Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
311 research outputs found
Sort by
Pepatah Jawa sebagai Prinsip Hidup Masyarakat Modern dalam Novel Impian Amerika Karya Kuntowijoyo
Perubahan pola pikir akibat perubahan zaman memengaruhi berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah pemaknaan pepatah Jawa yang sedari dulu sejatinya digunakan sebagai prinsip hidup masyarakat. Beberapa masyarakat bahkan salah mengartikan makna dan menganggap bahwa pepatah Jawa adalah warisan budaya yang sudah tidak relevan dengan kondisi modern saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelasan dan mendeskripsikan makna pepatah Jawa dalam novel Impian Amerika karya Kuntowijoyo yang mencerminkan kehidupan masyarakat modern di Amerika. Adanya penelitian ini, diharapkan mampu membuktikan bahwa pepatah Jawa tetap relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa novel Impian Amerika karya Kuntowijoyo menggambarkan prinsip hidup masyarakat modern yang diambil dari pepatah Jawa. Prinsip hidup tersebut berhubungan dengan usaha masyarakat dalam menciptakan keselarasan antara individu dan Tuhan serta keselarasan antarindividu
Penanaman Nilai Nasionalisme Melalui Kepedulian Lingkungan Alam dalam Novel Si Anak Pemberani Karya Tere Liye
Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan (1) wujud nilai nasionalisme dalam novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye, (2) relevansi novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA/MA. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dan sumber data penelitian ini berupa novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye dan sumber buku referensi maupun artikel-artikel yang mendukung dan menunjang permasalahan penelitian. Teknik penelitian menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik analisis data interaktif, yaitu mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye mengandung: (1) tiga prinsip nasionalisme, meliputi: a) kesatuan wilayah tanah air, bangsa, bahasa, ideologi, aturan negara, sistem politik, sistem ekonomi, sisten keamanan, dan kebijakan kebudayaan, b) mempunyai harga diri, perasaan bangga dan sayang terhadap identitas bangsa, dan c) berprestasi: cita-cita untuk menciptakan kesejahteraan, kebesaran, dan kemuliaan bangsa, (2) novel ini relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA/MA pada KI 2 (sikap). Kata kunci: Nasionalisme, Lingkungan Alam, NovelÂ
Pertarungan Ideologi dalam Wacana “Merdeka Belajarâ€
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wujud dan strategi pertarungan wacana terhadap ideologi bebas belajar lintas prodi dan perguruan tinggi yang dilakukan oleh stakeholderpendidikan. Pertarungan wacana tersebut dianalisis dengan menggunakan teori analisis wacana kritis Fairclough. Hasil penelitian ini meliputi (1) wujud pertarungan wacana berupa kata, kata kiasan, kata ilmiah, bahasa asing, kata berkonotasi negatif, nilai bias, logika bias serta makna kabur, dan (2) strategi pertarungan wacana dilakukan melalui pengiasan, pemositifan informasi, logika positif, tindakan, perbuatan, kesalahan hubungan analogi, pelabelan negatif, logika negatif serta kesalahan hubungan sebab akibat. Hasil penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam memahami berbagai permasalahan terkait penerapan ideologi bebas belajar lintas prodi dan perguruan tinggi
The Effect of Using PQ4R Strategy on The Ability of The Second Year Students of Mts Darul Hikmah Pekanbaru in Comprehending Recount Texts
Abstract
This research aimed to find out if there is a significant effect of using PQ4R strategy on the ability of the second year students of MTs Darul Hikmah Pekanbaru in comprehending recount texts. This is a pre-experimental research with one group pretest and posttest design. This research used quantitative data and the instrument used to collect the data was a reading test in multiple choice forms. As the result, the mean score of pre-test is 59.03 and post-test is 62.97. In the other words, the mean score of post-test is higher than the mean score of pre-test. The result also showed that the value of t-test (8.907) is higher than t-table (3.365) at the significance level 0.1%. It means that Alternative Hypothesis (Ha) is accepted. It can be concluded that there is a significant effect of using PQ4R strategy on the ability of the second year students of MTs Darul Hikmah Pekanbaru in comprehending recount texts. It is suggested that in understanding recount text is one of alternatives, the teacher needs to focus on the students’ understanding of the sentences on the texts.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh signifikan penggunakan strategi PQ4R pada kemampuan siswa tahun kedua MTs Darul Hikmah Pekanbaru dalam memahami teks recount. Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimental dengan desain satu kelompok pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes membaca dalam bentuk pilihan ganda. Hasilnya, nilai rata-rata pre-test adalah 59,03 dan post-test adalah 62,97. Dengan kata lain, skor rata-rata post-test lebih tinggi daripada skor rata-rata pre-test. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai t-test (8,907) lebih tinggi dari t-tabel (3,365) pada tingkat signifikansi 0,1%. Ini berarti bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan menggunakan strategi PQ4R pada kemampuan siswa tahun kedua MTs Darul Hikmah Pekanbaru dalam memahami teks recount. Disarankan bahwa dalam memahami teks recount, salah satu alternatif adalah guru perlu fokus pada pemahaman siswa tentang kalimat pada teks.
 
Parateks, Fungsi, dan Gagasan Ideologis dalam Kisah Akhlak Terpuji 25 Nabi & Rasul (2020) Karya Elsa Malinda: Kajian Parateks
Kisah nabi dan rasul untuk anak merupakan genre sastra anak yang populer. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui jenis parateks, fungsi dari parateks, dan gagasan ideologis dari kehadiran parateks tersebut. Dengan mengambil sampel Kisah Ahlak Terpuji 25 Nabi dan Rasul Karya Elsa Malinda terutama teks nabi Adam a.s. dan nabi Idris a.s., kajian ini menggunakan prespektif naratologi Gerald Genette. Hasil penelitian ini adalah bahwa parateks dalam kedua narasi itu terdiri dari ayat suci Al quran, pesan hikmah dari teks, ilustrasi atau gambar, penerbit, pengarang, hipogram atau teks sumber, dan korpus sejenisnya. Fungsi parateks itu membangun genre sastra anak Islam-i, mengarahkan pembaca pada hikmah isi teks, dan menyakinkan bahwa teks ini memiliki legitimasi religi. Gagasan ideologis yang dihadirkan adalah upaya untuk membangun estetika formalistik sebagai genre sastra anak Islam-i dan membangun dampak kultural dan sosiologis sebagai sastra anak Islami
Nilai Moral dalam Buku “Petuah Tanah Leluhur: Kumpulan Cerita Rakyat Kalimantan Baratâ€
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis nilai moral yang terkandung dalam buku “Petuah Tanah Leluhur: Kumpulan Cerita Rakyat Kalimantan Baratâ€. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian berupa buku “Petuah Tanah Leluhur: Kumpulan Cerita Rakyat Kalimantan Barat†terbitan Pijar Publishing tahun 2016 yang memuat 8 judul cerita. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir, meliputi tiga alur kegiatan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil analisis terhadap delapan cerita dapat disimpulkan secara garis besar terdapat dua bentuk nilai moral diantaranya nilai moral yang berhubungan dengan diri sendiri mencakup nilai moral kerja keras dan nilai moral menghargai seperti yang terdapat dalam cerita cerita asal-usul Kota Sintang Petong Keempat dan Aji Melayu, Asal usul Sungai Kawat, asal-usul Bukit Kelam, asal usul Gunung Senujuh, asal usul Sanggau, asal mula nama Kampung Meraban. Untuk nilai-nilai moral yang berhubungan sesama manusia mencakup nilai moral kasih sayang, nilai moral kerukunan, dan nilai moral kerja sama yang terdapat dalam cerita asal-usul Kota Sintang Petong Keempat dan Aji Melayu, bukit Tampun Juah, asal usul Bukit Piantus, asal usul Gunung Senujuh, dan asal mula Kampung Meraban
Gangguan Berbahasa pada Anak Penderita Hidrosefalus
Abstract
This research was conducted by seeing language disorder in child with hydrocephalus, whose subjects were hydrocephalus sufferers from birth. Using qualitative methods, as well as data collection techniques through observation, literature review, and interviews, this study seeks to identify the causes of language disorders experienced by VC (respondent). The results showed a cognitive effect due to hydrocephalus conditions, and imperfect use of articulatory tools in speech, which caused the inability of VC to pronounce the phonemes / s /, / r /, / l /, and / z /. Another influence that also causes language disorders is the passivity of social interactions due to limited interaction between respondents and peers in the neighborhood where he live.
Â
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan meneliti gangguan berbahasa pada anak penderita hidrosefalus, yang subjeknya merupakan penderita hidrosefalus sejak lahir. Menggunakan metode kualitatif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, telaah pustaka, dan wawancara penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi penyebab gangguan berbahasa yang dialami VC (responden). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kognitif karena kondisi hidrosefalus, dan ketidaksempurnaan penggunaan alat artikulatoris dalam tuturan, yang menyebabkan ketidakmampuan VC dalam mengujarkan fonem /s/, /r/, /l/, dan/z/. pengaruh lain yang juga menyebabkan gangguan berbahasa ialah pasifnya pergaulan karena interaksi terbatas antara responden dengan rekan sebaya di sekitar lingkungan tempat tinggalnya
Bias Gender dalam Cerita Ulama Nyi Atikah (Pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional Teks Suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongraga Jilid II)
Abstract
This study aims to describe linguistic features that mean gender bias about Javenese women in Ulama Nyi Atikah’s story about two female characters named Nyi Kasanah and Siti Dara Murtasiyah. The data analyzed in this study are linguistic features in the form of word, phrases, and clauses collected from the text of Ulama Nyi Atikah’s story in edited book Serat Centhini Tambangraras Amongraga volume II. The analysis is done by qualitative descriptive method using three steps of data analysis from Miles, Huberman, and Saldana Johny, namely data reduction, data presentation, and data verification. The theory used in this study is Halliday’s metafunctional theory, which is textual, ideational, and interpersonal metafunctional. In this study, it was found that lexical use means gender bias refers to polygamous practices, male power, and identical female traits in the text. Then, it was found that the material process that dominates the construction of clauses means gender bias and dominance modulation of inclination means gender bias which refers to the consequences that women receive if disobedient to the husband.
Â
Â
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fitur-fitur linguistik bermakna bias gender mengenai perempuan Jawa dalam cerita Ulama Nyi Atikah tentang dua tokoh perempuan bernama Nyi Kasanah dan Siti Dara Murtasiyah. Data yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan fitur-fitur linguistik berupa kata, frasa, dan klausa yang dikumpulkan dari teks cerita Ulama Nyi Atikah dalam buku suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongranga jilid II. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan tiga langkah analisis data dari Miles, Huberman, dan Saldana Johny, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori metafungsional Halliday, yaitu metafungsi tekstual, ideasional, dan interpersonal. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa penggunaan leksikal bermakna bias gender mengacu pada adanya praktik poligami, kuasa laki-laki, dan sifat identik perempuan di dalam teks. Kemudian, ditemukan proses material yang mendominasi konstruksi klausa bermakna bias gender dan dominasi modulasi inklinasi bermakna bias gender yang mengacu pada konsekuensi yang diterima perempuan jika durhaka kepada suami
The Social Reality of Japanese Society in Rei Kimura's Novel Butterfly in The Wind
This study is a literary study that discusses the picture of the social reality of Japanese society in a novel by Rei Kimura entitled Butterfly in the Wind. The  method used is descriptive analytic. The data are in the form of excerpts or sentence excerpts in novels that describe the social reality of Japanese society. The theory used is the sociological theory of literature and Marx's social analysis approach. From the analysis, it is concluded that various social realities of Japanese society are depicted in the novel Butterfly in the Wind which includes aspects of politics, economy, culture, education, family, morals, gender, religion, and technology. In the political aspect, it is illustrated that the attitude of government (bakufu) is arbitrary and unfair, especially among farmers and fishermen groups. The economic aspect illustrates the economic gap between groups of aristocrats and ordinary people. Cultural and religious aspects are reflected in the patriarchal culture of Japanese society and Buddhist rituals which are carried out such as funeral processions. The aspect of education illustrates the unfairness and distribution of education for Japanese society at that time. The family aspect shows a picture of affection between family members, especially parents and children. The moral aspect is reflected in the behavior of people who hate Okichi's background as a concubine. The gender aspect illustrates the gender bias between men and women. Finally, on the technological aspect, the reality of Japanese technology is still low compared to European and American countries