Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Not a member yet
311 research outputs found
Sort by
Mitos Ikan Terubuk dalam Syair Ikan Terubuk: : Analisis Strukturalisme Levi-Strauss
Syair “Ikan Terubuk” exists among the people of Bengkalis but the myth of ikan terubuk doesn not. The myth is not widely known by the people. This can be seen from the phenomenon of people’s low intensity in maintaining the myth within the society. This research aims to discuss the myth of ikan terubuk in the syair of Ikan Terubuk. The syair tells a story directly related to ‘semah laut’ ritual carried out by the Bengkalis people in catching terubuk fish in the past. In addition to explaining the myth of ikan terubuk, this Malay poem also explain functions and distribution of the myth of ikan terubuk contained in the text of Syair which have developed within Bengkalis society. This research used Levi-Strauss Structuralism theory and qualitative descriptive method. The research found that the syair of Ikan Terubuk recounts the desire of terubuk fish to have princess puyu-puyu. Based on text analysis, the syair of Ikan Terubuk reflects the myth of ikan terubuk. The myth described by the author is the magical power of the syair of Ikan Terubuk in Semah Laut ritual.Syair Ikan Terubuk eksis di kalangan masyarakat Bengkalis. Namun, tidak dengan mitos ikan terubuk. Mitos tentang ikan terubuk tidak banyak diketahui keberadaannya oleh masyarakat Bengkalis. Hal itu dapat dilihat dari fenomena yang terjadi bahwa kurangnya intensitas masyarakat dalam mempertahankan mitos yang berkembang. Penelitian ini bertujuan membahas mitos ikan terubuk dalam Syair Ikan Terubuk. Di dalam syair terdapat cerita yang berhubungan langsung dengan upacara semah laut yang dilakukan masyarakat Bengkalis ketika menangkap ikan terubuk dahulunya. Selain menjelaskan mitos ikan terubuk, Syair Ikan Terubuk juga mengulas fungsi dan sebaran mitos ikan terubuk yang terdapat dalam teks yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Melayu Bengkalis. Penelitian ini menggunakan teori Strukturalisme Levi-Strauss dan metode deksripsi kualitatif. Berdasarkan penelitian, diperoleh simpulan bahwa Syair Ikan Terubuk menjelaskan keinginan Ikan Terubuk untuk memiliki Puteri Puyu-puyu. Berdasarkan analisis teks, Syair Ikan Terubuk merefleksikan mitos ikan terubuk. Mitos yang digambarkan penulis, yakni kekuatan magis dari syair Ikan Terubuk dalam upacara semah laut
Analisis Kontrastif: : Perbandingan Struktur Kalimat pada Penerjemahan Teks Bahasa Arab Al-Jumlah Al-Mufidah ke dalam Bahasa Indonesia
Significant differences in sentence structure between Indonesian and Arabic are often the main obstacle in the process of translating Arabic texts into Indonesian. The purpose of this study is to analyze the comparison of sentence structure between Indonesian and Arabic, especially in the context of translating Arabic texts. This study uses a qualitative method with a library research approach. Data collection uses a descriptive approach. The data analysis technique uses a contrastive analysis that compares the sentence structure pattern of subject + predicate + object in Indonesian and verb + subject + object in Arabic in Arabic text translation The research findings revealed that there are differences in sentence structure in which Indonesian language generally uses the pattern of subject + predicate + object (SPO) sentence pattern more stable than Arabic which is more flexible and often uses the verb + subject + object (VSO) pattern. This difference requires a translator to adjust the word order to maintain the conformity of the meaning in the target language.Perbedaan signifikan dalam struktur kalimat antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab sering kali menjadi kendala utama dalam proses penerjemahan teks bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbandingan struktur kalimat antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab khususnya dalam konteks penerjemahan teks bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Library Research. Pengumpulan data menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik analisis data menggunakan analisis kontrastif yang membandingkan pola struktur kalimat pada bahasa Indonesia dan bahasa Arab dalam penerjemahan teks bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukan perbedaan dalam struktur kalimat. dimana bahasa Indonesia, yang secara umum menggunakan pola subjek + predikat + objek (SPO), menunjukkan pola kalimat yang lebih stabil dibandingkan bahasa Arab yang lebih fleksibel dan sering menggunakan pola verb + subjek + objek (VSO). Perbedaan ini menuntut penerjemah melakukan penyesuaian urutan kata untuk menjaga kesesuaian makna dalam bahasa sasaran
Polemik Penamaan Restoran “Babiambo†dan Hubungannya dengan Filosofi Minangkabau “Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullahâ€: Sebuah Studi Linguistik Forensik: Sebuah Studi Linguistik Forensik
Urang Awak 'Orang Minang' is an ethnicity in West Sumatra Province, Indonesia, and is also widely known for its traditional food in Padang Restaurant. The naming of the Babiambo restaurant in Jakarta which is identified as a typical Minang Babiambo restaurant, babi 'babi' and ambo 'saya' (my pig) is allegedly considered an insult to the identity of the Minang people. This study discusses the naming of the restaurant "Babiambo" and its relation to the philosophy of "Adaik basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah" as a guideline for Minang society based on forensic linguistic glasses with cognitive linguistic analysis and semiotics. Qualitative research methods with a descriptive approach were used in this study. Data collection techniques are carried out by observation methods and literature studies. The results of this study found that the naming of the padang restaurant "Babiambo" from cognitive and semiotic analysis showed that there was no insult to Minang identity in the process of its formation.
Urang Awak 'Orang Minang' adalah sebuah etnis di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, dan juga dikenal luas dengan makanan tradisionalnya di Restoran Padang. Penamaan restoran Babiambo di Jakarta yang diidentikkan dengan restoran khas Minang, babi 'babi' dan ambo 'saya' (babi saya) disinyalir dianggap menghina jati diri masyarakat Minang. Penelitian ini membahas mengenai penamaan restoran “Babiambo†dan kaitannya dengan filosofi “Adaik basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah†sebagai pedoman masyarakat Minang berdasarkan kacamata linguistik forensik dengan analisis linguistik kognitif dan semiotika. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penamaan rumah makan padang “Babiambo†dari analisis kognitif dan semiotika menunjukkan tidak adanya penghinaan terhadap identitas Minang dalam proses pembentukannya
KATA TANYA DALAM KONSTRUKSI INTEROGATIF PERTANYAAN NAJWA SHIHAB PADA “BACAPRES BICARA GAGASANâ€
Sebagai moderator, Najwa Shihab menggunakan berbagai teknik dalam bertanya kepada bakal calon Presiden Republik Indonesia pada pemilu tahun 2024. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi interogatif yang digunakan Najwa Shihab. Sumber data berasal dari video YouTube dengan judul "3 Bacapres Bicara Gagasan†yang tayang pada 19 September 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik balik dan teknik acuan. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi interogatif menggunakan unsur imbuhan, pemarkah, dan variasi intonasi.Sebagai moderator, Najwa Shihab menggunakan berbagai teknik dalam bertanya kepada Bakal Calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilu tahun 2024. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi interogatif yang digunakan Najwa Shihab. Sumber data berasal dari video YouTube dengan judul "3 Bacapres Bicara Gagasan†yang tayang pada 19 September 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik balik dan teknik acuan. Hasil penelitian menunjukkan konstuksi interogatif menggunakan unsur imbuhan, pemarkah, dan variasi intonasi
Tindak Tutur Performatif dalam Sumpah Politik: Sebuah Investigasi Lintas Bahasa
Penelitian ini mengkaji tindak tutur performatif dalam sumpah jabatan dari perspektif lintas bahasa. Tujuan utama penelitian adalah untuk menganalisis struktur linguistik, fungsi pragmatis, dan implikasi sosio-kultural dari sumpah jabatan di berbagai konteks budaya dan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Penelitian ini meneliti korpus sumpah jabatan dari lima negara dengan latar belakang budaya dan linguistik yang berbeda. Data dikumpulkan melalui studi dokumen resmi dan rekaman video sumpah jabatan pejabat tinggi negara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola universal dalam struktur performatif sumpah jabatan, namun dengan variasi linguistik dan kultural yang signifikan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pilihan kata, struktur gramatikal, dan elemen paralinguistik dalam sumpah jabatan tidak hanya berfungsi sebagai formalitas hukum, tetapi juga sebagai alat legitimasi kekuasaan dan konstruksi identitas nasional. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang interseksi bahasa, kekuasaan, dan budaya dalam ranah politik, serta menyoroti pentingnya perspektif lintas bahasa dalam studi tindak tutur performatif.Penelitian ini mengkaji tindak tutur performatif dalam sumpah politik dari perspektif lintas bahasa. Tujuan utama penelitian adalah untuk menganalisis struktur linguistik, fungsi pragmatis, dan implikasi sosio-kultural dari sumpah politik di berbagai konteks budaya dan bahasa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis, penelitian ini meneliti korpus sumpah politik dari lima negara dengan latar belakang budaya dan linguistik yang berbeda. Data dikumpulkan melalui studi dokumen resmi dan rekaman video sumpah jabatan pejabat tinggi negara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola universal dalam struktur performatif sumpah politik, namun dengan variasi linguistik dan kulturalyang signifikan. Ditemukan bahwa pilihan kata, struktur gramatikal, dan elemen paralinguistik dalam sumpah politik tidak hanya berfungsi sebagai formalitas hukum, tetapi juga sebagai alat legitimasi kekuasaan dan konstruksi identitas nasional. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang interseksi bahasa, kekuasaan, dan budaya dalam ranah politik, serta menyoroti pentingnya perspektif lintas bahasa dalam studi tindak tutur performati
Analisis Wacana Kritis Teks Pemberitaan “Penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 Indonesia†di Kompas.com dan Minanews.net
This study aims to understand the ideology of news texts in the online media Kompas.com and Minanews.net in reporting on the polemic against the Israeli national team's rejection of the U-20 World Cup in Indonesia which sparked debate and disagreements. Many groups have pros and cons against Israel in competing in the U20 World Cup which was held in Indonesia. This research method uses descriptive qualitative analysis and this article uses the Fairclough three-dimensional framework approach as an analytical tool and selects news about the rejection of the Israeli national team based on two different news media on Kompas.com and Minanews.net. After analysis, it was found that Kompas.com tended to support and did not make a problem of Israel competing in the U20 World Cup competition and found no objections directed at the Israeli national team, while Minanews.net tended to support rejecting the Israeli national team so that they would not be given the right to compete in the U20 World Cup in Indonesia.Analisis Wacana Kritis bertujuan untuk menggali ideologi wacana yang tersembunyi, sehingga mengungkap ketidakadilan, diskriminasi dan prasangka dalam wacana. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ideologi dari teks pemberitaan di media online Kompas.com dan Minanews.net dalam memberitakan polemik penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia yang memicu perdebatang dan perselisihan pendapat. Banyak kelompok yang pro dan kontra terhadap Israel dalam berlaga di Piala Dunia U20 yang diselenggarakan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan artikel ini menggunakan pendekatan kerangka tiga dimensi Fairclough sebagai alat bantu pisau analisisnya serta memilih berita tentang penolakan Timnas Israel berdasarkan dua media berita berbeda di Kompas.com dan Minanews.net. Setelah dianalisis, diketahui bahwa Kompas.com cenderung mendukung dan tidak mempermasalahkan Israel berlaga di kompetisi Piala Dunia U20 serta tidak ditemukan adanya unsur penolakan-penolakan yang ditujukan kepada Timnas Israel, sedangkan Minanews.net cenderung mendukung untuk melakukan penolakan kepada Timnas Israel agar tidak diberikan hak untuk berlaga di Piala Dunia U20 di Indonesia
Metafora Konseptual Leksikon Buah Pepatah-Petitih dalam Pepatah-Petitih Minangkabau
The research aims to analyze the conceptual metaphors within the fruit lexicons found in Minangkabau proverbs and identify the cultural values of the Minangkabau community through the proverbs. This study uses the qualitative descriptive method and the specific element sorting technique as the data collection method. The data used in this study were obtained from the book of proverbs written by H. Idrus Hakimy Dt. Rajo Penghulu and analyzed using the conceptual metaphor theory developed by Lakoff and Johnson, along with Kovecses’s approach. The results indicate that the conceptualization of fruits in Minangkabau proverbs reflects the relationships between humans and other humans, as well as between humans and God. The cultural values reflected in the proverbs include diversity, community life, and a sense of dependence on God. The fruit lexicon involved in this conceptual metaphor analysis includes durian, jackfruit (cubadak), mengkudu (mingkudu), and coconut (mumbang, kalapo, and karambia).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan metafora konseptual dalam leksikon buah yang terdapat dalam pepatah-petitih Minangkabau serta nilai budaya yang tercermin didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pilah unsur tertentu sebagai teknik pengumpulan data. Data yang digunakan diperoleh dari buku pepatah-petitih karya H. Idrus Hakimy Dt. Rajo Penghulu dan dianalisis menggunakan pendekatan teori metafora konseptual yang dikembangkan Lakoff dan Johnson serta Kovecses. Hasil analisis menunjukkan bahwa konseptualisasi buah dalam pepatah-petitih Minangkabau mencerminkan hubungan antara manusia dan manusia lainnya, serta manusia dengan Tuhan. Nilai budaya yang tercermin dari pepatah-petitih masyarakat Minangkabau mencakup keragaman, kehidupan bermasyarakat, dan rasa bergantung pada kekuatan Tuhan. Leksikon buah yang terdapat pada analisis metafora konseptual terdiri dari durian, nangka (cubadak), mengkudu (mingkudu), dan kelapa (mumbang, kalapo, dan karambia)
Gendered Power Relations in The Death on The Nile Film (2022): A Critical Discourse Analysis
This research aims to get the understanding of the representation and dynamics of gendered power relation in the film "Death on the Nile" (2022), by focusing on the social roles and norms that influence the gender relation among characters. The research applies Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA) which enables us to go deeper on the power relation of the characters. The CDA framework consists of the comprehensive analysis, from the micro (text), mezzo (production), and macro (social context) analysis that can be applied in analysis of the film. The results show that gendered power relations in this film are depicted through the power in marriage relationship, where the concepts of control and ownership reflect the social norms of the society. Power in love relationship also play an important role in relationship dynamics, highlighting how strong feelings and dependency can influence the social practice. In addition, power in parent-children relationship can continue even after children become adults. These findings provide a foundation for further research on the representation of gender-based power relations in film, taking into account the other aspects such as the social, economic, and cultural factors that influence gender representation.Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi dan dinamika relasi kuasa yang berbasis gender, sebagaimana tertuang dalam film "Death on the Nile" (2022). Secara khusus, artikel ini memfokuskan pada peran dan norma sosial yang mempengaruhi relasi gender di antara para karakternya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan Analisis Wacana Kritis (AWK) Fairclough yang memungkinkan kita untuk mendalami relasi kuasa di antara karakternya. Analisis Wacana Kritis Fairclough ini mencakup analisis mikro (teks), meso (produksi dan konsumsi teks), dan makro (konteks sosial) yang akan diaplikasikan dalam film. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa relasi kuasa yang berbasis gender dalam film ini digambarkan melalui relasi kuasa dalam hubungan perkawinan, di mana konsep kontrol dan kepemilikian merefleksikan norma norma sosial yang ada di dalam Masyarakat. Relasi kuasa dalam hubungan cinta ini memainkan peran penting dalam dinamika hubungan kedua belah pihak, dan memperlihatkan bagaimana perasaan yang kuat dan perasaan ketergantungan sangat terlihat dalam praktik sosial. Selain itu, relasi orangtua-anak juga menjadi sorotan dalam analisis ini, karena relasi kuasa orang tua terhadap anak terus berlangsung meskipun anak-anak tersebut telah dewasa. Temuan ini memberikan dasar untuk penelitian selanjutnya terhadap film ini, dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang lain seperti faktor-faktor sosial, ekonomi maupun budaya yang mempengaruhi representasi gender dalam film ini.