Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
311 research outputs found
Sort by
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL BURUNG TIUNG SERI GADING KARYA HASAN JUNUS
This study entitles ―Citra Perempuan in Novel Burung Tiung Seri Gading Written by Hasan Junus‖. Problem in this research about the image of women and the gender inequities in the novel.This study aims to describe, express women‘s image and the discrimination of gender in novel Burung Tiung Seri Gading. The use of this study is to inform people in general and readers in particular about the roles and status of women in society reflected in novel Burung Tiung Seri Gading. The theory used is feminist literature criticism. This is a qualitative research. using the book study method. Primary data that is Burung Tiung Seri Gading novel Hasan Junus work published by Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau, Pekanbaru 2009185 pages thick.The steps of the research are (1) identify the female characters in literature, (2) seek the position of these figures in everyday life in society, good relations within the family or in society at large, (3) gender inequality would be viewed through a gender analysis ofits image of women in daily life. The conclusions of this study are that the roles and status of women in society get women not be able to avoid their housework and the discrimination of gender.Penelitian ini berjudul ―Citra Perempuan dalam Novel Burung Tiung Seri Gading Karya Hasan Junus‖. Permasalahan dalam penelitian ini tentang citra perempuan dan terjadinya ketidakadilan gender dalam novel. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan citra perempuan dan mendeskripsikan ketidakadilan gender dalam novel Burung Tiung Seri Gading. Tujuan Penelitian ini adalah memberikan pengetahuan kepada pembaca khususnya dan masyarakat pada umumnya tentang peran dan kedudukan perempuan dalam masyarakat yang tercermin dalam novel Burung Tiung Seri Gading serta memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang terjadinya ketidakadilan gender dalam masyarakat yang tercermin dalam novel Burung Tiung Seri Gading. Teori yang digunakan adalah kritik sastra feminis. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka. Data primernya bersumberkan pada novel Burung Tiung Seri Gading karya Hasan Junus yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau, Pekanbaru, 2009 setebal 185 halaman. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah adanya peran dan kedudukan perempuan di masyarakat membuat perempuan belum bisa lepas dari pekerjaan domestik serta perempuan adalah korban dari ketidakadilan gender.Â
SIKAP BERBAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG
Today the use of Indonesian well and properly in sudents' communication declines. The declining spirit of using Indonesian well and properly is currently an important topic to be studied. This study aimed to describe the attitude of using Indonesian language and the factors that causes of students' language attitudes SMA Negeri 1 Metro. The technique of collecting data is by using questionnaire. The data were processed and analyzed by using a qualitative approach. The results showed that students' attitudes in Indonesian language is still quite good. This is evidenced by the answers of all respondents who feel proud to be able to speak Indonesian and 95% of respondents would continue to study the Indonesian although they have already mastered several foreign languages. The dominan factor that causing the attitude of students' language is experience as proved by the responses to questionnaires which mostly have a percentage above 80%
“SYAIR JAWIâ€: MANUSKRIP AMBON
The old manuscript is a record of the past culture, that contains a wide variety of way of life, way of thinking, moral teachings, advice, entertainment, challenge etc. Script is something that is unique, none of the old manuscripts are identical to other texts. While telling about the same thing, but each has different script. Each manuscript is a witness of a civilized world, a tradition of civilization. Philologist tried hard to bridge the time that has past, ignorance of the age of the text was written, to the proper interpretation. Disclosure of text  of “Syair Jawi†is done through transliteration, edits, and text analysis. Accordingly, the reader is expected to thoroughly understand, and take the wisdom contained in the text. “Syair Jawiâ€Â is written in Ambon malay language, contains advice to readers that all humans will return to God. This study uses a critical issue method. Manuscript “Syair Jawiâ€, using simple language that is easily understood by readers although grammatically considered to be less fulfilling language. This poem is more concerned with the content of a message, instructions, and knowledge of Islam, the content of “Syair Jawiâ€Â include message in order to do good to parents, following the teachings of the prophet Muhammad, beg for forgiveness, remembering the hereafter, the story of the birth of the prophet Muhammad, the benefits of prayers and special prayer for prophet Muhammad. The content of “Syair Jawi†shows that the life of Ambon Malay is very religious, based on the teachings of Islam. This suggests that the culture of Ambon Malay people in the past, was influenced by the Islamic teaching.  Naskah kuno adalah catatan dari budaya masa lalu, yang berisi berbagai macam cara hidup, cara berpikir, ajaran moral, saran, hiburan, tantangan, dan lain-lain. Naskah adalah sesuatu yang unik, tidak ada naskah kuno yang identik dengan teks lainnya. Walaupun naskah kuno bercerita tentang hal yang sama, tetapi masing-masing memiliki naskah yang berbeda. Setiap naskah adalah saksi dari dunia yang beradab, tradisi peradaban. Filolog berusaha keras untuk menjembatani waktu yang telah lalu, ketidaktahuan usia teks ditulis, dengan penafsiran yang tepat. Pengungkapan teks ―Syair Jawi‖ dilakukan melalui transliterasi, suntingan, dan analisis teks. Dengan demikian, pembaca diharapkan benarbenar memahami, dan mengambil hikmah yang terkandung dalam teks. ―Syair Jawi‖ ditulis dalam bahasa Melayu Ambon, berisi nasihat kepada pembaca bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah. Penelitian ini menggunakan metode isu kritis. Naskah ―Syair Jawi‖, menggunakan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami oleh pembaca meskipun secara gramatikal dianggap kurang memuaskan bahasa. Puisi ini lebih peduli dengan isi pesan, petunjuk, dan pengetahuan tentang Islam, isi ―Syair Jawi‖ termasuk pesan untuk berbuat baik kepada orang tua, mengikuti ajaran Nabi Muhammad, mohon maaf, mengingat akhirat, kisah kelahiran nabi Muhammad, manfaat doa, dan doa khusus untuk nabi Muhammad. Isu ―Syair Jawi‖ menunjukkan bahwa kehidupan Ambon Melayu sangat religius, berdasarkan ajaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa budaya Melayu Ambon di masa lalu, dipengaruhi oleh ajaran Islam.Â
SI PARASIT LAJANG: POTRET PEREMPUAN METROPOLITAN
The presence of novel Saman by Ayu Utami surprised the world of Indonesian literature. Response to readers and literary critics of Saman diverse, both those in favor, cursing and not be silent. Ayu Utami is a productive female novelist because she continuously has been published novel Saman and Larung (dualogy), Serial Numbers Fu (Manjali and Cakrabirawa and Lalita), and the trilogy (Parasit Lajang, Enrico Love Story, Parasit Lajang—Ex Parasit Lajang). Ayu Utami‟s achievement in writing, among others are "Mastera Young Writers Award 2009" in 2009. The purpose of this article is to express the position and idea of young metropolitan woman, their restless in seeing the domestic life. I figure (women) in the novel The Parasit Lajang (SPL) minds that women should have equality to men legally in many ways, especially on marriage. SPL novel deserves to be read and studied intensively, both as evidence of freedom in the creative process of a writer (female) as well as the Indonesian literary enrichment effort for the reader of literature, literary observers, as well as researchers in Indonesian literature. Kehadiran Ayu Utami melalui novel Saman mengagetkan dunia sastra Indonesia. Tanggapan pembaca serta kritikus sastra terhadap Saman beragam, baik mereka yang memihak, memaki, maupun yang diam tidak bersikap. Novelis perempuan ini termasuk produktif karena berturut-turut telah menerbitkan novel Saman dan Larung (dwilogi), Seri Bilangan Fu (Manjali dan Cakrabirawa serta Lalita), dan trilogi (Si Parasit Lajang, Cerita Cinta Enrico, dan Pengakuan Eks Si Parasit Lajang). Prestasi Ayu Utami dalam tulismenulis, antara lain memperoleh ―Penghargaan Sastrawan Muda Mastera 2009‖ pada tahun 2009. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengungkapkan sikap dan pandangan hidup perempuan muda metropolitan tersebut, sekaligus kegelisahannya dalam menyikapi suatu kehidupan rumah tangga. Tokoh saya (perempuan) dalam novel Si Parasit Lajang (SPL) berpegang teguh pada sikapnya, yaitu perempuan harus memiliki kesetaraan terhadap laki-laki secara hukum dalam berbagai hal, khususnya tentang perkawinan. Novel SPL layak dibaca dan diteliti secara intensif, baik sebagai bukti kebebasan dalam proses kreatif dari seorang pengarang (perempuan) Indonesia maupun sebagai upaya pengayaan literer bagi pembaca sastra, pengamat sastra, serta peneliti sastra di Indonesia.Â
ASPEK LINGUISTIK DAN KEBERTERIMAAN DALAM PENERJEMAHAN
Translation does not only deal with language problems but also cultural problems. There are transferring language and culture in translation. Some aspects needs more attention in translation such as linguistics aspects which involve phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, sociolinguistics, and psycholinguistics. These aspects are able to give a strong basic for a translator to be a good translator. Another aspect that is also important is about form and meaning aspects. Meaning may appeared from various aspects such as the structure of languages, the situation of using language, and the social and culture of languages. The equivalence problems in target language are able to be coped with by giving definition, elaboration, or giving the explanation to the words. A translator should be able to process his translation well in the and a translator also should consider linguistics aspect, acceptability aspects, and politeness. High and low acceptability rate is also influenced by elaborating translator politeness in the translation.  Penerjemahan bukan sekadar persoalan bahasa, tetapi juga menyangkut masalah budaya. Terdapat alih bahasa dan budaya dalam penerjemahan. Beberapa aspek perlu mendapat perhatian dalam penerjemahan seperti aspek-aspek linguistik yang mencakup fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosilinguistik, dan psikolinguistik. Aspek-aspek ini dapat memberikan dasar yang kuat bagi seorang ahli bahasa agar dapat menjadi penerjemah yang baik. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah unsur bentuk dan makna. Makna bisa ditimbulkan dalam berbagai konteks, makna bisa muncul karena struktur bahasa, situasi penggunaan bahasa, dan sosio-kultur budaya. Masalah keterpadanan makna dalam bahasa sasaran dapat diselesaikan dengan menempuh cara memberikan definisi, elaborasi, atau menerangkan kata-kata tersebut. Penerjemah harus mengolah hasil terjemahannya dengan baik dalam proses penerjemahan. Penerjemah juga harus mempertimbangkan aspek-aspek linguistik, aspek keberterimaan, dan kesantunan berbahasa. Tinggi rendahnya nilai keberterimaan juga dipengaruhi oleh kesantunan berbahasa penerjemah dalam menguraikan hasil terjemahan.Â
REALISME DALAM CERITA PENDEK “BULAN GENDUT DI TEPI GANGSAL†KARYA WA ODE WULAN RATNA
This article studies realisms in a short story entitled “Bulan Gendut di Tepi Gangsal†written by Wa Ode Wulan Ratna. The aim of this study is to know and to describe the characteristics in short story “Bulan Gendut di Tepi Gangsal†written by Wa Ode Wulan Ratna. The use of content analysis method focusing on the text of the short story explains the meaning of the content of symbolic interaction taking place during the communication in the story so that the content could be well understood. The research findings show that there are 8 characteristics of realism in a short story entitled “Bulan Gendut di Tepi Gangsalâ€.  Tulisan ini mengkaji realisme dalam cerita pendek “Bulan Gendut di Tepi Gangsal†karya Wa Ode Wulan Ratna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan ciri-ciri aliran realisme yang terdapat dalam karya sastra Indonesia bergenre cerita pendek berjudul BGTG karya Wa Ode Wulan Ratna. Penggunaan metode analisis isi yang memberikan perhatian pada teks karya sastra menjelaskan makna isi interaksi simbolik yang terjadi dalam peristiwa komunikasi, sehingga dapat dipahami isi cerpen itu secara tepat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tujuh karakteristik realisme dalam cerita pendek “Bulan Gendut di Tepi Gangsalâ€.Â
PERLUNYA PEMBELAJARAN BAHASA BALI YANG REKREATIF DI SEKOLAH DASAR MULTIKULTURAL DAN MULTILINGUAL
Balinese, the indigenous language of Bali, is taught as a local content subject at schools (especially at primary schools) in Bali. Since, it is being part of educational curriculum, Balinese is not only learned by it’s native speaker students but also learned by multicultural and multilingual students,particularly in cities. In fact, the Balinese is not very attractive to non-native students because it is not the first nor the second language of them and it is not play any important roles in their daily life. This tendency cause the students show a lower competence in Balinese subject. In order to improve the students competence in Balinese subject, especially communicative competence, it is deemed to suggest a method of recreational learning process that make students have an interest to the subject and enjoy the learning process of the subject so that they are motivated to learn the subject as well as to succed in it. This article proposes the importance of recreational learning method, in this matter, learning by using story completed with role play, learning by using songs and music, and learning by doing group activities and games. This model is also effective to improve children’s characters. Bahasa Bali, yang merupakan bahasa penduduk asli Bali, diajarkan di sekolah-sekolah (terutama sekolah dasar) di Bali sebagai muatan lokal1. Karena menjadi bagian dari kurikulum pendidikan, pelajaran bahasa Bali juga dipelajari oleh para siswa multikultural dan multilingual, terutama di daerah perkotaan. Pembelajaran bahasa Bali umumnya kurang diminati oleh siswa non-penutur bahasa Bali karena, pertama, bahasa Bali bukan merupakan bahasa pertama dan kedua, bahasa Bali tidak terlalu menjadi tuntutan dalam kehidupan mereka. Ketiadaan minat itu berujung pada kurangnya kompetensi berbahasa Bali siswa. Untuk meningkatkan kompetensi siswa, khususnya kompetensi komunikatifnya, dipandang perlu menggagas proses pembelajaran yang rekreatif, yang membuat siswa tertarik dan menikmati proses pembelajaran sehingga mereka termotivasi untuk belajar dengan baik dan berhasil baik. Tulisan ini mengetengahkan pentingnya metode pembelajaran yang bersifat rekreatif, dalam hal ini pembelajaran melalui cerita, lengkap dengan bermain peran, pembelajaran melalui lagu dan musik, dan pembelajaran melalui aktivitas kelompok dan permainan. Model ini juga sangat efektif untuk meningkatkan karakter anak
STRATEGI PENERJEMAHAN PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR OLEH RAFFEL DALAM BUKU THE COMPLETE PROSE AND POETRY OF CHAIRIL ANWAR
This article discusses Indonesian—Poetry translation. The purpose of this article is to describe the strategies of translating poetry of Chairil Anwar by Raffel Raffel in “The Complete Prose and Poetry of Chairil Anwarâ€, a book written and edited by Raffel Raffel. In order to reach the purpose, the poetries of the source language are compared with the poetries of the target language in order to find out the strategy used in the translation. The method applied in this study is a qualitative descriptive analysis of the meaning. The data were analyzed by using some strategies of translation theory in general given by Newmark, Vinay and Dalberhet, Baker, and Hoed and the strategy of translating poetry by Lavefere. The result of the analysis shows that the general translation strategy used in the translation of Chairil Anwar Poetries are modulation translation, calque or literal translation, descriptive equivalence translation, generic words translation, additional translation and interpretation translation. Meanwhile the strategies of translating poetry used by Raffel are metrical translation, rhymed translation, blank verse translation, and interpretation translation. Penelitian ini membahas penerjemahan puisi bahasa Indonesia kedalam bahasa Inggris. Tujuannya adalah mendeskripsikan strategi penejemahan puisi-puisi Chairil Anwar oleh Raffel Raffel dalam bukunya yang berjudul The Complete Prose and Poetry of Chairil Anwar. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, puisi-puisi Chairil Anwar dalam bahasa Indonesia dibandingkan dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan menggunakan strategi penerjemahan secara umum yang dikemukakan oleh Newmark, Vinay dan Dalberhet, Baker, and Hoed dan strategi penerjemahan puisi oleh Andre Lavefere. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi penejemahan umum yang digunakan dalam menerjemahkan puisi Chairil Anwar adalah strategi penerjemahan modulasi, calque atau penerjemahan literal, kesepadanan deskriptif, penerjemahan dengan kata generik atau kata yang lebih umum, penerjemahan dengan tambahan dan penerjemahan dengan pengurangan. Sedangkan strategi penerjemahan puisi yang digunakan oleh Raffel adalah penerjemahan metris, penerjemahan rima atau sajak, penerjemahan bait secara bebas, dan penerjemahan interpretasi
NILAI BUDAYA DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT SUMATERA UTARA: SUATU KAJIAN MODEL SKEMA AKTAN DAN SKEMA FUNGSI GREIMAS
This study aims to obtain an objective description of cultural values. Folklore as one of the oral literature of hereditary and contain a mandate to educate the next generation of folklore is an imaginary and fantasy stories that happened did not really happen. The events are recounted in folklore as lessons tend behavior. Folklore always tuck advice and moral element to the listener. Folklore is told primarily for entertainment, illustrate moral truths, and contains valuable lessons, or even satire against injustice. Theory is used as the basis for the development of the instrument is the theory of oral literature and fairy tale Aarne and Stith Thompson, James Danandjaja, and theories about cultural values Kluckhohn. In addition, the structural theory is also used to look at the structure of folklore. The data of this study is the folklore of North Sumatra which consists of four folklore. The approach used in this study is a qualitative approach and a sociological approach, with descriptive methods, and techniques of content analysis. The results showed that there were twelve cultural values in the folklore of North Sumatra. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi secara objektif tentang nilai budaya. Cerita rakyat sebagai salah satu sastra lisan yang turun-temurun dan mengandung amanat yang mendidik untuk generasi berikutnya cerita rakyat merupakan suatu cerita khayal dan fantasi yang kejadiannya tidak benar-benar terjadi. Kejadian-kejadian yang diceritakan dalam cerita rakyat cenderung sebagai pelajaran tingkah laku. Cerita rakyat selalu menyelipkan unsur nasihat dan moral bagi pendengarnya. Cerita rakyat diceritakan terutama untuk hiburan, melukiskan kebenaran moral, dan berisikan pelajaran berharga, atau bahkan sindiran terhadap ketidakadilan. Teori yang digunakan sebagai dasar pengembangan instrumen adalah teori sastra lisan dan dongeng Aarne dan Stith Thomson, James Danandjaja, dan teori tentang nilai budaya Kluckhohn. Di samping itu teori struktural juga dipakai untuk melihat struktur cerita rakyat. Data penelitian ini adalah cerita rakyat Sumatera Utara yang terdiri atas empat cerita rakyat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan sosiologis, dengan metode deskriptif, dan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua belas nilai budaya dalam cerita rakyat Sumatera Utara