Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
    311 research outputs found

    Terjemahan Istilah Biologi dalam Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1

    Full text link
    This study focuses on the translation procedures of biological terms in the “Sel†chapter in Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1 and compares which procedures are the most precise in delivering meanings. The precision was analyzed based on the standard spelling using online KBBI; the conformance to the adopted word’s element writing rules using PUEBI (2016); and/or the componential analysis of meaning by Nida (1975). 10 translation procedures were used to translate 530 biological terms, i.e., in descending order, phonological translation, literal translation, transference, couplets or triplets, transposition, contextual conditioning, generalization, addition, descriptive translation, and particularization. Phonological translation was the most used as the terms were mostly cell parts, biochemical compounds, enzymes, biological processes, and biochemical processes. Literal translation, couplets or triplets, and generalization were more prone to causing imprecision with fatal consequences, while phonological translation and transference were not. In addition, 5 tendencies were found in the translation of the suffixes in biological terms, and special rules are necessary to regulate them.Penelitian ini berfokus pada prosedur penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan istilah biologi dalam bab “Sel†pada Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1 dan membandingkan prosedur mana yang paling tepat dalam menyampaikan makna. Ketepatan ini dianalisis berdasarkan kebakuan ejaan menggunakan KBBI daring; kesesuaian penulisan unsur serapan menggunakan kaidah PUEBI (2016); dan/atau analisis komponen makna Nida (1975). 10 prosedur digunakan untuk menerjemahkan 530 istilah biologi, yakni, dari yang paling banyak digunakan, penerjemahan fonologis, penerjemahan harfiah, transferensi, kuplet atau triplet, transposisi, pemadanan berkonteks, generalisasi, penambahan, penerjemahan deskriptif, dan partikularisasi. Penerjemahan fonologis paling banyak digunakan karena sebagian besar istilah merupakan bagian sel, senyawa biokimia, enzim, proses biologi, dan proses biokimia. Penerjemahan harfiah, kuplet atau triplet, dan generalisasi lebih rentan menimbulkan ketidaktepatan berdampak fatal, sedangkan penerjemahan fonologis dan transferensi tidak. Selain itu, ada lima kecenderungan penerjemahan akhiran istilah biologi yang perlu diatur dalam kaidah khusus

    PERSETERUAN BAHASA: SEBUAH KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK ATAS WAWANCARA PENGACARA

    Full text link
    The feuds between lawyers of celebrities which often occurred recently is interesting to analyze because they grab public attention. This paper attempts to analyze the alleged defamation committed by Andar Situmorang against Hotman Hutapea, better known as Hotman Paris, when interviewed by journalists in front of the KPI office..  The method used is descriptive qualitative which allows researchers to describe the data in depth.  The data collected is in the form of utterances delivered by research subject.   In general, due to its relation to language problems in legal cases, this paper can be considered as a forensic linguistic study. To find out the aims of this study, several linguistic theories including cohesion, coherence, and cognitive semantics were used simultaneously. The analysis results show that  the alleged defamation committed by Andar Situmorang against Hotman Hutapea  can be proven linguistically.;Therefore, it is a proof that linguistic studies can be very helpful for investigating legal cases.Meskipun mungkin tidak terlalu penting, perseteruan antarpengacara di kalangan selebritis tetap menarik untuk dianalisis. Hal ini karena perseteruan tersebut menyita perhatian yang cukup tinggi dari khalayak ramai. Tulisan ini mencoba untuk menganalisis dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Andar Situmorang terhadap Hotman Hutapea, atau lebih dikenal dengan Hotman Paris, ketika menjawab pertanyaan wartawan di depan kantor KPI. Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan dalam proses penyidikan. Secara umum, karena terkait dengan persoalan bahasa dalam kasus hukum, tulisan ini dapat dipertimbangkan sebagai kajian linguistik forensik. Untuk dapat menjawab masalah yang menjadi tujuan dari kajian ini, beberapa teori linguistik, yang mencakup kohesi, koherensi, dan semantik kognitif, akan digunakan secara bersamaan. Hasil analisis memperlihatkan bahwa dugaan pencemaran nama baik yang dituduhkan oleh Hotman Hutapea kepada Andar Situmorang dapat terbuktikan secara linguistik; dan sekaligus membuktikan bahwa kajian linguistik dapat sangat membantu bagi penyelidikan kasus hukum

    BENTUK SINONIMI SEBAGAI ANALISIS SEMANTIK TERHADAP BAHASA MELAYU DIALEK PONTIANAK

    No full text
    This study aims to describe and describe the synonymous forms of the Pontianak Malay dialect in Pontianak City using semantic analysis. This research uses descriptive qualitative method. Data collection techniques in this study used observation, recording, and listening to tapping. The data obtained in this study are in the form of synonyms in Pontianak Malay dialect. Based on the analysis of the data obtained from the research process found synonymy forms in the form of (1) absolute synonyms (2) proportional synonyms (3) near-synonymsPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan serta mendeskripsikan bentuk sinonimi dari bahasa Melayu dialek Pontianak di Kota Pontianak dengan analisis semantik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik obeservasi, teknik rekam, dan teknik simak sadap. Data yang diperoleh pada penelitian ini berupa bentuk-bentuk sinonimi dalam bahasa Melayu dialek Pontianak. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari proses penelitian ditemukan bentuk sinonimi berupa (1) bentuk sinonimi absolut (2) bentuk sinonimi proposional (3) bentuk sinonimi beredekatan

    Kemampuan Morfosintaksis Anak Disabilitas Intelektual: Studi Kasus

    Full text link
    This case study, whose subject’s initial is KH, was a person with mild intellectual disability which was known from the subject's morphosyntactic abilities. This study used an assessment method to determine KH’s abilities in morphology and syntax when speaking in everyday life. The researcher asked KH to tell her daily activities and to retell them from the available pictures. It can be concluded that KH is capable in making sentences in accordance with sentence elements such as subject, predicate, object, adverb, and conjunction. However, in terms of morphological abilities, KH more often uses predicates in a form of basic word in her uttered sentences instead of affixed verbs which might cause ambiguity of meaning.Studi kasus dalam penelitian ini menggunakan subjek bernama KH dengan disabilitas intelektual ringan yang dilihat melalui kemampuan morfosintaksis subjek. Dalam penelitian ini menggunakan metode asesmen untuk mengetahui kemampuan KH dalam morfologi dan sintaksis ketika berujar dalam keseharian. Peneliti meminta KH untuk menceritakan kegiatan sehari-hari KH dan diminta untuk menceritakan kembali dari gambar-gambar yang tersedia. Dari penelitian ini dapat dihasilkan bahwa KH dalam membuat kalimat sudah mampu dan sesuai dengan unsur-unsur kalimat seperti Subj-Pred-Obj-Ket-Conj. Namun dalam kemampuan morfologi, KH lebih sering menggunakan Pred dengan kata dasar dalam kalimat yang diujarkan daripada kata kerja yang berafiksasi. Sehingga dalam hal itu dapat menimbulkan kebingungan makna

    Proses Fonologis Kata-kata Bahasa Inggris yang Diucapkan oleh Orang Jepang dalam Lagu Hey Say Jump!

    Full text link
    This study aims to find out what types of phonological processes found in pronouncing English words by Japanese native speakers and to find out the reason why the changes occur. This study is a descriptive qualitative research using transformational generative phonology’s approach. The source of data is 8 songs sung by Japanese’s idol group, Hey Say Jump! The result of the study shows that there are 8 types of phonological processes found from data analysis, they are; backing, stopping, affrication, assimilation, substitution from /l/ to /r/, epenthesis, vowel coalescence, and vowel shift. Based on the findings, it can be concluded that the phonological processes happen because of two reasons; first, Japanese has open syllable system so there is no cluster consonants and consonant sound in the final position except for /n/. Second, there are some sounds that are not present in Japanese so the sounds are adjusted according to the Japanese phonological system.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses fonologis dalam mengucapkan kata-kata bahasa Inggris oleh orang Jepang dan untuk menganalisis penyebab terjadinya perubahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan transformasi fonologi generatif. Sumber data dalam penelitian adalah 8 lagu yang diambil dari grup vocal jepang Hey Say Jump! Berdasarkan analisis data, ditemukan adanya 8 proses fonologis, yaitu; backing, stopping, afrikasi, asimilasi, pergantian dari /l/ ke /r/, epentesis, perpaduan vokal, dan pergantian vokal. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 2 alasan terjadinya proses fonologis, yaitu Bahasa Jepang memiliki silabel terbuka sehingga tidak ditemukan adanya gugus konsonan dan konsonan diakhir kata kecuali untuk /n/ dan ada beberapa bunyi yang tidak ditemukan dalam bahasa Jepang sehingga bunyi-bunyi tersebut disesuaikan dengan system fonologis bahasa Jepang

    Analisis Bahasa Perempuan dalam Film Cruella (2021)

    Full text link
    According to the stereotype of gendered language, each gender tends to keep particular aspects of the language features they employed. Additionally, most men are thought to be less talkative than women. The Cruella de Vill movie is an example of how the film business has been influenced by how society views women and how they speak. by using qualitative research methods and based on the theory of Women's Language Features from Lakoff (Lakoff 2004), the researchers found a number of data on women's language features that appear in the film Cruella. Of the 102 data obtained, 30.3% of them are intensifiers, making them the most frequently used features, then super polite forms and avoidance of strong-swear words with 0.98% each being the least used. meanwhile precise color terms and hypercorrect grammar don't appear at all in the movie.Menurut stereotip bahasa gender, setiap gender cenderung mempertahankan aspek-aspek tertentu dari fitur bahasa yang mereka gunakan. Selain itu, kebanyakan pria dianggap kurang banyak bicara daripada wanita. Film Cruella de Vill adalah contoh bagaimana bisnis film telah dipengaruhi oleh bagaimana masyarakat memandang perempuan dan bagaimana mereka berbicara. dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan berdasarkan teori Women’s Language Features dari Lakoff (Lakoff 2004), peneliti menemukan sejumlah data fitur bahasa wanita yang muncul dalam film Cruella. Dari 102 data yang diperoleh, 30,3% di antaranya adalah intensifiers, menjadikannya fitur yang paling sering digunakan, kemudian super polite forms dan avoidance of strong/swear words Kuat dengan masing-masing 0,98% paling sedikit digunakan. sedangkan precise color terms dan hypercorrect grammar tidak muncul sama sekali di film

    Preface

    No full text

    Abstract Views

    No full text

    Mother Language Inheritance Through Language Policies, Use in The Family, School And Community

    No full text
    The extinction of languages in the world is inevitable with globalization and regional languages in Indonesia. In this regard, the purpose of this paper is to describe the Government of Indonesia's policy towards the maintenance of regional languages; the use of regional languages in the realm of family, school, and society. This research is descriptive research with data collection techniques through library research. As a result, the government has issued many regulations governing the use of local languages and creating programs for their maintenance, starting from families and schools to the wider community. The use of the mother tongue originating from the regional language in the family sphere is mostly spoken by the older generation. Regional languages are still used in communicating among ethnic groups among the older generation but are not always spoken by the younger generation. At school teachers provide opportunities to use local languages in communication at school. In conclusion, the Government of Indonesia's policies must continue to be realized through language counseling programs, awarding regional language proficiency exam (UKBD) pass certificates, and awarding regional language activistsKepunahan bahasa-bahasa di dunia tidak dapat dielakkan dengan adanya globalisasi, begitu pun bahasa daerah di Indonesia. Sehubungan dengan hal itu, tujuan penulisan ini adalah mendeskripsikan kebijakan Pemerintah RI terhadap pemertahanan bahasa daerah; pemakaian bahasa daerah dalam ranah keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil, Pemerintah telah mengeluarkan banyak regulasi yang mengatur pemakaian bahasa daerah dan membuat program pemertahanannya, mulai dari keluarga, sekolah sampai masyarakat luas. Pemakaian bahasa ibu yang berasal dari bahasa daerah di ranah keluarga lebih banyak dituturkan oleh generasi tua. Bahasa daerah masih terus digunakan dalam berkomunikasi sesama suku di kalangan generasi tua, namun tidak selalu dituturkan generasi muda.  Di sekolah, guru-guru memberikan kesempatan pemakaian bahasa daerah dalam komunikasi di sekolah. Simpulan, kebijakan Pemerintah RI harus terus direalisasikan melalui program-program penyuluhan bahasa, pemberian sertifikat kelulusan ujian kemahiran berbahasa daerah (UKBD), dan pemberian penghargaan kepada penggiat bahasa daerah

    Reevaluating the Glorification of Gamification for Unexpected Outcomes in English Language Teaching

    Full text link
    This conceptual paper aims to reevaluate the glorification of gamification where it leads to misleading and misconception using gamification in English language teaching. That narrative makes the implementation of the gamification strategy driving to unexpected outcomes. This condition should be addressed and reevaluated. In order to reevaluate the glorification of gamification, several arguments for it are supported by relevant written and spoken resources or studies. The findings show that the readiness of educational actors to the gamified strategy is the biggest problem faced by them and the demand of society and social construction seeing gamification also creates stigma where they must implement gamification learning strategy no matter what. Therefore, the educational actors need to be wise and understanding in implementing and glorifying the gamification strategy in English language teaching.Artikel konseptual ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali glorifikasi atau pemulian gamifikasi yang mengarah pada penyesatan dan miskonsepsi penggunaan gamifikasi dalam pengajaran bahasa Inggris. Narasi itu membuat penerapan strategi gamifikasi mengarah pada hasil yang tidak terduga. Kondisi ini harus disikapi dan dievaluasi kembali. Untuk mengevaluasi kembali glorifikasi tersebut, penulis membangun beberapa argumen yang didukung oleh sumber atau studi tertulis dan lisan yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa kesiapan pelaku pendidikan terhadap strategi gamifikasi merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh mereka dan tuntutan masyarakat dan konstruksi sosial melihat gamifikasi juga menimbulkan stigma dimana mereka harus menerapkan strategi pembelajaran gamifikasi apapun yang terjadi. Oleh karena itu, para pelaku pendidikan perlu bijak dan paham dalam menerapkan dan mengagungkan strategi gamifikasi dalam pengajaran bahasa Inggris

    227

    full texts

    311

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇