Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Sistem Informasi Anotasi Data Penelitian : Pengolahan Data
Anotasi data merupakan proses penandaan, pengait-an, atau pelabelan suatu data. Pada proses anotasi data dapat dilakukan dengan menggunakan Google Colaboratory. Lang-kah yang dilakukan pada penggunaan Google Colaboratory, yaitu dengan melakukan input data teks dan membuat imple-mentasi processing dalam format Python. Akan tetapi, peng-gunaan implementasi tersebut kurang efektif dan memberikan data hanya dalam satu format. Penggunaan Google Colabora-tory juga perlu mengimplementasikan program Python setiap pembuatan project. Untuk mengatasi hal tersebut, pembuatan situs web anotasi data merupakan solusi untuk mempermudah pengguna dalam melakukan anotasi data. Situs web anotasi data memiliki fitur berupa penyimpanan database yang berisi program Python yang menjadi implementasi dalam anotasi data tersebut. Program Python tersebut mencakup penggunaan Natural Language Processing (NLP) dalam dilakukan processing data yang akan dianotasi. Melalui implementasi tersebut akan mempermudah peneliti dalam melakukan proses anotasi data. Situs web ini berfokus pada anotasi data menggunakan framework React.js sebagai implementasi front-end dan Flask sebagai implementasi back end. Pada framework React.js memiliki beberapa fitur seperti export data output dengan format yang ditentukan. Selain itu, pada sisi back end juga dilakukan pembuatan API. Program Python disimpan dalam database menggunakan API upload file. Melalui situs web ini diharapkan dapat mempermudah peneliti dalam melakukan proses anotasi data dan melakukan pengolahan data output
Penentuan Faktor - Faktor Berpengaruh dalam Integrasi Wisata Bahari Antara Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo
Kota Surabaya berpotensi dikembangkan pariwisata, salah satunya adalah Pantai Utara Surabaya. Pada kawasan tersebut terdapatnya tiga daya tarik wisata yaitu Taman Suroboyo, Sentra Ikan Bulak, dan Kampung Nelayan dengan kondisi saat ini, kunjungan wisatawan terbesar berada di taman suroboyo dan sentra ikan bulak. Hal tersebut terjadi karena wisawatan yang berkunjung hanya melakukan foto – foto di depan Taman Suroboyo dan membeli oleh – oleh di Sentra Ikan Bulak. Kampung nelayan tersebut hanya mendapatkan kunjungan yang diinisiasi oleh pemerintah sehingga adanya wisatawan jarang berkunjung sedangkan pada Sentra Ikan Bulak berasal dari masyarakat umum dan event pemerintah. Berdasarkan permasalahan tersebut, adanya tujuan untuk mengetahui faktor - faktor berpengaruh dalam integrasi wisata bahari Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo. Pada penelitian ini, menggunakan teknik Analisis Delphi menggunakan 6 Indikator, antara lain Daya Tarik Wisata; Kampung Nelayan; Aksesbilitas; Fasilitas; Pengelolaan; dan Promosi yang dikembangkan menjadi 20 variabel yang menjadi faktor dengan menguji kembali faktor tersebut pada 7 Stakeholder, antara lain Dinas Kebudayaan, Kepemudaan & Olahraga serta Pariwisata; Pemerintah Kota Surabaya; Kecamatan Bulak; Pedagang Hasil Olahan Laut; Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota; Ketua RT Kampung Nelayan; serta Pengunjung Taman Suroboyo, SIB, serta Kampung Nelayan. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa 20 Faktor Konsesus berpengaruh dalam integrasi wisata bahari Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo
Analisis Penjadwalan Probabilistik (Studi Kasus: Proyek Apartemen Grand Shamaya Tower Aubrey)
KKualitas suatu proyek konstruksi dipengaruhi oleh perencanaan yang memuat tiga parameter penting, yaitu biaya, waktu, dan mutu. Dengan demikian, penjadwalan merupakan salah satu aspek penting yang perlu direncanakan, terlebih bagi proyek yang memiliki bobot pekerjaan yang besar. Penjadwalan proyek umumnya dibuat secara deterministik, yaitu dengan prediksi durasi yang tepat. Namun, faktanya suatu proyek konstruksi pasti memiliki risiko yang muncul akibat ketidakpastian karena sifat sebuat proyek yang unik, dinamis, dan cenderung kompleks. Oleh karena itu, penjadwalan suatu proyek konstruksi harus direncanakan dengan memperhitungkan ketidakpastian melalui penjadwalan probabilistik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis penjadwalan probabilistik dengan mengambil studi kasus pada Proyek Pembangunan Apartemen Grand Shamaya Tower Aubrey yang didasarkan pada tiga parameter durasi, yaitu durasi optimis, most likely, dan pesimis menggunakan metode Program Evaluation Review Technique (PERT) dan simulasi Monte Carlo. Penelitian ini didasarkan oleh historical info dari expert dalam memberikan estimasi durasi masing-masing pekerjaan. Data tersebut kemudian akan diolah untuk memperoleh total durasi probabilistik penyelesaian proyek, persentase probabilitas penyelesaian proyek, dan mengidentifikasi aktivitas yang paling sering berada pada lintasan kritis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pekerjaan struktur Tower Aubrey Apartemen Grand Shamaya, didapatkan durasi dengan rentang probabilitas 1% sampai 100% adalah 293 sampai dengan 327 hari, dimana durasi rata-rata (mean) dengan probabilitas penyelesaian 50% adalah 304 hari. Kemudian, durasi rencana proyek yang dibuat secara deterministik memiliki tingkat probabilitas penyelesaian sebesar 97,93% menggunakan metode PERT dan 99,85% menggunakan simulasi Monte Carlo. Hal ini berarti durasi rencana proyek masuk dalam rentang probabilitas penyelesaian. Adapun aktivitas yang sering berada pada lintasan kritis dari hasil simulasi adalah pekerjaan pembesian, bekisting, dan pengecoran balok dan kolom pada Zona 2 serta aktivitas yang memiliki sensitivitas tertinggi ada pada pekerjaan lantai 37 sampai dengan lantai 39
Perubahan Persepsi Pengunjung Terhadap Revitalisasi Pasar Baru Magetan
Pasar Baru Magetan merupakan pasar tradisional yang strategis dan menjadi jantung perekonomian Magetan. Namun, popularitasnya menurun akibat perkembangan sektor perdagangan dan industri, pusat perbelanjaan modern, serta tren belanja online. Untuk menghidupkan kembali kejayaannya, Pemerintah Kabupaten Magetan memutuskan revitalisasi Pasar Baru Magetan pada tahun 2019 hingga tahun 2023. Revitalisasi dilakukan melalui empat tahap yang meliputi modernisasi interior, pembaruan fasad, pembangunan foodcourt, dan penataan ruang publik. Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang publik Pasar Baru Magetan dan menarik lebih banyak pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan persepsi pengunjung terhadap Pasar Baru Magetan sebelum dan sesudah revitalisasi berdasarkan komponen placemaking. Metode analisis yang digunakan adalah metode campuran yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Variabel yang diguanakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan komponen placemaking. Identifikasi komponen placemaking di Pasar Baru Magetan Teknik analisis perubahan persepsi pengunjung menggunakan uji beda dan deskriptif. Revitalisasi Pasar Baru Magetan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan. Hasil analisis berdasarkan persepsi pengunjung menunjukkan perubahan yang positif dalam kenyamanan, keamanan, akses dan penghubung, aktivitas dan fungsi, serta sosiabilitas. Meskipun revitalisasi telah meningkatkan kualitas ruang publik, masih terdapat beberapa masalah yang perlu diperhatikan, seperti fasilitas yang kurang terawat dan kios yang kosong. Rekomendasi untuk pemeliharaan dan pengembangan Pasar Baru Magetan setelah revitalisasi meliputi pemeliharaan dan penambahan fasilitas, penyediaan Wi-Fi gratis, penambahan CCTV dan APAR, peningkatan kebersihan di area pasar, penambahan pencahayaan dalam ruangan, penataan kios dan los yang lebih rapi, perbaikan plafon, penambahan penanda (signage), dan penambahan sarana dan prasarana transportasi umum. Rekomendasi diharapkan Pasar Baru Magetan dapat kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan hidup, serta dapat meningkatkan perekonomian
Implementasi Life Cycle Assessment (LCA) pada Operasional Transit BBM di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem
PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem adalah perusahaan yang bertugas dalam kegiatan pendistribusian BBM sebagai badan usaha milik negara yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi. Operasional utama transit BBM terdiri dari penerimaan BBM, penimbunan BBM, dan penyaluran BBM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dampak lingkungan akibat operasional transit BBM di PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan pendekatan CML-IA Baseline serta menentukan rekomendasi alternatif untuk minimisasi dampak lingkungan. Dalam penelitian ini, lingkup analisis yang digunakan adalah gate to gate. Analisis dampak lingkungan menggunakan software SimaPro 9.5 dengan penilaian berbasis midpoint. Emisi yang dianalisis antara lain CO2, CH4, NOX, dan SO2. Life Cycle Impact Assessment atau penilaian dampak menggunakan penilaian midpoint meliputi global warming, acidification, dan eutrophication. Hasil analisis LCA yang diidentifikasi menimbulkan dampak pada global warming sebesar 1,26E10 kg CO2 eq, acidification sebesar 5,11E7 kg SO2 eq, dan eutrophication sebesar 6,88E6 kg PO43- eq. Berdasarkan interpretasi data yang dilakukan, diperoleh kategori dampak global warming yang memberikan dampak lingkungan terbesar. Dari setiap impact category didapat titik hotspot sebagai unit dengan kontribusi dampak terbesar. Dampak global warming, acidification, dan eutrophication kontribusi terbesar berasal dari unit penyaluran sebesar 6,2E9 kg CO2 eq; 2,65E7 kg SO2 eq; dan 3,49E6 kg PO43- eq. Dampak paling besar berasal dari unit penyaluran karena adanya penggunaan solar untuk pembakaran pada penggunaan genset. Dari hasil tersebut, ditentukan rekomendasi alternatif untuk mengurangi dampak lingkungan berdasarkan studi literatur. Rekomendasi alternatif yang dapat digunakan yaitu penggunaan teknologi variable speed driver, exhaust gas recirculation, teknologi ultra-super critical, dan penggunaan energi tenaga surya
Pengaruh Variasi Panjang Passive Moveable Flap Terhadap Performansi Turbin Hidrokinetik Tipe Darrieus
Turbin hidrokinetik merupakan pembangkit listrik tenaga air “zero-head”, di mana energi diekstraksi dari energi kinetik aliran air, mirip dengan turbin angin. Salah satu contoh dari turbin hidrokinetik adalah turbin hidrokinetik sumbu vertikal tipe darrieus. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi turbin dengan menambahkan passive movable flap dengan beberapa variasi panjang pada bilah turbin sumbu vertikal tipe darrieus. Digunakan Computational Fluid Dynamics untuk mengetahui fenomena yang terjadi pada aliran fluida. Variasi posisi flap pada 50% dan 75% cord, dengan masing-masing panjang flap 100%, 75%, dan 50% pada sudut bukaan maksimum flap 90˚. Kecepatan aliran yang digunakan pada penelitian ini adalah 0.29 m/s , 0.35 m/s , 0.375 m/s, dan 0.4 m/s. Dari hasil penelitian didapatkan variasi paling optimal dan memiliki Cp tertinggi adalah variasi panjang 100% dengan posisi flap berada pada 75% cord untuk TSR 2.97 yaitu 0.0572. Panjang passive moveable flap memberikan pengaruh terhadap luas bidang yang dapat ditabrak oleh aliran. Semakin panjang passive moveable flap maka semakin luas bidang yang bertabrakan dengan aliran dan menghasilkan gaya drag yang lebih besar. Hal tersebut memberikan dampak terhadap besarnya torsi dan koefisien daya yang dihasilkan oleh turbin
Desain Pabrik Proses Produksi LNG Dengan Metode Refrigerasi Dual Mixed Refrigerant (DMR) Di Bangkudulis, Kalimantan Utara
Desain Pabrik Proses Produksi LNG ini menggunakan metode refrigerasi Dual Mixed Refrigerant (DMR) dengan bahan baku sebesar 250 MMSCFD dan kapasitas produksi sebesar 2,08277 MTPA yang berlokasi di Bangkudulis, Kalimantan Utara. Proses utama dari pabrik ini terdiri dari pre-treatment section, fractionation section, dan liquefaction section. Berdasarkan serangkaian proses yang telah dibuat, gas alam dengan laju alir massa 262.975,95 kg/jam dapat diolah menjadi beberapa produk berupa 183.384,14 kg/jam LNG, 22.828,34 kg/jam LPG, dan 7.345,33 kg/jam Condensate. Berdasarkan analisis ekonomi, dapat disimpulkan bahwa didapatkan nilai Capital Expenditure sebesar Rp 10.296.417.582.839; Operational Expenditure sebesar Rp 7.027.731.887.247; Internal Rate of Return sebesar 27,41%; Pay Out Time selama 4 tahun 9 bulan dengan estimasi umur pabrik selama 15 tahun; dan Break Even Point sebesar 35,53%. Dari data analisis kelayakan diatas, dapat disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Harga Lahan pada Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (Studi Kasus: Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat)
Penentuan harga lahan merupakan suatu masalah yang cukup pelik di berbagai suatu daerah. Hal tersebut karena, seringkali penentuan harga lahan ditentukan berdasarkan faktor ataupun pengaruh yang jelas/pasti keberadaannya sebagai tolak ukur suatu harga lahan. Penggunaan dan kegiatan atas lahan dapat mengubah nilai suatu lahan yang memiliki dampak terhadap suatu harga lahan. Semenjak ditetapkannya kawasan penelitian Desa kuta menjadi salah satu desa yang berada di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika pada tahun 2014, Desa Kuta diduga mengalami ledakan harga lahan yang dapat dibilang sangat signifikan. Belum diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi harga lahan di kawasan penelitian ini memberikan dampak pada dinamisnya pasar lahan di kawasan setempat. Penelitian ini direalisasikan untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait apa saja yang mempengaruhi dinamika harga lahan sejak pertama kali dicetuskannya kebijakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai KEK Pariwisata sejak tahun 2014 hingga sekarang, sekaligus menentukan faktor-faktor prioritas yang mempengaruhi dinamika harga lahan dari hasil identifikasi di kawasan penelitian Desa Kuta yang merupakan salah satu di antara Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika. Penelitian ini memiliki dua tahapan analisis, di antaranya: metode Delphi dan metode skala likert. Luaran atau hasil akhir dari penelitian ini ditemukan empat faktor prioritas yang menyebabkan dinamika harga lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika (Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah) berdasarkan hasil penilaian para stakeholders/expert. Faktor-faktor tersebut antara lain zoning regulations, jumlah lahan yang tersedia, manfaat lahan dan daya beli. Faktor zoning regulations dan jumlah lahan yang tersedia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap ledakan harga lahan di kawasan penelitian Desa Kuta
Perhitungan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Pembangunan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Menggunakan Aluminium Formwork
Perhitungan waktu dan rencana anggaran biaya pelaksanaan pada suatu proyek merupakan hal yang penting dalam manajemen konstruksi proyek karena pada dasarnya keberhasilan suatu proyek dapat ditinjau dari ketepatan waktu dalam proses pelaksanaan serta keuntungan dalam biaya. Maka kinerja proyek dapat direncanakan secara teliti dan cermat dengan dilihat dari indikator waktu dan biaya pembangunan proyek. Pemilihan material pada pekerjaan proyek sangat berpengaruh pada saat pelaksanaannya, terutama pada pemilihan jenis bekisting yang akan digunakan. Oleh karena itu, pada proyek tugas akhir ini Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur akan dilakukan perhitungan kembali dengan menggunakan metode bekisting aluminium formwork. Bekisting merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beban selama beton dituang hingga beton mengeras dan dibentuk sesuai dengan yang direncanakan. Bekisting aluminium ini memiliki ukuran cukup besar, namun ringan untuk seorang pekerja Bekisting aluminium jika dibandingkan dengan bekisting konvensional, dari segi durasi produktivitas, kualitas dan penggunaan bekisting aluminium merupakan bekisting yang efektif digunakan terutama pada proyek yang memiliki tipe lantai tipikal karena dapat digunakan berkali-kali dan biaya untuk tenaga kerja relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bekisting konvensional. Penyusunan proyek akhir dimulai dari mengidentifikasi item pekerjaan kemudian menghitung volume dan produktivitas. Perhitungan tersebut akan menentukan durasi item pekerjaan yang selanjutnya digunakan untuk menyusun penjadwalan. Penjadwalan menggunakan Crirical Path Metdhod (CPM) dengan mengaplikasikan program bantu Microsoft Project. Hasil analisa perhitungan waktu diperoleh selama 93 hari kerja dan biaya pelaksanaan sebesar Rp19,142,645,798
Pengaruh Perilaku Perjalanan Masyarakat Kawasan Pusat Kota Surabaya terhadap Produksi Emisi Karbon
Peningkatan suhu global yang terus berlangsung akibat pemanasan global telah menyebabkan dampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat di seluruh dunia. Sektor transportasi, khususnya kendaraan bermotor, telah diidentifikasi sebagai penyumbang utama emisi gas rumah kaca (GRK) yang berkontribusi pada pemanasan global. Indonesia, sebagai negara dengan populasi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, juga menghadapi masalah serius terkait emisi CO2 dari sektor transportasinya, dengan sektor transportasi darat sebagai penyumbang terbesar. Kawasan Surabaya Pusat, sebagai bagian penting dari kota metropolitan Surabaya dan pusat ekonomi, memiliki tingkat aktivitas transportasi yang tinggi dan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan dan besaran pengaruh antara perilaku perjalanan masyarakat dan produksi emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan masyarakat di Kawasan Surabaya Pusat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan besaran pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2 berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan dan pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2. Variabel perilaku perjalanan berupa pendapatan rumah tangga, jumlah motor, jumlah mobil dan panjang perjalanan apabila mengalami peningkatan, mempunyai keterkaitan serta pengaruh positif terhadap peningkatan produksi emisi CO2berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan per rumah tangga