Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
    311 research outputs found

    Fitur Bahasa Wanita Menteri Kang Kyung Hwa Pada Kuliah Umum “Hanbando Jongsewa Gellobol Wegyo†(í•œë°˜ë„ ì •ì„¸ì™€ 글로벌 외êµ)

    No full text
    This qualitative descriptive study identifies and analyzes the language features of women based on the Lakoff theory by Kang Kyung Hwa in the public lecture “Hanbando Jongsewa Gellobol Wegyo†(í•œë°˜ë„ ì •ì„¸ì™€ 글로벌 외êµ). The data collection technique uses listening and note-taking techniques and the data analysis techniques uses data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results of the study found that 9 out of 10 women's language features is found on this study with lexical hedges or fillers features being the most found because Kang expresses her confidence and conveys her certainty about something and in order to avoid mistakes when making statements, the precise color terms feature is not found in this study because it is not related to the topic of discussion.Penelitian deskriptif kualitatif ini mengidentifikasi dan menganalisis fitur bahasa wanita berdasarkan teori Lakoff oleh Kang Kyung Hwa pada kuliah umum “Hanbando Jongsewa Gellobol Wegyo†(í•œë°˜ë„ ì •ì„¸ì™€ 글로벌 외êµ). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat dan teknik analisis data pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan fitur bahasa wanita ditemukan 9 dari 10 fitur bahasa wanita dengan fitur lexical hedges or fillers menjadi terbanyak ditemukan karna Kang mengekspresikan kepercayaan dirinya dan menyampaikan kepastiannya terhadap sesuatu dan guna menghindari kesalahaan saat membuat pernyataan, fitur precise color terms tidak ditemukan di dalam penelitian ini dikarenakan tidak berkaitan dengan topik pembicaraan

    Abstract Views

    No full text

    Makna Kultural pada Kepercayaan Masyarakat Jawa Terhadap Ketupat di Momen Lebaran: Kajian Antropologi Linguistik

    Full text link
    Ketupat in the Eid moment gives its own meaning for Javanese people. They have certain beliefs in interpretating ketupat, especially about philosophy and the process of making ketupat. This research aims to reveal the cultural meaning and local wisdom values from ketupat. This research uses qualitative methods that collecting the data use  indepth interview. By using linguistic anthropological approach, the data of  this research analyzed inductively and adjust translational- equivalent analysis methods. The research findings show 3 prohibitions, 6 beliefs, and 3 requirements about ketupat that the Javanese people still believe until now. The result of the research imply any local wisdom values, such as obligation to conserve Javanese culture, minimalist principle, and the concept of animism and dynamism that dominate these beliefs. Even though, they just admit to follow their ancestors culture without any goals to conduct an activity related to animism and dynamism which opposite Islamic thought.Ketupat pada momen lebaran memberikan makna tersendiri bagi masyarakat Jawa. Mereka memiliki kepercayaan tertentu dalam memaknai ketupat, khususnya mengenai filosofi maupun proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna kultural di balik kepercayaan mengenai ketupat serta nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam. Dengan menggunakan pendekatan antropologi linguistik, data penelitian ini dianalisis secara induktif dan menggunakan metode analisis padan translasional. Temuan penelitian menunjukkan adanya 3 pamali, 6 keyakinan, dan 3 syarat yang sampai sekarang ini masih dipercayai oleh masyarakat Jawa mengenai ketupat. Hasil penelitian mengimplikasikan adanya nilai-nilai kearifan lokal, seperti keharusan untuk melestarikan budaya Jawa, menganut prinsip minimalis, dan konsep animisme dan dinamisme yang mendominasi kepercayaan tersebut.  Meskipun demikian, mereka hanya mengikuti ajaran nenek moyang tanpa bermaksud untuk melakukan praktik  animisme dan dinamisme yang bertentangan dengan syariat Islam

    PROBLEMATIKA EKOLOGI DALAM NOVEL SUMI KARYA JAZULI IMAM (KAJIAN EKOKRITIK SASTRA)

    Full text link
    Environmental and natural phenomena are hotly discussed issues in the latest development period. Various means are used in the voice of the environmental crisis, one of which is in novels or literary works. This study aims to describe the ecological problems contained in the novel Sumi by Jazuli Imam. The method applied to the research is descriptive qualitative. The source of the data used is the novel Sumi by Jazuli Imam with the data used are parts of the novel in the form of story quotes and also character dialogues. In this study, the data was analyzed by conducting content analysis techniques, data acquisition was carried out by means of listening techniques and note-taking techniques.  The results found in this study are ethical studies of environmental wisdom, having moral aspects in the form of respect for nature, moral responsibility for nature, and the principle of affection and concern for nature. These elements are depicted through a series of events starting from (1) tree care, (2) forest destruction (deforestation), and (3) ecosystem conditions.  Fenomena lingkungan dan alam merupakan isu yang hangat dibicarakan dalam masa perkembangan terkini. Berbagai cara digunakan dalam penyuarakan krisis lingkungan, salah satunya dalam novel atau karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan masalah ekologi yang terdapat dalam novel Sumi karya Jazuli Imam. Metode yang diterapkan pada penelitian yaitu kualitatif deksriptif. Sumber data yang digunakan yaitu novel Sumi karya Jazuli Imam dengan data yang digunakan adalah bagian-bagian dari novel berupa kutipan cerita dan juga dialog tokoh. Pada penelitian ini data dianalisis dengan melakukan teknik analisis isi, pemerolehan data dilakukan dengan cara teknik simak dan teknik catat. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah  kajian etik kearifan lingkungan, memiliki aspek-aspek moral berupa sikap hormat terhadap alam (respect for nature), sikap tanggung jawab terhadap alam (moral responsibility for nature), dan prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam (caring for nature). Unsur-unsur tersebut digambarkan melalui serangkaian peristiwa yang dimulai dari (1) perawatan pepohonan, (2) perusakan hutan (deforestasi), dan (3) kondisi ekosistem

    Tindak Tutur Direktif dalam Pidato Politik Megawati Sukarnoputri pada Perayaan Hari Jadi PDIP ke 50

    Full text link
    The objective of the research was  to interpret the type and subtype of directive speech act found in Megawati Sukarnoputri’s political speech during the celebration of PDIP’s 50th anniversary, identify its frequencies and explain what they are used for. This is a qualitative research that applied directive speech act approach. The data in this study were taken from the transcript of the speech. They were interpreted by identifying utterances which applies directive speech act, and categorizing them into different types and subtypes. This research discovered 184 utterances which applied directive speech act where 121 of them were categorized as command, 35 were requests and 28 were suggestions. The most dominant subtype was direct speech act, while indirect speech used occasionally. It additionally revealed that command used to give order, instructions, prohibitions and warnings, requests to ask for cooperation, and support, and express wishes, and suggestions to give advice and opinions.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan subjenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam pidato politik Megawati Sukarnoputri pada perayaan HUT ke-50 PDIP, mengidentifikasi frekuensinya dan menjelaskan kegunaannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan tindak tutur direktif. Data dalam penelitian ini diambil dari transkrip pidato, lalu dianalisis dengan mengidentifikasi ucapan-ucapan yang menggunakan tindak tutur direktif, dan mengelompokkannya ke dalam jenis dan subjenis yang berbeda. Penelitian ini menemukan 184 tuturan yang menerapkan tindak tutur direktif dimana 121 diantaranya dikategorikan sebagai command, 35 adalah request dan 28 adalah suggestion. Subjenis yang paling dominan adalah tindak tutur langsung, sedangkan tindak tutur tidak langsung hanya digunakan beberapa kali. Penelitian ini menemukan juga bahwa command digunakan untuk memberi perintah, petunjuk, larangan dan peringatan, request untuk meminta kerja sama, dan dukungan, serta menyatakan keinginan, dan suggestion untuk memberi saran dan pendapat

    Pengaruh Buku Bergambar Tanpa Kata Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Naratif di SMP Islam As-Shofa Pekanbaru

    No full text
    This research aims to introduce teaching media based on technology using digital wordless picture books to improve students’ narrative writing abilities. This teaching media is presented in the form of PDF and e-books. The research design in this research used quasi-experimental. The instrument in this research used writing test. The subject in this research are the eighth-grade students of SMP Islam As-Shofa Pekanbaru. Purposive sampling technique was employed to select the sample. The result of normality test indicate the data is normal distribution and the homogeneity test is homogeneous.  The calculation of the Independent Sample T-test shows that the p-value for the posttest data of the experimental group and the control group is  p = 0,002 < 0,05. The result of the Independent Sample T-test indicate a that the Digital Wordless Picture Books media is effectively used in improving students’ ability in writing narrative text to the eighth-grade students of SMP Islam As-Shofa Pekanbaru.  Penelitian ini bertujuan mengenalkan media ajar berbasis teknologi menggunakan buku tanpa kata digital untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam teks naratif. Media ajar ini merupakan buku yang dikemas dengan format PDF dan e-book. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi-eksperimental. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menulis. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII Islam As-Shofa Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil uji normalitas menunjukkan data penelitian ini berdistribusi normal dan hasil uji homogenitas adalah homogeny. Hasil penghitungan uji Independent Sample T-test data posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah p = 0,002 < 0,05. Hasil uji Independent Sample T-test tersebut menunjukkan menunjukkan bahwa media Digital Wordless Picture Books efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks naratif pada siswa kelas VIII SMP Islam As-Shofa Pekanbaru. &nbsp

    Pola Komunikasi Keagamaan Dalam Keluarga Osing di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi

    Full text link
    This paper will explore an overview of the communication patterns between parents and children in transmitting religious ethics. This research activity took place in the Osing family in Kemiri Village, Singojuruh District, Banyuwangi Regency. The methods used are introspection, participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the research conducted indicate that the communicative interaction between parents and children in the process of transmitting religious ethical values ​​to the Osing family in Kemiri Village is non-mechanical so that it does not have rules that are systematically structured and are directive, effective, commissive, coercive, and dialogical. expressive. The cultural themes found indicate that giving advice from parents to their children contains elements of openness, honesty, and independence so that communication takes place effectively and creates mutual acceptance. Keywords: Communicative interaction, Family, Religious ethics  Tujuan penelitian ini untuk mendapat gambaran mengenai pola komunikasi antara orang tua dengan anak dalam mentransmisikan etika keagamaan. Kegiatan penelitian ini berlangsung di keluarga Osing Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan yakni introspeksi, observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa, interaksi komunikatif antara orang tua dan anak dalam proses pentransmisian nilai-nilai etika keagamaan pada keluarga Osing di Desa Kemiri bersifat nonmekanis sehingga tidak memiliki aturan yang tersusun secara sistematis dan bersifat dialogis direktif, efektif, komisif, koersif, dan ekspresif. Tema budaya yang ditemukan menunjukkan bahwa, pemberian nasihat orang tua terhadap anaknya mengandung unsur keterbukaan, kejujuran, dan kemandirian, sehingga komunikasi yang berlangsung efektif dan menimbulkan keberterimaan bersama

    Keanekabahasaan dalam Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K. Nesi (Kajian Sosiolinguistik)

    Full text link
    The highlight of this research is finding the diversity in the novel Orang-Orang Oetimu by Felix K. Nesi. The analysis of the study of diversity in the Orang-Orang Oetimu novel is actually an attempt to find a picture of diversity in literary works. Diversity can be interpreted as the diversity of languages ​​or the kinds of languages ​​used in a particular area. In the analysis, the researcher uses sociolinguistics as a knife to express diversity. Qualitative descriptive method was chosen as the research method with the object of study in the form of the novel Orang-Orang Oetimu by Felix K. Nesi. The data collection method used literature study with analytical descriptive technique as a data analysis technique. The findings of the researcher show that the Oetimu people are multilingual, including: (i) the Uab Meto language, (ii) the Kupang language, (iii) the Tetun language, and (iv) the Timorese Malay. The findings of the analysis confirm that multilingualism in an area is influenced by social factors, such as: colonization of foreign nations, geographical location, racial equality, group agreement, and so on.Puncak penelitian ini, menemukan keanekabahasaan dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi. Analisis kajian tentang keanekabahasaan dalam novel Orang-Orang Oetimu sesungguhnya adalah sebuah upaya untuk menemukan gambaran keanekabahasaan dalam karya sastra. Keanekabahasaan dapat dimaknai sebagai keberagaman bahasa atau macam-macam bahasa yang digunakan dalam wilayah tertentu. Dalam analisis-kajiannya peneliti memakai sosiolinguistik sebagai pisau ungkap keanekabahasaan. Metode deskriptif kualitatif dipilih sebagai metode penelitian dengan objek kajian berupa novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka dengan teknik deskriptif analitis sebagai teknik analisis data. Hasil temuan peneliti menunjukkan keanekabahasaan dalam Orang-Orang Oetimu, meliputi: (i) bahasa Uab Meto, (ii) bahasa Kupang, (iii) bahasa Tetun, dan (iv) bahasa Melayu Timor. Temuan analisis tersebut menegaskan, keanekabahasaan dalam suatu wilayah dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti: penjajahan bangsa asing, letak geografis, persamaan ras, kesepakatan kelompok, dan sebagainya

    English

    Full text link
    The objective of this research was to discover the correlation between students' translation ability and the frequency of using Google translate. This research applied a quantitative approach with a correlational research design. The sample for this research included 36 representative from the sixth-semester students, who have completed Translation subjects for 2 semesters. The researcher used an online questionnaire and translation test to collect the data. The data was computed and analyzed by using Pearson correlation. The score of correlation obtained is -0.075 which is in the interval of 0.00-0.20. Thus, the relationship is categorized as a very low correlation. Furthermore, based on the calculation of the product moment suggested that the p-value is higher than the level of significance (0.662>0.05) which means the Null Hypothesis (N0) is accepted and the Alternative Hypothesis (Ha) is rejected. It means there is no significant correlation between students ' translation ability and the frequency of using Google translate of English study program students at Riau University. The calculation of determination of coefficient additionally indicated that only 0.6 % students’ translation ability was influenced by the frequency of Google Translate use.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan penerjemahan siswa dengan frekuensi penggunaan Google translate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian ini adalah 36 mahasiswa perwakilan dari jurusan Bahasa Inggris Universitas Riau yang telah menyelesaikan mata kuliah Penerjemahan selama 2 semester. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner online dan tes terjemahan. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menghitung dan menganalisis data dengan menggunakan Program SPSS 26 untuk mengetahui korelasinya. Skor korelasi yang diperoleh adalah -0,075 yang berada pada interval 0,00-0,20. Dengan demikian, hubungan tersebut dikategorikan sebagai korelasi yang sangat rendah. Selanjutnya berdasarkan perhitungan product moment menunjukkan bahwa p-value lebih tinggi dari taraf signifikansi (0,662<0,05) artinya Hipotesis Null (N0) diterima dan Hipotesis Alternatif (Ha) ditolak. Artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara kemampuan penerjemahan mahasiswa dengan frekuensi penggunaan Google translate pada mahasiswa program studi bahasa Inggris di Universitas Riau

    Preface

    No full text

    227

    full texts

    311

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇