Techno.Com
Not a member yet
738 research outputs found
Sort by
Penerapan Kriptografi Algoritma Blowfish pada Pengamanan Pesan Data Teks
Kriptografi dibutuhkan untuk pengamanan data dalam jaringan komunikasi. Artikel ini membahas implementasi algoritma Blowfish menggunakan Microsoft Visual Basic. Permasalahan pada tulisan ini bagaimana penerapan algoritma blowfish pada pengamanan dayta teks dan bagaiaman performa algoritma dalam mengkesekusi proses enkripsi maupun deksripsi. Metode yang digunakan yaitu menggunakan SDLC dengan membangun perangkat lunak menggunakan Visual Basic. Algoritma kriptografi yang digunakan yaitu Blowfish. Data uji menggunakan beberapa file dengan ukuran berbeda mulai dari 64Kb, 128Kb, 256Kb, 512Kb, dan 1024Kb. Berdasar hasil implementasi algoritma Blowfish menggunakan MS Visual data berhasil dienkripsi maupun didekripsi dan dapat kembali seperti semula, sehingga dapat digunakan untuk melakukan pengamanan data. Hasil pengujian waktu eksekusi menunjukkan proses enkripsi membutuhkan waktu yang lebih lama daripada proses dekripsi. Data yang diperoleh menunjukkan proses deksripsi 33% lebih cepat daripada proses enkripsi
Analisis Fungsi Keamanan Terhadap Kinerja Router Pada Jaringan Berkecepatan Tinggi
Router adalah sebuah perangkat pada jaringan komputer yang digunakan untuk meneruskan paket data. Karena fungsinya, router menjadi peran penting dalam mengukur kinerja jaringan komputer. Router perlu memproses paket data yang masuk dengan kecepatan tinggi dan delay sedikit mungkin. Oleh karena itu, router harus didukung dengan sistem keamanan yang baik juga. Aktivasi aplikasi keamanan dan enkripsi data pada router dan firewall dapat mengkonsumsi sumber daya CPU untuk komputasi tambahan dan hal ini dapat mempengaruhi penurunan kinerja router. Selain itu, mekanisme keamanan di router bisa membawa kemungkinan kemacetan di jaringan pada saat ON/OFF fungsi keamanan sehingga dapat mempengaruhi kinerja router dalam meneruskan paket data. Sebuah analisis kuantitatif didasarkan pada teori antrian dapat digunakan untuk mengukur dan memprediksi serta meningkatkan kinerja router. Dalam tulisan ini, beberapa skenario simulasi akan dilakukan untuk menganalisis pengaruh fungsi keamanan di router pada jaringan kecepatan tinggi. Skenario tersebut menggunakan distribusi Generalized Exponential (GE-type) untuk mencerminkan interarrival bursty dan waktu servis pada router. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keamanan di router bisa membawa penurunan pada kinerjanya. Kata kunci— router, keamanan, kinerja, teori antrian, jaringan berkecepatan tingg
Optimasi Fitur dalam Klasterisasi Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Dengan Algoritma Genetik
Klasterisasi merupakan proses mengelompokkan atau menggolongkan obyek berdasarkan informasi yang diperoleh dari data yang menjelaskan hubungan antar obyek dengan prinsip untuk memaksimalkan kesamaan antar anggota satu kelas dan meminimumkan kesamaan antar kelas. Implementasi klasterisasi dapat diterapkan pada berbagai bidang, salah satunya dalam hal penentuan kompetensi mahasiswa. Penentuan kompetensi mahasiswa merupakan hal yang penting karena akan memudahkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja yang sesuai dengan kompetensinya. Mahasiswa akan memiliki landasan untuk bekerja baik sebagai karyawan ataupun sebagai pengusaha berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Dengan adanya kompetensi akan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada suatu perusahaan. Teknik klasterisasi data (clustering) telah dipakai dengan sangat luas sekarang ini. Namun ternyata pada kenyataannya, masalah-masalah tentang fitur yang digunakan dalam proses klasterisasi data masih sangat diabaikan, sehingga kerap kali terjadi penggunaan fitur-fitur yang kurang relevan dalam proses klasterisasi data (clustering) tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan hasil klasterisasi juga akan menjadi kurang optimal. Sehingga dibutuhkan proses optimasi fitur. Oleh karena itu dilakukan optimasi fitur dalam klasterisasi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi menggunakan algoritma genetik unutuk menentukan fitur yang valid dan mengabaikan fitur yang tidak valid. Sehingga proses klasterisasi nantinya akan dapat menghasilkan nilai fitness dan tingkat konvergensi yang lebih baik serta membentuk hasil cluster yang semakin akurat terkait dengan penentuan kompetensi mahasiswa. Kata kunci— klasterisasi, optimasi fitur, mahasisw
Penerapan Multiple Criteria Decision Making untuk Pemilihan Dosen Prestasi
Dengan adanya penyelenggaraan pemilihan dosen berprestasi di tingkat nasional, maka diharapkan setiap perguruan tinggi terdorong untuk memiliki sistem penghargaan yang terprogram bagi dosen yang memiliki prestasi tinggi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Dalam pemilihan dosen berprestasi tersebut sering muncul subyektifitas para pengambil keputusan.Tujuan dari penelitian ini adalah dengan penunjang keputusan, pengambilan keputusan akan lebih objektif dalam memilih dosen berprestasi. Penelitian Multiple Criteria Decision Making dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan dari setiap kriteria dan sub kriteria penilaian dosen berprestasi, kemudian TOPSIS digunakan untuk memilih alternatif dosen berprestasi yang memerlukan pertimbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AHP dan TOPSIS dapat digunakan sebagai pendukung pembuat keputusan yang multi kriteria dan memerlukan banyak pertimbangan dalam pemilihan dosen berprestasi di perguruan tinggi. Metode AHP dan TOPSIS dapat membedakan dengan jelas berdasarkan nilai preferensi yang dihasilkan sehingga memberikan keputusan yang objektif
Penemu Jalur Optimal Untuk Rute Jalan Dengan New Bidirectional A* Di Semarang
Lalulintas jalan merupakan masalah yang terjadi hampir di seluruh kota besar di dunia, terutama mengenai kemacetan. Untuk menangani permasalahan kmacetan dan menguraikanny merupakan tantangan tersendiri dan dengan alat bantu kemajuan teknoologi informasi dan system navigasi, nampaknya hal tersbut menjadi terobosan baru. Pencarian rute jalan sehingga didapatkan rute yang optimum diharapkan dapat membantu mengatasi dan mengurai kemacetan jalan, namun demikian seringkali juga menjadi bias karena butuh waktu tempuh yang lebih lama. Sistem Informasi Geografis atau SIG merupakan salah satu sistem yang menunjang pengetahuan rute dari sebuah peta dan informasi suatu wilayah. Paper ini menyajikan solusi penemu atau pencari rute pada SIG dengan menerapkan teknik New Bidirectional A* atau NBA* pada SIG dapat melakukan komputasi penemu jalur optimal. Aplikasi yang dihasilkan dari teknik ini dapat menampilkan jalur optimal dari lokasi awal ke tujuan. Perbandingan hasil uji perjalanan secara langsung dengan komputasi yang di lakukan sebanyak 4 kali, teknik ini terbukti valid dan sinkron sebanyak 3 kali dan menghasilkan waktu tempuh optimal dengan nilai heuristic yang di tentukan secara statis. Kedepan penentuan fungsi heuristic secara statis perlu di buat dinamis sesuai dengan lokasi pencarian dari peta digita
Analisis TAM Terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumen Menggunakan e-Money Indomaret Card di Pontianak
Perkembangan teknologi di berbagai bidang terus berlanjut hingga saat ini dan berdampak terhadap semua industri, termasuk bisnis ritel modern salah satunya Indomaret di Pontianak yang saat ini memfasilitasi transaksi konsumen dengan fitur e-Money. Dengan menggunakan e-Money konsumen bisa memperoleh beberapa keuntungan diantaranya transaksi lebih praktis, mudah, dan cepat, mendapatkan diskon khusus, tidak direpotkan dengan kembalian uang kecil, dan bebas iuran anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen Indomaret menggunakan e-Money dan dapat menjadi masukan bagi pihak manajemen Indomaret di Pontianak untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan e-Money. Kuesioner dibatasi pada konsumen Indomaret di Pontianak sebagai pengguna e-Money yang berada. Penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial ketiga faktor Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Perceived Credibility terbukti mempengaruhi minat konsumen Indomaret menggunakan e-Money. Faktor perceived of usefulness (manfaat) sebagai faktor penarik minat utama konsumen untuk memanfaatkan fasilitas e-Money. Faktor yang menempati urutan kedua adalah faktor perceived ease of use (kemudahan). Sedangkan faktor perceived credibility (keamanan) baru dirasakan oleh konsumen jika e-Money dilengkapi dengan pin dan juga adanya jaminan keamanan selama bertransaksi menggunakan e-Money. Dan secara simultan ketiga faktor tersebut juga memiliki pengaruh yang positif terhadap minat konsumen menggunakan e-Money di Indomaret Pontianak. Kata kunci — behavioral intention, perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived credibility Â
Analisis Jalur Kualitas Sistem Terhadap Kepuasan Pengguna dan Intensitas Pengguna SIMRS Dengan Metode De Lone dan Mc Lean di Rumah Sakit Balung Kabupaten Jember
Sistem informasi manajemen rumah sakit merupakan suatu usaha untuk menyajikan informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan guna menunjang proses fungsi-fungsi manajemen dan pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Masalah yang dihadapi oleh pengguna sistem informasi manajemen rumah sakit di Rumah Sakit Balung Kabupaten Jember didapatkan dari hasil wawancara, antara lain: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, intensitas pengguna, pengguna sistem, kepuasan pengguna dan net-benefit. Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan uji analisis jalur. Penelitian ini menilai persepsi pengguna sistem informasi manajemen rumah sakit dengan metode DeLone dan McLean. Peneliti menggunakan metode DeLone dan McLean karena metode tersebut cocok dengan karakteristik masalah yang ada di Rumah Sakit Balung Kabupaten Jember. Hasil dari penelitian ini adalah peneliti dapat mengetahui bahwa efek langsung standarized solution KS-IP=0,58. Sedangkan efek tidak langsung standarized solution KS-KP-IP=0,78x0,45=0,351. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dari analisis jalur bahwa efek langsung standarized solution KS-IP=0,58 > efek tidak langsung standarized solution KS-KP-IP=0,78x0,45=0,351. Yang berarti memiliki makna jalur KS-IP lebih baik/lebih besar nilainya daripada KS-KP-IP
Perancangan Aplikasi Notifikasi Pembuatan Baglog Jamur Tiram
Jamur merupakan salah satu jenis makanan yang bergizi bagi manusia. Jamur tiram merupakan salah satu sumber makanan yang setara dengan daging, baik kelezatan maupun kandungan gizinya. Baglog adalah Media tanam jamur yang digunakan sebagai bahan produksi jamur tiram, namun karena informasi pembuatan baglog jamur tiram masih tergolong belum terlalu banyak dan tidak lengkap sehingga banyak pembudidaya jamur tiram yang belum memahami dengan benar cara pembuatan baglog jamur tiram. Dengan melakukan observasi, study literatur, analisis data, dan perancangan sistem, maka dibuat aplikasi notifikasi pembuatan baglog jamur tiram yang diharapkan dapat membantu dan memberikan informasi tentang pembuatan baglog jamur tiram yang benar kepada para pembudidaya jamur dalam melakukan kegiatan budidaya. Perancangan aplikasi ini dapat membantu pengembang aplikasi dalam memberikan informasi dan mempermudah para pembudidaya jamur tiram dalam proses pembuatan baglog jamur tiram. Kata kunci: Jamur, Baglog, Unified Modeling Languag
Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Sepatu Online Dalam Menumbuhkan Pasar Global
Sistem Informasi Pemasaran Sepatu Online merupakan sebuah representasi model bisnis baru melalui penerapan teknologi informasi. Kesempatan membangun mitra bisnis bersama tanpa harus bergantung kepada skala usaha bisnis sebelumnya. Memberikan jaminan personalisasi kepada pelanggan secara intensif dan interaktif sehingga dapat meningkatkan nilai-nilai kepuasan pelanggan melalui sistem layanan teknologi pemasaran secara digital. Bahkan dapat ikut serta dalam menumbuhkan usaha kecil dan menengah secara nasional.Tujuan penelitian menghasilkan prototipe perangkat lunak untuk mengelola dan menjalankan bisnis pemasaran sepatu online agar masyarakat mudah memenuhi segala kebutuhan, memperluas sasaran pangsa pasar untuk menumbuhkan berbagai peluang bisnis dalam pemasaran global. Perancangan sistem ini mengunakan model situs dengan tahapan spesifikasi pembuatan melalui studi kelayakan, mengidentifikasi kebutuhan pengguna tentang kepuasan penggunaan aplikasi dalam pembuatan dan observasi sistem berjalan dan validasi kebutuhan. Sistem ini memiliki fitur navigasi dengan kemudahan bagi pengunjung dalam menelusuri situs web dalam pencarian dan pemesanan produk. Kesempatan membangun hubungan yang lebih personal dengan pengunjung agar dapat mempertahankan dan membangun loyalitas pelanggan secara berkelanjutan. Kata kunci – Sistem Informasi Pemasaran, Sepatu Online, Pasar Global, Loyalitas Pelangga
Conceptual Model of Technology-Enabled Creative Learning Community
This paper proposes a definition of Creative Learning Community (CLC) that is enabled with technology and its conceptual model in Graduate School of Telkom University. As rooted to learning community term, CLC is defined as a teaching and learning approach within a learning community that consists of a group of students and faculty member that uses creative learning concept. This study adapts the Design Science Research Framework in Information System by Hevner et al to build the conceptual model. First, the study synthesizes existing literature on learning community and creative learning community to define CLC term. Second, based on a review of previous studies and books on learning community, creative thinking, group creativity, engaged learning, student learning outcomes and technology supporting creative learning community, the author analyzes construct candidates of the model. Third, after selecting constructs from the candidates, the study continues by designing the conceptual model of technology-enabled creative learning community. The model was tested the implementations of learning community in Graduate School of Telkom University. The findings provide several conceptual and managerial insights into the role of technology in supporting creative learning community. Future work will need to evaluate the model in the context of other engineering