Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
    311 research outputs found

    Refleksi Identitas Sosial dalam Strategi Dakwah Ustadz Abdul Somad Dan Habib Jafar: Kajian Variasi Bahasa

    Full text link
    Social identity is one of the factors that contribute to the use of certain strategies in religious preaching. Strategies in conveying da'wah can be identified through the elements of the language variations that appear. This article aims to identify the social identity shown by the language variations that arise from the da'wah strategies of Ustadz Abdul Somad (UAS) and Habib Jafar. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection utilizes the TikTok search field by collecting the videos with most number of likes for the two preachers in the span of the first week of June 2023. The data is analyzed and classified based on the type of language variation elements that appear. The results of the data analysis show that there are differences in social identity in the da'wah strategies of the two speakers related to the goals and objectives of the listeners of each speaker.Identitas sosial merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penggunaan strategi tertentu dalam dakwah keagamaan. Strategi dalam penyampaian dakwah dapat diidentifikasi melalui elemen-elemen variasi bahasa yang muncul. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi identitas sosial yang ditunjukkan dari variasi bahasa yang muncul dari strategi dakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Habib Jafar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Pengumpulan data memanfaatkan kolom pencarian TikTok dengan menumpulkan video dengan jumlah penyuka terbanyak kedua pendakwah tersebut dalam rentang waktu minggu pertama bulan Juni 2023. Data dianalisis dan diklasifikan berdasarkan jenis elemen variasi bahasa yang muncul. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan identitas sosial dalam strategi dakwah kedua penutur yang berkaitan dengan tujuan dan sasaran pendengar dari masing-masing penutur

    ENKLITISASI DALAM SUBDIALEK KAJAI

    Full text link
    The object of the study is encliticization of the Kajai Sub-dialect (sub-dialect of Minangkabau language). The analysis of this study is limited to nouns generated by encliticization of enclitic {-nyo}. As a clitic, {-nyo} has a free form, namely inyo. This enclitic has various representations. What kind of representation (surface forms), what patterns and what processes that happened are the questions that answered in this study. The study uses a qualitative method. Data are collected by literature study. The theory used is the transformational linguistic phonology proposed by Sanford (1973). From the data analysis, five variation of enclitic {-nyo}(surface form) were found as follows: [-ã], [-ĩ], [-ữ], [-ẽ] and [-ỡ]. The appereance of each variation depend on vowel ordiphthong in final syllable of host. The phonological processes that occur from the underlying form to the surface form include weakening, deletion, assimilation/harmony, and nasalization of vowels, followed by deletion of consonant.AbstrakObjek penelitian ini adalah enklitisasi Subdialek Kajai (bahasa Minangkabau). Analisis penelitian ini dibatasi pada kata benda yang dihasilkan melalui enklitisasi enklitik {-nyo}. Sebagai klitik, {-nyo} memiliki bentuk bebas, yaitu inyo. Enklitik ini memiliki representasi yang beragam. Representasi seperti apa (bentuk permukaan), pola apa dan proses apa yang terjadi merupakan pertanyaan yang dijawab dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah fonologi linguistik transformasional yang dikemukakan oleh Schane (1973). Dari analisis data, ditemukan lima variasi enklitik {-nyo}(bentuk permukaan) sebagai berikut: [-ã], [-ĩ], [-ữ], [-ẽ] dan [-ỡ]. Munculnya setiap variasi bergantung pada vokal atau diftong dalam suku kata akhir kata yang dilekatinya. Proses fonologis yang terjadi dari bentuk dasar ke bentuk permukaan meliputi pelemahan, penghapusan, asimilasi/harmoni, dan nasalisasi vokal, diikuti dengan penghapusan konsonan.Objek penelitian ini adalah enklitisasi Subdialek Kajai (bahassa Minangkabau). Analisis penelitian ini dibatasi pada kata benda yang dihasilkan melalui enklitisasi enklitik {-nyo}. Sebagai klitik, {-nyo} memiliki bentuk bebas, yaitu inyo. Enklitik ini memiliki representasi yang beragam. Representasi seperti apa (bentuk permukaan), pola apa dan proses apa yang terjadi merupakan pertanyaan yang dijawab dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah fonologi linguistik transformasional yang dikemukakan oleh Schane (1973). Dari analisis data, ditemukan lima variasi enklitik {-nyo}(bentuk permukaan) sebagai berikut: [-ã], [-ĩ], [-ữ], [-ẽ] dan [-ỡ]. Munculnya setiap variasi bergantung pada vokal atau diftong dalam suku kata akhir kata yang dilekatinya. Proses fonologis yang terjadi dari bentuk dasar ke bentuk permukaan meliputi pelemahan, penghapusan, asimilasi/harmoni, dan nasalisasi vokal, diikuti dengan penghapusan konsonan. Kata kunci: enklitisasi, klitik, bahasa Minangkabau, fonologi generati

    Telaah Komponen dan Metode Penyusunan Kamus Hifdz al-Mufrodat (Memorizing Vocabularies): Kajian Leksikografi

    No full text
    As a dictionary used as a guide in PPQ Nurul Huda for 10 years, the 'Hifdz al-Mufrodat Dictionary has never experienced changes or additions that are tailored to user needs. This study aims to evaluate the contents of the dictionary with the aim that the 'Hifdz al-Mufrodat Dictionary can become an interesting and effective learning resource. This study uses library research methods with the research object being the 'Hifdz al-Mufrodat Dictionary. The results of the study show that the 'Hifdz al-Mufrodat (Memorizing Vocabularies)' Dictionary component still has three parts even though it only fulfills a small part of the stated standard component criteria. Regarding the method of compiling the dictionary, this dictionary is compiled using a different system in each chapter. Thus, this dictionary is compiled thematically on a small scale. Taking into account some of the deficiencies and the many components that have not been included in the dictionary, this dictionary should be updated and readjusted to user needs, in this context means PPQ Nurul Huda students and the curriculum that covers them.Abstrak Belakangan ini, hampir seluruh santri pondok pesantren di Indonesia mendalami pelajaran Bahasa Arab berdasarkan kurikulum terbaru. Ketika merasa kesulitan, mereka memerlukan pendamping belajar untuk menunjang materi yang diperoleh dalam kelas. Menjawab hal tersebut, hadirlah sebuah kamus untuk membantu para santri mendapatkan informasi terkait kosakata Bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah komponen dan metode penyusunan Kamus ‘Hifdz al-Mufrodat (Memorizing Vocabularies)’ serta mengevaluasi kekurangan dalam kamus tersebut agar dapat dipertimbangkan dalam pemilihan media pendamping belajar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen Kamus ‘Hifdz al-Mufrodat (Memorizing Vocabularies)’ tetap memiliki tiga bagian meski hanya memenuhi sebagian kecil dari kriteria komponen standar yang disebutkan. Terkait metode penyusunan kamus, kamus ini disusun menggunakan sistematika yang berbeda dalam setiap babnya. Dengan demikian, kamus ini dihimpun secara tematik untuk skala kecil. Meski terdapat beberapa kekurangan dan banyak komponen yang belum termuat dalam kamus tersebut, kamus ini digunakan sebagai penunjang belajar bahasa Arab yang relevan bagi para santri

    Perlawanan Perempuan Terhadap Dominasi Laki-laki: Analisis Pemikiran Feminis Kate Millet Terhadap Novel Lalita Karya Ayu Utami

    No full text
    This study aims to analyze and describe the problem of female characters' resistance to male domination in Ayu Utami's Lalita, which has a patriarchal cultural background. The framework for assessing the problem applies qualitative methods with content analysis techniques. Based on the results of analysis and interpretation of text data in Lalita's novel, the findings of the problems of women's resistance to masculine domination as reflected in the character of Lalita include a) rejection of subordinate stereotypes; b) rejection of masculine domination of sexuality; c) rejection of subordination as a patriarchal mode of production; and d) the idea of ​​unifying masculine and feminine characters (androgyny). The results of this study have implications for the importance of scientific studies of literary works as socio-cultural documents of society that can provide support in the formulation of policies in the private and public spheres related to efforts to protect women from sexual violence and continuous subordination by men.Pelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan masalah perlawanan tokoh perempuan terhadap dominasi laki-laki dalam novel Lalita karya Ayu Utami yang berlatar belakang budaya patriarki. Kerangka kerja untuk mengkaji masalah tersebut menerapkan metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi terhadap data teks dalam novel Lalita, temuan permasalahan perlawanan perempuan terhadap dominasi maskulin yang tercermin dari karakter tokoh Lalita meliputi a) penolakan terhadap stereotip subordinat; b) penolakan terhadap dominasi maskulin dalam seksualitas; c) penolakan terhadap subordinasi sebagai mode produksi patriarki; dan d) gagasan penyatuan karakter maskulin dengan feminin (androgini). Hasil penelitian tersebut berimplikasi terhadap pentingnya kajian ilmiah karya sastra sebagai dokumen sosial budaya masyarakat yang dapat memberi dukungan dalam perumusan kebijakan di ruang privat dan ruang publik terkait upaya melindungi perempuan dari kekerasan seksual dan subordinasi berkelanjutan oleh laki-laki

    Implikasi CEFR Pada Buku Ajar Sahabatku Indonesia Untuk Penutur Bahasa Arab Level 1

    Full text link
    To support the needs of the BIPA learning process, textbooks are needed in accordance with the BIPA graduation competency standards (SKL). SKL development refers to the Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), a foreign language proficiency guide with three stages, namely A for basic users, B for independent users, and C for proficient users. As a reference for SKL, it is important for BIPA teaching material developers to know the CEFR concept. Because CEFR has a more complex standard of competence. The design of this research is content analysis, focusing on the implications of CEFR Level A1 Sahabatku Indonesia textbook for Arabic Language Speakers Level 1. The results show that CEFR has been implemented in textbooks by presenting four language skills, reading, listening, writing, and speaking, and has supported material aspects of grammar and culture. Textbooks have also been equipped with attractive and interactive digital learning access.BIPA merupakan langkah strategis dalam upaya menginternasionalkan bahasa Indonesia. Untuk mendukung kelancaran dalam proses pembelajaran, perlu adanya buku ajar BIPA sesuai dengan standar kompetensi sebagaimana tertuang dalam Permendikbud No.27 tahun 2017. Hal ini agar pemelajar BIPA mendapatkan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan. Pengembangan standar BIPA merujuk pada Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) yang merupakan tingkatan kemahiran dalam berbahasa. CEFR memiliki 3 tahapan dengan 6 level dimulai dari A1-A2 untuk Basic User, B1-B2 Independent User, dan C1-C2 untuk Proficient User.  Oleh sebab itu, penting bagi para pengajar dan pengembang bahan ajar untuk  mengetahui dan memahami CEFR. Penelitian ini berfokus pada implikasi CEFR Level A1 dalam buku ajar Sahabatku Indonesia Untuk Penutur Bahasa Arab Level 1. Hasil menunjukkan bahwa  CEFR telah diterapkan dalam buku ajar dengan menyajikan empat kemahiran berbahasa yang meliputi materi membaca, menyimak, menulis dan berbicara

    Abstract Views

    No full text

    Afiks se- sebagai Afiks Derivasional dalam Bahasa Indonesia

    Full text link
    This study aims to describe the changes in the form of affixation in Indonesian language. This research is a qualitative descriptive type. The data of this research are in the form of sentences containing the prefix se- which are sourced from online newspapers, anthologies of short stories, and scientific books. Data were collected by means of listening method and note-taking technique which were then analyzed  sequentially by using distributional method, immediate constituent technique, deletion, replacing, and expansion techniques. The results of data analysis were presented by means of informal and formal methods. It was concluded that the derivational affix se- functions to form nouns from adjectives and verbs, numerals from adjectives and nouns, adjectives from verbs, and adverbs from verbs and nouns.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk afiksasi se- pada bahasa Indonesia. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung prefiks se- yang bersumber dari surat kabar online, antalogi cerpen, dan buku ilmiah yang dimungkinkan adanya bentuk kalimat dari afiksasi se-. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat yang kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dilanjutkan teknik lesap, ganti, dan perluas. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Simpulan dari penelitian ini adalah afiks derivasional se- berfungsi membentuk nomina, numeralia, adjektiva, dan adverbia. Pola afiksasi derivasional se- dapat dirumuskan menjadi 10: (se- + Adj → N), (se- + Adj → Num), (se- + Adj → Adj), (se- + V → N), (se- + V → Num), (se- + V → Adj), (se- + V → Adv), (se- + N → N), (se- + N → Num), (se- + Adv → Adv).&nbsp

    The Correlation between Students’ Academic Self-Efficacy and Their English Learning Achievement at SMAN 1 Pekanbaru

    Full text link
    The research objective was to discover whether or not there is a significant correlation between students’ academic self-efficacy and their English learning achievement at SMAN 1 Pekanbaru.  The research applied quantitative approach with correlational research design,. The population of the research was 250 students of tenth grade at SMAN 1 Pekanbaru, meanwhile the samples were 70 students, who were selected using a cluster random sampling technique. The instruments employed in this study were questionnaire to measure students’ academic self-efficacy and secondary data that was taken from the exam results of students’ English achievement. To analyze the data, the researcher applied SPSS 25. The findings proved that the correlation coefficient between the two variables is 0.422 and categorized as ‘moderate’. In addition, the determinant coefficient of students’ academic self-efficacy is 0.1780. It  was inferred that there is a moderately significant and positive correlation between two variables.Kajian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada korelasi yang signifikan antara efikasi diri pada akademik siswa dan capaian pembelajaran Bahasa Inggris di SMAN 1 Pekanbaru. Berhubungan dengan desain penelitian korelasional, studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi penelitian adalah 250 siswa dari kelas sepuluh di SMAN 1 Pekanbaru, sedangkan sampelnya adalah 70 siswa yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur efikasi diri pada akademik siswa dan data sekunder yang diambil dari hasil ujian akhir Bahasa Inggris. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan SPSS 25. Hasil menunjukkan bahwa korelasi koefisien antara dua variabel adalah 0.422 dan dikategorikan sebagai ‘moderat’. Sedangkan untuk determinan koefisien efikasi diri pada akademik siswa adalah 0.1780. Maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi signifikan yang moderat dan positif antara dua variabel. &nbsp

    Optimasi Sumber Daya dan Kolaborasi Mulitpihak (Pentaheliks): Suatu Kajian Perencanaan Bahasa

    Full text link
    Indonesia as a multilingual country requires careful language planning so that language can be developed in accordance with the pace of national civilisation. The study in this article is a descriptive study with a qualitative approach. The analysis is based on the data from the literature study. Based on the descriptive results of the literature study, it is found that language planning in Indonesia has fulfilled all elements of language planning starting from planning the status of Indonesian language has the status / position as the national language and state language, languages other than Indonesian and foreign languages are regional languages, and languages in Indonesia other than Indonesian and regional languages are foreign languages. Based on these facts, Indonesia is a country that has a complexity of conditions and language problems. Therefore, optimising resources and collaborating with the pentaheliks model is a must. All elements of policy makers and the community will streamline the language planning

    Cover Depan

    No full text

    227

    full texts

    311

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇