Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
    311 research outputs found

    Cover Jurnal Madah

    No full text

    Ekologi Sastra Lisan dalam Cerita Rakyat Lae Angkat di Tanah Mungkur

    No full text
    Kajian terhadap sastra lisan Pakpak Lae Angkat di Tanah Mungkur, bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana sastra berkontribusi terhadap pelestarian dan keseimbangan lingkungan sekaligus menggambarkan hubungan manusia dengan lingkungan. Dari cerita rakyat tersebut diperoleh data yang berhubungan dengan masalah lingkungan. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriftif kualitatif berdasarkan  teori ekokritik. Hasil analisis menunjukkan bagaimana hubungan manusia dengan hutan, air sebagai sumber kehidupan, dan kepedulian terhadap lingkungan

    Pandangan Dunia Tragis dalam Novel Pacarku Wanita Kuyang Karya Dewi Nina Kirana

    Get PDF
    Novel Pacarku Wanita Kuyang mengangkat mitos kuyang dari Kalimantan. Novel ini menceritakan kehidupan tragis Era (tokoh utama) yang harus mewarisi ilmu hitam (kuyang) dari neneknya. Dalam penelitian ini digunakan teori pandangan dunia tragis yang dikemukakan Lucien Goldmann. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan dunia tragis dalam novel Pacarku Wanita Kuyang karya Dewi Nina Kirana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan secara sistematis pandangan dunia tragis yang terdapat dalam objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia tragis ditunjukkan dengan ketidakhadiran Tuhan untuk menolong Era (tokoh utama) ketika menerima warisan ilmu kuyang yang tidak diinginkannya. Era merahasiakan keadaannya tersebut dari orang-orang di sekitarnya karena ia tidak ingin mereka kecewa. Namun ketika kehidupannya sebagai wanita kuyang telah diketahui, hal itu membuat orang-orang yang dulu menyayanginya berubah menjadi membenci dan menjauhinya karena tidak ingin menerima keadaannya sebagai wanita penganut ilmu kuyang, bahkan oleh keluarganya sendiri

    Preeface April 2020

    No full text

    Leksikostatistik dan Grotokronologi Bahasa Melayu Palembang, Basemah Lahat, Basemah Pagaralam, dan Kayu Agung: Kajian Linguistik Historis Komparatif

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil leksikostatistik, glotokronologi, dan jangka kesalahan bahasa Melayu Palembang (MP), Besemah Lahat (BL), Besemah Pagaralam (BP), dan Kayuagung (KA). Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif dengan metode komparatif, leksikostatistik, dan glotokronologi. Hasil yang didapatkan yakni 24 pasangan kata identik, 7 korespondensi fonemis; korespondensi fonetis tidak ditemukan; dan 21 korespondensi satu fonem berbeda. Persentase kerabat pada empat bahasa dari titik pengamatan yang diperbandingkan ialah, MP – BL 79.5%, MP – BP 79%, MP – KA 59.5%, BL – BP 85%,  BL – KA 56%, BP – KA 60%. Perhitungan glotokronologi ditemukan: MP – BL 543 M,  MP – BP 560 M,  MP – KA 1236 M,   BL – BP 390 M,  BL – KA 1384 M,  BP – KA 1219 M

    Toponymic Lexicon of River Culture in Central Kalimantan: An Ethnosemantic Study

    Get PDF
    AbstrakMasyarakat Kalimantan Tengah yang mayoritas tinggal di sepanjang daerah aliran sungai besar, menjadikan sungai sebagai sesuatu yang penting dalam sendi-sendi kehidupan mereka. Budaya sungai yang dianut oleh masyarakat Kalimantan Tengah dapat dilihat dari leksikon-leksikon yang terkandung dalam toponimi wilayah. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan leksikon-leksikon yang muncul dari budaya sungai yang tercermin dalam toponimi Kalimantan Tengah sehingga karakteristik masyarakatnya dapat terungkap. Penelitian ini mengungkap karakteristik budaya sungai Kalimantan tengah dari segi penamaan wilayah. Pendekatan etnosemantik digunakan untuk mengupas hubungan antara bahasa, budaya, dan pola pikir masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa cara menamai suatu wilayah di Kalimantan Tengah dipengaruhi oleh anatomi sungai yang terletak di hulu, tengah, dan hilir. Selain itu, sistem pengetahuan dan sistem kepercayaan juga turut berperan serta dalam penamaan toponim di Kalimantan Tengah. AbstractRivers have a significant role in the life of most of Central Kalimantan people living along riverbanks. Their river culture is reflected from their toponymic lexicon. The purpose of this study was to describe the lexicon of their river culture which is reflected from the toponyms found in Central Kalimantan in order to reveal their characters. Ethnosemantic approach was employed to reveal the relationship among language, culture, and mindset of the society. Data collection was carried out by means of interview method. The result of this study shows that the toponyms in Central Kalimantan was influenced by river’s anatomy i.e. upstream, middle and downstream Furthermore, it was also influenced by knowledge and belief systems

    Politik dan Kaum Muda dalam Novel Namaku Subardjo Karya Hapsari Hanggarini

    Get PDF
    AbstractThis study aims to describe the problem of young people’s failure in politics found in Hapsari Hanggarini’s novel “Namaku Subardjoâ€. From the novel, data and object of the research was obtained. The data are in the forms of sentences or dialogues and story units that lead to the correlation between politics and youth. The theoretical foundation is Terry Eagleton's sociology of literature which emphasizes on political ideology. Steps of the research method are: 1) reading Hapsari Hanggarini’s novel “Namaku Subardjo†as a whole, 2) colleting data, 3) classifying the data, 4) analyzing and interpreting the data. The importance of the research is to show that young people must be able to play a role and understand politics in order to advance the Indonesian nation. The result of the research is the role of young people in politics for the sake of advancing the Indonesian nation. Therefore, the relationship between youth and politics is very close, as in the novel “Namaku Subardjo†of which, the main character as a young people began to move to build Indonesian politics. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan kaum muda yang masih gagal dalam berpolitik yang terkandung dalam novel Namaku Subardjo karya Hapsari Hanggarini. Objek penelitian atau sumber data ialah novel Namaku Subardjo karya Hapsari Hanggarini. Data diperoleh dari kalimat atau dialog, dan satuan cerita yang mengarah pada korelasi politik dan kaum muda. Landasan teori yang diacu ialah sosiologi sastra Terry Eagleton yang menekankan pada ideologi politik. Metode penelitian yang digunakan yaitu: 1) membaca novel Namaku Subardjo karya Hapsari Hanggarini secara keseluruhan, 2) menginventarisasi data, 3) mengklasifikasikan data, 4) menganalisis data dan menginterprestasikan data. Pentingnya penelitian ialah untuk menunjukkan bahwa kaum muda harus mampu berperan dan memahami politik demi memajukan bangsa Indonesia. Hasil penelitian ialah peran kaum muda dalam berpolitik sangat dibutuhkan oleh negara.  Oleh karena itu, hubungan antara kaum muda dan politik sangat erat, sama halnya dalam novel Namaku Subardjo, tokoh utama sebagai kaum muda mulai bergerak untuk membangun politik Indonesia

    Jurnal Madah

    No full text

    The Persuasion in Joko Widodo’s Speech: A Comparison between the Indonesian Source Text and Its Annotated Translation in Mandarin

    Get PDF
    AbstractThis study aims to describe persuasion strategies used by President Joko Widodo in his political speech that is delivered at the 2018 IMF-World Bank forum. The study is conducted by comparing the speech in bahasa Indonesia as the Source Text (ST) and its annotated Mandarin translations as the Target Text (TT). In order to describe Widodo’s persuasion strategies, micro and macro level analysis is applied in this study. The former refers to the speaker’s language skills and the translations; whilst the latter refers to the speaker-oriented context and situations-oriented contexts. The result of the study shows that: (i) The translation of Widodo’s speech text has persuasive features of metaphors and catchwords; (ii) The translation technique applied to these features is “equivalentâ€; (iii) These features were used to encourage the audience to pay attention to the contexts-oriented persuasive messages and to take actions accordingly. AbstrakKajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi persuasi Presiden Joko Widodo dalam pidato politis yang disampaikan pada pertemuan IMF-Bank Dunia tahun 2018. Kajian tersebut dilakukan dengan membandingkan Teks Sumber (TSu) bahasa Indonesia dan terjemahan beranotasi Teks Sasaran (TSa) bahasa Mandarin. Guna mendeskripsikan strategi persuasi tersebut, studi ini menggunakan analisis mikro dan makro. Analisis mikro merujuk pada analisis keterampilan bahasa dan terjemahannya. Analisis makro merujuk pada konteks pembicara dan konteks situasi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa: (i) Terjemahan teks pidato Widodo menggunakan fitur persuasi metafora dan catchwords; (ii) Teknik terjemahan yang diaplikasikan pada kedua fitur tersebut adalah “kesepadananâ€; (iii) Fitur tersebut digunakan agar pembaca atau pendengar memfokuskan pada pesan persuasi yang berorientasi konteks, dan bertindak sesuai pesan persuasi tersebut.Â

    Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Politisi dalam Kontroversi Ancaman People Power Pascapilpres

    Get PDF
    AbstractThe politeness in language in ‘the Mata Najwa’ talk show on TransTV is interested to study due to contradictory opinions expressed by guests who ended up in disrespectful speeches and debates. In line with the background, this study was aimed at describing the violation of the Leech’s politeness principle in language in the Mata Najwa talk show on TransTV. To reveal the violation, a descriptive method and a qualitative approach are used. The research subjects in this study were the speeches of the politicians in the Mata Najwa talk show on TransTV. The data used in this study are words, phrases and sentences that violate the maxims of politeness in accordance with Leech. The data were collected by means of documentation, listening and note-taking techniques. The data were initially analyzed by selecting the data which are assumed to violate Leech’s principles of politeness. Then the data were classified based on the violations of politeness maxims. The results showed that the violations of politeness in language found in the program of Mata Najwa talk show on TransTV included the six maxims of politeness in language; namely the maxims of tact, generosity, approbation, modesty, agreement, and sympathy.  AbstrakKesantunan berbahasa dalam acara talk show Mata Najwa di TransTV menarik untuk diteliti karena pada acara tersebut pihak yang diwawancarai atau diskusi sering kali mengutarakan pendapat yang berbeda dan berujung pada tuturan dan perdebatan yang tidak santun. Sejalan dengan latar belakang tersebut, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah menghasilkan deskripsi tentang pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa  Leech dalam acara talk show Mata Najwa di TransTV. Untuk mendeskripsikan tentang pelanggaran kesantunan tersebut digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini ialah tuturan politisi di acara talk show Mata Najwa di TransTV. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang melanggar maksim-maksim kesantunan Leech. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data ada tiga teknik, yaitu (1) teknik dokumentasi, (2) teknik simak, (3) dan teknik catat. Kegiatan analisis data dimulai dengan penyeleksian data yang diduga sebagai bentuk tuturan melanggar prinsip kesantunan Leech. Kemudian data diklasifikasikan berdasarkan pelanggaran maksim-maksim kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang terdapat dalam acara di acara talk show Mata Najwa di TransTV mencakup keenam maksim kesantunan berbahasa; yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian

    227

    full texts

    311

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇