Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
    311 research outputs found

    PENGANTAR REDAKSI

    Get PDF

    CERITA LISAN “YONG DOLLAHâ€: PEWARISAN DAN RESISTENSI BUDAYA ORANG MELAYU BENGKALIS

    Get PDF
    Humorous stories Yong Dollah is one form of oral literature that very popular in  Bengkalis Malay community. Yong Dollah is a nickname of a Malay's character. His real name is Abdullah bin Endong, who is expected to be born in Bengkalis around 1906. One of the inheritance strategy of Yong Dollah oral stories which makes distribution spreaded widely and became popular by telling the story about him in front of  friends at the coffee shop, in  spare time. Activities "drink coffee in the spare time" is then often called kahwe. It is also that later differentiate oral stories inheritance system in general, which is usually passed down through families. In addition, this study also wants to show that, through kahwe tradition inheritance system is closely linked to the culture of the  Bengkalis Malay resistance through Yong Dollah oral stories  against colonialism and globalization. It also shows that the oral tradition is still believed to have the power to operate the functions of transformative in people's lives.  Cerita-cerita jenaka Yong Dollah adalah salah satu bentuk sastra lisan yang sangat populer di lingkungan masyarakat Melayu Bengkalis. Yong Dollah adalah sebuah nama panggilan dari seorang tokoh Melayu bernama asli Abdullah bin Endong, yang diperkirakan lahir di Bengkalis sekitar tahun 1906. Salah satu strategi pewarisan cerita-cerita lisan Yong Dollah yang membuat penyebarannya meluas dan menjadi populer adalah dengan menuturkannya di depan kawan-kawannya di kedai kopi, di waktu senggang. Aktivitas ―minum kopi di waktu senggang‖ ini kemudian kerap disebut kahwe. Hal ini juga yang kemudian membedakan sistem pewarisan cerita lisan pada umumnya, yang biasanya diwariskan melalui keluarga. Selain itu, penelitian ini juga hendak menunjukkan bahwa sistem pewarisan melalui tradisi kahwe ini terkait dengan upaya resistensi budaya orang Melayu Bengkalis melalui cerita-cerita lisan Yong Dollah terhadap kolonialisme dan globalisasi. Hal ini juga menunjukkan bahwa tradisi lisan masih dipercaya memiliki kekuatan dalam mengoperasikan fungsi-fungsi transformatifnya dalam kehidupan masyarakat

    GEMINASI DALAM DIALEK MELAYU SAMBAS

    Get PDF
    Malay Sambas Dialect (DMS) is still spoken by a community of native speakers who live and thrive in Sambas district and surrounding area in the province of Kalimantan Barat. DMS, which became part of the language/regional dialects in Indonesia, is used as a lingua franca and the language of culture, which function  as a mean of communication among members of society, as well as other mean to preserve culture such as ritual tradition and folklore.This paper described about gemination in the DMS. The results of this research can be used as material description and comparative assessment of the relationship between the languages, and can also be used as consideration to construct a grammar and dictionary of Malay dialect Sambas. Dialek Melayu Sambas (DMS) masih dituturkan oleh masyarakat penuturnya yang hidup dan berkembang pada wilayah Kabupaten Sambas dan sekitarnya di Provinsi Kalimantan Barat. DMS, yang menjadi bagian dari bahasa/dialek daerah yang ada di Indonesia ini, dipergunakan sebagai bahasa pergaulan dan bahasa kebudayaan, yang artinya selain sebagai sarana komunikasi antaranggota masyarakat, juga sebagai sarana untuk memelihara kebudayaan lainnya, seperti upacara adat dan cerita rakyat. Dalam tulisan ini dideskripsikan tentang geminasi dalam DMS tersebut. Hasil pendeskripsian dapat dijadikan bahan pengkajian hubungan dan perbandingan antarbahasa, serta dapat pula dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun tata bahasa dan kamus dialek Melayu Sambas

    ISU FEMINISME DALAM NOVEL PUTRI KARYA PUTU WIJAYA

    Get PDF
    This paper discusses about issues of feminism in a novel titled Putri written by Putu Wijaya. The discussing about women issues will be analyzed by applying feminism ways of thinking. Issues of feminism will be seen by looking at the main character of the novel. Feminism issues in the novel appear because of the behavior and attitude of the heroine in struggling her will. The rejection toward different gender stereotypes which tends to cut women rights as human being and member of society is the reflection of the heroine‘s attitude.Tulisan ini mengkaji isu feminisme yang terkandung di dalam novel Putri karya Putu Wijaya. Pembahasan wacana perempuan ini dikupas dengan memanfaatkan kajian feminis. Isu feminisme ini diamati dari tokoh utama cerita, yaitu Putri. Isu feminisme dalam novel Putri muncul karena adanya sikap dan perilaku tokoh utama perempuan dalam mewujudkan dan memperjuangkan keinginannya. Penolakan terhadap perbedaan stereotip gender yang cenderung mengebiri hak-hak perempuan sebagai manusia dan anggota masyarakat merupakan wujud perilaku tersebut

    PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK

    Get PDF
    To commemorate the 21st century, a new learning model was designed in 2013 curriculum, in which there is a shift from  teachers give knowledge to students  become  student must actively seek out knowledge from a variety of learning resources. In this case, the teacher acts as  facilitators. Thus, language is a very central role, because the language should be in front of all other subjects. Curriculum 2013 imposed a thematic integrated learning which is no longer based subjects. Various subjects for primary schools (such as: Religion, Civics, Indonesian, Mathematics, Science, Social Studies, and so on) are integrated into one book. The subject matter is not presented in textbook, but it presented in book thematics lesson, the themes are about nature, social life and culture. In this new curriculum, learning process is implemented by applying a scientific approach (observing, questioning, experimenting, associating, and networking) that includes three aspects such as  attitudes, knowledge, and skills. So, how is the role of Indonesian in an integrated thematic learning by applying  scientific approaches in primary schools in 2013 curriculum? By appying the method, the object of this paper is to gain preview about the role of Indonesian in 2013 curriculum that uses integrated thematic learning by scientific approach in primary schools. Untuk menyongsong abad ke-21, model pembelajaran baru dirancang dalam Kurikulum 2013, yang di dalamnya terdapat pergeseran dari siswa diberi tahu menjadi siswa harus aktif mencari tahu ilmu pengetahuan dari berbagai sumber belajar. Dalam hal ini, guru berperan sebagai fasilitator. Dengan demikian, peran bahasa menjadi sangat sentral, karena bahasa harus berada di depan semua mata pelajaran lain. Kurikulum 2013 memberlakukan pembelajaran tematik terpadu yang tidak lagi berbasis mata pelajaran. Berbagai mata pelajaran untuk sekolah dasar (seperti: Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan sebagainya) diintegrasi menjadi satu buku. Materi pelajaran tidak disajikan dalam buku mata pelajaran, tetapi dalam buku tema pelajaran, baik tema alam, sosial, maupun budaya. Proses pembelajaran dalam kurikulum baru ini diimplementasikan melalui pendekatan saintifik (mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan) yang mencakup tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Lalu, bagaimana peran bahasa Indonesia dalam pembelajaran tematik terpadu melalui pendekatan saintifik di sekolah dasar pada Kurikulum 2013 ini? Melalui metode deskriptif, yang menjadi tujuan penulisan ini adalah mendapatkan gambaran mengenai peran bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 yang menggunakan pembelajaran tematik terpadu melalui pendekatan saintifik di sekolah dasar.Â

    SISTEM KATA ULANG BAHASA JAWA SUBDIALEK MADIUN

    Get PDF
    The study that entitled The Repetition Words System of Javanese Language Madiun Subdialect aims to describe the morphological system of words repetition  of Javanese language  in Madiun Regency. The collection data of this qualitative research is by using the technique of tapping and recording, observing and taking notes, as well as interviewing techniques. The research data was obtained from the speech of Javanese from the Javanese speakers in Ngawi in the form of questionnaires and speech loose when making observations. The results obtained in this study are the repetition of Javanese word  Madiun subdialect. Madiun subdialect uses many vowels and consonants of standard Javanese language, especially Mataraman Javanese although  are some phonemes are that affected by    Suroboyoan language

    MIDAH SIMANIS BERGIGI EMAS: POTRET PERJUANGAN PEREMPUAN MERAIH KEMANDIRIAN DALAM RUANG SOSIAL

    Get PDF
    This article is a literary analysis on Pramoedya Ananta Toer‘s novel Midah Simanis Bergigi Emas by using Pierre Bourdieu‘s concept of social space, arena, capital, habitus, and distinction. This analysis examines the struggle of the main character Midah to achieve independence in the social space. The result shows that although she gets various forms of discrimination in the social space, both private and public, she able to perform a variety of efforts and strategies to optimize and develop her capitals to achieve success and independence of life.Artikel ini adalah analisis sastra pada novel Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Midah Simanis Bergigi Emas dengan menggunakan konsep Pierre Bourdieu yaitu konsep ruang sosial, arena, modal, habitus, dan perbedaan. Analisis ini membahas perjuangan tokoh utama, Midah, untuk mencapai kemandirian dalam ruang sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun dia mendapat berbagai bentuk diskriminasi dalam ruang sosial, baik pribadi maupun publik, ia mampu melakukan berbagai upaya dan strategi untuk mengoptimalkan dan mengembangkan modal baginya untuk mencapai keberhasilan dan kemandirian hidup.Â

    PANTUN BATOBO TEMA MERENDAH DIRI (ANALISIS STRUKTURAL SEMIOTIK)

    Get PDF
    This paper analyzes some pantun batobo using structural theory of semiotics. Pantun batobo  is rhyme sung by the members of tobo when conducting batobo (mutual cooperation   working the fields). Pantun batobo as objects in this article was obtained from the sources (tobo actors) in Taratak Village, Rumbio Jaya District, Kampar Regency. A hundred pantun collected, only four pantun were analyzed that writer categorized into humble themed. The results of the analysis shows that pantun humble themed is structurally semiotic. Pantun Batobo  is a text that is rich both in structure (shape) and semiotics (the use of signs). Pantun batobo is not only attract the level of form, but also interesting in terms of content and meaning, so there is a balance between form and content. In structure, pantun batobo have certain patterns, such as rhyme and the number of words and syllables are in lines of poem, while in semiotics, pantun batobo has layers of meaning. Tulisan ini menganalisis beberapa pantun batobo dengan menggunakan teori struktural semiotik. Pantun batobo adalah pantun yang didendangkan oleh para anggota tobo ketika melakukan kegiatan batobo (bergotong royong di ladang mengerjakan sawah). Pantun batobo sebagai objek dalam tulisan ini diperoleh dari para narasumber (para pelaku tobo) di Desa Taratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar. Dari seratus pantun yang dikumpulkan, hanya dianalisis empat pantun yang penulis golongkan ke dalam pantun bertema merendah diri. Adapun hasil dari analisis pantun bertema merendah diri secara struktural semiotik yaitu pantun batobo merupakan sebuah teks yang kaya baik secara struktur (bentuk) dan semiotik (penggunaan tanda-tanda). Pantun batobo bukan hanya menarik dalam tataran bentuk, tetapi juga menarik dalam hal isi dan makna, sehingga terdapat keseimbangan antara bentuk dan isi. Secara struktur, pantun batobo memiliki pola tertentu, seperti rima serta jumlah kata dan suku kata yang terdapat pada baris pantun, sedangkan secara semiotik, pantun batobo memiliki lapis-lapis makna

    KEMAMPUAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MENYELESAIKAN SOAL UKBI DI PEKANBARU

    Get PDF
    This study was motivated by the low score of the students‘ Indonesian language in national examination that were certainly correlated with the Indonesian language teachers‘ competences. The Indonesian language techers‘ competences can be observed in doing the Indonesian language proficiency test. This study was aimed to determine the Indonesian language teachers‘ capabilities indoing UKBI and to describe about it. The data obtained describe that the Indonesian language teachers of Senior High School (SMA) have the highest scores, then the Indonesian language teachers of Junior High School (SMP), and the last ones were the teachers of elementary school (SD). Moreover, among the Indonesian language techers‘ capabilities of SMA, SMP, and SD in doing UKBI have not shown the significant differences.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh  rendahnya nilai Ujian Nasional (UN) bahasa Indonesia siswa yang tentunya berkorelasi dengan kompetensi guru bahasa Indonesianya. Kompetensi guru bahasa Indonesia dapat terlihat dari Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru bahasa dan sastra Indonesia di Pekanbaru dalam menyelesaikan soal UKBI dan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam menyelesaikan soal UKBI. Dari penganalisisan data diperoleh temuan bahwa nilai rerata UKBI guru SMA memperoleh skor paling tinggi, nilai rerata UKBI guru SMP memperoleh skor sedang, sedangkan nilai rerata UKBI guru SD memperoleh skor paling rendah. Akan tetapi, kemampuan guru bahasa dan sastra Indonesia dari ketiga tingkatan sekolah tersebut (SMA, SMP, SD) dalam menyelesaikan soal UKBI tidak menunjukkan perbedaan yang berarti (tidak signifikan) pada taraf kepercayaan 5 %, hal ini terlihat dari nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel (Fhitung  = 0,11 < Ftabel = 4,35)Â

    RESISTENSI PEREMPUAN DALAM DRAMA “SENANDUNG DAYANG DERMA†KARYA RINA NAZARUDDIN

    Get PDF
    The play script "Senandung Dayang Derma (SDD)," by Rina Nazaruddin is a literary work that has much of Malay culture. Through characterization of Dayang Derma, the play script contains the perspective of feminism. The research on the script of  "SDD" aims to reveal the women resistance or attempt  in Malay culture. The approach used in this drama script analysis is feminist literary criticism by applying qualitative research methods. The results showed that women suffer oppression in Malay culture caused by a customary norms that in favor of the patriarchal ideology. The oppression of women is perceived as unfair because it all leads to  women inferior and showed mrn superior. Therefore, women make an effort or resistance to unfair treatment by doing resistance

    227

    full texts

    311

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇