghasilkan IAA dari isolat bakteri dianalisis dengan menggunakan metode spectrophotometry pada panjang gelombang 535 nm. Uji kemampuan pelarutan posfat secara kuantitatif dilakukan pada medium Pikovskaya dengan membandingkan rasio antara diameter koloni dengan diameter zona bening yang terbentuk. Dari hasil isolasi bakteri diperoleh 20 isolat bakteri penambat nitrogen dimana 6 isolat diantaranya terdeteksi mampu memproduksi zat pengatur tumbuh IAA dengan konsentrasi antara 7.35-38.35 ppm. Dari 6 isolat yang mampu memproduksi zat pengatur tumbuh IAA, 2 isolat diantaranya terdeteksi mampu melarutkan posfat dengan rasio zona bening 1,7 cm-2,6 cm sedangkan empat isolat diantaranya tidak memiliki kemampuan dalam melarutkan posfat
Peningkatan Pembentukan Embrio Somatik pada Wortel (Daucus carota L) Menggunakan N6-benzylaminopurine (BAP)
Salah satu proses pembentukan planlet dalam teknik kultur jaringan tumbuhan adalah embriogenesis somatik, yaitu suatu proses pembentukan embrio dari eksplan yang berupa sel-sel somatik yang telah mengalami dediferensiasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pembentukan embrio somatik pada waortel (Daucus carota L) menggunakan BAP. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu; (1) Tahap perkecambahan in-vitro, menggunakan medium ¼ MS; (2) Tahap induksi dan pemeliharaan kalus, menggunakan medium MS + 2,4-D 2 mg/l ; (3) Tahap induksi embrio somatik. Hasil penelitian menunjukkan biji wortel dapat berkecambah dengan baik pada medium ¼ MS dengan rata-rata persentase perkecambahan mencapai 98 % dan panjang hipokotil 3,84 cm. Efisiensi pembentukan kalus mencapai 90.83 %, Warna kalus umumnya putih bening atau putih kekuningan dengan tekstur friable atau remah. Perlakuan 0,5 mg/l BAP merupakan konsentrasi yang paling tepat meningkatkan pembentukan embrio somatik, dengan rata-rata jumlah embrio fase globuler 54,00; fase jantung 5,33; dan fase torpedo 4,66, dibandingkan dengan konsentrasi perlakuan BAP yang lain
Pengembangan Media Pembelajaran Biologi Berbasis E-Learning pada Materi Ekskresi Kelas XI IPA 3 SMAN 4 Makassar
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Biologi berbasis e-learning menggunakan Joomla dan Wondershare Quiz Creator yang valid, efektif, dan praktis, pada materi sistem ekskresi. Tahap penelitian dan pengembangan mengacu model Gall et al., (2003) yang terdiri atas 5. Subjek penelitian adalah validator, siswa kelas XI IPA3 SMA Negeri 4 Makassar dan guru Biologi SMA Negeri 4 Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan menguji validitas produk, memberikan tes hasil belajar, mengamati aktivitas siswa, mengumpulkan data respon siswa dan guru. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, dengan hasil sebagai berikut: (1) Validitas mendapat kategori valid dari 3 validator; (2) 100% siswa memperoleh skor hasil belajar di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebesar 75 pada Tes Evaluasi; (3) Sebanyak 6 dari 7 aktivitas yang diamati telah memenuhi kriteria keaktifan; (4) Guru dan siswa memberikan respon positif terhadap produk. Berdasarkan hasil penelitian, maka media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid, efektif, dan praktis
Kawasan Tropis Pegunungan sebagai Kawasan Rawan Bencana dengan Nilai Ekologi Tinggi dan Upaya Pelestariannya
Kawasan tropis pegunungan (KTP) merupakan kawasan yang rentan atau rawan bencana, baik secara alami maupun antropogenik. Pemahaman terhadap konsekuensi perubahan habitat, dan usaha pengembangkan strategi efektif untuk mempertahankan proses-proses ekologi pada KTP merupakan tantangan bagi ilmuwan dan praktisi koservasi alam. KTP penting dalam proses siklus hidrologi, pengaturan kelembaban udara regional, pengurangan erosi dan sedimentasi, juga menyediakan sumberdaya penting baik kayu maupun non kayu. Ancaman terhadap KTP diantaranya adalah pembukaan lahan, eksplotasi sumberdaya alam yang berlebihan, jumlah penduduk yang semakin meningkat dan gempa bumi serta letusan gunung merapi. Pengelolaan KTP menuntut komunikasi dan kerjasama efektif antar stakeholder dan memastikan proses-proses ekologi kawasan pegunungan dapat terus berlangsung melalui pemanfaatan sumberdaya alam KTP yang berkelanjutan
Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa yang Diajar dengan Metode Problem Solving dan Metode Course Review Horay pada Siswa Kelas IX IPA SMP Jaya Negara Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuimetode pembelajaran yang efektif antara metode Problem Solving dengan Metode Course Review Horay yang diterapkan pada siswa kelas IX IPA SMPJaya Negara Makassar. Desain pada penelitian ini menggunakan desain Randomized control group design. Untuk melihat metode pembelajaran yang lebih baik dilihat dari nilai antar kelas eksperimen serta adanya peningkatan nilai siswa dari setiap perlakuan perkelas. Berdasarkan data hasil penelitian, hasilbelajar biologi siswa Kelas IX yang diajar dengan menggunakan metode Problem Solving memperoleh skor rata-rata 79 dengan yang tuntas 24 siswa atau 80% dan yang tidak tuntas 6 siswa atau 20% dari 30 siswa. Hasil belajar biologi siswa Kelas IX yang diajar dengan menggunakan metode Course Review Horay memperoleh skor rata-rata 81 dengan yang tuntas 26 siswa atau 86,7% dan yang tidak tuntas 4 siswa atau 13,3% dari 30 siswa. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 3,65 pada taraf signifikan α = 0,05, dan dk = 58. Diperoleh Ttabel = 1, 6795 karena thitung> ttabel, berarti h0 ditolak dan h1 diterima. Artinya pada tingkat kepercayaan 95% disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan metode Course Review Horay lebih baik dibandingkan hasil belajar dengan menggunakan metode Problem solving
Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Langsung pada Materi Sistem Gerak di SMA Negeri 1 Donri–Donri
Penelitian pra-eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran langsung yang digunakan pada materi sistem gerak di SMA Negeri 1 Donri-Donri. Hipotesis penelitian ini adalah model pembelajaran langsung efektif diterapkan pada materi sistem gerak di SMA Negeri 1 Donri-Donri. Pengukuran hasil belajar pada materi sistem gerak dilakukan terhadap 24 siswa kelas XI MIA 4, kemudian membandingkan nilai pretes siswa dengan nilai post tes di akhir pertemuan. Nilai hasil belajar siswa diperoleh rata-rata pretes 33.68 (berada pada kategori hasil belajar sangat rendah) dan rata-rata nilai posttes 71.81 (berada pada kategori hasil belajar tinggi). Mengukur keefektifan penerapan model pembelajaran langsung dengan analisis statistik inferensial menggunakan SPSS 16 dan diperoleh hasil 0.000 < α = 0.05 yang menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sedangkan untuk mengukur tingkat keefektifannya, digunakan uji Gain, yang menyatakan bahwa tingkat keefektifan dari penerapan model pembelajaran langsung adalah sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran langsung efektif diterapkan pada materi sistem gerak di SMA Negeri 1 Donri-Donri
Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kedisiplinan Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Negeri di Kota Makassar
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan kedisiplinan belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar biologi siswa SMA Negeri di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian ”ex-post facto” dan bersifat ”korelasional”. Penelitian ini dilaksanakan pada 3 SMA Negeri yang ada di Kota Makassar tahun ajaran 2010/2011 dengan jumlah 3669 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive cluster random sampling. Data variabel kecerdasan emosional dan kedisiplinan belajar diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner sedangkan nilai semester ganjil tahun ajaran 2010/2011 diperoleh dengan menggunakan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan kedisiplinan belajar secara bersama-sama berhubungan positif terhadap hasil belajar biologi siswa SMA Negeri di Kota Makassar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil analisis variansi (uji F) diperoleh nilai Fhitung sebesar 188,538 lebih besar dari F tabel pada α = 0,05 yaitu 3,07. Tingkat hubungan kecerdasan emosional dan kedisiplinan belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar biologi siswa SMA Negeri di Kota Makassar sebesar 65,80%. Hal tersebut disebabkan karena kondisi aktual masing-masing variabel (variabel bebas) menunjukkan saling keterkaitan dan memberi andil terhadap hasil belajar (variabel terikat)