Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
311 research outputs found
Sort by
SISTEM SAPAAN MASYARAKAT KUANTAN MUDIK
This studydiscussesthe system of address used by Rantau Kuantan people in Kuantan Mudik district, Kuantan Singingi Regency, Riau Province. The purposeof this study is to describethe system of address and personal pronounsin Kuantan Mudik isolect. This studyis useful as references for vernacular studies, sociolinguistics literary, and preparation for vernacular dictionaryorbilingual dictionary, as well as documentation of system of address in vernacular. The method usedin this researchis the descriptive method. Based on its usages,thesystem of address in Kuantan Mudik community is grouped based on gender, age, status of speakersand listener, family relationship, contexts, birth order, terms of address, and personal pronouns.  Penelitian ini membahas sistem sapaan yang digunakan oleh masyarakat Rantau Kuantan di Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan sistem sapaan dan pronomina persona yang digunakan di Kecamatan Kuantan Mudik. Penelitian ini bermanfaat sebagai literatur pembelajaran bahasa daerah, literatur kajian bidang sosiolinguistik, penyusunan kamus bahasa daerah atau kamus dwibahasa, dan dokumentasi istilah sapaan dalam bahasa daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Berdasarkan penggunaannya, sistem sapaan dalam masyarakat Kuantan Mudik dikelompokkan atas  jenis kelamin,  usia, kedudukan penutur dan mitra tutur,  hubungan keluarga,  situasi pembicaraan,  urutan kelahiran,  sapaan dalam masyarakat, dan pronomina persona.Â
PERAN STRATEGIS MEDIA MASSA DALAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Mass media takes an important role in the various aspects of human life, especially for information. Actual and factual information from a number of events and smart ideas of humans can immediately be obtained from kinds of mass media. Mass media is not only as modern information media but it also has a strategic role in the construction and development of Indonesian. The major problem in terms of the construction and development of Indonesian among other things is caused by the way the Indonesian people live that has changed either as the result of new rule of life such as the employment of free market as the implementation of globalization era, the rapid development of technology of information or the employment of autonomy of region. That condition has influenced the Indonesian people in having a speech and using Indonesian. Therefore, the role of mass media as a medium of the construction and development of Indonesian is very significant. One of the alternatives that can be carried out by the government is by publishing several government policies to empower the mass media involved in the various activities of construction and development of Indonesian directly. Media massa memiliki peran yang sangat strategis dalam berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya di bidang informasi. Derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan bisnis media massa akhir-akhir ini, informasi tidak hanya menjadi kebutuhan, namun sudah menjadi komoditas yang profit oriented. Persoalan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia di masyarakat merupakan masalah yang cukup kompleks. Persolan yang cukup mendasar kompleks terkait dengan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia antara lain, kehidupan masyarakat Indonesia yang telah berubah baik sebagai akibat tatanan kehidupan dunia yang baru, seperti pemberlakuan pasar bebas dalam rangka globalisasi, akibat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat maupun pemberlakuan otonomi daerah. Media massa mampu menerobos batas ruang dan waktu sehingga keterbukaan tidak dapat dihindarkan. Kondisi itu telah mempengaruhi perilaku masyarakat Indonesia dalam bertindak dan berbahasa Indonesia. Oleh karena itu, peran media massa sebagai sarana untuk pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia sangat penting. Dalam makalah ini, penulis ingin mencoba memaparkan bagaimanakah peran strategis media massa dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia? Salah satu alternatif yang dapat ditempuh pemerintah adalah dengan menerbitkan berbagai kebijakan pemerintah untuk memberdayakan media massa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Â
GURU DALAM CERPEN “BINTANG-BINTANG JASA CIKGU MUSA, BA†DAN “GURU DUNGUâ€
A teacher is a character who plays an important role in the education world. His role is so hard and always becames the attention of various parties. This study discusses the characters of teachers in the short stories of “Bintang-Bintang Jasa Cikgu Musa, BAâ€and “Guru Dunguâ€. The data are analyzed by using theory of genetic structuralism with descriptive qualitative approach. The result (of the analysis) shows that all the intrinsic factors support the building of character. The background of the author influences the making of work’s factors as well.  Guru adalah tokoh yang berperan penting dalam dunia pendidikan. Perannya sangat berat dan selalu menjadi sorotan berbagai pihak. Pada tulisan ini dibahas tokoh guru yang berlakuan dalam cerpen “Bintang-Bintang Jasa Cikgu Musa, BA†dan “Guru Dunguâ€. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui penokohan tokoh utama dan kaitannya dengan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori strukturalisme genetik dan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari analisis ditemukan bahwa seluruh unsur intrinsik mendukung penokohan tokoh guru. Latar belakang pengarang sangat memengaruhi pengolahan unsur-unsur karya.Â
KONSEP KECANTIKAN DALAM NYANYI PANJANG
This study is a research about oral tradition in Petalangan society, one of the original clans in Pelalawan Regency, Riau, called “nyanyi panjangâ€. The objective of this study is to describe the beauty concept of Petalangan society, not only physical beauty but also inner beauty that are implemented in some metaphors. The analysis was also done by looking up KBBI dictionary as the guideline to explain the meaning of words or phrases that are used. The result of the analysis shows that there are 17 beauty concepts of Petalangan’s women that described in 17 metaphors Penelitian ini merupakan telaah terhadap sastra lisan masyarakat Petalangan, salah satu suku asli yang terdapat di Kabupaten Pelalawan, Riau, berupa nyanyi panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep kecantikan menurut masyarakat Petalangan, baik kecantikan fisik maupun kecantikan budi pekerti, yang digambarkan dengan beberapa perumpamaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menjelaskan konsep kecantikan masyarakat Petalangan yang digambarkan dalam nyanyi panjang. Analisis juga menggunakan KBBI sebagai pedoman dalam menjelaskan makna kata atau ungkapan yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan ada 17 konsep kecantikan perempuan Petalangan yang digambarkan dengan 17 perumpamaan. Â
STRUKTUR NARASI NOVEL CA BAU KAN, KARYA REMY SYLADO ANALISIS SEMIOTIK
This research is aimed to expose the narrative structure of the novel Ca Bau Kan by using semiotical theory. The source of the data is the novel Ca Bau kan written by Remy Silado and published by KPG, eight edition, 2004. The data is collected by doing the library research. The teory applied in this research is the semiotical theory, especially the literary analysis of Subur Laksono Wardoyo that the analysis of the text of prose can be applied by using three fases; the analysis of the basic scheme narrative, the analysis of mean signifier, and the analysis of syntagmatics and pragmatics. The result of this research showed that the narrative structure in the novel CBK that (1) the life of Tinung before being a ca bau kan, (2) the life of Tinung as a ca bau kan, and (3) the life of Tinung after not being a ca bau kan anymore. Based on the narrative structure, it was found that “ Love is only one. No measurement is needed†is the mean signifier and able to be clarified by the analysis of syntagmatics-paradigmatics based on the biner oposition of weak x strong
KRITIK SOSIAL LAGU “MONCIK BADASIâ€
This study is aimed at analyzing the social criticism conveyed in the song “Moncik Badasi†(white collar rat- like corruptor). The writer used semantic and communicative methods in translating the song lyrics into Indonesian. The former method is the main priority so as the song writer’s typical characteristics are conserved. The later method is used in case of getting difficulty in translating local language words, phrases, and sentences into Indonesian by using the former one. The study shows that “Moncik Badasi†song conveys social criticism toward the formal leaders, the law personnels (police and justice), and society leaders. The song writer delivered his critics politely in the song. The lyrics do not only criticize certain parties, but also appreciate the government accomplished programs and give solution so as the existing problems in community and nation could be solved. Penelitian ini bertujuan untuk menerjemahkan dan mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam lagu “Moncik Badasiâ€. Penulis menggunakan metode semantis dan komunikatif untuk menerjemahkan lirik lagu tersebut ke bahasa Indonesia. Penggunaan metode semantis menjadi prioritas utama penulis agar ciri khas penulis lagu tetap terjaga. Metode komunikatif digunakan jika terdapat kesulitan menerjemahkan kata, frasa dan kalimat dari bahasa daerah tersebut ke bahasa Indonesia jika menggunakan metode semantis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lagu “Moncik Badasi†menyuarakan kritik sosial terhadap para pemimpin, penegak hukum (polisi dan hakim), serta ninik mamak. Penulis lagu menyuarakan kritiknya dengan santun dalam lagu “Moncik Badasi†tersebut. Lirik lagu “Moncik Badasi†tidak hanya menyuarakan kritik terhadap pihak-pihak tersebut, tetapi juga memberi apresiasi terhadap program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah serta memberi solusi agar masalah yang ada dalam masyarakat dan bangsa Indonesia dapat teratasi.Â
KEKERASAN PERSONAL DALAM CERPEN “JAKARTA, SUATU KETIKA†KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA
This study examines the personal violence in the short story "Jakarta, Suatu Ketika" by Seno Gumira Ajidarma. This Short story "Jakarta, Suatu Ketika" is part of his anthology Iblis Tidak Pernah Mati published in 2001 by Galang Press. The purpose of this study is to describe the intrinsic elements in the story. The approach used in this study is a literature sociological approach. The method used in this research is the descriptive method. Through this method, the researcher explained the facts of violence occurred which related to the problem studied. The reserach findings show if there is personal violence that dominates in the short story "Jakarta, Suatu Ketika" personal violence is violence focussing on the actual physical realization  Penelitian ini mengkaji kekerasan personal dalam cerpen “Jakarta, Suatu Ketika†karya Seno Gumira Ajidarma. Cerpen “Jakarta, Suatu Ketika†merupakan bagian dari kumpulan cerpen Iblis Tidak pernah Mati karya Seno Gumira Ajidarma yang terbit tahun 2001 oleh Galang Press. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik cerpen “Jakarta, Suatu Ketikaâ€. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Melalui metode ini, peneliti memaparkan fakta-fakta kekerasan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menggambarkan apakah dalam cerpen “Jakarta, Suatu Ketika†terdapat kekerasan personal yang mendominasi, kekerasan personal yaitu kekerasan yang bertitik berat pada realisasi jasmani aktua
TINGKAT KEAKURATAN TERJEMAHAN BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA OLEH GOOGLE TRANSLATE
This research was aimed at describing the accuracy level of Google Translate especially in translating English text into Indonesian based on language error analysis and the use of equivalence strategy. The data were collected by taking one paragraph from Johann Gottfried Herder’s Selected Writings on Aesthetics book as the source text. Then they were translated by Google Translate (GT). The data of GT translation were analyzed by comparing them with the measurement instrument of translation equivalence level and elaborating the equivalence strategy of GT. By doing so the language errors were seen thus the accuracy level of GT translation could be described. The result of this research showed that (1) out of 13 source data only 4 or 31% are accurate translation, 7 or 54% are less accurate translation, and 2 or 15% are inaccurate translation. Therefore it is implied that its reliability for accurate level is only 31%. Half of them is less understandable and a few are not understandable. (2) If the appropriate equivalence translation strategy is sufficiently transposition and literal, GT can produce an accurate translation. (3) If the appropriate equivalence translation strategy is combined strategy between transposition and modulation or descriptive, more difficult strategies, GT just produce less accurate translation because it kept using literal and transposition strategies. (4) But if the appropriate equivalence translation strategy is only modulation, GT just produce inaccurate translation which is not understandable because it can only use transposition strategy. Even if the appropriate equivalence translation strategy is just a transposition strategy, in one case, GT failed to translate and it produced inaccurate translation because its strategy is only literal. In conclusion, especially in this case study, Google Translate can only translate English source text into Indonesian correctly if the appropriate equivalence translation strategy is just literal or transposition.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keakuratan Google Translate khususnya dalam menerjemahkan teks berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia berdasarkan analisis kesalahan bahasa and penggunaan strategi pemadanan. Data dikumpulkan dengan mengambil satu paragraf dari buku Johann Gottfried Herder yang berjudul ‘Selected Writings on Aesthetics’ sebagai teks sumber. Kemudian data tersebut diterjemahkan oleh Google Translate (GT). Data terjemahan GT itu dianalisis dengan cara membandingkannya dengan instrumen pengukur tingkat kesepadanan terjemahan dan menjelaskan strategi pemadanan yang digunakan. Dengan melakukan hal tersebut kesalahan bahasanya dapat terlihat sehingga tingkat keakuratan terjemahan GT dapat dideskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Dari 13 data sumber hanya 4 data atau 31% yang merupakan terjemahan akurat, 7 data atau 54% merupakan terjemahan yang kurang akurat, dan 2 data atau 15% merupakan terjemahan tidak akurat. Dengan demikian tingkat kehandalannya sampai pada tingkat akurat hanya sebesar 31% saja. Sementara sekitar setengahnya lagi kurang dapat dipahami. Sedangkan sisanya tidak bisadipahami. (2) Apabila strategi pemadanan yang seharusnya dipakai cukup transposisi dan terjemahan literal saja ternyata GT mampu menghasilkan terjemahan yang akurat. (3) Apabila strategi yang harus dipakai adalah strategi kombinasi antara transposisi dan modulasi atau deskriptif, strategi yang lebih sulit, GT hanya mampu menghasilkan terjemahan yang kurang akurat karena tetap menggunakan strategi penerjemahan literal dan transposisi saja. (4) Tetapi apabila strategi yang seharusnya dipakai hanya strategi modulasi saja GT hanya menghasilkan terjemahan tidak akurat, yang tidak bisa dipahami karena hanya mampu memakai strategi transposisi saja. Bahkan jika seharusnya strategi yang dipakai adalah sekedar transposisi, pada satu kasus, GT ternyata gagal menerjemahkan dan menghasilkan terjemahan tidak akurat karena strategi yang dipakainya adalah penerjemahan literal. Sebagai simpulan, khususnya dalam studi kasus ini, Google Translate hanya mampu menerjemahkan teks sumber berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia secara akurat jika strategi pemadanannya yang sesuai hanya sekedar literal atau transposisi.Â
DIKSI DALAM RETORIKA ANAS URBANINGRUM
As a party leader who is good at rhetoric and vocabulary, Anas Urbaningrum has great ability to choose the most suitable words to deliver his opinion and ideas and to use effective, polite, and connotative words. The purpose of this study is to describe the rhetoric and diction at Anas Urbaningrum resignation speech as the chairman of the party. This study uses the qualitative research methods using the discourse analysis. The research findings of this study show that the speech delivered by Anas Urbaningrum when announcing his resignation as the chairman of Partai Demokrat contains connotation, denotation, scientific, popular, special, general, abstract and concrete diction.  Sebagai seorang pemimpin partai yang pandai beretorika dan luas kosakatanya, Anas Urbaningrum memiliki kemampuan yang tinggi untuk memilih setepat-tepatnya kata mana yang paling harmonis untuk mewakili maksud atau gagasannya serta menggunakan kata-kata yang efektif, santun, dan bermakna konotasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan diksi dalam retorika Anas Urbaningrum dalam menyampaikan pidato pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis wacana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pidato pengunduran diri Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggunakan diksi konotasi, denotasi, ilmiah, populer, khusus, umum, abstrak, dan diksi konkret.Â