Techno.Com
Not a member yet
738 research outputs found
Sort by
Analisa Dan Perancangan Load Balancing Web Server Mengunakan HAProxy
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem server load balancing web server dan selanjutnya melakukan analisis masalah-masalah yang ada sebagai dasar perancangan server untuk mengatasi masalah yang ada pada server yang akan dibuat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan berlandaskan pada metode perancangan atau eksperimental, selanjutnya dilakukan analisa terhadap kondisi server sebelum dan sesudah dirancangnya load balancing web server serta aplikasi website yang akan diterapkan dengan mengimplementasikan load balancing web server menggunakan HAProxy. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa load balancing web server menggunakan HAProxy dapat meningkatkan performansi server website berdasarkan tingkat ketersediaan server (uptime) sebesar 99,49% dan rata – rata waktu klik sebesar 7,291ms per user serta konsistensi data pada server website Universitas Dehasen Bengkulu. Untuk menjaga konsistensi data, pada pengembangan server ini juga memanfaatkan fasilitas replikasi data. Dengan solusi ini tingkat ketersediaan server akan terjaga dan konsistensi data yang terjamin
Studi Komparasi Kinerja Teknologi Near Field Communication Pada Sistem Berbasis Android dan Embedded System
Penelitian ini membahas perbandingan kinerja dua perangkat berbasis Android dan Embedded system dalam melakukan pembacaan tag Near Field Communication. Android dengan modul NFC NXP PN544 dan Embedded system dengan modul MFRC522. Studi kasus yang dilakukan untuk penelitian ini dengan menerapkannya pada manajemen aset. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja dari kedua perangkat tersebut terdapat perbedaan signifikan atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode statistik uji Mann Whitney yang menghitung variabel waktu dan jarak ketika tag NFC berhasil terdeteksi, membaca, dan menampilkan informasi. Dengan metode uji Mann Whitney tersebut dapat diketahui terdapat perbedaan signifikan dari kedua perangkat tersebut berdasarkan hasil yang didapatkan. Setelah dilakukan pengujian, jarak efektif pada kedua alat didapatkan pada jarak 15 mm, 10 mm, dan 5 mm dengan pengujian pembacaan 15 tag NFC pada setiap jarak. Kemudian hasil tersebut diuji dengan metode Mann Whitney pada jarak 15 mm didapatkan nilai signifikasi sebesar .001, kemudian pada jarak 10 mm didapatkan nilai signifikasi sebesar .000, serta jarak 5 mm didapatkan nilai signifikasi sebesar .000 dan dari ketiga pengujian tersebut membuktikan bahwa kedua perangkat terdapat perbedaan signifikan dalam melakukan pembacaan tag NFC
Implementasi Process Mining pada Proses Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Proses yang tidak terdokumentasi dapat menjadi masalah apabila tidak ada suatu prosedur yang mendasarinya, khususnya pada proses yang melibatkan banyak aktivitas. Prosedur dibutuhkan untuk mengatur kegiatan dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam hal memenuhi tujuan tersebut, dibuatlah panduan berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi mana pun yang menerapkannya. SOP juga menjadi dasar dalam proses evaluasi antara kenyataan di lapangan dengan prosedur yang telah dibuat ke dalam SOP sehingga diperlukan suatu teknik untuk mengevaluasi antara SOP dengan kenyataan. Process mining merupakan teknik evaluasi antara suatu model proses dengan data peristiwa atau event log yang terdapat dalam sistem informasi. Berbagai metode process mining telah dikenalkan yaitu algoritma Alpha dan Heuristic Miner. Algoritma Alpha dan Heurisctic pada penelitian ini akan dihitung nilai fitness dan presisi. Fitness dilakukan dengan mengukur kesesuaian antara event log dan model proses. Presisi mengukur apakah suatu algoritma tepat untuk menyelesaikan kasus tertentu. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, algoritma Alpha tidak mampu menggambarkan proses sesuai dengan event log PKL. Hal ini disebabkan karena varian kasus mengandung proses loop/perulangan. Hal ini juga menunjukkan event log yang ada pada proses PKL belum menerapkan SOP PKL. Sedangkan Heuristic Miner mengabaikan proses minor menyebabkan proses-proses yang tidak banyak terjadi, tidak digambarkan ke dalam model proses. Secara keseluruhan proses model yang terbentuk menggunakan algoritma Alpha yang paling mendekati dengan kenyataan karena memiliki fitness 0,96
Analisis Quality of Service Routing MPLS OSPF Terhadap Gangguan Link Failure
Penerapan metode routing dalam kegiatan yang menggunakan jaringan komputer dalam lingkup besar diperlukan oleh administrator jaringan, agar dapat melakukan pengoptimalan lauyanan jaringan. Pemilihan metode routing akan membantu dalam mewujudkan perkembangan jaringan yang baik, namun dibutuhkan metode routing yang memiliki kinerja bagus tidak hanya dalam kondisi jaringan yang baik tapi juga pada kondisi jaringan yang mengalami gangguan.Salah satu metode yang memiliki kemampuan yang baik dalam jaringan yang semakin besar adalah Multiprotocol Lable Switching (MPLS), dan dapat dikombinasikan dengan protokol Open Shortest Path First (OSPF). Tujuan penerapan metode MPLS OSPF adalah untuk melihat bagaimana metode tersebut melakukan pengiriman data dalam berbagai kondisi. Tentunya agar membuat jaringan menjadi lebih baik kinerjanya dalam mengirimkan paket data, dengan mencari rute atau jalur yang terbaik pada topologi jaringanPenelitian ini akan mengimplementasikan metode routing MPLS OSPF kedalam beberapa bentuk topologi jaringan berupa prototipe, dengan memberikan skenario pengujian berupa gangguan pemutusan link atau link failure. Pengujian dianalisa menggunakan tools Wireshark.Hasil yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa metode routting MPLS OSPF menunjukkan hasil yang baik dalam menangani gangguan, dengan nilai parameter QoS yang tergolong dalam kategori baik. Nilai throughput didapat mengalami penurunan besar nilai pada kondisi gangguan link failure
Analisis Silhouette Coefficient pada 6 Perhitungan Jarak K-Means Clustering
Clustering merupakan proses pengelompokan sekumpulan data ke dalam klaster yang memiliki kemiripan. Kemiripan dalam satau klaster ditentukan dengan perhitungan jarak. Untuk melihat perfoma beberapa perhitungan jarak, dalam penelitian ini penulis menguji pada 6 data yang memiliki atribut berbeda, yakni 2, 3, 4, dan 6 atribut. Dari hasil uji perbandingan rumus jarak pada K-Means clustering menggunakan Silhouette coefficient dapat disimpulkan bahwa: 1) Chebyshev distance memiliki performa yang stabil baik untuk data dengan sedikit atribut maupun banyak. 2) Average distance memiliki hasil Silhouette coefficient paling tinggi dibandingkan dengan pengukuran jarak lain untuk data yang memiliki outliers seperti data 3. 3) Mean Character Difference mendapatkan hasil yang baik hanya untuk data dengan sedikit atribut. 4) Euclidean distance, Manhattan distance, dan Minkowski distance menghasilkan nilai baik untuk data yang memiliki sedikt atribut, sedangkan untuk data yang banyak atribut mendapatkan nilai cukup yang mendekati 0,5
Sistem Deteksi Pra-Kanker Serviks dengan Pengolahan Citra Hasil Inspeksi Visual Asam Asetat
Kanker serviks merupakan penyakit mematikan nomor satu di Indonesia dengan angka kematian tertinggi pada wanita. Berbagai upaya untuk mengurangi angka kematian wanita Indonesia akibat kanker serviks telah banyak dilakukan, salah satunya dengan melakukan screening kanker menggunakan tes inspeksi visual asam asetat (tes IVA). Tes ini merupakan upaya screening untuk mengetahui pra-cancer atau invasive cancer pada kanker serviks dengan memunculkan Acetowhite Epithelium Zone (AEZ) yang dapat dikategorikan sebagai lesi IVA positif maupun lesi jinak. Umumnya, AEZ dapat dilihat dengan kasat mata yang memerlukan keahlian khusus sehingga hasil pengamatannya akan bersifat subjektif dan bergantung pada pengalaman operator. Selain itu, utilitas pemeriksaan kanker serviks ini pun dinilai terbatas dikarenakan sedikitnya jumlah operator ahli yang terlatih. Pada penelitian ini, lesi pra-kanker serviks dikuantifikasi dengan pengolahan citra digital. Citra yang digunakan adalah citra hasil inspeksi visual asam asetat atau citra area mulut rahim yang telah diolesi oleh asam asetat dan dinyatakan terdapat sambungan skuamosa kolumnar (SSK) positif. Kuantifikasi citra lesi pra-kanker serviks dilakukan dengan menggunakan metode standarisasi karakter warna citra pada RGB dan HSV. Pengujian system deteksi lesi pra-kanker serviks diukur dengan menggunakan parameter akurasi, sensitivitas dan spesifisitas terhadap pengaruh tingkat kecerahan dan mean filter. Melalui penelitian ini didapatkan klasifikasi citra tes IVA beserta area lesi IVA positif yang optimal dengan tingkat akurasi 81%, nilai sensitivitas 78% dan nilai spesifisitas 84%. Performa system sangat dipengaruhi oleh ketajaman dan efek pencahayaan pada citra, baik itu intensitas cahaya, efek bayangan, maupun efek pantulan cahaya
Deteksi Defect Coffee Pada Citra Tunggal Green Beans Menggunakan Metode Ensamble Decision Tree
Kopi merupakan salah satu komoditas minuman unggulan, sehingga permintaan biji kopi meningkat dari tahun ke tahun. Permintaan biji kopi didasarkan pada kualitas. Terdapat bebarapa faktor yang mempengaruhi kualitas antara lain bagaimana kopi ditanam dan dipanen, adapun kurangnya nutrisi dan perlindungan tanaman yang tidak memadai, maka akan menghasilkan kopi yang berkualitas rendah. Biji kopi berkualitas rendah sering kali disebut defects. Identifikasi defects coffee sangat penting khususnya bagi para petani dan pengusaha kopi agar dapat memilih biji kopi yang berkualitas tinggi sehingga meningkatkan nilai jual biji kopi. Pada beberapa industri kopi maupun makanan, teknik untuk mengidentifikasi cacat biji kopi biasa dengan cara seleksi manual dan mekanik, yang mana membutuhkan waktu yang lama dan dapat merusak biji kopi. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan yang lebih modern dalam mengidentifikasi cacat biji kopi seperti pengolahan citra. Untuk itu penelitian ini bertujuan melakukan pengolahan citra berupa segmentasi pada citra green beans coffee menggunakan metode thresholding. Setelah itu dilakukan analisis tekstur menggunakan GLCM (Grey Level Co-occurence Matrix) dan dilanjutkan dengan pemodelan klasifikasi menggunakan algoritma C4.5 dengan bagging. Dari hasil penelitian yang diperoleh, akurasi dari penggunaan algoritma C4.5 dengan bagging sebesar 94%
Convolutional Neural Network untuk Metode Klasifikasi Multi-Label pada Motif Batik
Salah satu warisan budaya Indonesia yang diakui dunia adalah kain batik. Beragamnya motif batik di Indonesia membuat masyarakat awam sulit membedakan motif-motif yang ada. Penelitian ini menggunakan convolutional neural network (CNN) dalam melakukan klasifikasi multi-label citra motif batik. CNN merupakan salah satu algoritma deep learning pengembangan multi-layer perceptron (MLP) yang telah banyak digunakan dalam klasifikasi data, khususnya klasifikasi citra. Hasil penelitian menunjukkan akurasi penggunaan arsitektur CNN dalam melakukan klasifikasi multi-label pada 15 motif batik mencapai 91.41% dengan penggunaan epoch 100.
Implementasi Sistem Registration Authority dan Personal Security Environment menggunakan Smart Card
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan analisis, rancangan, dan prototipe Personal Security Environment (PSE) menggunakan smart card. Analisis dan rancangan dilakukan dengan berdasarkan peraturan perundangan tentang infrastruktur kunci publik (IKP) dan sertifikat elektronik, dokumen peraturan PSrE Induk, spesifikasi Konsorsium Smart Card Indonesia (KSCI). Analisis dan rancangan tersebut kemudian diimplementasikan menjadi sebuah prototipe sistem Registration Authority (RA) yang bertugas untuk melakukan pendaftaran sertifikat elektronik bagi pengguna dan melakukan penyimpanan ke dalam PSE berupa smart card berbasis chipset Xirka yang merupakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Universitas Indonesia. Hasil implementasi menunjukkan bahwa seluruh skenario pengujian berhasil dilaksanakan dengan catatan kunci privat dan sertifikat elektronik masih diimplementasikan di dalam field chipset Xirka yang diperuntukkan sebagai penyimpanan foto dan fingerprint
Metode High-Pass Filter Dan Fast Fourier Transform Untuk Perbaikan Citra Telapak Tangan
Telapak tangan sering digunakan sebagai sumber penelitian dibidang sistem biometrik karena mempunyai karakteristik seperti sidik jari. Selain itu, telapak tangan juga mudah didapatkan dan dapat diperoleh dari citra yang memiliki resolusi rendah. Namun, selain itu juga sebuah citra telapak tangan akan dapat mengalami penurunan terhadap kualitasnya. Untuk itu dilakukanlah sebuah tahap yang dikenal dengan perbaikan kualitas citra, dimana bidang ini merupakan tahap awal dari pengolahan citra digital. Dalam penelitian ini penggunaan metode dalam perbaikan citra difokuskan untuk menajamkan citra telapak tangan dengan menggunakan high pass filter dan filter fast fourier transform, dimana sebelumnya citra tersebut telah diolah dengan menggunakan histogram ekualisasi untuk meningkatkan kontras citra telapak tangan. Setelah dilakukan pengujian terhadap 30 sampel citra. Dengan menilai error pada MSE (Mean Square Error) dan PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) dari citra hasil rekonstruksi, hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan high pass filter dengan koefisien=1 menghasilkan citra yang lebih baik dimana nilai rata-rata MSE=7,064544(dB) dan PSNR=40,01314(dB) daripada menggunakan high-pass filter dengan koefisien=0. Sedangkan pada fast fourier transform dengan menggunakan Ideal High-Pass Filter (IHPF) mampu menghasilkan citra rekonstruksi yang lebih baik dengan rerata MSE=9,354056(dB) dan PSNR=38,537046(dB) dari pada menggunakan butterworth high-pass filter (BHPF) dan gaussian high-pass filter (GHPF