Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Pra Desain Pabrik Pulp dari Limbah TKKS dengan Metode Organosolv

    Full text link
    Industri pulp dan kertas nasional memiliki prospek yang cukup cerah di masa depan, dan berpeluang untuk terus berkembang. Hal ini antara lain didukung oleh prospek permintaan meningkat pada kertas kemasan (packaging). Proses produksi kertas merupakan suatu rangkaian proses yang merubah fibrous feedstocks menjadi pulp. Pada produksi pulp menggunakan metode organosolv terdapat lima tahapan proses yaitu pre-treatment, pulping process, washing and separation, dan ethanol recovery. Proses pertama yaitu pre-treatment dilakukan untuk mereduksi ukuran bahan baku utama yaitu tandan kosong kelapa sawit. Selanjutnya dilakukan proses pulping menggunakan ethanol dalam digester bertekanan 15 atm. Kemudian dilakukan tahap pencucian dan pemisahan slurry pulp dengan filtrat berupa larutan lignin. Lalu pulp akan dikeringkan menggunakan tray dyer sebelum dimasukan pada tangki penampung produk berupa pulp. Pabrik pulp dari TKKS ini didirikan di Kawasan Industri Dumai, Riau. Kawasan tersebut dipilih dikarenakan ketersediaan bahan baku yang amat melimpah di daerah tersebut (luas lahan kelapa sawit terluas di Riau dan terdapat banyak pabrik CPO), ketersediaan air melimpah, sumber energi listrik cukup memadai, jumlah tenaga kerja pada usia kerja memenuhi, dan dilandaskan hukum serta topologi daerah yang memadai jika dibangun pabrik di daerah tersebut. Adapun, dari hasil analisa perhitungan ekonomi didapatkan IRR 18,48%, POT 7 tahun, dan BEP 57,76%. Jika dilihat secara keseluruhan, rata-rata %IRR, BEP dan POT masih menunjukkan bahwa pabrik pulp dari tandan kosong kelapa sawit menggunakan metode organosolv ini layak untuk didirikan

    Pra Desain Pabrik Tepung Porang dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE)

    Full text link
    Pra Desain Pabrik Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) ini direncanakan mulai beroperasi tahun 2027 dengan kapasitas produksi sebesar 1000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik ini direncanakan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kabupaten Nganjuk dipilih menjadi lokasi pendirian pabrik karena menghasilkan bahan baku umbi porang sebesar 8704,04 ton/tahun dengan luas lahan 1544 Ha dan dalam rencana pengembangan hingga 60.000 Ha pada 2022. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari. Dengan bahan baku sebesar 1067,79 kg/jam dapat dihasilkan produk glukomanan sebesar 126,26 kg/jam. Proses produksi glukomanan dari umbi porang dapat diuraikan menjadi 3 tahapan proses. Proses pertama adalah pembuatan tepung porang dari umbi porang. Tahap kedua yaitu proses pemurnian tepung porang menjadi tepung glukomanan. Tahap ketiga adalah tahap peningkatan kadar protein. Karena untuk menjangkau mutu tepung terigu sebesar 7% sehingga diperlukan untuk meningkatkan kadar protein pada tepung porang. Pra Desain Pabrik Tepung Porang ini dirancang sebagai perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staff. Untuk dapat mendirikan pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 1000 ton/tahun, maka diperlukan total modal investasi sebesar Rp 203.492.064.329,34 dan total biaya produksi sebesar Rp 106.617.904.393,09 dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp 200.000.000.000,00 per tahun. Estimasi umur pabrik ini adalah 12 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 21,26%, Pay Out Time (POT) 4,24 tahun, dan Break Even Point (BEP) sebesar 25,62%

    Analisis Pengaruh Settlement terhadap Kekuatan Struktur Jacket dan Konfigurasi Rigging pada Proses Roll-up Tahap Fabrikasi

    Full text link
    Offshore Substation merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk menunjang aktivitas eksploitasi energi angin di lepas pantai. Untuk membangun platform substation, diperlukan beberapa tahapan fabrikasi dan konstruksi salah satunya yaitu proses roll-up. Pada proses roll-up tersebut, terjadi penurunan tanah pada fabrication yard yang mengakibatkan struktur jacket mengalami kemiringan dan memungkinkan terpapar risiko terjadinya kegagalan, sehingga dapat mengurangi efektivitas dari integritas struktur jacket. Pada penelitian Tugas Akhir ini, akan dilakukan analisis konfigurasi roll-up seperti rigging, dan temporary structure digunakan pada proses roll-up. Pemodelan dan analisis statis struktur jacket menggunakan software SACS v11.3 dengan variasi roll-up angle yaitu 0°, 50°, 75°, 81°, 85°, dan 94.74° untuk mengetahui nilai unity check (UC) pada member dan joint strength dari struktur jacket. Kemudian, analisis dilanjutkan pada respon/reaksi support akibat roll-up dan penurunan tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jacket masih memenuhi kriteria desain dan tidak mengalami kegagalan dengan unity check maksimum untuk member jacket yaitu 0.630 dan unity check maksimum untuk joint strength 0.809. Pada analisis rigging didapatkan konfigurasi 12 sling, 16 shackel, dan 4 crane untuk mendukung proses roll-up ini. Diperoleh efisiensi maksimum untuk sling yaitu sebesar 85.35%; 72.17% untuk shackel dan 89.44% untuk crane. Untuk analisis reaksi tumpuan akibat settlement didapatkan reaksi maksimum 2432.91 kN pada U-Saddle 1 dan 1462.31 kN pada V-Saddle A2

    Analisis Stabilitas Intact Sudut Besar terhadap Perubahan COG Crane barge saat Operasi Heavy Lifting

    Full text link
    Crane barge sebagai floating crane vessel dapat dioperasikan untuk operasi heavy lifting yang mampu mengangkat beban hingga ribuan ton salah satunya adalah saat instalasi topside. Beban yang diangkat berdampak pada perubahan titik pusat massa (COG) yang akan mempengaruhi stabilitas crane barge selama operasi lifting berlangsung. Dengan skenario perputaran sudut crane secara horizontal dari sisi starboard hingga sisi port crane barge dan variasi tinggi draft dari 75% hingga 100% kondisi full load. Hasil keseluruhan loadcase stabilitas intact crane barge secara numerik memenuhi ketentuan dari IMO A.749(18). GZ maksimum terjadi pada sudut putar 90⁰ ke arah portside untuk heel 20⁰ untuk ketiga variasi draft dan draft 90% terjadi saat heel 25⁰. Korelasi perubahan draft terhadap besar nilai GZ adalah semakin tinggi draft yang diaplikasikan maka diperoleh nilai GZ yang semakin kecil. COG setelah analisis stabilitas mengalami perubahan yang signifikan pada setiap variasi draft sedangkan terhadap perubahan sudut putar perubahan hanya terjadi pada besar VCG crane barge. Perbandingan hasil perhitungan analisis stabilitas crane barge secara numerik dan analitik memiliki koreksi nilai error yang telah memnuhi ketentuan dari IACS UR L5 yaitu dibawah ±5%. Nilai error terbesar terjadi pada sudut kemiringan 60⁰. Perbedaan stabilitas sudut kecil dan sudut besar adalah sudut kecil hanya dipengaruhi oleh besar kemiringan sudut sin θ sedangkan pada stabilitas sudut besar akibat kemiringan yang berlebih nilai GZ tidak hanya dipengaruhi sudut sin θ melainkan juga sudut tan θ

    Analisis Kualitas Jalur Pedestrian Jalan Kembang Jepun Kota Surabaya

    Full text link
    Koridor Jalan Kembang Jepun merupakan kawasan strategis di Kota Surabaya karena memiliki daya tarik wisata dan masuk dalam kawasan wisata Kota Lama Surabaya. Jalan Kembang Jepun juga memiliki fungsi sebagai area perdagangan dan jasa skala Kota Surabaya yang berpotensi berkembang ke skala regional. Namun kondisi jalur pejalan kaki di koridor Jalan Kembang Jepun belum optimal dan belum terfasilitasi dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas jalur pedestrian koridor Jalan Kembang Jepun. Analisis dilakukan dengan penilaian (skoring) persepsi dan harapan responden terharap kualitas jalur pedestrian koridor Jalan Kembang Jepun berdasarkan variabel yang telah ditetapkan. Penilaian ini melibatkan 100 responden, yakni pejalan kaki di Jalan Kembang Jepun atau masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di Jalan Kembang Jepun. Berdasarkan hasil penilaian kualitas pada seluruh variabel, didapatkan kualitas jalur pedestrian koridor Jalan Kembang Jepun secara keseluruhan memiliki persentase nilai 59% yang berarti “CUKUP BAIK”. Penelitian ini menghasilkan luaran bahwa ketersediaan fasilitas penunjang disabilitas termasuk kriteria tidak baik dengan persentase kualitas 22%, selanjutnya ketersediaan street furniture dan ruang interaksi sosial yang keduanya termasuk kriteria kurang baik dengan persentase kualitas 35%. Hal tersebut perlu mendapatkan prioritas peningkatan kualitas untuk mendukung pengembangan jalur pedestrian koridor jalan Kembang Jepun

    Analisis Highest and Best Use pada Lahan di Jalan Basuki Rahmat

    Full text link
    Laju pertumbuhan penduduk dan tingkat perekonomian yang semakin meningkat di Kota Surabaya mengakibatkan kebutuhan terhadap lahan semakin tinggi. Namun masih terdapat lahan yang tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga banyak ditemui lahan yang dibiarkan begitu saja. Lahan tersebut dapat dikembangkan dengan cara membangun properti komersial yang dapat memberikan produktivitas tertinggi. Salah satu lahan seluas 3.739 m2 yang belum dimanfaatkan dengan baik terletak di Jalan Basuki Rahmat No.80-82, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Lahan tersebut terletak di daerah pusat kota yang berpotensi untuk dikembangkan. Lingkungan disekitar lahan tersebut terdapat Mall Tunjungan Plaza, Hotel Bumi Surabaya, Wyndham Hotel, Gand Dafam Hotel, Trillium Residence Apartemen, Grand Shamaya Apartemen, Gedung Bumi Mandiri, Graha Pacific Surabaya, dan sebagainya yang berada di kawasan Jalan Basuki Rahmat Surabaya. Metode yang digunakan adalah highest and best use yang bertujuan untuk menghasilkan produktivitas tertinggi terhadap penggunaan lahan yang sesuai dengan peruntukan kawasan tersebut. Penentuan jenis properti yang akan dikembangkan pada sebidang lahan sangat berpengaruh pada nilai lahan. Analisis highest and best use meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan aspek produktivitas maksimum. Aspek legal untuk menganalisis zonasi dan kode bangunan; aspek fisik menganalisis ukuran dan bentuk lahan, utilitas, aksesibilitas, dan desain awal alternatif; aspek finansial menganalisis biaya investasi, pendapatan properti, pengeluaran properti, aliran arus kas, dan Net Present Value (NPV); dan aspek produktivitas maksimum untuk menentukan alternatif properti yang memberikan nilai lahan tertinggi. Dari hasil penelitian didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu perkantoran, hotel, dan apartemen. Dari ketiga alternatif tersebut, pengembangan lahan sebagai properti komersial hotel merupakan alternatif bangunan dengan penggunaan tertinggi dan terbaik. Alternatif properti komersial hotel memiliki nilai lahan sebesar Rp 60.028.554,98/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan adalah sebesar 172% dari nilai lahan awal

    Analisis Tree Counting Kelapa Sawit Menggunakan Metode Object-Based Image Analysis (OBIA) dan Random Forest Machine Learning (Studi Kasus: Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur)

    Full text link
    Sebagai upaya mempercepat perhitungan jumlah pohon kelapa sawit guna asseting dalam produksi komoditas sawit, dapat menggunakan teknologi di bidang geomatika dengan mengaplikasikan pemanfaatan teknologi machine learning. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk perhitungan jumlah pohon kelapa sawit dengan tepat, dan cepat adalah dengan klasifikasi berbasis objek menggunakan data mozaik orthophoto. Data tersebut dapat diolah menggunakan metode klasifikasi berupa Object Based Image Analysis (OBIA) dan Random Forest Machine Learning. Dalam pengolahan menggunakan masing masing sample pada sawit, tanah dan non sawit diwakili 80 sampel. Didapatkan hasil berupa raster lalu diolah menggunakan metode multiresolution. Hasil dari pengolahan otomatisasi sebesar 3098 titik pohon sawit dan hasil uji validasi digitasi manual sebesar 3034 titik pohon sawit sehingga didapat deviasi sebesar 64 titik pohon. Melalui pengujian performa pemodelan machine learning, yakni confusion matrix dengan nilai sebesar 0,89 dan kappa sebesar 0,78

    Analisis Highest and Best Use pada Lahan Kosong di Jalan Mentawai II Kota Gresik

    No full text
    Lahan tidak termanfaatkan merupakan lahan yang memiliki dasar penguasaan, namun kurang dimanfaatkan oleh pemilik sesuai dengan sifat dan rencana tata ruang. Salah satu lahan yang kurang termanfaatkan dengan optimal adalah lahan kosong di Jalan Mentawai II Kota Gresik. Lahan seluas 5.502 m2 ini merupakan lahan milik PT. Bumi Lingga Pertiwi (BLP Properti). Saat ini lahan masih dalam keadaan kosong tanpa ada aktivitas di atasnya, padahal letak lahan tersebut berada pada kawasan komersial yang cocok untuk dikembangkan menjadi properti komersial seperti hotel, perkantoran, perto-koan apartemen, dan perumahan. Berdasarkan hal ini, maka perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis penggunaan lahan di Jalan Mentawai II Kota Gresik yang menghasilkan produktivitas maksimum. Untuk mengetahui peruntukan terbaik pada lahan di Jalan Mentawai II Kota Gresik dilakukan analisis dengan metode Highest and Best Use (HBU). Analisis HBU adalah penggunaan dari suatu lahan untuk mendapatkan peruntukan maksimum sehingga didapat penggunaan terbaik. Analisis ini meliputi empat hal pokok yaitu, aspek legal, aspek fisik, aspek finansial, dan produktivitas maksimum. Hal yang ditinjau dalam aspek legal meliputi zoning dan building code. Aspek fisik meliputi bentuk tanah, ukuran tanah, utilitas, dan aksesibilitas. Aspek finansial meliputi biaya investasi, penda-patan, pengeluaran, dan Net Present Value (NPV). Produktivitas maksimum meliputi nilai properti dan nilai bangunan untuk mendapatkan nilai lahan tertinggi. Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu pertokoan, apartemen, dan perkantoran. Dari ketiga alternatif tersebut, pengembangan lahan bangunan perkantor-an merupakan alternatif properti dengan penggunaan tertinggi dan terbaik bagi lahan obyek penelitian ini. Alternatif properti bangunan perkantoran memiliki nilai lahan sebesar Rp17.974.215,78/m2 dengan persentase kenaikan lahan sebesar 327% dari nilai lahan awal

    Model Perencanaan Distribusi Limbah Udang

    Full text link
    Udang merupakan komoditas dengan tingkat produksi cukup tinggi di Indonesia setelah nila dan lele serta memiliki potensi pasar domestik dan ekspor yang besar. Dengan potensi pasar yang besar serta dorongan pertumbuhan produksi komoditas udang melalui program Percepatan Tambak Udang Nasional produksi udang saat ini terus mengalami kenaikan. Akan tetapi, dengan kenaikan produksi udang, terdapat konsekuensi akan meningkatnya produk limbah udang yang saat ini masih belum memiliki model distribusi yang jelas. Oleh sebab itu, pada tugas akhir ini dilakukan Perencanaan model distribusi limbah udang dari wilayah luar Jawa Timur menuju wilayah Jawa Timur yang memiliki permintaan akan limbah udang cukup besar serta model distribusi dari hasil dari pengolahan limbah udang yaitu pakan udang menuju area tambak di Indonesia. Metode yang digunakan adalah set covering dan TSP untuk rute pabrik udang menuju pabrik limbah udang, optimasi pada rute serta armada pelayaran terpilih, optimasi penjadwalan keberangkatan kapal pengangkut limbah udang, serta CVRP dalam menentukan rute pabrik limbah udang menuju pabrik pakan udang dan seluruh biaya yang dibutuhkan dalam mengangkut limbah udang dan pakan udang. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa dalam pengiriman limbah udang dengan moda transportasi laut, skenario rute direct merupakan skenario optimum dalam mengirimkan limbah udang dengan total frekuensi kapal sebanyak 117 kali /tahun. Total biaya untuk mendistribusikan limbah udang dari pabrik udang beku menuju pabrik pakan udang sebesar Rp10.376.554.357 /tahun. Kemudian untuk distribusi pakan udang didapatkan total biaya Rp18.993.747.200 /tahun

    Analisis Umur Lelah Kapal Akibat Perambatan Retak pada Bracket Ruang Muat

    Full text link
    Kegagalan struktural seperti kelelahan (fatigue) dapat menyebabkan keretakan pada kapal. Ketika suatu struktur mencapai batas umur kelelahannya, struktur akan mengalami initial crack hingga akhirnya struktur mengalami fracture. Pada kapal tanker, kelelahan struktural sering terjadi pada area-area kritis seperti pada sambungan bracket inner bottom dengan hopper sloping plate (end bracket). Analisis umur lelah kapal dilakukan dengan bantuan software finite element. Di mana perhitungan pembebanan dan pemodelan mengacu pada Common Structural Rules for Double Hull Oil Tankers (CSR-T). Untuk pembebanan pada model global menggunakan beban sloshing muatan tangki (beban internal). Sedangkan pemodelan global pada software finite element menggunakan tiga kompartemen ruang muat dengan end bracket sebagai model lokal. Dari hasil analisis model global dengan metode elemen hingga, diperoleh nilai tegangan normal maksimum pada area end bracket. Selanjutnya nilai tegangan dari hasil analisis model global digunakan untuk analisis model lokal. Hasil analisis model lokal berupa nilai Stress Intensity Factor (SIF) yang digunakan untuk perhitungan umur lelah dengan metode fracture mechanics. Nilai SIF dengan initial crack 10 mm pada model lokal end bracket existing sebesar 528,84 MPa√mm. End bracket model existing menunjukkan umur lelah dengan 519.206,809 cycles yang dikonversi dalam bentuk hari sebesar 631,942 hari

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇