Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
    311 research outputs found

    Analisis Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Sahabatku Indonesia Tingkat Dasar

    Get PDF
    Bahan ajar BIPA dapat digunakan oleh pengajar BIPA maupun penutur asing sebagai sarana untuk mencapai indikator dari standar kompetensi BIPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen isi yang terdapat dalam bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar (A1 dan A2). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini juga termasuk jenis penelitian analisis konten/isi. Analisis konten/isi dalam penelitian ini digunakan untuk mengkaji dokumen yang berbentuk buku (bahan ajar) BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar yang dikeluarkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sumber data adalah bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa analisis komponen isi dan bahasa pada bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk tingkat dasar A1 dan A2 secara umum materi yang disajikan telah sesuai dengan tujuan utama pengajaran bahasa. Akan tetapi, terdapat beberapa kesulitan memahami isi buku, maka diperlukan buku matrikulasi pra-pengajaran yang sesuai dengan korpus data bahasa. Penyusunan buku pra-pengajaran korpus sangat membantu dalam mengerjakan mikrostuktur kamus yang meliputi lema/sublema, kelas kata, definisi, dan penulisan contoh pemakaian

    Ikon, Indeks, dan Simbol dalam Kumpulan Cerpen Menghardik Gerimis Karya Sapardi Djoko Damono serta Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah

    Get PDF
    Abstract This study aims to describe semiotic signs in the form of icons, indexes, and symbols contained in the short story collection Menghardik Gerimis by Sapardi Djoko Damono (SDD) and their relevance to learning Indonesian at Madrasah Aliyah. This study uses a qualitative descriptive method with semiotic analysis of Charles Sanders Peirce. Data collection techniques in this study used reading and note-taking techniques. The data collection technique used purposive sampling technique, namely the sampling of data sources with certain considerations. Based on the results of the analysis and discussion found: (1) icons, including icons of natural phenomena, plants, animals, celestial bodies, landscapes, religion, and objects created by humans. (2) index, which includes the index of sound, nature, and the nature of human behavior. (3) symbols, including symbols of color, animal, social, spiritual, and philosophy of life. (4) the building blocks of the short story, including the intrinsic and extrinsic elements in accordance with the learning of short stories at Madrasah Aliyah. Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda semiotika berupa ikon, indeks, dan simbol yang terdapat dalam kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono (SDD) serta relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan ditemukan: (1) ikon, mencakup ikon fenomena alam, tumbuhan, binatang, benda langit, bentang alam, religi, dan benda ciptaan manusia. (2) indeks, mencakup indeks suara, alam, dan sifat perilaku manusia. (3) simbol, mencakup simbol warna, binatang, sosial, spiritual, dan falsafah hidup. (4) unsur pembangun cerpen, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik yang sesuai dengan pembelajaran cerpen di Madrasah Aliyah

    Variasi Makna Kata ‘Berjalan’ dalam Bahasa Bonai Dialek Ulakpatian

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata-kata yang menyatakan ‘berjalan’ dengan berbagai cara dalam bahasa Bonai Dialek Ulakpatian (BBDU). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menganalisis komponen makna ‘berjalan’ dalam BBDU. Data primer dalam penelitian ini adalah data ujaran atau data lisan yang dikumpulkan dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui metode cakap dan metode simak dengan menerapkan beberapa teknik, seperti teknik pancing, teknik catat, dan teknik rekam. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dalam BBDU kosakata yang menyatakan ‘berjalan’ diwakili oleh empat sudut pandang, yaitu cara, sikap, tujuan, dan tempat melakukannya. Dari sudut pandang cara melakukannya, makna ‘berjalan’ dibedakan atas bajajah, barensuik, beransu, jeruik, maleso, malicak, manarik, moirik, padek egak, perangsag, dan tamenye-menye. Berdasarkan sudut pandang sikap saat melakukannya, makna ‘berjalan’ dibedakan atas manjojaki, malengak, lengak, taulu-ulu, tapuji-puji, tahele-hele, padek elok, dan tak tecotuk atah. Dari sudut pandang tujuan melakukannya, makna ‘berjalan’ dibedakan atas kata menyuluh, kawup, bakisah, dan celengkang, sedangkan dari sudut pandang tempat melakukannya, makna ‘berjalan’ hanya pada kata menakih. Abstract The research aims at describing words that indicate “berjalan†(walking) in many ways in Bonai Language of Ulakpatian Dialect (BLUD). This study is a descriptive qualitative method by analyzing the word meaning components of ‘berjalan’ (walking) in BLUD. Primary data in this research are speech data or oral data collected by applying survey method. The data were collected using the conversation method and the listening method by applying some techniques, such as the stimulation and response technique, note taking technique, and recording technique. From the research results, it is found that in the BBDU the vocabulary which states "walking" is represented by four points of view, namely the way, attitude, purpose, and place to do it. From the point of view of how to do it, the meaning of 'walking' is differentiated into bajajah, barensuik, beransu, jeruik, maleso, malicak, manarik, moirik, padek egak, perangsag, and tamenye-menye. Based on the attitude point of view when doing it, the meaning of 'walking' is differentiated into manjojaki, malengak, lengak, taulu-ulu, tapuji-puji, tahele-hele, padek elok, and tak tecotuk atah.. From the point of view of the purpose of doing it, the meaning of "walking" is distinguished into the words menyuluh, kawup, bakisah, and celengkang, whereas from the point of view of the place where you do it, the meaning of "walking" is only in the word menakih

    Morfem Terikat Bahasa Melayu Riau Dialek Tanjung Balai Karimun

    Get PDF
    This study discusses the types and grammatical meanings of the morpheme bound to the Riau Malay language, Tanjung Balai Karimun dialect. This study uses a qualitative approach and descriptive method which aims to describe the type of bound morpheme of the Riau Malay language in the Tanjung Balai Karimun dialect and to describe the grammatical meaning of the bound morpheme in the Riau Malay language in the Tanjung Balai Karimun dialect. The object of this research is the Riau Malay language utterance in the Tanjung Balai Karimun dialect used by the people of Tanjung Balai Karimun. Data obtained by fishing techniques, interview techniques, and recording techniques, identified into the form and meaning of the bound morpheme, classified data based on the form and meaning of the bound morpheme and analyzed based on the form and meaning of the bound morpheme in the Riau Malay language, Tanjung Balai Karimun dialect. Morpheme is tied to the Riau Malay language, the Tanjung Balai Karimun dialect, which is then formulated into a conclusion. Based on classifying and analyzing the data, it was concluded that there were five types of bound morphemes, namely: prefix, infix, suffix, confix, and symulfix. The total number of data on the morpheme bound to the Riau Malay language, Tanjung Balai Karimun dialect is one hundred and twenty four

    Perlawanan Perempuan dalam Tango dan Sadimin Karya Ramayda Akmal

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan dan bagaimana perlawanan itu dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan yang mengalami penindasan akan kelas sosial mereka di dalam novel Tango dan Sadimin karya Ramayda Akmal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis marxis. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memahami adanya gambaran perlawanan perempuan terhadap ketertindasannya yang masih dianggap sebagai manusia kelas dua, baik di dalam rumah tangga maupun di lingkungan sosialnya. Penelitian ini menemukan beberapa bentuk perlawanan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel, yaitu perlawanan domestifikasi, perlawanan terhadap kelas sosial, dan perlawanan terhadap patriaki. Adapun perlawanan yang dilakukan adalah dengan cara menjadi pelacur, keluar dari kelas pelacur dan anak jalanan, tidak tunduk pada dominasi suami, dan pergi meninggalkan keluarga (suami dan anak)

    Analisis Kesalahan Fonologis dalam Keterampilan Berbicara Pembelajar BIPA di Pusat Studi Indonesia Ismailia Mesir

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan fonologis yang dilakukan oleh pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang bahasa ibunya adalah bahasa Arab saat melaksanakan aktivitas belajar keterampilan berbicara di Pusat Studi Indonesia Universitas Suez Canal Mesir. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah teknik simak atau sadap melalui rekaman dan metode analisis yang digunakan metode fonetis artikulatoris dan disajikan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan fonologis yang sering terjadi dalam keterampilan berbicara pemelajar BIPA dari penutur bahasa Arab di Pusat Studi Indonesia Universitas Suez Canal Mesir, banyak terjadi pada bunyi vokal semiterbuka [É™] dan [Æ], bunyi konsonan hambat letup bilabial [p], bunyi konsonan nasal mediopalatal [ň], bunyi konsonan nasal dorsovelar [Å‹] dan bunyi semivokal [w]. Kesalahan fonologis ini disebabkan karena tidak ditemukannya bunyi-bunyi tersebut dalam bahasa Arab serta interferensi bahasa Inggris sebagai representasi fonetik aksara latin yang lebih dulu dipelajari oleh penutur bahasa Arab

    Jargon Bahasa Berdasarkan Model Fungsional Speaking di Kalangan Komunitas Dakwah : Kajian Sosiolinguistik

    Get PDF
    Abstract This study aims to describe the form of jargon language variations studied based on the SPEAKING component. The approach in this research is a qualitative approach. The data in this study include a collection of vocabulary used in conversational interactions in the Islamic da'wah community, both directly and indirectly (online) and carried out by the observation process. The data source in this study is oral or written speech of members of the Islamic da'wah community in universities. The research data collection was carried out through listening and observation techniques which were accompanied by data collection instruments through written techniques. Data analysis technique is done by sorting and correlating jargon language variation data according to the SPEAKING component model then plotting the data into tables and then classified according to the form and results of data analysis. The results showed (1) Classification of jargon language variation data based on SPEAKING components (2) Factors causing jargon language variations, (3) Characteristics of jargon, (4) Functional models of SPEAKING, and (5) Variations in jargon language of dawa community.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk variasi bahasa jargon yang dikaji berdasarkan model fungsional SPEAKING. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini meliputi kumpulan kosakata yang digunakan pada interaksi percakapan di komunitas dakwah Islam, baik secararing maupun daring dilakukan dengan proses observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah tutur lisan atau tulis anggota komunitas dakwah Islam yang ada di perguruan tinggi. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui teknik simak dan observasi yang disertai instrumen penjaringan data melalui teknik tulis. Teknik analisis data dilakukan dengan memilah dan mengkorelasikan data variasi bahasa jargon sesuai dengan model model fungsional SPEAKING kemudian memplotkan data-data ke dalam tabel kemudian diklasifikasikan sesuai bentuk dan hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) Klasifikasi bahasa jargon yang meliputi latar tempat, penutur, tujuan, acuan, perilaku, saluran tutur, interaksi, dan jenis tutur pada SPEAKING,  (2) Faktor penyebab terjadinya variasi bahasa jargon, (3) Ciri-ciri jargon, (4) Model fungsional SPEAKING, dan (5) Variasi bahasa jargon komunitas dakwah

    Religiusitas Perempuan dalam Cerpen-Cerpen Ratna Indraswari Ibrahim

    Get PDF
    Abstract This research aims to reveal the religiosity of women in Ratna Indraswari Ibrahim's short stories. This study uses a structuralism approach and content analysis techniques to analyze the data. The primary data ini this study are the short stories Saya dan Murni, Rum Sudah Mati, Nyai Roro Kidul, Perempuan di Jenjang Rumah, Para Ta'ziah and Pohon Kenari di Willem Straat. The results of this study are the dimensions of religiosity from these short stories, namely, first, submission of oneself to God who is not confined to the aspect of worship rituals and is not trapped in the commodification of worship, but a total submission to God with full of silence and reflection. Second, re-questioning the nature of womanhood as an effort to humanize women. Third, humanitarian awareness in the form of charity as social worship to penetrate the private spaces created by modern society.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap religiusitas perempuan dalam cerpen-cerpen Ratna Indraswari Ibrahim. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme dan analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Data primer dari penelitian ini adalah cerpen Saya dan Murni, Rum Sudah Mati, Nyai Roro Kidul, Perempuan di Jenjang Ruma, Para Ta’ziah dan Pohon Kenari di Willem Straat. Hasil penelitian ini adalah dimensi-dimensi religiusitas dari cerpen-cerpen tersebut yaitu, pertama, penyerahan diri kepada Tuhan yang tidak terkungkung kepada aspek ritual ibadah dan tidak terjebak pada unsur komodifikasi ibadah, tetapi penyerahan diri yang total dengan penuh keheningan dan penghayatan. Kedua, pertanyaan ulang tentang hakikat keperempuanan sebagai upaya untuk memanusiakan perempuan. Ketiga, kesadaran kemanusiaan yang berupa sedekah sebagai ibadah sosial untuk menembus ruang-ruang privat yang diciptakan oleh masyarakat modern

    Maksud Tersembunyi dalam Tindak Tutur Ilokusi Film “Jembatan Pensil, Belajar pada Alam†Karya Hasto Broto

    Get PDF
    Abstract The sense of speech can be different from the context of speech. There is also a need for further research using pragmatics. The purpose of this study was to identify the forms of Illocutionary Speech Analysis in the film "Jembatan Pensil, Belajar Pada Alam." The analysis approach used a qualitative descriptive approach with a view and note methodology. The findings of this research included the discovery of 18 forms of verbal speech acts, 4 forms of clerical speech acts and 13 types of Directive speech acts. The results of the findings indicate that the use of illocutionary speech actions, particularly expressive, commissive, and directive in the film "Jembatan Pensil, Belajar Pada Alam" tends to be able to offer or express the speaker's image, intent, and feelings to the partner.   Abstrak Makna sebuah tuturan bisa jadi akan berbeda dengan konteks tuturannya. Oleh karena itu, perlu adanya pengkajian lebih lanjut yaitu dengan menggunakan ilmu pragmatik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Film “Jembatan Pensil, Belajar Pada Alamâ€. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Simpulan dari penelitian ini adalah ditemukannya 18 jenis tindak tutur ekspresif, 4 jenis tindak tutur komisif dan 13 jenis tindak tutur direktif. Adapun dari hasil temuan tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi, khususnya ekspresif, komisif, dan direktif dalam film “Jembatan Pensil, Belajar Pada Alam†ini cenderung mampu memberikan atau mengungkapkan gambaran, maksud, maupun perasaan penutur terhadap mitra tuturnya

    Penyimpangan Prinsip Kesopanan pada Wacana Delik Pencemaran Nama Baik Status Facebook: Kajian Sosiopragmatik

    Get PDF
    Kasus pencemaran nama baik melalui media sosial semakin mengerikan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya kasus pencemaran nama baik di media sosial yang telah diungkap pihak berwenang. Studi ini bertujuan menggali bentuk-bentuk penyimpangan maksim-maksim kesopanan pada status facebook yang bermuatan delik pencemaran nama baik. Metode studi ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam studi ini berupa ungkapan-ungkapan pada status facebook yang bermuatan delik pencemaran nama baik dan bermuatan menyimpang dari maksim-maksim kesopanan. Sumber data dalam studi ini adalah status facebook yang bermuatan delik pencemaran nama baik tahun 2016-2017. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan metode dokumentasi dan catat. Analisis data dalam studi ini menggunakan metode padan ekstralingual dan diperkuat dengan teknik analisis kesantunan Leech. Hasil studi ini menunjukkan penyimpangan maksim-maksim kesopanan meliputi: penyimpangan maksim pujian; penyimpangan maksim kesimpatian; dan peyimpangan maksim kesepakatan. Penyimpangan maksim-maksim tersebut menjadi faktor yang menyebabkan seseorang penutur mencemarkan nama baik orang lain. Warganet dalam bertutur di media sosial seperti status facebook hendaknya menggunakan bahasa yang santun supaya terhindar dari jerat hukum seperti pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan hoax

    227

    full texts

    311

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇