Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
311 research outputs found
Sort by
MENGUNGKAP TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM PENULISAN AKADEMIK: STUDI KASUS MAHASISWA DEPARTEMEN BAHASA INGGRIS TAHUN KE-3 UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
Despite living in an era of increasingly advanced digital technology, students still face significant challenges in academic writing, particularly in developing knowledge and writing skills of academic papers at a college level. This study aimed to highlight  challenges faced by students in academic writing activities and how they solved the problems. The subjects of this research were five 3rd year students of the English Department of Universitas Ahmad Dahlan. The data of this study were collected by using observation, interviews, and focus group discussion (FGD) techniques. NVivo software was employed as the data analysis tool to make it easier for the researchers to determine the theme of the interview results. The findings show that the most challenging aspects of academic writing are the lack of vocabulary and the lack of skills in writing academic papers. The third year students of the English Department of Ahmad Dahlan University faced challenges in academic writing due to their lack of vocabulary and skills, however they use digital technology and artificial intelligence (AI) to overcome this problem.Kemahiran dalam menulis akademik adalah kemampuan penting yang memainkan peran penting dalam mendorong pengembangan diri siswa. Keterampilan ini mencakup beberapa bentuk penulisan, seperti penulisan opini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam kegiatan penulisan akademik sebagai mahasiswa sarjana dan bagaimana mereka memecahkan masalah tersebut. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tahun ke-3 Jurusan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan. Data penelitian ini dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan focus group discussion (FGD). Perangkat lunak NVivo digunakan sebagai alat analisis data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa aspek yang paling menantang dari penulisan akademis adalah kurangnya kosakata dan kurangnya keterampilan dalam menulis makalah akademik. Terlepas dari prevalensi era teknologi digital, siswa semakin menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana untuk merampingkan proses penulisan akademik
Nderek Kiai: Santri dalam Ideologi Politik Indonesia 2024: Nderek Kiai: Santri in 2024 Indonesian Political Ideology
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan frasa nderek Kiai sebagai wacana untuk melegitimasi kekuasaan dan mengarahkan santri guna memenangkan pasangan calon politik dalam pemilu 2024. Dengan menggunakan analisis wacana kritis dan teori ideologi Terry Eagleton, penelitian ini menganalisis berita media massa tentang deklarasi dukungan Gus Mudhlor, Bupati Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa nderek Kiai memiliki tujuan ideologis yang signifikan, yakni digunakan untuk membangun legitimasi politik dengan menghubungkan dukungan politik dengan otoritas religius kiai. Itu menciptakan narasi kuat yang beresonansi dengan komunitas santri, mengarahkan mereka sebagai bagian dari gerakan politik tertentu, dan mendorong dukungan untuk pasangan calon yang diinginkan. Penelitian ini mengungkap peran strategis frasa religius dalam memenangi kontes politik elektoral di Indonesia.Penelitian ini berjudul "Nderek Kiai: Santri dan Ideologi Politik 2024" bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan frasa "nderek Kiai" sebagai wacana untuk melegitimasi kekuasaan dan menginterpelasi santri guna memenangkan pasangan calon politik dalam pemilu 2024. Menggunakan analisis wacana kritis dan teori ideologi Terry Eagleton, penelitian ini menganalisis berita media massa tentang deklarasi dukungan Gus Mudhlor, Bupati Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa "nderek Kiai" memiliki tujuan ideologis yang signifikan, digunakan untuk membangun legitimasi politik dengan menghubungkan dukungan politik dengan otoritas religius Kiai. Ini menciptakan narasi kuat yang beresonansi dengan komunitas santri, menginterpelasi mereka sebagai bagian dari gerakan politik tertentu, dan mendorong dukungan untuk pasangan calon 02. Penelitian ini mengungkap peran strategis frasa religius dalam memenangkan kontes politik elektoral di Indonesia
Klasifikasi Konsep Nama Suku Minangkabau: Tinjauan Antropologi Linguistik
Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan konsep nama suku budaya masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi linguistik. Sumber data berasal dari dokumen Tambo dan narasumber. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Data dianalisis secara reduksi, kategorisasi, dan sintesisasi. Hasil penelitian ditemukan sembilan konsep yang identik mewakili budaya Minangkabau dalam nama suku/pasukuan di dalam masyarakat. Temuan 12 konsep ini saling memiliki keterkaitan antara cara pikir, budaya, dan bahasa.  Klasifikasi 12 konsep dalam nama suku terdiri atas konsep bilangan, konsep fauna, konsep flora, konsep tempat, konsep buah-buahan, konsep arah, konsep sifat, konsep percabangan, konsep penggabungan, konsep penggabungan pembalikan, konsep penambahan kata sifat, dan konsep penambahan arah. Budaya masyarakat Minangkabau memiliki pengamatan dan interpretasi yang tajam terhadap alam sehingga membentuk konsensus budaya yang dapat diamati dalam pengayaan konsep nama dalam suku.  Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan konsep nama suku budaya masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi linguistik. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari dokumen dan narasumber. Data berupa transkripsi wawancara dan dokumen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Data dianalisis secara reduksi, kategorisasi, dan sintesisasi. Data disajikan secara informal. Hasil penelitian ditemukan sembilan konsep yang indentik mewakili budaya Minangkabau dalam nama suku/pasukuan di dalam masyarakat. Temuan sembilan konsep ini saling memiliki keterkaitan antara cara pikir, budaya, dan bahasa. Klasifikasi sembilan konsep dalam nama suku berupa konsep bilangan, konsep fauna, konsep flora, konsep tempat, konsep buah-buahan, konsep arah, konsep sifat, konsep percabangan, dan konsep penggabungan. Budaya masyarakat Minangkabau memiliki pengamatan dan interpretasi yang tajam terhadap alam hingga membentuk konsensus budaya yang dapat diamati dalam pengayaan konsep nama dalam suku.  
Pemaknaan Lagu “Lir-Ilir†Karya Sunan Kalijaga Sebuah Analisis Semiotik Saussure
The purpose of this research is to reveal the real meaning behind the lyrics of the song "lir Ilir" by Sunan Kalijaga. This is important because the song is considered by some as a sign that the "physical resistance" of Muslims during the 14th century AD against the hegemony of Hindu power has begun. In fact, in several studies on the beginning of Islam in the archipelago, it is always stated that Islam entered the archipelago in a "peaceful way". This research uses qualitative method with Saussure's semiotic approach. Meanwhile, the material object of this research is the lyrics of the song "lir ilir" by Sunan Kalijaga, while the formal object is Saussure's semiotics. Saussure's theory can explain that language is a sign system in which there are signifiers and signifieds. Of course, this process relates to song lyrics and the real world. The result of this research is that the lyrics of the song "lir Ilir" have the meaning of awakening which means that the lyrics of the song are intended to arouse the spirit and focus in worship so that it can form the souls of true leadership. In addition, so that humans are free from laziness so that they can become good humans, namely humans who can provide benefits to other humans.Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna yang sesungguhnya di balik lirik lagu "lir Ilir" karya Sunan Kalijaga. Hal ini penting dilakukan karena lagu tersebut dianggap oleh sebagian orang sebagai pertanda "perlawanan fisik" umat Islam pada masa abad ke-14 M terhadap hegemoni kekuasaan Hindu telah dimulai. Padahal, dalam beberapa hasil penelitian tentang awal mula Islam di Nusantara, selalu dikemukakan bahwa Islam masuk ke Nusantara dengan "jalan damai". Adapun metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Saussure. Sementara, objek material penelitian ini adalah lirik lagu "lir ilir" karya Sunan Kalijaga, sedangkan objek formalnya adalah semiotika Saussure. Teori Saussure ini dapat menjelaskan bahwa bahasa merupakan sistem tanda yang di dalamnya terdapat penanda dan petanda. Tentu saja, proses ini berhubungan dengan lirik lagu dan dunia yang sebenarnya. Hasil penelitian ini adalah lirik lagu "lir Ilir" memiliki makna bangkit yang maknanya lirik lagu tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan semangat dan fokus dalam beribadah sehingga dapat membetuk jiwa-jiwa kepemimpinan yang sejati. Selain itu, agar manusia terbebas dari rasa malas sehingga dapat menjadi manusia yang baik, yaitu manusia yang dapat memberikan manfaat untuk manusia lainnya
Penggambaran Posisi Sosial melalui Strategi Kesopanan: Analisis pada Teks Drama Macbeth dan Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia
The study examined the characters' social position in William Shakespeare's English play , Macbeth, and its Indonesian translation by means of Brown and Levinson's (1987) politeness strategies. By using the descriptive method and qualitative approach, the analysis focused on comparing direct speech containing politeness markers or language elements that show politeness in ST and TT used by four noble characters. The study focused on the first act of the play. Of the three politeness super-strategies by Brown and Levinson (1987) sought in this study, the bald-on record is the most dominant strategy in ST, while it is the negative politeness in TT. Many of the bald-on records found in the ST change into negative politeness in the TT. The changes occured in the social position of all characters being analized. This study contributes to the development of politeness studies, especially in translation and intercultural representation, by offering new perspectives that are relevant to the related literatures.Penelitian ini meninjau posisi sosial tokoh yang ada pada teks drama berbahasa Inggris karya William Shakespeare yang berjudul Macbeth dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi kesopanan oleh Brown dan Levinson (1987). Dengan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif, kajian ini berpusat pada perbandingan ujaran langsung yang mengandung pemarkah kesopanan pada TSu dan TSa yang digunakan oleh empat tokoh bangsawan. Penelitian ini memeriksa strategi kesopanan yang muncul, perubahan strategi kesopanan dari TSu ke TSa, dan efek perubahan itu pada posisi sosial penuturnya. Hasil menunjukkan bahwa super-strategi terus terang merupakan strategi kesopanan yang paling dominan pada TSu, sedangkan super-strategi kesopanan negatif menjadi strategi kesopanan yang paling dominan pada TSa. Super-strategi terus terang yang banyak ditemukan pada TSu banyak pula berubah menjadi super-strategi kesopanan negatif pada TSa. Perubahan terjadi pada posisi sosial semua tokoh yang diperiksa. Pola perubahan strategi kesopanan ini dilatarbelakangi oleh konsep kesopanan dan penghormatan pada budaya sasaran yang lebih menghormati individu dengan posisi sosial yang lebih tinggi
Inkrah Ujaran Kebencian atas Kasus Pencemaran Nama Baik pada Unggahan X: Pragmatik Forensik
Tujuan penelitian ini adalah memeriksa bentuk-bentuk pelanggaran maksim kesantunan dan mengukur bentuk satuan lingual kode-kode ujaran pencemaran nama baik terhadap DAP yang dilakukan FA. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik forensik. Hasil analisis memberikan bukti terhadap kasus kejahatan berbahasa berbasis pencemaran nama baik. Pencemaran nama baik itu terlihat dari kode-kode lingual negatif yang bermaksud merendahkan martabat orang lain. Maksud diungkapkan dengan kata bodoh, tolol, gila, dll. Bentuk lingual tersebut melanggar maksim kebijaksanaan, permufakatan, kerendahan hati, dan simpati. Oleh karena itu, cuitan FA termasuk kategori pencemaran nama baik yang merendahkan kehormatan DAP sebagai artis, ayah, dan suami. Selain itu, pendapat saksi ahli bahasa pada surat keputusan MA terdapat ketidaksesuaian dengan menilai tingkat bahaya cuitan FA.Media seringkali memberitakan FA yang dilaporkan pada pihak hukum terkait pencemaran nama baik di Twitter dan masuk dilik aduan karen pelanggaran UU ITE. Bahasa berperan penting dalam memecahkan kasus kejahatan bahasa untuk kepastian hukum yang bekerjasama dengan pengacara, jaksa, polisi, dan aparat penegak hukum lainnya. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemecah kasus kejahatan berbahasa berbasisi pencemaran nama baik dengan pendekatan linguistik forensik dan analisis tindak tutur. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif model keputusan berbasis data dan dengan teori pragmatik prinsip kerja sama dan pelanggarannya. Temuan penelitian ini adalah memecahkan kasus kejahatan berbahasa berbasis pencemaran nama sebagai ujaran kebencian terdapat kode-kode lingual, yaitu predikat pada strukturnya bermakna rendah, negatif, dan permusuhan. Hal tersebut ditandai dari bentuk lingual: miskin uang, miskin waktu, menyalahkan negara, bangkrut, bodoh, tolol, gila, dsb. Bentuk-bentuk lingual tersebut melanggar prinsip kerja sama, yaitu melanggar kebijaksanaan, melanggar pemufakatan, melanggar kerendahan hati, dan melanggar simpati. Hal tersebut ditandai berdasarkan makna tersirat dari perlokusi, yaitu penghinaan dan fitnah. 
Nilai-Nilai Kepemimpinan Putera Jaya Pati dalam Hikayat Raja Kalawandu
The Hikayat Raja Kalawandu is an ancient manuscript in the collection of the Houghton Library owned by Harvard University. This script, coded MS Indo 27, tells about the heroism of Putera Jaya Pati, who was the son of King Kalawandu. Putera Jaya Pati is described as a potential leader who has leadership values. It is necessary to study the manuscript entitled Hikayat Raja Kalawandu. This study aims to present the Hikayat Raja Kalawandu by knowing and expressing the leadership values ​​of Putera Jaya Pati. This study uses a qualitative descriptive method with a philological approach. The results of the analysis in this study indicate that there are 4 leadership values, namely the value of hard work, courage, intelligence, and religion. Therefore, the disclosure of leadership values ​​can be used as a source of insight and guidance for today's leaders.Hikayat Raja Kalawandu merupakan manuskrip kuno koleksi Perpustakaan Houghton yang dimiiki oleh Harvard University. Naskah berkode MS Indo 27 ini mengisahkan kepahlawanan Putera Jaya Pati yang merupakan anak Raja Kalawandu. Putera Jaya Pati digambarkan sebagai calon pemimpin yang memiliki nilai-nilai kepemimpinan. Studi naskah berjudul Hikayat Raja Kalawandu perlu dilakukan. Kajian ini bertujuan untuk menyajikan Hikayat Raja Kalawandu dengan mengetahui dan mengungkapkan nilai-nilai kepemimpinan pada Putera Jaya Pati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan filologi. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada 4 nilai kepemimpinan, yaitu nilai bekerja keras, keberanian, kecerdasan, dan religius. Oleh karena itu, pengungkapan nilai-nilai kepemimpinan dapat dijadikan sebagai sumber wawasan dan pedoman bagi para pemimpin di zaman sekarang
PENGGUNAAN VARIASI KATA ANJIR DALAM KOLOM KOMENTAR TIKTOK @INIGANTA: SEBUAH KAJIAN BUDAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kata anjir dalam kolom komentar pada postingan TikTok @iniganta, serta menganalisis makna budaya dan implikasi sosial dari variasi penggunaan kata anjir di media sosial. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk memahami makna budaya dan implikasi sosial dari variasi penggunaan kata anjir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi kata anjir mencerminkan adaptabilitas dan kreativitas warganet dalam mengekspresikan diri dan berinteraksi di dunia digital. Dalam konteks makna budaya, penggunaan variasi kata anjir mendasari identitas sosial dan budaya yang kompleks dalam lingkungan sosial, menjadi simbol keakraban di antara anak muda. Implikasi sosialnya signifikan dalam pembentukan identitas kelompok dan solidaritas di media sosial, memperkuat rasa memiliki di antara anggota komunitas dan merespons pergeseran budaya di kalangan anak muda.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kata anjir dalam kolom komentar pada postingan TikTok @iniganta, serta menganalisis makna budaya dan implikasi sosial dari variasi penggunaan kata anjir di media sosial. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk memahami makna budaya dan implikasi sosial dari variasi penggunaan kata anjir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi kata anjir mencerminkan adaptabilitas dan kreativitas warganet dalam mengekspresikan diri dan berinteraksi di dunia digital. Dalam konteks makna budaya, penggunaan variasi kata anjir mendasari identitas sosial dan budaya yang kompleks dalam lingkungan sosial, menjadi simbol keakraban di antara anak muda. Implikasi sosialnya signifikan dalam pembentukan identitas kelompok dan solidaritas di media sosial, memperkuat rasa memiliki diantara anggota komunitas dan merespons pergeseran budaya di kalangan anak muda